Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Menyimpan rahasia


__ADS_3

Agar tidak mendapat pertanyaan, setelah Rico berangkat kerja, Tiara memutuskan pergi ke dokter kandungan untuk memastikan dan mengecek kehamilannya.


Beruntung Mita sedang pergi bersama teman-teman arisannya, sehingga Tiara bisa bebas untuk pergi, apalagi secara tidak sengaja Tiara mendengar Mita kemaren berkata ke Wijayanto kalau kembalinya malam hari.


Begitu sampai di dokter, Tiara merasa canggung, ketika melihat sebagian pasien datang berpasangan, akhirnya Tiara memilih duduk di pojok yang agak sepi. Jantung Tiara berdebar-debar tidak tenang menunggu namanya dipanggil, bagaimanapun ini adalah pengalaman pertamanya dan dia hanya seorang diri.


"Untungnya aku di Indonesia belum lama, setidaknya tidak ada yang mengenalku", pikir Tiara berharap.


Tapi terkadang apa yang semakin kita takuti, malah semakin kita


temui.


"Tiara?", terdengar suara seseorang memanggilnya, saat dia keluar dari ruang periksa, yang membuat Tiara langsung terpaku diam, begitu dia mengenali suara itu.


...********...


Bram sempat kesal ketika kakak nya meminta tolong dia untuk mengantarnya ke dokter kandungan, karena sang kakak ipar sedang tugas di luar negeri.


"Pergi sendiri saja kak, masak kau menyuruh aku yang masih jomblo gini ngantar kamu ke dokter kandungan?", protes Bram.


"Kan tidak apa-apa, biar besok kau sudah punya istri sudah berpengalaman", ujar kakaknya memaksa.


Ketika Bram masih berusaha menolak, kakaknya langsung memasang muka memelas dan memohon, "Ayolah Bram, sekali ini saja! Aku kalau ke sana seorang diri dan tidak punya teman, aku berasa seperti calon single parent yang gak punya suami, aku malu", ujar sang kakak yang akhirnya membuat Bram tidak bisa menolak lagi.


...********...


Bram benar-benar tidak menyangka dia akan bertemu dengan Tiara di tempat itu.

__ADS_1


"Tiara!", panggil Bram lagi, karena Tiara masih terdiam dan tidak menoleh ke arahnya.


"Bram, apa kabar mu?", sahut Tiara akhirnya, setelah membalikkan tubuhnya menghadap ke Bram.


"Apakah kau hamil Tiara?", tanya Bram langsung, setelah melihat buku pasien yang sedang dipegang Tiara, sedangkan kakak nya sedang ngobrol dengan calon ibu yang lain di tempat yang agak jauh dari nya.


"Aku harus bagaimana ini? Mengapa aku malah bisa bertemu dengan Bram di sini?", pikir Tiara dalam hati bingung.


"Kau sedang hamil, mengapa kau malah bertukar tempat dengan Bella lagi? Aku sungguh tidak bisa mengerti jalan pikiran mu Tiara", ujar Bram menghela nafas.


"Aku baru tahu kalau aku hamil", sahut Tiara.


"Mengapa kau selalu mengalah pada Bella? Kau sudah hamil, harusnya kau berterus terang saja pada Eden! Aku cukup mengenal Eden, walaupun sifatnya seperti itu, dia orang yang bertanggung jawab", ujar Bram.


Mendapati Tiara yang sudah hamil, Bram akhirnya membuang keinginannya untuk mendekati Tiara lagi. Bagaimanapun dia adalah sepupu Eden, dan hubungan mereka sebelumnya juga cukup akrab.


"Bukankah kau mencintai Eden? Kau sekarang bahkan sedang hamil anaknya! Aku akan bantu kau bicara dengan Eden, jadi kau tidak perlu takut", bujuk Bram yang merasa kasihan pada Tiara.


Walau bagaimanapun sebelum menjalin kasih mereka sudah bersahabat sejak kuliah. Bram cukup mengenal sifat Tiara yang tidak manja, tegar dan jarang mengeluh, karena itulah Bram mengagumi Tiara.


