
Eden tadi memutuskan pulang cepat karena kangen dengan Tiara, tapi dia menggunakan kesempatan saat Lily pulang, sebagai alasan untuk pulang lebih cepat. Eden sudah tahu sifat ayah nya yang disiplin, sebetulnya Eden juga orang yang disiplin sebelum mempunyai Tiara, dan Eden sendiri sebenarnya juga dapat merasakan, sejak dia membawa balik Tiara kembali setelah kecelakaan, seringkali dia menjadi tidak disiplin dan tidak tepat waktu. "Gimana lagi, seru kalau lagi sama Tiara. Nanti lama-lama juga normal lagi", pikir Eden membenarkan ketidak disiplinannya.
Tapi belum sempat Eden menjawab, bibi Mery malah mewakili dia yang menjawab.
"Gimana sih mas ini? kan si Lily baru pulang dari luar, mereka sudah lama tidak bertemu, tentu Eden pulang cepat ingin segera bertemu Lily."
"Betul yah!", sahut Eden dengan cepat.
"Tapi tadi kau marah pada Lily karena membawa Tiara pergi?", ujar Nugroho.
"Kalau dia di rumah kan kami sudah bertemu, karena dia sedang pergi akhirnya kami belum bertemu! Makanya aku kesal", ujar Eden yang dengan cepat memberikan alasan.
Akhirnya Pak Nugroho sudah tidak mempermasalahkan hal itu lagi, tapi Eden sendri yang jadi tidak tenang. Eden merasa waktu begitu lama, ketika Tiara dan Lily belum pulang juga. Dulu kalau dia mendengar orang berkata," Sehari terasa setahun", Eden akan tertawa tidak percaya. "Mana mungkin ada hal seperti itu!", pikirnya saat itu.
Tetapi ternyata hari ini dia sendiri sudah merasakannya, menunggu memang pekerjaan yang paling membosankan.
...********...
Sedangkan yang ditunggu masih asyik mengelilingi departemen store. Lama-lama Tiara jadi terbiasa juga dan menikmati kegiatan barunya ini, apalagi Lily orangnya seru, kekurangannya hanya satu, yaitu suka memaksakan kehendaknya.
Tiara kembali menolak, ketika Lily mengajaknya membuat tatto di bagian paha.
"Enggak mau, sakit, lagipula itu kan ditusuk jarum! Nanti Eden marah!", ujar Tiara menolak dan sedikit mengancam dengan menyebut nama Eden.
"Aku tahu kak! Ini bukan seperti tatto yang kakak bayangkan! Tidak ditusuk jarum, ini benar-benar berseni kak. Di sini tatto temporer nya terkenal kak, memakai tinta dari Jepang, bukan tinta semir rambut. Jadi tidak perlu takut alergi!", Ujar Lily menjelaskan.
__ADS_1
"Dan yang pasti mahal!", tambah Tiara dalam hati sambil menggeleng. "Kau saja Ly, aku gak mau", ujar Tiara menolak lagi.
Tapi namanya bukan Lily, kalau keinginannya bisa dengan mudah ditolak.
"Ayo kak, aku mohon! Dulu waktu kecil aku ingin sekali punya saudara perempuan, malah kalau bisa saudara kembar', sayang saja aku tidak punya. Aku selalu memimpikan untuk kompakan dengan saudara ku, entah baju, entah apa saja. Dan dari dulu aku sangat ingin punya tatto di paha ku, Aku merasa itu begitu berseni! Kabulkan keinginan ku sekali ini lagi kak, sesudah ini aku tidak akan memaksa mu lagi. Mau ya kak? Tato ini paling hanya bertahan satu tahun saja. Aku mohon", ujar Lily dengan wajah mengiba.
Hal yang membuat Tiara tidak tega untuk menolak, dan.saat Tiara menyesal, sudah terlambat, karena dia sudah duduk di dalam bersama Lily. "Aduh bagaimana kalau mas Eden marah ya? Habislah aku", pikir Tiara pasrah.
...********...
Ketika jam hampir menunjukkan pukul lima sore, akhirnya mobil yang dipakai Lily terlihat masuk ke dalam halaman mansion. Eden yang sejak tadi sudah berada di halaman menunggu kepulangan ke dua perempuan itu segera menghampiri.keduanya.
