
"Dokter, apakah saya bisa mengingat kembali kejadian yang sudah saya lupakan karena amnesia yang saya alami gara-gara kecelakaan dulu, kalau aku memiliki sebuah benda yang membuat ku sepertinya ada sedikit kejadian yang sepertinya ku lupakan, melintas di kepala ku?", tanya Tiara pada dokter Daniel, dokter yang menangani Tiara saat Tiara mengalami amnesia.
"Sebetulnya tanpa itu juga bisa,kalau Nyonya Eden mau melakukan terapi, apalagi kalau ada hal-hal yang mengingatkan, tentu sangat membantu", sahut dokter Daniel.
"Mengapa dokter tidak menganjurkan kepada saya untuk melakukan terapi untuk menyembuhkan amnesia saya?", tanya Tiara heran.
"Sudah saya anjurkan, tetapi waktu itu nyonya keadaannya masih lemah. Jadi saya bicarakan kepada Tuan Eden, tapi tuan Eden menolak, Tuan Eden berkata dia tidak keberatan walau nyonya sudah lupa dengan masa lalu nyonya, dia akan mengukir kenangan baru dengan nyonya. Mungkin tuan Eden khawatir dengan keadaan nyonya, karena itu dia memilih nyonya tidak usah menjalani terapi!Walaupun terapi ini banyak yang berhasil, tapi kadang ada juga yang belum berhasil", ujar dokter Daniel menjelaskan.
"Tapi kan aku yang menjalani hidup, mengapa Eden tidak bertanya kepada ku? Mengapa Eden memutuskan sendiri? Aku sampai sekarang masih merasa janggal, bagaimana aku bisa meninggalkan Bram dan menikahi Eden, sedangkan mereka adalah sepupu?", pikir Tiara hanya menyimpannya dalam hati.
"Baiklah dokter, terimakasih atas informasinya", ujar Tiara akhirnya.
"Apakah nyonya mau menjalankan terapi?", tanya Dokter Daniel.
"Kalau saya mau menjalani terapi, saya akan menghubungi dokter kembali", sahut Tiara.
"Baiklah nyonya, kapan saja nyonya mau menjalani terapi hubungi kami, akan kami jadwalkan", ujar dokter Daniel.
...********...
Setelah menemukan buku itu, selesai merapikan barang yang dibongkar, Tiara duduk di atas tempat tidur dan mulai membuka buku yang dia temukan itu. "Mengapa aku merasa familiar dengan buku ini? Tapi aku bukan penggemar Minion, apa mungkin ini buku ku?", pikir Tiara.
Tapi begitu membuka buku itu dan melihat tulisan "Aku hanyalah pengganti", Tiara tentu kaget karena tulisan itu begitu mirip dengan tulisannya dan di bawah tulisan itu ada tulisan namanya juga, tetapi dia tidak merasa pernah menulis.
Akhirnya Tiara yang penasaran, membaca buku itu dari awal dan sampai akhir, Tiara bertambah bingung ketika membaca buku itu, mengapa dalam buku itu sering terdapat tulisan yang memaki-maki Eden. "Masak aku yang tulis? Masak aku begitu membenci Eden, sampai memaki-maki Eden terus. Bahkan saat menulis buku ini, sepertinya aku merasa tersiksa dengan hidup ku yang seperti di sangkar. Tapi saat ini aku tidak pernah merasakan itu, dan aku juga mencintai Eden. Tetapi kalau bukan aku yang tulis, mengapa ada nama ku? Tapi aku dari dulu tidak pernah menulis diary. Sebetulnya apa yang sudah terjadi dengan masa-masa yang terlupakan oleh ku?", pikir Tiara yang membuat kepalanya menjadi sakit.
__ADS_1
Akhirnya Tiara yang tidak bisa menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang berputar di kepalanya, memutuskan mendatangi dokter Daniel yang menanganinya saat dia kecelakaan dan menjadi amnesia.
"Sebaiknya aku jangan banyak berpikir dulu, aku sedang hamil, aku harus menjaga kondisiku. Sebaiknya aku mendatangi dokter Daniel saja!"
...********...
Setelah berkonsultasi dengan dokter Daniel, Tiara menjadi curiga pada Eden, Tiara merasa ada yang Eden sembunyikan darinya, kalau tidak mengapa Eden tidak ingin dia ikut terapi. Bakan Eden sama sekali tidak pernah menceritakan tentang dokter yang menganjurkan dia untuk ikut terapi.
"Mengapa Eden sepertinya lebih suka aku tidak usah mengingat masa lalu ku lagi? Apakah Eden merahasiakan sesuatu?", pikir Tiara dalam hati. Seperti biasa, Tiara bila ada masalah selalu menyimpannya dalam hati. Kadang dia bingung, mengapa Lily bisa hidup bebas dan bisa mengeluarkan semua isi hatinya tanpa beban apapun. Sedangkan dia sendiri untuk hal-hal tertentu lebih suka menyimpannya di dalam hati.
