
"Kau tidak usah membela kak Eden terus. Aku heran, kenapa kak Tiara ini nurut banget sama kakak dan perhatian. Kakak yang harusnya lebih mengerti kebutuhan seorang istri. Harus tahu apa yang boleh dan tidak, jangan mau enaknya saja!" omel Lily lagi, sama sekali tidak terpengaruh jawaban Tiara. Lily menganggap Tiara hanya ingin membela Eden saja.
"Iya Ly, memang salah kak Eden juga. Akan datang kak Eden akan lebih banyak belajar memahami keadaan istri yang sedang hamil." aku Eden yang dari tadi diam saja, karena merasa sudah bersalah juga.
Walaupun aku digoda Tiara, harusnya aku belajar untuk menahan iman ku. Heran si junior ini, gak bisa diajak kompak. Kalau sudah berdua di kamar dengan Tiara, kerjanya memberontak terus! gerutu Eden dalam hati.
"Hmm.. Itu demi kebaikan Tiara yang sedang hamil! Kalau perlu kak Eden bertapa dulu!" ujar Lily puas sambil melipat kedua tangannya di dada, baru kali ini Eden mau mengalah dan menurut padanya.
Ketika Tiara ingin menjawab Lily lagi, Eden segera memberi tanda agar Tiara diam saja. Eden sudah hafal dengan sikap Lily yang selalu menyuarakan emansipasi wanita itu.
**********
"Dokter bertanya apakah kakak mengalami kram perut atau adakah keputihan yang berbau?" tanya Lily yang menjadi penterjemah.
"Tidak Ly, dari kemaren aku merasa sehat-sehat saja, bahkan setelah ada bercak-bercak darah ini, aku juga tidak merasakan apa-apa. Tapi aku merasa cemas karena dulu setelah kecelakaan pernah mengalami keguguran," jawab Tiara dan kembali memandang ke arah Lily yang menjelaskan keadaan Tiara ke dokter kandungan itu. Sedangkan Eden berdiri di belakang dengan rasa cemas dan menyesal.
*********
Untungnya setelah pemeriksaan itu, Tiara dinyatakan tidak bermasalah. Memang hal seperti itu sering terjadi pada perempuan yang hamil di trisemester awal kehamilan. Untuk kasusnya Tiara, Tiara dinyatakan keadaan nya aman setelah pemeriksaan, bisa jadi hanya karena pendarahan implantasi yang biasa terjadi beberapa jam atau sampai tiga hari saja, dan kondisi ini masih aman. Atau bisa jadi karena perubahan servicks dan hormon, itu juga merupakan hal yang sering terjadi dan tidak berbahaya. Yang paling penting mereka harus waspada dan memeriksa secara rutin ke dokter kandungan kalau bercaknya masih tidak berhenti setelah lewat seminggu.
Eden dan Tiara pun bisa menarik nafas lega setelah hasil pemeriksaan itu. Sebetulnya Eden ingin menanyakan apakah untuk berhubungan dengan Tiara akan tetap aman, tapi Eden tidak berani karena takut diomeli Lily lagi, pasti Lily akan mengatai dia suami egois.
__ADS_1
Ayo Eden, dulu kau sampai umur berapa saja tidak menikah tidak masalah, tidak akan lama hanya sembilan bulan saja aku berpuasa, masak tidak tahan? kenapa aku harus memikirkan masalah kepuasan ku sendiri, yang penting Tiara sehat dan bayi kami bisa dilahirkan dengan aman! tekad Eden kali ini.
**********
Melihat kakaknya yang dari tadi dahinya berkerut sepertinya tengah banyak pikiran, akhirnya Lily pun tiba-tiba tertawa terbahak sendiri, sampai supir taxi online yang mereka pesan itu menengok ke arah Lily yang duduk di sampingnya itu. Untung saja penumpangnya tiga orang, kalau cuman Lily saja, bisa-bisa Lily diturunkan di tengah jalan karena dikira orang gila. Tanpa sebab tiba-tiba tertawa sendiri sampai terbahak-bahak.
"Begitu senangnya ya kau melihat ku menderita? Dasar adik murtad! Tertawa di atas penderitaan kakaknya sendiri!" omel Eden. Eden yakin kalau Lily pasti mentertawakan dia.