Baru saja Lily keluar dari mobil, Lily sudah disambut pertanyaan Eden.
"Kau bawa istri ku ke mana?", tanya Eden yang terlihat marah.
Tiara yang menyusul Lily keluar dari mobil hanya terdiam, ketika melihat sang suami yang sudah menunggu dan menyambut kedatangan mereka dengan kemarahan.
Eden kemudian beralih ke arah Tiara, langsung tertegun saat menyaksikan penampilan Tiara. Eden kemudian melihat Tiara dari atas ke bawah, dan langsung berhenti pada celana pendek Tiara.
Apalagi ketika melihat gambar sekuntum bunga mawar pada kaki Tiara.
"Kenapa kau bisa ikut-ikut si Lily sih? Siapa yang sudah melukis kaki kamu? Laki-laki atau perempuan?", tanya Eden yang posesif dengan marah.
"Aku...", sahut Tiara kebingungan menjawab pertanyaan Eden, bahkan Tiara merasa semakin canggung dipelototi Eden dan mulai menarik-narik celananya kembali.
__ADS_1
"Dasar kolot, ayah saja tidak seperti mu! Itu seni ya, dan yang pasti pelukisnya seorang perempuan. Mana berani aku mengajaknya, kalau yang melukisnya seorang laki-laki! Masak aku tidak tahu sifat mu", ujar Lily yang menjawab Eden.
"Kau jangan mengajak dia pergi lagi! Kau hanya akan merusak Tiara!", omel Eden sambil menarik pergelangan tangan Tiara, meninggalkan Lily.
...********...
"Mas jangan begitu, bagaimanapun kau dan Lily sudah lama tidak bertemu.Aku bukan terpengaruh dengan Lily, aku hanya menemani dia yang mengajak kompakan saja. Katanya sudah lama dia ingin memiliki seorang saudara yang bisa kompakan dengan dia", ujar Tiara berusaha meredakan kemarahan Eden ketika mereka sudah berada di kamar.
"Aku tidak suka kau mengikuti dia yang terlalu bebas dan suka-suka. Aku menyukai mu yang biasa! Bukan seperti ini!", ujar Eden masih marah.
"Baiklah, kalau mas tidak suka dengan baju ini aku segera ganti dengan baju yang biasa. Mas janji ya jangan marah dengan Lily lagi!", ujar Tiara memohon dan menggoyang-goyang kan tangan Eden dengan kedua tangannya.
Eden akhirnya menghela nafas berusaha menahan kekesalannya sambil menatap Tiara kembali. Sebenarnya Tiara bertambah cantik dengan penampilannya itu, tapi hal tersebutlah yang membuat Eden tidak suka, Eden tidak suka kalau penampilan Tiara akan menarik perhatian laki-laki.
Dan Eden yang posesif tidak suka Tiara bercelana pendek, karena menurutnya Tiara menjadi sexy.
"Baiklah! Sekarang kau ganti baju rumah dulu sebelum kita turun! Eh, tapi baru mau jam lima, sebaiknya kau sekalian mandi dulu!", ujar Eden.
"Baik mas, aku juga merasa tubuhku lengket-lengket setelah pergi tadi. Kalau mas mau turun dulu gak pa pa, nanti aku menyusul kalau sudah selesai mandi!", ujar Tiara yang segera menuju ke lemari untuk mengambil baju ganti.
"Enak saja dia mengusir ku turun duluan! aku pulang rumah cepat karena kangen padanya, tapi malah harus menunggu lama untuk bertemu dengannya! Awas kamu, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja!", omel Eden dalam hati.
"Tunggu", ujar Eden sambil menahan pintu kamar mandi yang sudah mau ditutup Tiara.
"Gara-gara menunggu mu pulang, aku sejak pulang dari perusahaan belum mandi! Ayo mandi sama-sama biar cepat", ujar Eden yang langsung tidak menyia-nyiakan kesempatan, segera mendorong pintu kamar mandi saat Tiara terlihat bingung, dan melangkah masuk.
__ADS_1
Nah loh ini mandi doang atau ada acara tambahan gak ya🤣🤣
Bersambung .........