Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
kembali terulang


__ADS_3

"Aku harus tenang, aku harus tenang, jangan gugup!", ujar Tiara berusaha menenangkan hatinya sendiri.


"Jangan-jangan kau bukan tuli saja. Kau bisu juga? tidak bisa menjawab pertanyaan ku? Kau mau ke mana?!", tanya Eden dengan suara menggertak.


"Jangan coba-coba melawan larangan ku. Kau akan tahu akibatnya kalau sampai ketahuan aku!", ancam Eden.


"Ih ... galak banget sih, nyebelin banget orang ini! Kalau dia bisa melihat, terus kenapa? Mengapa aku yang harus takut? Ini bukan salah ku! Kalau sampai dia mengenali ku, semua ini rencana ayah dan ibu. Aku sudah berusaha semampu ku melaksanakan tugas dari mereka!", pikir Tiara dalam hati berusaha mengumpulkan keberanian dalam hati nya.


...********...


"Aku tidak berani melawan larangan mu tuan Eden. Ini baru saja aku mau minta ijin tuan, kalau aku ingin turun ke bawah membuat snack untuk tuan", ujar Tiara berusaha mengambil hati Eden agar diijinkan.


"Ha..ha..ha.. kau mau memasak di bawah?", tanya Eden sampai terbahak-bahak tidak yakin.


Eden langsung membayangkan saat pertama dia bertemu Bella, Bella yang berpenampilan sempurna, kuku-kukunya yang panjang dan berwarna-warni, bagaimana mungkin sekarang mau memasak di dapur?


"Mengapa tuan mentertawakan aku? Memasak adalah hal yang wajar buat seorang perempuan!", ujar Tiara yang bingung dengan Eden.


"Kau pikir aku anak kecil yang bisa kau tipu, mentang-mentang buta? Apa mungkin kau bisa memasak dengan kuku mu yang seperti itu?", tanya Eden sinis.


Tiara terdiam dan langsung teringat dengan kuku Bella yang panjang-panjang itu.


"Iya ya, koq aku bisa lupa ya? Dasar ganjen, ternyata tampangnya doang dingin, tapi suka lihat yang bening-bening juga, kuku kak Bella panjang saja dia tahu!", pikir Tiara dalam hati.


"Kata siapa tidak bisa? aku sudah menggunting kuku ku, saat menikah dengan tuan Eden. Bagaimana juga aku harus memasak untuk suami ku!", ujar Tiara berusaha merayu Eden agar diijinkan turun.


Tiara sungguh tidak tahan harus berada di kamar terus tanpa melakukan kegiatan apa-apa, hanya menunggu perintah Eden saja. Sehari rasanya seperti sebulan.


Tiara yang terpikirkan sesuatu, segera menghampiri Eden dan menarik tangan Eden untuk menyentuh kukunya yang tidak panjang.


Eden yang tidak menyangka kelakuan Tiara, sempat kaget dengan kelakuan Tiara yang mendadak, bahkan sempat membuat hatinya berdebar kembali dan salah tingkah


Sementara itu Tiara malah sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Sebetulnya tuan Eden ini kenapa bisa tahu gerak-gerik ku walaupun buta?", pikir Tiara penasaran, akhirnya tanpa sadar melambai-lambaikan tangannya di depan mata Eden.


...********...

__ADS_1


Eden yang melihat sosok hitam yang berdiri didepannya, dan seperti sedang melambaikan tangan di depan matanya, akhirnya sadar kalau Tiara sudah mencurigai dia bisa melihat.


"Pintar juga perempuan ini! Aku tidak boleh ketahuan bisa melihat bayang-bayang orang, aku ingin tahu apa yang dilakukannya ketika aku buta!", putus Eden akhirnya hanya diam dan tidak melakukan pergerakan apapun.


"Ah..ternyata aku yang terlalu takut, jelas-jelas dia buta, kenapa aku merasa dia bisa melihat gerak gerik ku? inilah akibat melakukan kebohongan, hati ku selalu merasa tidak tenang sehingga berpikiran yang tidak-tidak!", pikir Tiara menghentikan gerakannya dan menghela nafas lega.


...********...


"Ijinkan aku ke bawah ya tuan Eden, aku janji akan membawakan mu makanan enak buatan ku!", ujar Tiara.


"Baiklah, tapi jangan lama-lama! Siapa tahu aku membutuhkan bantuan mu!", ujar Eden yang meragukan dan penasaran dengan masakan Tiara.


