Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
cemburu


__ADS_3

"Apa salah ku mas?", tanya Tiara sesudah berpikir lama tidak bisa menjawab pertanyaan Eden, sambil mengalihkan pandangannya dari tatapan Eden yang tajam.


"Kau tidak tahu atau berlagak bodoh?", tanya Eden menangkap dagu Tiara sehingga Tiara sudah tidak bisa menghindari pandangannya.


"Huh, Aku hanya menemui kak Rico dan kak Rico adalah keluarga ku. Kenapa aku harus takut kalau aku tidak salah? Aku juga tidak pergi diam-diam, aku sudah beritahu bi Ana koq. Salahkan hati ku yang tidak bisa diajak kompromi ini, mengapa setiap Eden dekat denganku, jantung ku berdebar-debar kencang dan aku tidak bisa berpikir tenang", pikir Tiara dalam hati, akhirnya memberanikan diri menatap ke Eden juga.


...********...


"Aku tidak merasa bersalah mas, aku hanya pergi menemui keluarga ku. Kalau menurut mas aku bersalah, ya sudah, aku minta maaf. Katakan saja kesalahan ku, jadi besok-besok aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi", ujar Tiara bersyukur dalam hati akhirnya dia bisa menjawab Eden dengan lancar.


"Wah.. habis bertemu kakak mu itu, kau semakin pintar bicara ya?", sindir Eden yang tangannya berpindah dari dagu ke pipi Tiara, menepuk-nepuk pipi Tiara, setelah itu berhenti di pipi Tiara dan dengan jempolnya mengu*sap bibir Tiara.


Tiara sampai menahan nafasnya mendapat perlakuan seperti itu, bahkan Tiara tiba-tiba merasa otaknya seperti menjadi tumpul dan hanya bisa menatap bingung ke Eden.


Berbeda dengan Eden, melihat wajah bingung Tiara, Eden yang dari dulu memang punya hobi menggoda Tiara, semakin merasa senang. "Ku beritahu kesalahan mu sayang!", ujar Eden yang mengencangkan pelukannya pada Tiara, kemudian meletakkan dagunya di bahu Tiara.


"Aku tidak suka kau bertemu Rico, jangan pernah bertemu dengan Rico lagi, kau membuat ku cemburu, bahkan kau berani-beraninya menggandeng tangan Rico!", ujar Eden di samping kuping Tiara.


"Tapi Rico kakak ku, dan selama ini dia yang paling baik pada ku", ujar Tiara tidak terima.


"Dia hanya kakak angkat mu, dan dia mencintai mu. Aku tidak suka! Aku hanya ingin kau memperhatikan ku saja, perhatian mu tidak boleh dibagi", ujar Eden.

__ADS_1


"Tapi bagaimanapun dia adalah keluarga ku. Kau tidak bisa melarang aku untuk bertemu dengannya. Aku tadi bertemu dengannya justru untuk menjelaskan permasalahannya, dan kak Rico sudah bisa menerima kalau aku sudah menikah dengan mas. Kak Rico berkata asal aku bahagia dengan mu, itu sudah cukup. Jadi tidak ada apa-apa di antar kami. Aku tidak mungkin tidak perduli padanya, bagaimana pun aku sudah menganggap dia kakak ku sendiri", ujar Tiara yang tidak terima aturan dari Eden kali ini.


"Kau sudah berani membantah aku?", tanya Eden yang melonggarkan pelukannya pada Tiara dan menatap Tiara dengan marah.


"Aku tidak mungkin selamanya tidak bertemu dengan kak Rico, dasar Sultan! keinginannya maunya dituruti saja! Bahkan keinginan yang kadang tidak masuk logika. Aku coba-coba merayu dia saja", pikir Tiara dalam hati.


"Aku bukan membantah mas, aku tidak mau berbohong pada mas lagi. Kata bi Mery, mas paling tidak suka kalau dibohongi. Untuk apa aku mengiyakan, tapi di belakang mas aku masih menemui kak Rico", ujar Tiara.


