Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
make him crazy


__ADS_3

Malam itu sesudah Eden dan Tiara berada di kamar, Tiara sibuk merapikan lemari dan memasukkan baju yang dipilihkan Lily untuknya.


Eden terlihat sedang mengerjakan sesuatu dengan laptopnya, jadi Tiara mencari kesibukan sendiri. Padahal Tiara sudah lelah juga karena berjalan seharian dengan Lily di departemen store, tapi kalau dia buru-buru tidur, biasa Eden akan mengejeknya kalau Tiara memancingnya, apalagi tadi dia sempat berjanji malam ini pada Eden, saat Eden memesrainya.


Tiara yang sedang konsentrasi menyusun baju sampai tidak sadar kalau Eden sudah berada di belakangnya. "Apa yang kau lakukan?", tanya Eden tiba-tiba membuat Tiara kaget dan menjatuhkan sesuatu. Tiara yang merasa baju"make him crazy" tempatnya masih mudah ditemukan, bermaksud untuk memindahkan baju itu ke tempat lebih tersembunyi lagi, tapi dia sungguh tidak menyangka Eden yang muncul tiba-tiba, padahal tadi masih asyik dengan laptopnya.


"Ah..hanya merapikan lemari saja", ujar Tiara cepat-cepat memungut baju yang membuat dia hampir gila karena takut ketahuan Eden.


"Apa itu?", tanya Eden yang malah menjadi curiga melihat sikap Tiara.


"Bukan apa-apa mas! Mas tiduran dulu, sebentar lagi aku menyusul", ujar Tiara mengalihkan perhatian Eden, dan menyembunyikan kedua tangannya ke belakang.


Hal tersebut malah membuat Eden semakin curiga, Eden langsung memeluk Tiara dan berusaha mengambil baju yang disembunyikan Tiara di belakang punggung. "Mas! ini barang perempuan, kau tidak perlu tahu!", ujar Tiara berusaha mempertahankan baju itu agar tidak diambil Eden.


Tapi mana bisa Eden dilarang, semakin dilarang semakin penasaran lah Eden. Eden semakin menghimpit Tiara dalam pelukannya, dan berusaha merebut barang di tangan Tiara. Eden yang tahu kelemahan Tiara, menggesekkan dagunya yang belum dia cukur ke leher Tiara, membuat Tiara geli akhirnya menjadi lengah, dan Eden berhasil mengambil "make him crazy", dari tangan Tiara.


...********...


Tiara yang kesal akhirnya memukul dada Eden, "Mas curang!", omel Tiara, tapi Eden sama sekali tidak perduli, Eden melepaskan pelukannya dan menjauh dari Tiara, lalu mengangkat baju itu tinggi-tinggi agar Tiara tidak bisa menggapai baju itu, sambil melihat apa yang disembunyikan Tiara.


Eden sempat terperangah melihat baju itu, tapi hanya beberapa detik saja, sesudah itu dia malah merasa senang. "Lily memang pintar memilih baju!", puji Eden dalam hati.


"Tanpa ini saja kau sudah membuat ku gila, Tiara! Tidak sia-sia aku memberi mu kartu!", ujar Eden menggoda Tiara ketika melihat label bertuliskan "Make him crazy".


Tiara mukanya langsung memerah.


"Lily yang pilih, bukan aku yang pilih, tadi mau ku simpan, pokoknya aku tidak mau pakai", ujar Tiara menutupi rasa malunya.


"Barang yang sudah dibeli harus dipakai, kalau tidak mubazir!", ujar Eden.


"Tapi tadi kau tidak suka aku pakai baju kurang bahan?", ujar Tiara.


"Beda, kalau baju tidur hanya aku yang lihat. Makin kurang bahan, makin bagus!", goda Eden.

__ADS_1


"Dasar mesum! pokoknya aku gak mau pakai!", ujar Tiara kesal.


"Malam ini harus pakai, aku mau lihat!", ujar Eden memaksa.


"Gak mau!", tolak Tiara.


"Harus!", ujar Eden menangkap tangan Tiara, dan memberikan baju itu kembali ke Tiara, agar dipakai.


"Gak mau", ujar Tiara menggeleng.


"Ya sudah kalau gak mau", ujar Eden.


Baru saja Tiara menarik nafas lega, Eden menyambung perkataannya lagi, "Biar aku yang bantu kamu memakainya!", ujar Eden mendekati Tiara dan mulai melepaskan kancing baju Tiara.


"Aku bisa pakai sendiri", ujar Tiara mengibaskan tangan Eden, dan memandang kesal ke Eden, sedangkan Eden tersenyum penuh kemenangan. "Siapa yang bisa menolak kemauan ku", tawa Eden dalam hati.


