Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Tiara akhirnya tahu


__ADS_3

Bram saat sudah berada di halaman mansion baru sadar dan curiga, mengapa Eden bisa tahu Tiara ada di luar dan bisa mengira Tiara sedang bersama seseorang.


"Ada apa ini? Aku jadi takut terjadi apa-apa dengan Tiara! Sifat Eden sangat mudah marah dan curiga, juga sulit diduga maunya itu. Aku tidak boleh meninggalkan Tiara begitu saja. Aku harus kembali lagi melihat keadaan Tiara! Hati ku benar-benar tidak tenang!", putus Bram dalam hati.


Akhirnya Bram memutuskan berbalik arah dan masuk kembali ke mansion itu.


"Nak Bram mau ke mana?", tegur bibi Mery begitu melihat Bram hendak naik ke atas lagi.


"Aku sudah mau balik Bi Mery, tapi baru ingat kalau handphone ku tertinggal di kamar Eden bi!", ujar Bram dengan tenang


Bibi Mery yang mengira kalau Tiara belum kembali ke kamar hanya menganggukkan kepalanya, membiarkan Bram untuk kembali ke kamar Eden.


...********...


Tok...tok...tok...


Suara .ketukan kamar kembali terdengar, sepertinya orang yang mengetuk pintu terdengar sangat tidak sabar.


Tiara akhirnya dapat menarik nafas lega, ketika akhirnya Eden bangun dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu sambil mengomel.


"Sungguh mengganggu! Ada apa? siapa sih? kurang ajar, kelihatannya sangat tidak sabar banget!", omel Eden.


Eden kali ini tidak meminta bantuan Tiara lagi untuk membuka pintu kamar, Eden takut Tiara akan kabur dari kamarnya.


Tiara yang masih kaget dan shock dengan kejadian tadi, terlihat bingung dan sama sekali tidak bergerak dari posisinya tadi, Tiara hanya bangun duduk tapi masih berada di atas tempat tidur.


Begitu pintu kamar dibuka Eden, Bram dengan nekad langsung mendorong pintu yang ditahan Eden, pintu yang hanya terbuka setengah itu langsung terbuka lebar karena Eden tidak menyangka, dan Bram langsung menggunakan kesempatan itu untuk menyelonong masuk dan berlagak tidak tahu kalau Tiara sudah berada di kamar Eden.


"Kurang ajar siapa ini! Mengapa main masuk saja!", omel Eden marah.


"Ini aku bro!", ujar Bram berusaha berbicara santai agar tidak dicurigai. Sedangkan matanya mulai berputar mengelilingi kamar Eden mencari keberadaan Tiara, dan Bram kaget begitu melihat Tiara yang berada di atas tempat tidur dengan rambut berantakan.


Tiara yang sudah bangun dan masih duduk di atas tempat tidur, juga terkejut dan merasa malu saat matanya bertemu pandang dengan Bram. Tiara pipinya seketika merona merah dan berusaha merapikan bajunya yang kusut.

__ADS_1


"Oh!sungguh memalukan!", desah Tiara dalam hati dan segera menunduk tidak berani memandang ke arah Bram lagi.


Tiara merasa seperti pasangan yang ditangkap berselingkuh, padahal Eden adalah suaminya.


...********...


"Mengapa kamu kembali lagi? Sungguh mengganggu!", ujar Eden yang memang tidak suka berbasa basi, apalagi Bram adalah sepupunya.


"Sepertinya handphone ku tertinggal di kamar mu!", ujar Bram membuat alasan.


"Ya sudah! ambil sana! Sesudah itu cepat pulang, jangan ganggu aku! Ada yang harus kulakukan", ujar Eden lagi.


"Wah mentang-mentang istri mu sudah kembali ke kamar, kau sombong sekali bro! Memang kau mau ngapain sih? gak sabar banget!", sindir Bram yang sakit hati.


"Kau mau tahu? Perlu ku beritahu?", tanya Eden menantang.


"Kau tahu bro, rasa ingin tahu ku selalu besar!", ujar Bram.


"Untuk yang satu ini tidak perlu ku beritahu, kalau kau mau tahu cepat minta sama bapak mu, supaya kamu dinikahkan saja!", ujar Eden tersenyum sinis.


