
Akhir-akhir ini Tiara sering merasa kelelahan, capek dan mudah marah. Tiara sadar sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada tubuhnya. Akhirnya Tiara memutuskan membeli test pack, karena dilihat dari gejalanya, sepertinya dia hamil, apalagi sudah hampir dua Minggu dia terlambat haid. Dan benar saja ketika dia melakukan test, hasilnya adalah dua garis merah.
Tiara tentu bahagia, tetapi Tiara memutuskan untuk tidak memberitahu Eden dulu, karena Tiara takut Eden akan membatalkan perjalanan bulan madu mereka.
Entah mengapa akhir-akhir ini sifat Tiara jadi berubah banyak, Tiara yang biasa suka mengalah, menjadi mau menang sendiri. Bahkan Tiara khawatir Eden membatalkan perjalanan bulan madu mereka kalau tahu dia sedang hamil, padahal sebelum itu Tiara tidak terlalu berminat pergi berbulan madu.
Tiara yang memang tidak terlalu mempunyai teman sejak menikah, Tiara merasa rindu pada Lily. Eden juga berjanji padanya akan membawanya ke Eropa untuk mengunjungi Lily, dan sudah pasti dia bisa sekalian melihat keadaan Rico, kakaknya.
...********...
Ternyata Lily melakukan pendekatan pada Rico bukan hanya di Indonesia saja, Lily kali ini benar-benar serius menyukai Rico, Lily melakukan pendekatan bahkan sesudah mereka di Eropa.
"Selama ini saya tidak pernah jatuh cinta pada orang Indonesia kak, saya seperti terobsesi dengan pria Spanyol. Sejak dulu saya suka nonton liga Eropa, dan saya adalah pecinta liga Spanyol, hal itu yang membuat saya begitu terobsesi dengan pria Spanyol", ujar Lily menceritakan asal mulanya dia berpacaran lima kali dengan pria Spanyol semua.
Tiara hanya menjadi pendengar yang baik buat Lily yang sedang falling in love, dan jarang berkomentar, karena Tiara sudah lupa kapan pertama dia jatuh cinta, yang dia tahu hanya sesudah dia amnesia, setelah bersama Eden dia perlahan mencintai Eden.
Tiara bahkan lupa, apakah dulu sebelum amnesia dia mencintai Eden atau tidak.
"Apa yang membuat kau menyukai kak Rico?", tanya Tiara akhirnya karena rasa penasaran.
"Saya juga tidak tahu kak, begitu pertama saya melihat kak Rico, saya seperti langsung terpukau. Baru kali ini aku tertarik dengan orang Indonesia kak, bahkan wajahnya seperti terukir di kepala ku, tanpa melihat wajah kak Rico saja aku bisa melukis wajah kak Rico", ujar Lily yang sama sekali tidak malu mengakui rasa sukanya itu, dan dia memperlihatkan hasil lukisan wajah Rico pada Tiara yang membuat Tiara sampai terkagum-kagum dengan hasil lukisan Lily yang terlihat begitu hidup.
__ADS_1
"Wah kau hebat sekali Lily, apakah kau pernah melakukan pameran lukisan mu?", tanya Tiara.
"Ha..ha..ha.. jangan membayangkan aku anak orang kaya, terus aku akan mengadakan pameran kak. Itu gak berseni! Paling orang yang membeli karya ku, hanya karena memandang ayah dan kakak ku saja, bukan karena hasil lukisan ku!", ujar Lily tertawa terbahak-bahak.
"Tapi terkadang kita hidup memang butuh koneksi, ly", sahut Tiara.
"Aku tahu kak, tapi kakak kan tahu aku gak mungkin kekurangan uang, bukannya aku sombong. Aku beritahu kakak, tapi kakak jangan beri tahu kak Eden! Aku di Spanyol, kalau ada waktu senggang, aku akan menjadi pelukis di pinggir jalan kak. Aku suka, karena orang yang meminta kulukis, memang karena suka dengan lukisanku, bukan karena mengenalku", ujar Lily tersenyum bangga.
