Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Ana yang kagum


__ADS_3

"Turunkan aku mas, aku sudah tidak apa-apa, aku sudah bisa jalan sendiri", ujar Tiara ketika dia keluar mobil, Eden langsung menggendongnya ala bridal style, melangkah masuk ke mansion.


"Sudah! kau diam saja dan menurut pada ku saja", ujar Eden yang tidak perduli dengan protesnya Tiara.


"Tapi...", belum selesai Tiara berbicara, Eden sudah memotong kembali. "Kau pegangan kalau tidak mau jatuh!", ujar Eden menakuti.


"Ih..sukanya maksa, nyebelin banget", omel Tiara, tapi menurut dan mengalungkan lengannya ke leher Eden.


"Nah, gitu saja koq susah", ujar Eden tersenyum puas tanpa perduli keadaan sekitarnya, di mana kadang ada pelayan yang berpapasan dengan Eden, menatap ke arah mereka sembunyi-sembunyi dan tersenyum diam-diam.


"Tiara kenapa?", tanya Ana ketika melihat Tiara dalam gendongan Eden. "Apa yang sudah terjadi?", sambung Ana lagi dengan nada khawatir.


"Aku tidak apa-apa bi, aku sudah minta diturunkan Eden, tapi Eden gak mau bi", sahut Tiara malu, dan pipinya memerah seketika.


"Ooo, gak pa pa Tiara. Sekali-kali kau harus dimanjakan", ujar Ana tertawa dan merasa lega karena Eden sudah tidak marah lagi.


"Si Tiara ini punya ilmu apa ya? pintar banget dia menjinakkan Eden yang tadinya emosi. Padahal biasa Eden kalau marah susah ditangani. Tapi untunglah, aku tidak perlu khawatir dan merasa bersalah lagi", pikir Ana dalam hati.


"Apalagi si Eden sudah bersalah pada mu!", sambung Ana kemudian. Ana memang kalau bicara suka ceplas-ceplos.


...********...


"Memang aku bersalah apa pada Tiara bi?", tanya Eden yang langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah bi Ana. "Ada juga yang salah Tiara, dia pergi keluar tanpa ijin pada ku!", ujar Eden menatap lekat pada Tiara yang masih berada dalam gendongannya, sebagai pernyataan protes. Tiara langsung tersipu malu, ditatap seperti itu, bagaimana pun tadi dia memang mencari kesempatan keluar tanpa ingin diketahui Eden.


"Tuan Eden tidak pernah memberi uang pada Tiara, padahal kan Tiara istri mu, walaupun semua sudah terpenuhi, kau tetap harus memberikannya, itu kan kewajiban mu sebagai suami nya. Kadang kan kau tidak tahu apa yang diperlukannya", protes Ana teringat Tiara yang meminjam uangnya tadi.

__ADS_1


"Aku tidak perlu bi", sahut Tiara yang merasa sungkan dan malu.


"Tuh bi, dia gak mau kan? bibi gak usah khawatir nanti hutangnya pada bibi aku bayar", sindir Eden.


"Bibi bukan masalah bayarnya, kan kasihan Tiara kalau mau keluar gak bisa, gak ada uang sama sekali. Masak istri tuan Eden tiap mau keluar harus pinjam uang sama pelayan nya", ujar Ana jadi kesal mendengar jawaban Eden yang sama sekali tidak merasa bersalah.


"Biar saja bi, aku juga tidak suka dia keluar sendiri, kalau dia mau pergi bisa ngomong sama aku", ujar Eden yang sama sekali tidak perduli, dan langsung berjalan ke atas meninggalkan bibi Ana yang terdiam.


"Astaga, istrinya mau dipingit! Tiara apa bisa betah sama si Eden kalau kayak gitu? Dasar susah kalau diomongin, maunya menang sendiri! Untung saja Tiara orangnya sabar!", omel bi Ana yang tak puas pada pendirian Eden dalam hati.


...********...


