
"Cobalah kau mengerti Rico! Dari awalnya yang menikah dengan Eden adalah Tiara. Dan selama bersama Tiara, hubungan mereka tenang-tenang saja. Tadi bibi Mery baru menelpon memberitahu ayah kalau Bella kali ini sudah ribut dengan Eden, bahkan meminta cerai dari Eden. Terus ayah harus bagaimana kalau tidak menyerahkan Tiara pada Eden kembali?", ujar Wijayanto meminta pengertian Rico.
"Untuk apa ayah menyerahkan Tiara kepada tuan Eden? Dari pertama Eden sama sekali tidak mengenal Tiara. Bella dan Eden bercerai, itu masalah mereka, tidak ada hubungannya dengan Tiara lagi! Kenapa ayah berpikir untuk menyerahkan Tiara pada Eden lagi? Apakah ayah bisa tahu apa yang akan dilakukan Eden pada Tiara, kalau Eden tahu selama ini Tiara juga terlibat dalam kebohongan ini. Aku pernah mendengar Eden ribut dengan Tiara, Eden berkata selamanya dia hanya akan menganggap Tiara seorang pelayan! Ayah pikirkan saja bagaimana Eden akan memperlakukan Tiara? Apakah ayah tega?", ujar Rico dengan emosi.
"Ayah melakukan ini demi perusahaan kita Rico! Eden akan menarik semua bantuannya, ayah berharap dengan menyerahkan Tiara, Eden membatalkan rencananya", ujar Wijayanto meminta pengertian Rico.
"Itu perusahaan ayah, bukan kita! Aku tidak membutuhkan itu! Ayah betul-betul keterlaluan. Aku tidak pernah menyangka ayah masih tidak menyesali perbuatan ayah dulu yang mengambil semua harta warisan Tiara! Bahkan karena itu, satu-satunya surat terakhir dari ayah Tiara sebelum meninggal, ayah musnahkan. Aku sungguh malu mempunyai bapak seperti ayah! Selalu memanfaatkan anak yang ayah angkat sendiri! Apa bedanya ayah dengan ibu?", tanya Rico yang benar-benar emosi dan sudah lupa kalau Tiara juga sedang di rumah.
Rico yang terbakar emosi, sesudah mengeluarkan isi hatinya langsung berjalan keluar dari ruang kerja ayahnya, tapi betapa kagetnya Rico ketika melihat Tiara berdiri di depan pintu dengan mata berkaca-kaca dan terlihat sangat terpukul.
...********...
"Tiara...", ujar Rico bingung.
Wijayanto yang mendengar itu, segera keluar dari ruangan juga, dan Wijayanto tentu lebih kaget dari Rico lagi ketika melihat Tiara di depan pintu, yang sepertinya sudah mendengar adu mulut dia dengan Rico.
"Tiara! Dengarkan ayah dulu, ayah akan menjelaskan pada mu!", ujar Wijayanto.
"Biarkan aku berpikir dulu, biarkan aku menenangkan diri dulu!", ujar Tiara dengan dingin tanpa ekspresi. Tanpa sadar Tiara mengepalkan tangan dan baru kali ini hatinya yang selalu sabar dan penuh kasih itu dipenuhi dendam dan kebencian.Bahkan saat ini juga, Tiara sama sekali tidak mau melihat muka ayah angkatnya itu lagi, ternyata orang yang paling dia kasihi selama ini hanya memanfaatkannya saja! Tiara bahkan sudah membuang semua cita-cita nya, membuang perasaannya pada Bram hanya demi membalas budi, ternyata sekarang masih mau dimanfaatkan lagi tanpa memikirkan bagaimana nasibnya kalau dia dikembalikan pada Eden!
"Andai saja aku tidak tahu kalau dia sudah memusnahkan surat dari ayah ku demi mengambil warisan ku, mungkin aku masih dengan bodoh akan menyanggupi dia kembali ke Eden lagi demi membalas budi ku", pikir Tiara tertawa dalam hati, mentertawakan dirinya yang hanya dimanfaatkan Wijayanto, tapi dia mengira Wijayanto mengasihinya dengan tulus!
...********...
__ADS_1
"Biarkan aku sendiri dulu kak! Biarkan aku berpikir tenang dulu!", ujar Tiara ketika Rico mengetuk pintu kamarnya dan mengajaknya untuk bicara.
