Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Bonus Chapter (Eden yang mengalah)


__ADS_3

Hi readers karena banyak permintaan pembaca, Author nambahin nih Bonus Chapter nya.


Sekedar chapter menghibur saja ya, melepas kangen pada pasangan Tiara dan Eden, tidak ada konfliknya.


Selamat membaca, semoga terhibur🤗🤗


Bibi Ana dengan tidak tahu malunya memohon pada Tiara agar membawanya serta ke Eropa juga. Tiara yang memang menyayangi Bibi Ana tentu tidak bisa menolak permintaan Bibi Ana. Lagipula Tiara merasa kalau ada Bibi Ana pasti seru, karena bibi Ana selalu ramai dan suka melucu. Sebetulnya pertama mendengar permintaan Tiara, Eden menolak keras.


"Mana ada orang honeymoon diikuti?", tolak Eden langsung. Tapi yang namanya permintaan Tiara, pada akhirnya Eden yang selalu mengalah dan mengikuti kemauan Tiara. Padahal pada awal Tiara baru minta honeymoon juga sempat ditolak Eden juga, tapi begitu Tiara merajuk pada akhirnya Eden mau tidak mau menurut.


*********


"Tidak Tiara, aku gak setuju kita ke Eropa sekarang. Kau sedang hamil, aku khawatir kalau terjadi apa-apa, apalagi kau pernah keguguran!", tolak Eden ketika Tiara meminta Eden untuk membawanya ke Eropa berbulan madu, setelah dipengaruhi bibi Ana. Saat itu mereka sudah berada di kamar dan mereka sudah bersiap hendak tidur.


"Ih..mas pelitnya keluar deh!", sahut Tiara langsung mengerucutkan bibirnya cemberut.


Walaupun tadinya memang Bibi Ana yang mempengaruhi Tiara agar pergi ke Eropa sekalian bulan madu, tapi akhirnya Tiara menjadi benar-benar ingin sekali pergi ke sana. Tiba-tiba Tiara menginginkan suasana romantis bersama sang suami, apalagi setelah menikah dan saling mencintai, membuat Tiara menginginkan dia dan Eden bisa mengukir kenangan yang indah bersama.


**********

__ADS_1


"Bukannya pelit Tiara, siapa yang bilang aku pelit?", ujar Eden tidak terima.


"Dulu kak Bella sering sekali bilang mas Eden pelit", ungkit Tiara.


"Itu bukan pelit sayang, aku tidak mau membuang uang untuk hal yang tidak berguna. Si Bella kan tukang menghabiskan uang. Kalau untuk mu, apa pun akan ku berikan", ujar Eden merayu Tiara sambil memeluk erat tubuh Tiara dan segera menarik Tiara ke tempat tidur mereka. Setelah itu Eden duduk di atas tempat tidur dan segera menarik Tiara duduk di pangkuannya.


"Tuh kan, menggombal saja! Aku cuman minta ke Eropa saja tidak boleh, kayak gitu masih bilang bakal menuruti semua kemauan ku. Ih sebel!", ujar Tiara yang memang makin mudah marah dan tersinggung sejak hamil. Tiara pun segera menekan kasur dan hendak bangun dari posisinya, tapi Eden segera memeluk erat tubuh istrinya itu, agar tidak bisa bangun dari posisinya.


"Heh! Baiklah kalau kau memang ingin sekali pergi ke sana, besok kita ke dokter dulu untuk mengecek kehamilan mu apakah tidak bermasalah kalau kau pergi naik pesawat", ujar Eden sambil menghela nafas, Eden akhirnya mengalah dari pada Tiara marah.


"Benar ya mas, besok kita ke dokter ya!", ujar Tiara kegirangan dan langsung kedua kakinya berpindah menyamping di pangkuan Eden dengan kedua lengannya langsung memeluk leher Eden, tidak lupa pipi Eden diberi bonus kecupan.


Eden langsung tersenyum senang menerima perlakuan manja Tiara, Eden memang dapat merasakan akhir-akhir ini Tiara yang semakin manja sejak hamil, tapi Eden makin senang dengan situasi itu selama Tiara tidak minta yang aneh-aneh.


"Lho kemaren kan sudah mas!", sahut Tiara. Tapi mana mau Eden perduli, namanya sudah ingin, mana bisa ditahan lagi. Eden langsung bangun dari duduknya sambil menggendong Tiara dan langsung merebahkan Tiara di atas tempat tidur.


"Kan kemaren sudah mas", protes Tiara lagi karena melihat Eden yang sama sekali tidak mau mendengar penolakannya dan sepertinya tetap akan melaksanakan keinginannya.


"Kemaren memang sudah, tapi hari ini kan belum. Kalau lagi pengen, mana ada pakai jadwal Ara? Aku akan berhati-hati", bisik Eden sambil menatap intens ke wajah Tiara yang semakin hari semakin terlihat cantik. Melihat itu akhirnya Eden sudah tidak bisa menahan keinginannya lagi, Eden mendekatkan wajahnya dan mulai menge*cup bibir Tiara sambil mengelus lembut bahu Tiara. Tiara akhirnya tidak protes lagi, Tiara bahkan terlarut dengan kemesraan yang diberikan Eden, malah Tiara juga yang bantu membukakan kancing piyama Eden.

__ADS_1


********


Setelah pengecekan kehamilan Tiara sehat dan tidak bermasalah untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat, Eden pun segera membereskan pekerjaan di perusahaannya dan mulai mempersiapkan perjalanan honeymoon nya bersama Tiara dan bi Ana. Q Bahkan Eden yang menjadi lebih antusias dibandingkan Tiara.


Kalau bi Ana jangan dibilang lagi, bi Ana sampai membeli koper baru untuk perjalanannya kali ini.


Sedangkan Eden berpesan pada Tiara, kalau dia tidak perlu membawa barang banyak-banyak, sebagian biar nanti mereka beli di sana saja. Mendengar itu bi Ana langsung berbisik ke Tiara.


"Tumben gak pelit si Eden", bisik Bi Ana tersenyum menggoda Tiara.


"Jangan ngatain aku pelit ya bi, nanti tiket pesawat bibi bayar sendiri saja ya, kan bibi yang pengen pergi sendiri!", ancam Eden yang langsung membuat bi Ana terdiam. Walau berbisik, ternyata masih terdengar oleh Eden.


"Ih.. mas jangan gitu, jangan bikin bi Ana kaget dong!", protes Tiara yang langsung membela bi Ana dan bergelayut manja di bahu Eden yang tengah duduk di sofa.


"Bercanda bi, jangan anggap serius", ujar Eden akhirnya.


"Kalau begitu bi Ana juga gak perlu bawa banyak-banyak ya, yang kurang juga beli di situ?", tanya bi Ana yang memanfaatkan keadaan.


Enak banget sih bi Ana ini, kerja tiap bulan sudah digaji, tapi dari tadi notok terus, padahal sudah dipesankan tiket pesawat VIP juga", gerutu Eden dalam hati, tetapi ketika melihat wajah memohon Tiara dan tangan Tiara yang dari tadi menge*lus punggung tangan Eden yang berada di pangkuan Tiara, mau tidak mau Eden mengangguk juga.

__ADS_1


"Iya bi, kalau ada yang kurang beli saja di sana nanti", sahut Eden.


Pada akhirnya bi Ana dan Tiara tidak sabar lagi ke Eropa, walau tinggal dua hari lagi berangkat, mereka merasa waktunya begitu lama.


__ADS_2