Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Sifat asli Bella


__ADS_3

"Akhirnya kau kembali lagi Tiara, ayah senang kamu sudah kembali lagi", sambut Wijayanto menyambut kedatangan Tiara.


"Terimakasih ayah", ujar Tiara mengangguk lesu.


"Kau cepat ke kamar untuk istirahat, sepertinya kau capek", sambung Wijayanto.


"Iya ayah, aku masuk dulu ya, kak Rico. Terimakasih sudah membantu ku, tas nya biar aku bawa sendiri kak", ujar Tiara sambil mengambil tas miliknya dari tangan Rico. Rico hanya mengangguk dan menatap Tiara yang melangkah masuk ke dalam.


"Ayah jaga baik-baik Ara, jangan memanfaatkan dia lagi kali ini", ujar Rico menyindir sang ayah.


"Waktu itu ayah terpaksa Rico, mana ibu mu? tidak pulang bersama mu?", tanya Wijayanto mengalihkan pembicaraan.


"Masih bersama Bella, aku dan Tiara sudah diusir pulang duluan dan sudah dipesan jangan sampai muncul di sana lagi", ujar Rico yang secara tidak langsung memberitahukan tingkah Bella.


Mendengar perkataan Rico, Wijayanto hanya bisa terdiam.


"Rico, Bella sudah tinggal bersama suaminya, di sini hanya ada aku, ibu dan Tiara, mengapa kau tidak kembali tinggal di sini. Bukan kah kau menyukai Tiara?", ujar Wijayanto memancing Rico.


"Yang penting dia tinggal serumah dulu dengan ku, nanti pelan-pelan aku akan meminta dia membantu di perusahaan ku", pikir Wijayanto merencanakan dalam hati.


"Jika aku mau menikahi Tiara, apakah ayah akan setuju, walaupun ibu tidak?", tanya Rico memastikan.


"Tentu ayah akan mendukung mu Rico!", ujar Wijayanto sambil menepuk bahu anaknya itu


"Yang penting dia mau membantuku di perusahaan, dengan otaknya yang encer, dia pasti bisa memajukan perusahaan ku", pikir Wijayanto yang memutuskan mengalah pada Rico, agar Rico suatu saat bersedia membantunya di perusahaan. Lagipula dia juga tidak keberatan Rico menikahi Tiara.


"Baiklah, sekarang aku pulang dulu, nanti aku akan pikirkan lagi", ujar Rico pamitan untuk kembali ke apartemennya.


"Asal ada Tiara di sini, aku yakin Rico akan kembali!", pikir Wijayanto yang merasa senang.


...********...


Tiara memandang kamar kecil yang sempat ditinggalinya, sesudah dia dan Bella pulang dari Australia. Tapi hanya beberapa hari saja, sesudah itu dia sudah pindah ke mansion Nugroho. Tidak ada yang berubah, hanya banyak debu saja, sepertinya kamarnya sama sekali tidak pernah dibersihkan.


Walaupun Tiara sudah lelah, dia tetap memutuskan untuk membersihkan kamar itu.


"Untung saja kamar ini kecil, tidak sebesar kamar Eden, kalau seperti kamar Eden butuh waktu berapa lama aku membersihkannya?", tanya Tiara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Selesai membersihkan kamarnya, Tiara mulai menyusun baju-baju yang dibawanya kembali ke lemari kamarnya.


Sedang menyusun bajunya, Tiara tiba-tiba teringat sesuatu, dan mulai kalang kabut mencari barang tersebut. "Aku yakin sudah kumasukkan ke tas, tapi di mana? Aduh jangan sampai tercecer di tempat Eden! Habislah aku kalau tertinggal di kamar Eden!", pikir Tiara yang kembali membongkar baju-baju yang sudah dia taruh di dalam lemari, barangkali saja barang yang dia cari terselip di baju.


...********...


Setelah mencari-cari dan tidak menemukan apa yang dia cari, Tiara terduduk lemas di lantai dan menyender pada ujung tempat tidurnya.


"Aku yakin sudah kumasukkan ke tas, mengapa tidak ada?", pikir Tiara semakin tidak tenang dan berusaha mengingat-ingat di mana barangnya itu.


"Selama hidup aku tidak pernah menulis buku diary, baru setelah masuk ke mansion Nugroho, aku mulai menulis buku diary, tapi mengapa sekarang bisa hilang?", sesal Tiara dalam hati.


"Bagaimana kalau buku itu ditemukan oleh Eden? Habislah aku! Kala itu bukan saja kak Bella yang akan marah pada ku, jangan-jangan Eden pun akan marah besar! Aku harus bagaimana sekarang?", pikir Tiara dengan jantung berdebar-debar tidak tenang.


...********...


