Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Bella mulai terpengaruh


__ADS_3

"Kau tidak usah menjebak ku, Bram. Aku yakin kau pasti dendam pada ku, karena kau menganggap Tiara menikah dengan Eden karena aku kan?", ujar Bella menebak.


"Terserah kau percaya atau tidak, aku yakin sebentar lagi Eden akan bisa melihat lagi! Sekarang saja dia sudah bisa melihat bayangan hitam. Makanya aku memberitahu mu, kalau kau memang masih berminat menjadi istri Eden, sebaiknya kau cepat berganti posisi dengan Tiara, sebelum Eden benar-benar bisa melihat!", ujar Bram.


"Apa untungnya buat mu memberitahu ku? Jangan-jangan kau dan Tiara bersekongkol membohongi ku, agar Tiara bisa lepas, dan aku yang nanti jadi korban, menjadi istri orang buta. Aku tidak semudah itu kau tipu Bram!", ujar Bella yang licik itu.


Padahal Tiara yang sudah menjadi korbannya.


"Sial! ternyata perempuan ini susah sekali dipengaruhi! otaknya benar-benar licik!", omel Bram dalam hati.


...********...


"Baiklah aku akan berterus terang pada mu! Aku merasa sakit hati! Tiara dengan mudah melupakan dan membuang aku! Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kalau dia dibuang orang yang dia cintai!", ujar Bram yang di kepalanya teringat terus kejadian yang dia lihat di kamar Eden.


"Apa untungnya buat ku? Kau mau suruh aku mewakili mu membalas dendam! Kurasa kita tidak memiliki hubungan sebaik itu, hingga aku harus menolong mu. Dan kau bilang apa? Masak Tiara semudah itu jatuh cinta dengan Eden yang buta itu, dan secepat itu melupakan mu yang sempurna? Dari mana kau tahu Tiara menyukai Eden?", ujar Bella tersenyum mengejek.


"Cukup melihat sudah tahu, aku ini saudara sepupu Eden, bebas keluar masuk kamar Eden!", ujar Bram kesal.


"Wah..wah..wah, jangan-jangan kau melihat sesuatu yang tidak boleh dilihat!", ujar Bella tersenyum nakal.


"Kau tentu akan mendapat keuntungan. Sudah kubilang Eden sebentar lagi bisa melihat! Sekarang saja dia sudah melihat bayangan orang? Kalau kau tidak mau ya sudah! Jangan nanti kau menyesal di kemudian hari kalau Eden sudah tidak bisa kau ambil balik lagi. Sebentar lagi Eden akan menguasai Nugroho group, itu janji paman ku kalau Eden menikah", ujar Bram memancing Bella dan tidak memperdulikan Bella yang mengejeknya.


Kali ini Bella mulai terpengaruh.


"Sepertinya Bram tidak bohong, aku seorang psikolog, dari yang kulihat kali ini dia serius. Kalau benar Eden sudah bisa melihat, aku tentu mau menjadi istri Eden.


Saat itu aku sudah gak perlu mengharapkan kartu ayah lagi! Ayah sekarang pelit, sebel aku!", pikir Bella dalam hati dan mulai tergoda dengan tawaran Bram.

__ADS_1


"Tapi kalau aku ingin kembali dengan Eden bagaimana caranya?


Belum tentu Tiara bersedia bertukar tempat kembali. Eden yang buta saja bisa buat dia bisa tergila-gila, apalagi Eden yang bisa melihat!", ujar Bella dengan sengaja memanasi Bram.


"Kau perempuan yang pintar Bella! Kau bisa memaksa Tiara menggantikan mu untuk menikahi Eden, tentu tidak sulit bagi mu untuk menukar posisi mu kembali bukan?", tantang Bram.


”Baiklah akan kupikirkan kembali. Kalau kata-kata mu bisa dipercaya, aku mau.Tapi aku tidak suka yang tidak pasti, aku akan melakukannya kalau Eden benar-benar dipastikan bisa melihat!", ujar Bella


"Terserah pada mu Bella, aku sudah memberitahu semuanya pada mu, terserah kau mau ambil kesempatan itu atau tidak! Kau juga punya waktu terbatas, kalau sampai Eden sudah bisa melihat, kau tidak mungkin bisa kembali ke sana lagi. Itu saja pesanku! Aku permisi dulu", ujar Bram yang sudah tidak mau berpanjang-panjang dengan Bella lagi, setelah dia yakin Bella sudah tertarik dengan tawarannya, bahkan bisa jadi penasaran.


