Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Tuan Eden bisa melihat kah?


__ADS_3

"Lho koq Tuan Eden bisa menunjuk kursinya dengan tepat, seperti orang yang tidak buta?", pikir Tiara curiga sambil memandang ke arah Eden lagi penasaran.


Jantung Tiara langsung berdebar kencang dan tangannya pun ikut bergetar ketika mendengar perkataan Eden,


"Kenapa kau diam di tempat? Berpikir mau ditaruh di mana lagi yang bisa celaka kan aku ya?", tuduh Eden langsung.


Tiara semakin ketakutan lagi, ketika Eden sepertinya melihat dia dan memandang ke posisi Tiara berada.


"Duh! Apakah Tuan Eden matanya sembuh dan bisa melihat? Bagaimana ini? Kalau sampai terjadi dia pasti mengenali ku bukan Bella! Habislah aku!", pikir Tiara semakin khawatir.


Tapi akhirnya Tiara memilih melanjutkan memindahkan kursinya ke tempat semula, sebelum ditegur Eden lagi. Walaupun dengan hati yang semakin tidak tenang karena khawatir kalau Eden bisa tiba-tiba melihat dan mengenalinya!


...********...


"Dasar anak tidak berbakti! beraninya kamu mengancam orang tua mu sendiri, hanya demi perempuan itu!", ujar Mita yang


langsung bangun dari duduknya, memukul punggung Rico yang berdiri menghadap ke arah Wijayanto berkali-kali.


"Sudahlah Bu, kita bicarakan baik-baik, jangan emosi. Kamu juga Rico, jangan berpikir pendek!", ujar Wijayanto langsung bangun dari duduknya, melerai pertengkaran itu dan menangkap tangan Mita.


"Kak Rico memang seperti itu, selalu menganggap Tiara yang terbaik! Jangan lihat Tiara dengan kelakuannya yang kalem itu! Kalian tahu tidak kalau Tiara sudah punya pacar, namanya Bram! Dia saja merahasiakannya, bahkan dia putus kontak dengan Bram demi menikahi Eden. Jadi sebenarnya ini bukan murni salah ku, kalau dia sampai menikahi Eden. Itu kan kemauannya sendiri juga, pacarnya saja langsung ditinggal. Kalau bukan karena gila harta, terus buat apa coba?", ujar Bella mendengus dan merasa tidak puas ketika teringat kalau dia sudah kalah saing dengan Tiara.


"Kau jangan menjelek-jelekan Ara! Sifat mu juga tidak lebih baik. Saat Eden tidak buta kau begitu ingin dan bahagia saat akan menikah dengannya. Begitu Eden buta kau langsung menghilang!", ujar Rico langsung membela Tiara.


"Itu karena aku pintar kak, aku ingin menjadi istrinya bukan pelayannya!", ujar Bella tersenyum.


"Tapi tidak seharusnya kau mengorbankan Ara, kau begitu egois!", ujar Rico lagi.


"Tiara kan bersedia dan tidak menolak. Mengapa sih kakak yang tidak terima? Sadarlah kak, Tiara juga tidak akan mencintaimu! Walau dia tidak menikah dengan Eden, belum tentu Tiara mau dengan mu!", sahut Bella yang sudah tidak diragukan lagi ketajaman mulutnya itu.

__ADS_1


"Kau tidak perlu mengurus Ara mencintai ku atau tidak, aku ingin Ara kembali ke keluarga kita, kau harus kembali ke posisi mu sendiri! Kau harus bertanggung jawab!", ujar Rico menghampiri Bella, menarik Bella agar bangun dari duduknya.


"Kau mau apa kak?',. tanya Bella berusaha melepaskan tarikan tangan Rico.


"Aku ingin membawa mu ke mansion Nugroho, agar kau bertukar posisi dengan Ara kembali!", ujar Rico.


"Selama masih ada aku, kau jangan harap bisa seenaknya saja dengan Bella!", ujar Mita yang menarik tangan Rico dari Bella.


"Ibu yang tidak mengijinkan Bella menikah dengan Eden, ibu juga yang meminta Tiara menikah dengan Eden. Tiara juga sudah mengabulkan permintaan ibu, kau tidak usah meributkan masalah itu lagi. Hanya masalah seorang calon istri saja, ibu bisa mencarikan untuk mu yang melebihi segalanya daripada Tiara!", ujar Mita kesal.