"Terimakasih tuan, aku akan balik secepatnya", sahut Tiara cepat sebelum Eden berubah pikiran.


"Yang penting aku bebas dulu dari kamar ini, cepat atau lamanya urusan nanti!", pikir Tiara dalam hati tersenyum senang.


"Koq enak banget dia hari ini, sepertinya dia sengaja menghindari ku!", pikir Eden dalam hati menyesal sudah mengiyakan permintaan Tiara, ketika melihat bayang-bayang Tiara yang melangkah menjauh.


"Tunggu!", seru Eden.


"Duh ada apalagi sih? Dasar si edan, gak bisa lihat orang senang!", umpat Tiara dalam hati, tapi segera menghampiri Eden kembali.


"Aku lelah, aku mau tidur!", ujar Eden.


"Lho mau tidur apa urusannya dengan ku? Kenapa harus manggil aku? Atau jangan-jangan mau suruh aku temenin tidur?", pikir Tiara bingung.


"Kau jangan berpikiran yang tidak-tidak ya Bella!", ujar Eden yang seperti bisa membaca isi hati Tiara.


"Aku ingin kau membaringkan aku ke tempat tidur!", ujar Eden yang iseng hendak mengerjai Tiara.


"Memang tuan tidak bisa sendiri?", protes Tiara yang merasa malu dengan pikirannya tadi.


"Untung saja dia buta! kalau tidak dia bisa melihat muka ku yang jangan-jangan seperti kepiting rebus sekarang!", Tiara bisa merasakan pipinya yg panas karena pikiran tidak benarnya tadi.


"Aku bisa sendiri atau tidak bukan urusan mu! Aku sedang capek, ingin kau yang membantu aku! Kau berani menolak?", sahut Eden dengan arogan.


"Huh! Pasti dia sengaja mau menguji aku dan hendak mempersulit aku! Aku tidak boleh lemah kalau bertemu orang edan seperti ini!", ujar Tiara dalam hati menyemangati dirinya sendiri agar tidak menyerah menghadapi Edan

__ADS_1


yang suka seenaknya itu.


"Tidak berani tuan", sahut Tiara menghampiri Eden dan segera membetulkan posisi bantal di kasur sambil menepuk-nepuk bantal Eden, untuk mengatasi rasa risihnya.


Sesudah itu Tiara mendorong dada Eden sambil memberi aba-aba,


"Ayo Tuan, baringkan tubuh mu, posisinya sudah pas, dan sudah kusiapkan bantal!", ujar Tiara.


Baru saja tubuh Eden terbaring di kasur, tiba-tiba Eden berkata lagi,


"Aku mau ke kamar mandi, bantu aku bangun", ujar Eden


"Tuh kan! sengaja dia mau mempersulit aku, agar aku tidak betah!', omel Tiara dalam hati, berusaha sabar.


"Ayo tuan", ujar Tiara menahan kekesalannya, sambil menarik kedua tangan Eden agar bangun dari posisi tidurnya.


Tapi Tiara sungguh tidak menyangka, kalau Eden sama sekali tidak berusaha bangun dari posisi tidurnya, bahkan Eden sepertinya berusaha bangun dengan menarik tangan Tiara, Tiara yang tidak siap akhirnya malah terjatuh tengkurap di atas dada Eden. Akhirnya kejadian yang hampir menyerupai kejadian di kamar mandi terulang kembali.


"Sepertinya kau sengaja ya? Mau coba-coba menggoda aku ya?", tegur Eden.


"Tidak, aku tidak sengaja tuan. Tuan menarik ku, sehingga keseimbangan ku hilang!", ujar Tiara membela diri dan segera bangun dari posisinya.


"Jadi kau mau bilang aku yang menggoda mu?", tanya Eden marah .


"Kalaupun aku menggoda mu, aku juga tidak salah, kau kan suami ku!", ujar Tiara yang hanya berani di dalam hati.


"Ha..ha..ha.. kena dia, sungguh menyenangkan mengerjai perempuan bodoh ini! Setidaknya aku bisa melewati hari ku lebih cepat!", pikir Eden tertawa dalam hati, tapi tetap memasang wajah marah dan dingin.


Bersambung.......


PS. Author buat Eden.


Jangan coba-coba bermain api kalau tidak mau terbakar🤣🤣🤣, tunggu akibatnya


...Terimakasih atas dukungan pembaca....


...Love you all...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2