Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Rico akhirnya tahu


__ADS_3

"Perlu kubawa nyonya ke ruang design program?", tanya Bimo teringat Eden yang pernah memerintahkan dia membawa Bella ke ruangan itu.


Dalam masalah pekerjaan, Bimo memang tidak diragukan lagi, cukup sekali saja Eden memberi tugas, Bimo akan mengingatnya terus.


"Tidak perlu, aku selesaikan ini dulu sebentar. Aku yang bawa sendiri saja", ujar Eden yang malah menatap curiga ke Bimo, karena Eden merasa dari tadi Bimo memperhatikan Tiara terus, tidak seperti pertama kali saat dia membawa Bella.


"Mas kalau sibuk biar pak Bimo saja yang bawa aku", ujar Tiara yang sudah tidak sabar ke ruang design program untuk melihat-lihat.


"Kau nurut saja Tiara, tunggu aku sebentar saja!", ujar Eden tidak mengijinkan.


"Baiklah mas", sahut Tiara yang dasarnya penurut dan tidak suka banyak menuntut itu. Tiara memilih duduk di sofa menunggu Eden selesai menandatangani file-file yang di atas mejanya. Eden yang sempat melirik sebentar ke Tiara, akhirnya tersenyum senang karena Tiara selalu menuruti maunya.


...********...


Tiara yang senang, sampai lupa dengan Eden yang berjalan di sampingnya. Begitu mereka mendekati ruangan design program, Tiara langsung berjalan cepat meninggalkan Eden dan langsung masuk ke ruang design program, mendekati salah satu karyawan yang sedang serius sedang menatap monitor.


"Nona siapa? apakah pegawai baru di sini?", tanya karyawan yang monitornya sedang dilihat Tiara dengan perasaan tidak senang.


"Dasar! polos banget sih ni cewek, gak ada permisi-permisi, main lihat pekerjaan ku. Emang siapa dia? Ini pasti fresh graduate, belum pengalaman kerja sama sekali nih. Paling sebel aku sama yang gini, harus ajarin dari awal lagi!", gerutu karyawan itu dalam hati.


"Ini istri ku!", sahut Eden yang menyusul Tiara masuk ke dalam ruangan, jawaban yang membuat semua karyawan di ruangan itu kaget, apalagi karyawan yang sudah bertanya pada Tiara, tapi tentu saja sama sekali tidak ada yang berani berkomentar.


"Ibu mau duduk di sini melihat pekerjaan ku?", tanya karyawan tadi, yang sifatnya langsung berubah sopan dan ramah, sambil menatap Tiara dengan pandangan bingung. "Cepat sekali Tuan Eden sudah berganti istri lagi, jadi yang waktu hari itu dibawa bapak Bimo di kemanain ya?', pikirnya dalam hati.

__ADS_1


Seluruh karyawan di bagian design program langsung merasa tegang melihat kedatangan Eden di ruangan mereka yang tiba-tiba, padahal biasa Bimo yang masuk saja sudah membuat mereka tegang dan tidak berani mengalihkan pandangan. dari layar monitor.


Sedangkan Eden hanya berdiri di ujung pintu dengan kedua tangannya berada di kantong celana dan hanya memperhatikan ruangan yang sudah dihias Bimo itu dan sekali-sekali melihat ke Tiara.


Tiara yang peka akhirnya memutuskan tidak mau berlama-lama di ruangan itu, Tiara dapat merasakan ketegangan karyawan-karyawan di ruangan itu.


"Ayo mas, kembali ke ruangan mu!", ujar Tiara yang langsung menggandeng tangan Eden.


"Koq cepat banget? Apakah kau sudah gak suka dengan bidang ini?", tanya Eden.


"Kalau aku terlalu lama di ruangan itu, kasihan karyawan-karyawan di sana mas, masak kamu tidak bisa melihat mereka merasa tegang? Pasti karena kehadiran mu!", ujar Tiara sesudah mereka keluar dari ruangan itu.


"Kau terlalu suka memikirkan perasaan orang lain! Yang perlu kau pikirkan adalah diri mu sendiri, dan tentunya aku", ujar Eden sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ih.. dasar egois", ujar Tiara yang langsung mengerucutkan bibirnya.