Akhirnya Tiara dengan pasrah memakai baju itu, dan saat melihat Eden menatap ke arahnya tanpa berkedip, Tiara segera melipat kedua tangannya di depan da*danya. Tiara benar-benar merasa seperti ditelan*jangi. "Sial! Mengapa ada saja orang yang kepikiran bikin baju seperti ini! Dan lebih anehnya lagi, ada saja orang yang tertarik untuk membelinya!", gerutu Tiara dalam hati.


Eden yang sudah tidak sabar melihat Tiara yang berjalan enggan ke tempat tidur, segera menghampiri Tiara dan langsung menggendong Tiara ke tempat tidur. Yang jelas malam itu Tiara hanya tidur beberapa jam saja! Gaun itu bukan hanya membuat Eden menjadi gila, tetapi bahkan membuat Eden semakin tergila-gila pada Tiara!


...********...


"Enggak mas, gak mikirin apa-apa koq!", ujar Tiara segera mengalihkan pandangannya ke depan, dan untungnya setelah itu Eden juga tidak bertanya apa-apa lagi.


"Tuan Eden, tamu yang di meja itu ingin bersulang dengan tuan sebagai ucapan selamat. Mereka adalah partner bisnis yang paling berpengaruh di perusahaan kita", ujar Bimo sambil menunjuk tamu-tamu yang duduk di ujung kiri taman.


Eden terlihat ragu meninggalkan Tiara. "Pergi saja mas", ujar Tiara yang melihat keraguan Eden.


"Kau tidak apa-apa ku tinggal sebentar?", tanya Eden ragu.


"Gak pa pa mas", ujar Tiara tersenyum menenangkan Eden. Akhirnya Eden bangun dari duduknya dan menuju ke meja yang ditunjuk Bimo, untung saja dia bertemu Lily saat berjalan ke sana.


"Kau jangan keluyuran, ayo temani Tiara, kasihan dia sendiri", ujar Eden memerintah.

__ADS_1


”Baik yang dipertuan agung!", ejek Lily. "Huh..ketakutan istrinya hilang diambil orang, padahal aku lagi asyik foto!", gerutu Lily dalam hati.


Memang Lily dari tadi berkeliling mencari obyek yang menarik untuk difoto, karena selain melukis, Lily juga hobi fotografi.


...********...


"Hey cowok ganteng! kamu jangan dekat-dekat dengan kakak ku! suaminya gampang cemburu lho! Aku lagi disuruh jadi bodyguardnya", tegur Lily pada pria yang sedang berbicara dengan Tiara, dan kelihatan akrab.


"Ah.. ini Lily, adiknya mas Eden. Ini kakak ku Rico, ly. kenalkan", ujar Tiara tersenyum melihat tingkahnya Lily yang seperti perempuan jagoan. Kedua tangan dilipat di dada, dan memandang Rico dengan curiga.


Rico tersenyum sinis begitu mendengar Tiara mengatakan Lily adalah adik Eden. "kakak dan adik gak beda jauh, sama-sama arogan!", gerutu Rico dalam hati.


"Kenalkan nama ku Lily", ujar Lily menjulurkan tangannya.


"Aku, Rico", ujar Rico, tapi sama sekali tidak menyambut uluran tangan Lily.


"Ih..GGS!", ujar Lily.


"Apa itu GGS ly?", tanya Tiara yang penasaran, sedangkan Rico sama sekali tidak perduli dengan ucapan Lily. Rico kesal karena merasa terganggu dengan kedatangan Lily, padahal Rico sedang membicarakan keberangkatan dia untuk tugas perusahaan di Eropa.


"Ganteng Ganteng Sombong, ha..ha..ha..", sahut Lily tertawa terbahak-bahak.


"Kak jangan bohong ya, jangan hanya gara-gara takut sama kak Eden. Benarkah dia kakaknya kak Tiara? Kok beda banget sih?", tanya Lily mendekati Tiara.


"Sebetulnya kak Rico ini kakak angkatnya kak Tiara. Dia anak kandung ayah yang membesarkan kak Tiara. Kak Tiara sejak kecil sudah yatim piatu", ujar Tiara menjelaskan.


"Oh begitu. Berarti aku punya kesempatan dong kak?", tanya Lily.


"Kesempatan apa?", tanya Tiara bingung.


"Kakak mu menarik kak. Aku suka, aku mau coba dekati, siapa tahu dia jodoh ku! kalau iya, kak Tiara dan aku kan makin dekat! Janji ya kak Tiara mendukung ku!", ujar Lily langsung, tapi kali ini berbisik di kuping Tiara agar tidak terdengar oleh Rico.


Tiara sampai menatap takjub ke Lily. "Baru kali ini aku bertemu dengan seorang perempuan yang begitu terus terang dan berani", pikir Tiara dalam hati.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2