Bram tidak bisa membayangkan, kakaknya yang memeriksa kehamilan seorang diri saja tidak mau dan merasa malu, lantas bagaimana dengan Tiara yang nanti melahirkan seorang diri dan tidak punya suami!


...********...


"Aku tidak mencintai Eden, dulu aku membohongi mu agar kau segera melupakan ku, karena kita tidak mungkin bersama lagi. Aku mohon pada mu jangan pernah memberitahu Eden kalau aku pernah menjadi pengganti untuk Bella dan sedang hamil anaknya. Walaupun aku pernah mengecewakan mu, tapi setidaknya pandanglah persahabatan yang pernah kita jalin Bram", ujar Tiara memohon lagi.


"Kau tidak mencintai Eden, tapi kau hamil anak Eden", ujar Bram yang masih tidak menerima perkataan Tiara. "Jangan-jangan karena kau hanya ingin mengalah pada Bella saja?", ujar Bram curiga.

__ADS_1


"Bukan! Aku selalu hidup dalam ketakutan bersama Eden. Aku merasa seperti burung yang dikurung di sangkar, semua kegiatan ku selalu diawasi Eden. Kehamilan ini terjadi karena tidak sengaja, bukan karena cinta", ujar Tiara yang langsung memerah pipinya teringat kejadian malam itu, di mana Eden yang tiba-tiba menjadi brutal.


"Aku mohon pada mu sekali lagi Bram, anggaplah kita tidak pernah bertemu di sini. Lupakan apa yang kamu ketahui, aku akan sangat berterima kasih pada mu. Kamu selamanya adalah sahabat terbaik ku", ujar Tiara yang merasa hatinya menjadi lega setelah mengucapkan semua itu, tiba-tiba dia merasa perasaannya pada Bram juga sudah berubah kembali ke titik awal, hanya perasaan terhadap sahabat baik.


"Aku harus kembali ke rumah, semoga kau bisa mengabulkan permintaan ku! Sampai jumpa lagi", ujar Tiara pergi meninggalkan Bram yang berdiri terpaku tanpa menunggu jawaban.


Terkadang banyaknya cobaan yang datang, membuat seseorang bertambah dewasa.


Bram hanya bisa menatap kepergian gadis pujaannya dengan perasaan menyesal, "Kau benar-benar seorang wanita yang kuat dan luar biasa Tiara, sayang aku tidak berjodoh dengan mu!"


...********...


Pulang dari rumah sakit, Tiara membersihkan rumah agar ibunya saat pulang nanti tidak mengomel.


Selesai mengerjakan semuanya, Tiara merasa tubuhnya lelah, akhirnya Tiara memutuskan untuk tidur dulu.


"Ah..nanti habis tidur saja, aku baru masak, masih sempat."


Karena kecapaian, Tiara tidak menyangka kalau dia bangun saat jam hampir menunjukkan pukul 17.00.


Tiara segera bangun dari tidurnya, dan bergegas menuju ke dapur. Saat menuju ke dapur, Tiara sayup-sayup mendengar orang yang sedang berbicara di ruang kerja ayah nya dan sepertinya namanya juga disebut-sebut.


Akhirnya Tiara yang penasaran menghampiri ruangan itu dan Tiara segera mengenali suara ayahnya dan kakaknya Rico. Tiara menajamkan pendengarannya ketika kembali mendengar namanya disebut, agar dia bisa mendengar percakapan itu.


"Ayah sudah berjanji akan merestui hubungan ku dengan Tiara, tapi mengapa ayah sekarang ingin membawa Tiara kembali ke keluarga Nugroho. Kan sudah ada Bella di sana! Kasian Tiara yah, dia selalu berada dalam ketakutan dan hidupnya tidak tenang kalau bersama Eden. Belum lagi kalau Eden tahu kita sudah membohonginya, apa yang akan Eden lakukan pada Tiara? Aku tidak setuju, pokoknya kali ini aku benar-benar akan marah kalau ayah tidak menepati janji ayah lagi pada ku!", terdengar suara tinggi Rico yang sepertinya sangat marah.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2