Bella segera berlari berlindung di belakang ibunya.


"Tuh kan Bu, bukannya aku tidak mau dekat dengan kakak, kak Rico selalu membela Tiara, dari pada aku, adik kandungnya sendiri", ujar Bella yang malah menambahkan api lagi.


"Sudah, kau tenang saja selama masih ada ibu. Coba saja kalau dia berani!" , ujar Mita menatap tajam ke Rico.


"Apakah ibu tidak pernah merasa bersalah pada Ara, atas semua yang pernah kita lakukan pada Ara?", tanya Rico sambil menatap marah ke Bella yang tersenyum mengejek.


"Ibu juga tidak merasa bersalah sudah mengambil semua warisan Ara tanpa sepengetahuan Ara?", tanya Rico lagi


Mendengar pertanyaan Rico kali ini Mita terdiam sejenak, dia tidak menyangka kalau Rico mengetahui rahasia itu.


"Sudahlah Rico, jangan diungkit-ungkit lagi masalah itu, takutnya ada yang mendengar", ujar Wijayanto yang merasa khawatir dan bersalah.


"Tapi kalian selalu memperalat Ara, apakah tidak ada perasaan merasa bersalah sedikitpun?", tanya Rico lagi.


"Kalau kami merasa bersalah, harusnya kau pun ikut merasa bersalah Rico! Uang itu bukan hanya digunakan untuk usaha ayah mu saja, uang itu juga digunakan untuk pengobatan kaki mu yang pincang itu!", ujar Mita marah.


Kali ini membuat Rico terdiam, Rico tidak menyangka ibunya tega mengeluarkan perkataan seperti itu untuk menyakitinya.

__ADS_1


"Baiklah aku bersedia mengganti posisi Tiara, asal Eden bersedia operasi mata dan bisa melihat kembali!", ujar Bella tersenyum menang.


...********...


Sesudah memindahkan kursinya, Tiara kebingungan harus melakukan apa lagi.


"Sungguh tidak enak tinggal bersama orang yang tidak pernah kita kenal. Melakukan apa pun serba salah. Ternyata kasihan juga orang-orang jaman Siti Nurbaya, yang menikah karena perjodohan! Mungkin rasanya seperti ini", pikir Tiara dalam hati mencoba menghibur dirinya sendiri dan mengusir rasa takut yang melandanya.


"Ah... sok mengasihani orang jaman dulu. Harusnya aku kasihan pada diri ku sendiri, yang hidup di jaman modern malah mengalami kehidupan seperti ini!", pikir Tiara lagi tersenyum sendiri dan tanpa sadar memandang ke arah Eden yang duduk di tempat tidur dan memandang keluar jendela lagi.


Tiara merasa beruntung Eden sudah diam dan tidak menyalahi nya lagi.


"Masih siang, langit cerah, tidak seperti kemaren", gumam Tiara dalam hati.


"Apa yang harus aku lakukan untuk mengisi waktu ku ya?", pikir Tiara bingung, Tiara benar-benar merasa jam menjadi lama, dan waktu terasa susah lewat.


"Ah..makin hari, otak ku semakin bebal saja! Mengapa aku tidak ke dapur saja untuk mengisi waktu. Daripada aku harus berdua terus dengan tuan Eden tanpa melakukan apa-apa. Sungguh suasana yang mencekam!Setidaknya aku bisa membuat makanan kecil", pikir Tiara dalam hati merasa senang, setidaknya dengan adanya kesibukan dia tidak akan susah melewati hari-hari nya lagi.


Tiara yang baru melangkah empat langkah untuk mengambil celemek di lemari, kaget dan merasa takut kembali saat mendengar perkataan Eden,


"Kau mau ke mana lagi? Jangan coba-coba menemui kakak sombong mu itu!"


Tiara langsung terpaku, sebetulnya tadi dia akan ijin ke dapur setelah mengambil celemek. Kali ini Tiara benar-benar ketakutan, tiba-tiba dia merasa kalau Eden bisa melihat!


Bersambung........


...Terimakasih author ucapkan pada readers yang selalu mendukung karya authorπŸ™πŸ™πŸ™...


...Semoga suka dan selalu terhibur....

__ADS_1


...Love you all...


...😘😘😘...


__ADS_2