Karena hal tersebut, ketika Eden sudah pulang, sikap Tiara menjadi tidak hangat seperti biasa, dan menjadi agak kaku dan canggung, bahkan Tiara kelihatan sedikit menjauhi Eden.
Eden tentu merasakan hal tersebut, awalnya Eden hanya mengira Tiara kecapean, jadi Eden tidak mempermasalahkannya.
...********...
Eden segera mendekati Tiara, dan duduk di samping Tiara, lalu menaruh telapak tangannya di atas dahi Tiara.
"Tidak panas, kenapa kau diam sekali hari ini, apakah kau sakit?", tanya Eden bergumam.
Tiara yang sebenarnya belum tidur, berlagak tidur mendengar gumaman Eden, untuk menghindari pertanyaan Eden. Tidak mendapat jawaban dari Tiara, Eden akhirnya hanya bisa menghela nafas, lalu menunduk dan mengecup dahi Tiara sekilas, sesudah itu Eden beranjak bangun dari sisi tempat tidur, menuju ke meja kerjanya dan membuka laptopnya.
"Eden sudah begitu baik pada ku, kenapa aku masih mencurigai nya saja", pikir Tiara dalam hati berusaha membuang pikiran buruknya Tiara yang tadinya berlagak tidur akhirnya benar-benar tertidur.
...********...
__ADS_1
"Tiara! Bangun! Bangun!", panggil Eden sambil menepuk-nepuk pipi Tiara. Tiara akhirnya mengerjap-ngerjapkan matanya, dan bangun dari tidurnya. Sedangkan dahinya sudah basah oleh keringat.
"Kau kenapa Tiara? Sepertinya kau bermimpi buruk, sampai kau berteriak-teriak jangan berulang kali?", tanya Eden, mengambil tissue dan melap dahi Tiara.
"Aku bermimpi dikejar seseorang mas, dan aku begitu ketakutan.. sangking takutnya aku sampai berlari ke jalan tanpa melihat apa-apa lagi, lalu aku ditabrak mobil mas!", ujar Tiara dengan suara bergetar karena masih terpengaruh mimpinya tadi. Mendengar perkataan Tiara, tangan yang melap dahi Tiara, sempat terhenti karena kaget."Siapa yang sudah mengejar mu?", selidik Eden.
*Aku tak bisa melihat wajahnya dengan jelas mas", ujar Tiara bangun dari posisi tidurnya, kemudian memeluk Eden. "Aku takut mas!", ujar Tiara.
"Apakah karena aku pernah keguguran saat kecelakaan, hingga aku bermimpi seperti ini? Mengapa hati ku menjadi tidak enak? Sebaiknya aku tidak pergi honeymoon dulu, walaupun aku sangat ingin bertemu Lily. Lagipula aku juga ingin menjalani terapi agar ingatan ku cepat kembali. Sebaiknya aku meminta Eden untuk menangguhkan dulu acara honeymoon nya", putus Tiara dalam hati.
"Mas, sebaiknya kita tangguhkan dulu keberangkatan kita untuk honeymoon. Boleh ya?", tanya Tiara menatap ke Eden, dan Tiara baru sadar, walaupun Eden mengelus punggungnya untuk menenangkan Tiara yang memeluknya, tapi Eden kelihatannya sedang memikirkan sesuatu.
"Mas! kau dengar tidak apa yang ku bicarakan pada mu?", tanya Tiara sambil mendorong dada Eden agar melepaskan pelukannya.
"Ah.. apa itu?", tanya Eden tergagap , sadar dari lamunannya.
"Aku berkata kita tunda dulu honeymoon kita, aku merasa hatiku sedang tidak enak", ujar Tiara.
"Apakah karena mimpi mu tadi?", tanya Eden memegang kedua bahu Tiara.
"Mungkin", ujar Tiara asal saja, padahal Tiara mulai takut terjadi apa-apa dengan kandungannya, karena mimpi tadi sudah membuatnya teringat kalau dia pernah mengalami keguguran karena kecelakaan.
Sedangkan Eden terdiam, perasaan bersalah Eden muncul kembali setelah mendengar mimpi buruk Tiara, Eden merasa mimpi yang diceritakan Tiara itu adalah kejadian sebenarnya, hanya saja Tiara tidak melihat wajah orang yang mengejarnya itu. " Andai kau melihat jelas siapa itu, akankah kau marah dan membenci ku lagi?", pikir Eden dalam hati yang merasa jantungnya menjadi berdebar-debar.
Bersambung........
__ADS_1