Sedangkan yang dipandang sama sekali tidak berasa, karena Eden tidak bisa melihat tatapan marah Bram.


...********...


"Sudah, aku balik saja! Biar kau teruskan acara mu!", sindir Bram yang hendak keluar langsung dari kamar Eden, karena merasa cemburu.


Tiara yang merasa disindir Bram hanya bisa menunduk dan merasa sedih.


"Kau sudah ambil handphone mu yang tertinggal itu? Jangan sampai nanti kau balik lagi mengganggu acara ku!", sindir balik Eden.


"Sudah!", sahut Bram pendek, sambil melangkah ke pintu keluar.


"Kau jangan bohong Bram! Aku sama sekali tidak melihat mu mengambil handphone!", ujar Eden yang akhirnya membuat Bram terkejut dan menghentikan langkahnya dan memandang tidak percaya ke arah Eden.

__ADS_1


...********...


"Kau sungguh sudah bisa melihat Eden?", tanya Bram sambil menepuk bahu Eden senang, bagaimanapun dia juga ikut senang kalau Eden bisa melihat kembali.


Tiara hanya bisa mendengarkan pembicaraan kedua orang itu dengan tegang.


"Iya, aku sudah bisa melihat, tapi aku hanya bisa melihat bayangan saja, semuanya masih hitam!", ujar Eden jujur kali ini.


Eden sudah tidak berusaha menyembunyikan lagi masalah ini, karena Tiara juga sudah curiga dia bisa melihat.


"Kau harus ke dokter, Eden! Siapa tahu bisa disembuhkan!", ujar Bram penuh semangat.


"Kalau Eden sudah bisa melihat, pasti si Bella bersedia menggantikan posisi Tiara kembali. Tiara tidak mungkin lagi bisa berada di sisi Eden lagi.


Biar kau rasakan Tiara, bagaimana rasanya dibuang oleh orang yang kau sukai!", pikir Bram yang merasa sakit hati karena melihat keadaan Tiara tadi, Bram mengira Tiara benar-benar menggoda Eden dan memang suka menjadi istri Eden.


"Nanti kupikirkan kembali Bram! Wakil ku si Bimo memang memintaku untuk operasi, tapi kau tahu sendiri aku paling trauma. dengan operasi!", ujar Eden.


"Kau harus pastikan Eden, aku yakin kau pasti bisa sembuh dan bisa melihat kembali! Setidaknya kau bisa melihat kembali wajah istri mu itu!', ujar Bram menyindir Tiara, sambil menatap tajam ke arah Tiara


"Ternyata tuan Eden hanya bisa melihat bayangan hitam, berarti tuan Eden belum bisa mengenali ku! Setidaknya aku selamat kali ini!", pikir Tiara sambil mere*mas-re*mas tangannya tidak tenang, apalagi mendengar sindiran Bram.


Tapi karena sibuk dengan pikirannya sendiri, Tiara tidak sadar kalau Bram sedang menatap tajam padanya.


...********...


"Sudah! Kau tidak perlu menasehati aku lagi Bram! Kau jawab pertanyaan ku, mengapa kau kembali ke kamar ku, sedangkan handphone mu tidak tertinggal di kamar ku?", tanya Eden yang curiga dengan Bram.


"Kau kan tahu rasa penasaran ku yang selalu besar! Kalau belum bertemu dan melihat wajah istri mu, aku masih penasaran bro?", sahut Bram santai.


"Untung aku bisa memberikan alasan yang tepat!", pikir Bram bersyukur.


"Dasar! rasa penasaran mu keterlaluan! Untung kau masih sepupu ku, kalau tidak sudah ku pukul! Hanya karena penasaran berani mengintip wajah istri ku! Aku tidak suka!", ujar Eden dengan arogan.

__ADS_1


"Baiklah, maaf aku sudah mengganggu mu! Aku balik dulu, ingat pesan ku, segera jalani operasi, biar mata mu bisa melihat kembali!", ujar Bram sambil menepuk bahu Eden dan langsung beranjak ke luar.


Bersambung ........


__ADS_2