
Selesai makan, Lily langsung menarik Tiara ke atas. "Ayo tunjukkan lemari baju mu dan barang-barang mu pada ku. Jadi aku bisa tahu kau kurang apa!", ujar Lily. Begitu sampai di kamar Lily mulai berkeliling dan kadang membuka-buka lemari baju.
Tiara hanya memperhatikan tingkah Lily, karena Tiara bingung mau melakukan apa.
Sedang berkeliling, tiba-tiba perhatian Lily beralih ke buku di atas kursi santai. Saat Eden sudah berangkat kerja, Tiara melanjutkan membaca buku "Dicintai suami sampai mati". Ketika saat terburu-buru ke bawah, Tiara lupa menyimpan buku itu lagi.
"Kau yang membaca buku ini?", tanya Lily tersenyum.
"Ah.. hanya untuk mengisi waktu", ujar Tiara tersipu dan salah tingkah, lalu cepat-cepat mengambil buku itu dan menyimpannya. "Huh kalau ketahuan Eden aku bisa ditertawai", pikir Tiara dalam hati. Untungnya sesudah itu Lily sama sekali tidak membahas soal buku itu lagi.
Tapi begitu melihat model baju tidur Tiara, Lily kembali membahas masalah buku itu. "Baju tidur mu koq modelnya tertutup semua? Emang buku yang kau baca tidak mengajarkan kamu untuk memakai baju tidur yang lebih sexy untuk menarik perhatian suami?", tanya Lily langsung tanpa sungkan.
"Ih.. pakai yang itu saja Eden sudah nakal, apalagi pakai yang sexy, bisa habis aku!", pikir Tiara langsung menerawang, teringat kelakuan Eden.
"Aku tidak tahan dingin, jadi aku memakai baju tidur seperti itu", ujar Tiara memberikan alasan.
"Wah kak Tiara payah! Gak pa pa ya pakai yang sexy, nanti kalau kedinginan kan kesempatan minta dipeluk ha..ha..ha...", ujar Lily sambil tertawa terbahak-bahak.
Mendengar perkataan Lily, Tiara sampai malu dan tidak bisa menjawab apa-apa, padahal Tiara biasanya termasuk orang yang pintar bergaul juga, tapi baru kali ini dia bertemu dengan orang yang berkata apa adanya tanpa disaring.
...********...
Tidak sampai di situ saja, kemudian Lily menghampiri Tiara dan menarik Tiara ke tempat tidur untuk duduk di sana.
"Tapi ada sesuatu yang bikin aku penasaran banget kak Tiara. Kakak janji ya harus jawab dengan jujur!", ujar Lily dengan mimik muka yang serius.
"Apa itu? Kalau aku tahu, pasti akan kujawab", ujar Tiara yang jadi penasaran juga, karena dari tadi baru kali ini dia melihat Lily bersikap serius.
__ADS_1
"Bagaimana kak Eden kalau di kamar, hangat atau dingin juga?", tanya Lily dengan serius. "Aku penasaran banget sama kakak ku kalau mengenai hal yang satu ini. Orangnya kan kaku dan tidak berperasaan, apalagi kalau sudah berurusan dengan uang. Kau tahu tidak bibi Mery yang begitu baik saja dia curigai sampai sekarang", sambung Lily.
Tiara sampai terperangah dan tidak bisa menjawab pertanyaan Lily. "Astaga! Baru kali ini aku bertemu perempuan yang berbicara tanpa filter", pikir Tiara takjub.
"Dih..koq malah bengong kak Tiara!", ujar Lily mengagetkan Tiara dengan tepukan di bahu Tiara.
"Aku... tak tahu", sahut Tiara yang bingung menjawab Lily, apalagi dia merasa risih membicarakan hal seperti itu dengan adik dari Eden sendiri.
"Ah.. berarti payah nih kakak ku, makanya kak Tiara enggak berani ngomong", pikir Lily dalam hati mengambil kesimpulan sendiri. "Makanya kakak jangan percaya dengan bacaan saja, kakak harus kreatif sendiri, kadang singa yang lagi tidur harus dipancing kak!", ujar Lily sok menasehati. Lily mengira Eden bersikap dingin pada Tiara, kalau tidak mengapa Tiara sampai membaca buku seperti itu.
"Maksudnya apa ly?", tanya Tiara yang masih tidak mengerti arah pembicaraan Lily.