...********...


"Mau bikin apa lagi Bella?", tanya bibi Ana begitu melihat Tiara muncul di dapur lagi.


"Tidak bi! Tuan Eden tadi minta dibikinkan teh, tapi katanya kurang manis, dia minta aku untuk tambah gulanya lagi", ujar Tiara berusaha sabar.


"Jangan-jangan nanti bi Ana berpikir aku mau memata-matai pekerjaannya! Si buta Edan itu memang terlalu!", omel Tiara dalam hati.


"Kan bisa minta pelayan untuk buatkan, kenapa harus nona Bella sendiri bolak balik? Nanti kamu capek lho! Kalau capek nanti si Eden minta jatah gimana?", tanya bi Ana menggoda Tiara.


"Jatah apa lagi bi! Dari tadi permintaannya gak ada habisnya! Tidak bisa menyuruh pelayan bi, tuan Eden mau aku sendiri yang melakukan untuk nya!", ujar Tiara akhirnya mengeluarkan unek-uneknya, salah mengerti perkataan bibi Ana karena hatinya sedang kesal pada Eden.


"Astaga nona Bella, polosnya diri mu! bukan jatah makan atau minum, tapi jatah yang biasa diminta penganten baru! Masak tidak mengerti?", ujar bibi Ana menatap menggoda ke Tiara dan tertawa.


Blus, seketika pipi Tiara merona merah, apalagi teringat Eden yang pernah meminta hak nya.


"Ah.. bi Ana suka godain aku terus", ujar Tiara yang menjadi salah tingkah dan malu.

__ADS_1


Melihat sikap Tiara, bibi Ana langsung berseru kaget,


"Astaga! Jangan bilang kalau kalian belum bermalam pertama!", ujar bibi Ana kaget menutup mulutnya sendiri, karena kelepasan bicara.


"Maaf, bibi kelepasan. Tapi yang jelas tuan Eden mencari perhatian mu tuh, maunya dilayani kamu saja. Pasti tuan Eden suka sama kamu Bella! Ternyata tuan Eden romantis juga!", ujar bibi Ana.


Tiara hanya mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi, sambil mengambil gula dan mencampurkannya ke teh yang diminta Eden.


"Huh.. apanya yang romantis. kasar dan seenaknya saja! Suka apanya? Si Edan itu hanya senang melihat ku susah dan mengerjai aku saja!", sungut Tiara dalam hati.


...********...


Ketika Ana yang sedang menata masakan yang sudah dia masak di atas meja makan, melihat Mery yang keluar dari kamar, Ana segera menghampiri Mery.


"Mer, aku mau memberitahu sesuatu pada mu!", ujar Ana yang memanggil Mery dengan sebutan nama saja walaupun Mery atasannya. Mery lebih suka dipanggil nama saja, karena mereka dulu adalah teman sekolah.


"Serius banget An? Apa itu? Ayo kita bicarakan di sini saja", ujar Mery yang melihat ke jam dinding baru menunjukkan pukul 17.40, belum jam nya makan dan Eden biasa turunnya sekitar jam 18.00


"Sepertinya Eden belum melakukan kewajiban nya sebagai suami Mer, kalau aku lihat dari tingkah laku dan perkataan Bella!", ujar Ana sambil langsung duduk di samping Mery.


"Kau sebagai ibunya harus membuat hubungan mereka lebih baik, agar besok-besok Eden bisa mempunyai hubungan yang baik dengan mu juga, karena Bella adalah keponakan mu. Kalau Eden menyukai Bella, otomatis dia tidak akan membenci mu lagi!", ujar Ana memberi masukan.


"Aku juga maunya seperti itu An! Tapi bagaimana caranya?", ujar Mery bingung.


"Aku akan memberitahu kamu caranya!", ujar Ana tersenyum.


"Apa itu An?", tanya Mery penasaran, memang harus dia akui kalau Ana ini memang paling banyak akalnya saat dulu mereka masih sekolah.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2