"Ha-ha-ha salah mu sendiri! Punya uang banyak, punya kuasa dari dulu gak mau nikah-nikah! Sok jual mahal, pelit lagi! Makanya sampai si Bella saja kabur ketemu kau, kak!" Lily tertawa kembali sampai mengeluarkan air mata.
"Pas nikah, malah penganten nya semanis kak Tiara gini dijadiin perawat doang. Sekarang udah tahu enaknya nikah, baru nyesal kan? Kenapa gak nikah dari dulu-dulu?" ejek Lily ke Eden.
Tiara sampai tertegun dan menatap kagum ke Lily yang terlalu jujur dalam berkata itu, rasanya dia tidak akan sanggup mengikuti jejak Lily yang sanggup mengucapkan kata apa pun tanpa malu, bahkan kadang agak vulgar pun Lily sama sekali tidak malu.
"Bukan salah ku kak, salah mu kenapa dilahirkan jadi penerus, makanya kau bertanggung jawab meneruskan usaha keluarga kita. Bahkan begitu kau punya istri pun harus cepat-cepat cetak anak! Honeymoon saat istri mu sudah hamil, siapa suruh kau begitu lama baru pergi honeymoon? Kan kasihan, akhirnya honeymoon kau cuman gigit jari, hanya bisa melihat istri cantik mu tapi gak bisa disentuh!" goda Lily lagi, kali ini hanya mengulum senyum saja.
"Kau tidak usah mentertawakan aku! Demi kesehatan Tiara dan kelahiran bayi yang lancar, aku sanggup melakukan apapun. Apalagi cuman hanya puasa untuk hal itu!" sahut Eden yang tidak mau kalah itu.
"Kau yakin?" tanya Lily yang dijawab Eden dengan mengangguk.
"Wah! Sayang sekali, padahal tadi dokternya bilang kalau kakak sebetulnya tetap bisa honeymoon seperti pasangan umum lainnya, hanya......," ujar Lily menggantung perkataannya, membuat Eden langsung penasaran.
__ADS_1
"Apa itu? Kau jangan sengaja membuat aku penasaran! Cepat beritahu pada ku!" ujar Eden tiba-tiba bersemangat lagi.
"Apa ya? Aku agak lupa kak!" ujar Lily menggoda Eden lagi.
"Kau sengaja bukan?" tanya Eden mulai kehilangan rasa sabarnya
"Bisa ingat lagi kalau kakak mentransfer uang buat ku sekarang juga!" ujar Lily menyebutkan sejumlah angka yang lumayan besar.
"Dasar pemeras kau! Tahu gitu aku tadi lebih baik memakai tenaga penterjemah dari pada kamu!" ujar Eden kesal, tapi kemudian mengeluarkan telpon genggamnya dan kemudian mentransfer sejumlah uang yang dipinta Lily.
"Aku sudah tanya kak Eden, kalian masih boleh kok berhubungan seperti biasa, tapi yang penting jaga frekwensi nya, jangan over dan perhatikan gaya yang aman." sahut Lily langsung yang membuat pipi Tiara langsung merona.
"Kalau kak Eden minta yang ekstrim-ekstrim jangan mau ya kak?" ujar Lily sambil menatap ke arah Tiara dan tersenyum, membuat Tiara semakin malu.
Astaga! Lily mengucapkan hal seperti itu seperti sedang mengucapkan hal biasa saja!
*********
Begitu sampai di hotel tampak Pak Nugroho, Merry dan Ana masih duduk santai dan sepertinya sedang makan snack dan ngopi. Merry langsung melambaikan tangannya ke arah Tiara agar duduk bersama mereka.
Alhasil Lily dan Eden duduk berdua, dan terlihat sedang ngobrol dengan seru, dan kemudian terlihat Eden mengeluarkan telpon genggamnya, seperti sedang mengecek sesuatu
__ADS_1
Setelah menceritakan kehamilannya yang baik-baik saja, Tiara memutuskan menghampiri Lily dan Eden yang sedang berbincang-bincang dengan seru. Tiara sungguh penasaran apa yang sedang diperbincangkan kedua kakak beradik itu.
Bersambung..........