"Ha..ha..ha.. kakak ku ini koq polos banget sih. Masak sudah bersuami masih kalah sama aku yang gadis?Maksud ku hari ini kak Tiara harus membuat singa bangun dari tidurnya! Singanya ya itu, kak Eden", ujar Lily tertawa.
Akhirnya Tiara sadar apa yang dibicarakan Lily, tapi terlambat untuk menolak, lagipula Tiara malu untuk membicarakan hal seperti itu, jadi Tiara memilih diam saja.
"Ayo kita pergi sekarang, aku sudah tahu kebutuhan kakak!", ujar Lily penuh semangat dan langsung. menarik Tiara keluar dari kamar.
...********...
"Sebaiknya kalian diantar pak Yanto saja!", ujar Mery ketika Lily ijin untuk pergi.
"Tidak Bu, saya bawa sendiri saja, biar lebih bebas", ujar Lily yang lebih memilih untuk menyetir mobil sendiri.
"Baiklah, hati-hati, jangan ngebut ya", ujar Mery.
Tiara benar-benar mengagumi Lily yang sangat lincah itu. "Apakah kau tidak capek, sesudah perjalanan pulang dari Spanyol?", tanya Tiara.
__ADS_1
"Aku memang suka pergi-pergi kak, jadi tidak pernah capek.Lagipula selama di pesawat aku tidur. Apalagi kali ini kita punya kartu dari Eden, aku tambah semangat lagi", ujar Lily tersenyum senang.
"Yang penting kamu tidak capek, takutnya kalau kamu kecapaian nanti sakit", ujar Tiara khawatir.
"Kak Tiara, kau sungguh punya hati yang baik. ku beritahu suatu rahasia pada mu, kau tidak perlu membaca buku 'Dicintai suami sampai mati' pun, selamanya kau tetap akan dicintai kak Eden. Aku tahu sifat kak Eden, kalau dia ingin memiliki sesuatu, dia pasti akan berusaha mati-matian dengan cara apa pun untuk mendapatkannya, dan kalau sudah dia dapatkan, dia tidak akan melepaskannya lagi. Jadi segala sesuatu yang sudah dia miliki, jangan harap dia akan melepaskannya lagi", ujar Lily.
"Aku membaca itu hanya untuk mengisi waktu koq, tidak ada maksud apa-apa ", ujar Tiara malu dan menyesali kecerobohannya, menaruh buku itu sembarangan.
...********...
Begitu sampai di tujuan, Lily langsung mengajak Tiara masuk ke dalam departemen store itu. Ketika mengunjungi salah satu butik, Tiara kaget melihat harga-harga yang tertera di baju itu.
"Yuk, kita keluar dari sini ly", ajak Tiara.
"Memang kenapa kak, coba lihat yang itu!", ujar Lily menunjuk ke arah baju pink terusan celana pendek. "Aku merasa itu cocok dengan kak Tiara, biar kita berdua kompakan pakai celana pendek", ujar Lily.
"Tapi di sini bajunya mahal-mahal!", ujar Tiara berbisik.
"Ini tidak mahal kak, kartunya kak Eden mau beli toko ini saja cukup!", ujar Lily. "Pokoknya aku gak mau tahu, kak Tiara harus memakai baju ini biar kita kompakan!", ujar Lily yang langsung meminta pelayan toko untuk mengambilkan baju itu. Ketika hendak mencobanya, Tiara cukup kaget ketika melihat harga yang tertera.
"Mengapa kau menyuruh aku membeli baju yang begitu mahal? Kau sendiri saja berpakaian sederhana?", protes Tiara berbisik, takut terdengar oleh pelayan toko.
Lily langsung tertawa begitu mendengar protes Tiara. "Ha..ha..ha.. kau terlalu menghina ku, kau tahu berapa harga baju ku ini?", tanya Lily, yang langsung berbisik ke kuping Tiara berapa harga bajunya itu.
Tiara yang mendengar harga baju Lily sampai kaget dan menatap tak percaya ke Lily, "Hah!!!apa yang membuat baju ini begitu mahal?", tanya Tiara sambil menunjuk ke baju Lily.
"Kau tahu tulisan Love the world ini? ini dibuat langsung oleh salah satu pelukis Spanyol terkenal, ini limited edition kak!", ujar Lily dengan bangga.
__ADS_1
Bersambung.........