"Aku sudah memutuskan, sesudah aku menyelesaikan tugas ku di sini, aku akan tugas di luar yah, sudah aku ajukan ke perusahaan dan telah disetujui pihak perusahaan, jadi maaf aku tidak bisa membantu usaha ayah" ujar Rico ketika Wijayanto meminta Rico untuk membantunya di perusahaan.


"Mengapa kau tidak membantu perusahaan ayah mu sendiri, malah kamu mau bekerja di perusahaan orang lain. Dimana otak mu!", ujar Wijayanto gusar.


"Aku memang tidak pernah memikirkan perusahaan ayah, aku hanya akan merasa sakit hati, malah akan selalu teringat perusahaan ini berjalan karena pengorbanan Tiara. Ayah juga tidak pernah memikirkan perasaan ku. Sebaiknya ayah kelola baik-baik perusahaan ayah, ayah bisa minta bantuan Bella juga, tapi bukan aku", ujar Rico tegas.


"Lagipula aku memutuskan semua ini, agar aku bisa melupakan Tiara. Kuharap ayah bisa menerima kali ini. Ayah sudah memisahkan aku dan Tiara, jadi sekarang ayah beri kesempatan pada ku, agar aku bisa melupakan perasaan ku pada Tiara", ujar Rico.


Kali ini Wijayanto hanya bisa tertunduk mendengar perkataan Rico, bagaimana pun dia memang bersalah pada Rico.


"Tapi perusahaan ayah ini pada akhirnya akan menjadi milik mu!", ujar Wijayanto mencoba lagi meluruhkan hati Rico.


"Aku tidak menginginkannya yah, sudah aku bilang setiap melihat perusahaan ayah, yang kuingat adalah aku kehilangan Tiara karena perusahaan ini!", ujar Rico melangkah keluar dari ruang kerja ayah nya, meninggalkan Wijayanto yang terpukul dan menyesal.

__ADS_1


...********...


Begitu sampai di kamar, Eden menurunkan Tiara di atas tempat tidur. Lalu Eden langsung mengambil posisi duduk di samping tempat tidur. "Aku sudah tidak apa-apa mas", ujar Tiara yang mau bangun dari posisinya tidur.


Tapi tiba-tiba Eden mengubah posisi duduknya kali ini. Eden duduk menyamping menghadap ke arah Tiara dengan telapak tangannya berada di samping kanan dan kiri dekat pinggang Tiara dan yang jelas wajah Eden berada di atasnya. Tiara yang baru bangun dari tidurnya dan posisi bangunnya yang baru empat puluh lima derajat, dengan kedua tangannya menahan di atas tempat tidur, tidak berani menaikkan badannya lagi. Entah mengapa, Tiara masih sering merasa salah tingkah jika posisinya terlalu dekat dengan Eden. Dengan sebelah tangannya Eden memeluk tubuh Tiara dan mendekatkan wajahnya pada Tiara. "Kau sudah tahu salah mu? Kau jangan berpikir masalah mu sudah selesai", ujar Eden dengan wajah tanpa ekspresi.


"Ah.. kupikir dia sudah tidak mempermasalahkan kepergian ku yang diam-diam itu, ternyata dia masih mempermasalahkannya!", pikir Tiara dalam hati, tangannya mulai mere*mas-re*mas sprei tempat tidur itu dengan perasaan tidak tenang dan memikirkan harus menjawab apa pada Eden.


Bersambung........


...Halo readers ku tersayang, apa kabar semuanya? Semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat....


...Author minta maaf ya karena beberapa hari ini upnya agak lambat, soalnya anak author dua-duanya sedang sakit, jadi ngehalunya tidak konsentrasi nih....


...Katanya sih memang lagi musim sakit....


...Para readers semua, ingat jaga kesehatan selalu ya... banyak istirahat dan makan makanan bergizi, agar sehat selalu....


...Terimakasih buat yang sudah sabar menunggu lanjutannya, terimakasih juga atas dukungan pembaca semua, sehingga karya ini mendapat ranking karya wanita dan ranking karya populer bulan ini....


...🙏🙏🙏...


...Author benar-benar terharu dengan dukungan readers semua....


...Love U All...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2