"Baiklah, ingatlah apapun yang terjadi kakak akan selalu membantu mu! kakak akan selalu berada di pihak mu!", ujar Rico sebelum meninggalkan kamar Tiara.
Begitu suara Rico menghilang, Tiara mulai berpikir apa yang harus dilakukannya setelah apa yang didengarnya lagi.
Dulu dia begitu menghormati Wijayanto dan merasa hutang budi, kali ini semua perasaan itu sudah sirna berganti menjadi rasa dendam.
"Aku harus membalasnya! Biar dia merasakan bagaimana rasanya hidup tertekan, dan bagaimana rasanya kalau orang yang dia kasihi hilang dalam hidupnya", ujar Tiara dalam hati.
"Biar dia rasakan bagaimana edan nya si Eden!"
...********...
Setelah berpikir cukup lama, Tiara akhirnya memutuskan untuk menemui Rico. Baru ketukan ketiga kali, Rico sudah membuka pintu kamarnya.
"Aku ingin bicara dengan kakak, bisakah kita bicara di tempat lain saja, jangan di sini kak", ujar Tiara
"Ayo, kita keluar saja", ujar Rico langsung mengambil kunci mobil di atas mejanya, dan menarik Tiara keluar dari rumah.
...********...
Rico membawa Tiara ke sebuah taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Rico tahu sepertinya sebentar lagi ibunya yang sedang menjemput Bella pasti akan segera sampai di rumah.
__ADS_1
"Apakah kau lapar? Bagaimana kalau aku bawa kamu makan dulu", ujar Rico yang teringat kalau Tiara sesudah kejadian tadi sama sekali tidak masak.
"Tidak usah kak, aku juga sedang tidak nafsu makan", ujar Tiara.
"Apakah ucapan kakak pada ku dulu masih berlaku? Apa pun yang terjadi pada ku, kakak akan siap selalu membantu ku", tanya Tiara.
"Tentu, kakak pasti akan menepati janji kakak", ujar Rico.
"Bagaimana kalau aku bilang aku sedang hamil anak Eden?", tanya Tiara menatap ke arah Rico.
"Benarkah? kau yakin?", tanya Rico kaget.
"Tadi aku sudah periksa ke dokter kandungan, aku benar hamil, jalan empat Minggu kak", sahut Tiara.
"Terus apa maksud mu? Apakah kau ingin kembali ke Eden lagi?", tanya Rico yang merasa hatinya sakit dan tidak rela
"Tidak kak, justru aku tidak ingin kembali ke Eden lagi. Kak Rico sendiri pernah menyaksikan bagaimana hubungan ku dengan Eden. Justru aku ingin kakak membawa ku pergi dari sini. Asal kak Rico tidak keberatan dengan kehamilan ku, ke manapun kak Rico membawa ku pergi aku akan ikut, asal hanya kita berdua, jangan sampai ketahuan ayah dan ibu. Kita berdua memulai hidup baru, aku akan mencoba mencintai kakak, kalau kakak bersedia menerima keadaan ku, karena aku tidak mungkin menggugurkan janin yang tak berdosa ini", ujar Tiara .
"Aku tidak masalah dengan keadaan mu Tiara. Aku akan menepati janji ku, selalu ada untuk mu! Aku akan membawa mu pergi dari tempat ini, setelah aku resign dari tempat ku bekerja sekarang dan menyelesaikan pekerjaan ku, kita akan memulai hidup baru di kota lain", ujar Rico yang menarik Tiara masuk dalam pelukannya.
"Maafkan aku kak Rico. Aku sudah menggunakan diri mu untuk membalaskan sakit hati ku pada ayah mu! Aku ingin dia rasakan bagaimana kalau ditekan si Eden, aku ingin dia rasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dia kasihi. Dia pasti akan kehilangan dirimu kalau kau pergi bersama ku. Sebagai gantinya aku akan coba mulai belajar mencintai mu", pikir Tiara yang sebenarnya tetap merasa bersalah sudah memanfaatkan Rico.
"Untuk sementara kau tinggal di apartemen ku sendiri dulu, aku masih tinggal di rumah, agar ayah tidak curiga kalau aku yang membawa mu pergi! Saatnya tiba kita berdua akan pergi dari kota ini dan memulai kehidupan baru!", ujar Rico.
__ADS_1
"Baik kak", ujar Tiara mengangguk setuju.
Bersambung...........