"Coba saja kalau kau berani membohongi ku!", omel Eden yang langsung terbawa emosi dan sudah lupa kalau Tiara belum duduk tegak, melepaskan pelukannya tiba-tiba. Tiara yang kehilangan keseimbangan langsung menarik kemeja Eden, sehingga Eden yang tidak menyangka ditarik Tiara jadi berada di atas Tiara.


...********...


Belum lama ini Tiara baru saja membaca buku "Disayang suami sampai mati", karya John M.Gottman, untuk mengisi waktu, jadi kali ini Tiara coba-coba untuk mempraktekkan ilmu yang dia dapat dari buku yang dia baca itu.


Benar saja, kali ini Eden terpengaruh sudah dengan sikap manis dan omongan Tiara, emosinya entah sudah lenyap ke mana. Apalagi ketika menatap wajah Tiara di depannya yang terlihat polos dan seperti menggodanya.


"Kau sudah berani menggoda aku sekarang! Tadi pagi sudah ku lepas, kali ini tidak ada alasan menolak aku lagi, awas kamu, akan ku habisi!", gumam Eden yang langsung melu*mat bibir Tiara habis-habisan karena gemas, bahkan Tiara sampai terengah-engah saat diberi kesempatan untuk bernafas. Tapi tidak lama kemudian Tiara diserang lagi, Tiara hanya pasrah saja pada keganasan Eden yang memang sudah menahan diri sejak pagi.


Akhirnya acara di atas tempat tidur itu, membuat Eden sudah tidak membahas masalah Rico lagi, Eden terlihat senang dan tambah menyayangi Tiara.


Bahkan bi Ana semakin kagum pada Tiara yang pintar menangani Eden, ketika pasangan itu turun makan. Tampak Eden yang menggandeng Tiara turun, menarik kan bangku untuk Tiara. Juga mengambilkan lauk untuk Tiara.

__ADS_1


"Makan yang banyak, biar tenaga mu tidak habis!", ujar Eden penuh arti dan menggoda Tiara. Seketika Tiara mukanya langsung memerah dan mencubit lengan Eden.


Bi Ana yang dari tadi terperangah, langsung terkikik dan menutup mulutnya sendiri. Mery hanya tersenyum, menatap bahagia ke pasangan itu.


"Memang kau suruh apa istri mu sampai tenaganya habis! Banyak pelayan di sini, jangan mempersulit istri mu!", omel Nugroho yang kurang sensitif. Kali ini lengan Nugroho yang dicubit Mery. "Dasar bebal! masak gitu saja gak ngerti? mati rasa!", omel Mery.


Tambah merah lah muka Tiara. "Ini akibat coba-coba ilmu jadi gini, ih...sungguh memalukan!", gerutu Tiara dalam hati, sambil berusaha bersikap biasa dan meneruskan makannya sambil menatap kesal ke Eden, apalagi ketika melihat lauk di atas piringnya yang menggunung. Sedangkan Eden dari tadi tidak perduli, hanya tersenyum senang apalagi ketika menatap muka Tiara yang merah.


"Hahaha, aku senang melihat dia dalam keadaan seperti itu, sungguh cantik dan menggemaskan. Sepertinya malam ini aku bakal lembur lagi", pikir Eden tertawa dalam hati dan otaknya mulai travelling lagi.


...********...


Ketika keluar dari ruang kerja ayah nya, Rico bertemu Bella yang mau masuk ke ruang kerja sang ayah untuk meminta uang. Tapi begitu melihat Rico, Bella langsung berhenti dan berbalik mendekati Rico yang berjalan terus ke depan, sama sekali tidak menegur Bella.


"Gimana hasil pertemuan mu dengan Tiara kak?", tanya Bella.


"Bagaimana kau bisa tahu?", tanya Rico membalikkan badannya. Rico memang jarang mau berbicara dengan Bella, jadi dia memang selalu menghindari Bella dan tidak menyapa Bella. Karena pada akhirnya mereka hanya sindir-sindiran saja. Mereka berdua selalu bagaikan orang asing.


"Tahu dong, aku kan yang memberitahu Tiara tempat kerja mu! Biar kau bisa bertemu gadis pujaan mu yang sudah melupakan mu itu! Aku baik kan?", tanya Bella tersenyum.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2