Sebetulnya Tiara bukanlah orang yang suka menulis buku diary. Apalagi selama dia kuliah, Tiara termasuk mahasiswi yang aktif. Tiara juga orang yang terbuka dan sangat ramah serta pintar menjalin persahabatan.


Tetapi ketika dia masuk ke mansion Nugroho, dan menyaru sebagai Bella, dia tidak memiliki seorang teman pun yang bisa diajak berbicara, apalagi dia baru pulang dari Australia. Pertama kali datang Eden juga bersikap buruk padanya, akhirnya membuat Tiara melampiaskan unek-uneknya ke buku diary, setelah tidak ada seorang pun yang bisa dia ajak bicara untuk mengurangi bebannya.


Tiara tidak menyangka kalau buku Diary itu akan menjadi masalah buatnya, dan Tiara benar-benar menyesali kecerobohannya itu.


Bagaimana Tiara tidak takut kalau di dalam diary nya menceritakan rahasianya, belum lagi sumpah serapahnya pada Eden saat dia sedang kesal dengan kelakuan Eden!


...********...


Walaupun Bella selalu percaya diri, tapi ketika ke atas dan menuju ke kamar Eden, jantung nya berdebar kencang karena gugup juga, apalagi saat pertama kali dia bertemu dengan Eden, Eden terlihat arogan, dingin dan tidak banyak bicara.


"Ayo Bella! Di mana rasa percaya diri mu. Ingat, kamu jangan sampai kalah dengan Tiara, anak angkat itu!", ujar Bella menyemangati dirinya sendiri.


"Ah, ini dia kamarnya!", pikir Bella, teringat perkataan Tiara kalau kamarnya terletak paling depan dengan sebuah lingkaran besi berwarna emas di pintunya dan di tembok depan kamar terdapat lukisan sepasang kuda unicorn.


Bella membuka pintu dan masuk perlahan, dan segera berjalan menuju ke tempat tidur, teringat tadi Tiara berkata dia sedang berlagak sakit.


Ketika melihat Eden yang masih tidur, Bella pun menarik nafas lega, segera membaringkan tubuhnya di samping Eden.


"Ah sebaiknya aku berlagak tidur juga, sambil melihat situasi dulu!", pikir Bella.

__ADS_1


Tapi belum lama Bella berlagak tidur, Eden tiba-tiba menggenggam tangannya dan berhenti pada kuku Bella yang panjang.


Eden yang tadinya hanya ingin mengecek apakah Bella tangannya masih dingin atau tidak, merasa ada hal yang aneh saat tidak sengaja menyentuh kuku Bella.


Bella yang licik dan pintar segera sadar apa yang telah terjadi.


"Aduh! perutku sakit, aku mau ke kamar mandi dulu!", ujar Bella yang segera menarik tangannya dari tangan Eden, dan sebelum menuju ke kamar mandi Bella segera menyambar handbag nya.


...********...


"Sial, sungguh beruntung si Tiara pernah tinggal di sini!", umpat Bella ketika masuk ke kamar mandi yang luas dan mewah itu.


Bella kemudian memilih duduk di pinggir atas bathtub, setelah itu Bella mengeluarkan gunting kuku yang memang selalu tersedia di handbag nya itu.


"Maafkan mami ya, baby ku!", ujar Bella pada kukunya sendiri, sambil mengelus sayang kukunya yang terawat indah itu, dengan macam-macam lukisan dan berwarna-warni itu.


"Sial! Mengapa perempuan itu begitu bodoh dalam hal penampilan? Mengapa kukunya harus pendek! Aku mau gak mau harus mengikuti dia agar Eden tidak curiga!", omel Bella kesal dan sakit hati, yang mau tidak mau mulai menggunting kuku nya.


Setelah selesai, Bella menatap kukunya dengan kecewa.


"Kau sudah merusak baby-baby ku!', ujar Bella marah pada gunting kukunya itu, sambil membanting gunting kukunya ke lantai.


"Maafkan mami ya, mami janji tidak lama lagi akan membuat kalian menjadi cantik lagi. Yang penting mami bisa dapatkan kartu unlimited dulu dari Eden!" ujar Bella sambil mengelus sayang kukunya.


Bersambung........


...Dear pembaca ku tersayang,...


...Baca episode ini yang sabar ya, episode kali ini memperlihatkan sifat imutnya Bella (entah imut atau kelainan jiwa🀣🀣)...


...Walau jahat, Bella termasuk pemeran penting, jadi harus memperkenalkan sifatnya juga ya....


...Terimakasih atas dukungan pembaca semua...


...πŸ™πŸ™πŸ™...


...Love you all...

__ADS_1


...😘😘😘...


...Salam sehat selaluπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ...


__ADS_2