Eden langsung menangkap kedua bahu Tiara, yang membuat Eden sudah berada di hadapan Tiara. "Kau harus dihukum!", ujar Eden langsung menarik Tiara masuk dalam pelukannya, kemudian menunduk dan melu*mat bibir Tiara dengan menekan leher Tiara, agar Tiara tidak bisa menghindar.


Eden tidak menyangka, kali ini Tiara terbawa suasana, karena Eden sudah begitu baik dan perhatian padanya selama ini, bahkan Eden juga tahu hobinya yang di bidang program design.


"Ah.. sepertinya benar aku mencintainya, aku tak mengerti mengapa aku bisa melupakannya. Aku sudah bersalah padanya, aku harus memperbaiki kesalahan ku", pikir Tiara dalam hati, yang kali ini tidak menghindari ciuman Eden lagi, bahkan Tiara memeluk pinggang Eden dan hanya memejamkan matanya dengan pasrah. Eden yang merasakan kepasrahan Tiara kali ini akhirnya merubah ciu*mannya lebih dalam dan lembut, tidak menuntut lagi.


...********...

__ADS_1


Eden langsung mengiyakan dengan semangat, ketika Nugroho mengusulkan agar Eden mengadakan pesta pernikahan mereka, apalagi sekarang anggota keluarga mereka sudah lengkap, tinggal memanggil pulang adiknya yang di luar negeri untuk hadir.


"Sekalian untuk mengenalkan istri mu pada relasi kerja mu", ujar Nugroho lagi.


Eden langsung menarik tangan Tiara yang hendak mengambilkan sayur untuknya, sehingga Tiara menoleh padanya.


"Kau mau kan kalau pernikahan kita dirayakan secepatnya?",tanya Eden.


"Aku menurut saja sama ayah", ujar Tiara.


”Apa sih yang kau tanyakan? Mana ada perempuan yang tidak mau pernikahannya dipestakan? Kau saja yang aneh, gara-gara dulu buta gak mau merayakan pernikahan mu!", omel Nugroho.


"Betul juga ayah, aku sudah bersalah pada Tiara, kali ini aku ingin mengadakan pesta pernikahannya dengan meriah, agar menjadi kenangan yang indah", ujar Eden. "Aku juga mau pergi honeymoon", sambung Eden dengan semangat.


Mendengar perkataan Eden, Tiara mukanya langsung memerah dan otomatis mencubit lengan Eden. "Dasar gak tahu malu!", omel Tiara dalam hati.


Semuanya yang saat itu sedang berada di ruang makan, langsung tersenyum melihat tingkah Eden dan Tiara. Bi Ana yang paling senang dan bersyukur melihat hal itu. "Betul tebakan ku, mereka akan menjadi pasangan favorit ku", pikirnya senang.


...********...


Rico meletakkan kembali undangan yang yang baru dilihatnya ke atas meja kerja kantornya. Akhirnya pencarian yang dilakukannya mendapat jawaban. Rico melihat undangan pernikahan yang diterima perusahaan mereka dari Nugroho Grup. Undangan pernikahan antara Eden Nugroho dan Tiara Wijayanto.


"Mengapa kau begitu tega pergi tanpa memberitahukan kepada ku, hingga membuat ku khawatir dan mencari mu ke mana-mana? Kalaupun kau tiba-tiba berubah pikiran, harusnya kau memberitahu ku dulu, bukan dengan menghilang tiba-tiba, bahkan mendadak menikah dengan Eden!", pikir Rico mengepalkan tangannya merasa kesal.

__ADS_1


"Aku harus menemui Tiara, aku harus mendapatkan jawaban darinya mengapa dia melakukan semua itu, setelah dia berjanji akan memulai hidup baru dengan ku? Bahkan dia bersedia menikah dengan Eden, atau jangan-jangan Tiara sudah diancam. Aku yakin ayah pasti terlibat dan menyembunyikan semua ini dari ku! Jangan-jangan ayah yang sudah memberitahu keberadaan Tiara pada Eden, kalau tidak siapa lagi yang bisa tahu apartemen ku", pikir Rico dalam hati, yang akhirnya sadar kalau sebenarnya ayahnya sudah tahu kalau dia yang menyembunyikan Tiara.


Bersambung.........


__ADS_2