Tiara memandang tak percaya ke Lily, orang yang dikenalnya suka belanja barang mahal, tapi memiliki sifat dan pemikiran seperti itu. "Ah..benar kata orang-orang, kalau hati seorang seniman susah dimengerti!", ujar Tiara, yang membuat Lily kembali tertawa.
...********...
Jadi tidak aneh ketika Tiara mendapat kabar dari Lily kalau dia melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan ilmu nya itu, apalagi Lily meminta bantuan kakaknya Eden sebagai koneksi.
Saat video call dengan Tiara, Lily tertawa senang dan mengakui kalau ucapan Tiara ada benarnya juga. "Benar kata kak Tiara, kadang koneksi diperlukan juga. Berkat koneksi, akhirnya aku bisa kerja di tempat yang sama dengan kak Rico. Itu memudahkan ku untuk mendekati kak Rico. Apalagi aku tidak punya saingan kak, anak buahnya kak Rico semua laki-laki, cuman aku yang perempuan. Aku benar-benar jadi primadona", ujar Lily tertawa terbahak-bahak, karena merasa senang.
Tiara juga terlarut dengan keceriaan yang diciptakan Lily, ikut tersenyum, sampai tidak sadar kalau Eden sudah berada di belakangnya.
"Ternyata kau minta bekerja di sana gara-gara ada Rico ya? Kau berbohong pada kakak, kalau kau ingin mencari pengalaman bekerja", omel Eden yang tiba-tiba muncul itu.
"Besok aku akan minta pimpinannya mengeluarkan kamu dari perusahaan!", sambung Eden mengancam.
__ADS_1
"Ih..kakak jahat. Kak Tiara bantu aku, jangan biarkan kak Eden melakukan itu. Lagipula dia sudah diam-diam mendengar pembicaraan kita. Sungguh tidak sopan!", balas Lily mengomel balik.
"Sudahlah mas, biarkan saja Lily bekerja di sana, yang penting dia merasa senang. Bersama siapa dia bekerja, kan tidak masalah", ujar Tiara menggenggam tangan Eden, dan menatap Eden dengan mata memohon.
Melihat tatapan Tiara, seperti biasa Eden seperti tersihir dan tanpa sadar mengangguk, mengiyakan permintaan Tiara.
"Terimakasih kak Tiara, kak Tiara hebat! Bisa membuat kak Eden selalu menurut!", puji Lily. "Sudah ya kak, perusahaan kami hari ini mengadakan acara makan, aku mau dandan yang cantik dulu, biar kak Rico terpikat pada ku", ujar Lily memutuskan video call nya.
"Aku jadi kangen sama Lily, mas!",ujar Tiara memeluk Eden dan merebahkan kepalanya di dada Eden.
"Kalau kamu kangen dengan Lily, nanti saat honeymoon kita ke Eropa saja. Kita bisa sekalian mampir menengok Lily", janji Eden.
"Terimakasih mas, kau sudah begitu baik pada ku", ujar Tiara mengencangkan pelukannya pada Eden. Eden pun tersenyum senang dan membalas pelukan Tiara.
...********...
Walaupun masih dua hari baru pergi ke Eropa, Tiara hari ini sudah mempersiapkan barang yang ingin dia bawa ke sana. Padahal Eden sudah berpesan padanya kalau tidak perlu membawa terlalu banyak, kalau kurang nanti mereka bisa sekalian belanja di sana.
"Sebaiknya kabar kehamilanku ku beritahu Eden saat sudah di Eropa saja!", pikir Tiara memutuskan, karena dia khawatir Eden yang posesif membatalkan perjalanan mereka. Apalagi sesudah dia membaca tips kesehatan di google, asal perempuan yang sedang hamil muda tidak memiliki keluhan apapun, tidak masalah melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.
Sedang membongkar lemari tiba-tiba sebuah buku berwarna ungu jatuh ke lantai, membuat Tiara kaget. "Buku apa ini, koq ada di lemari baju?", pikir Tiara sambil memungut buku ungu itu.
__ADS_1
Bersambung.........