
"Aku harus bertindak, agar segera keluar dari suasana menegangkan seperti ini!", pikir Tiara dalam hati mencari jalan keluar.
"Eden, apakah kamu tidak capek? Mengapa kamu gak tiduran sebentar?", ujar Tiara memberanikan diri. Tiara berharap Eden bisa tidur, dan dia bisa segera bebas. Untuk selanjutnya Tiara sudah tidak mau perduli lagi bagaimana Bella akan menangani Eden.
"Aku sudah bilang dari dulu, kamu jangan menganggap ku pria lemah, gara-gara aku buta. Aku dari tadi cuman duduk, bagaimana bisa capek", sahut Eden tersinggung.
"Ah..maaf, aku hanya berasa tidak enak, aku dari tadi tiduran saja, sedang kamu dari tadi duduk terus", ujar Tiara mengalah.
"Aku malah bikin dia marah, gimana ini? Aku lupa kalau dia paling tidak suka kalau dibilang capek", sesal Tiara dalam hati.
...********...
"Jangan-jangan dia ingin aku menemani dia tidur. Biasanya kalau orang sedang sakit kan suka manja, apalagi dia sudah tidak tinggal bersama keluarganya lagi. Yang ada hanya aku saja, suaminya", pikir Eden dalam hati setelah mendengar jawaban Tiara.
"Baiklah aku akan menemani kamu tidur, kalau itu mau mu!", ujar Eden bangun dari kursinya.
"Tuh kan malah salah sangka, dipikirnya aku minta ditemani. Ih.. pede banget sih orang ini! Tapi gak pa pa, yang penting aku segera terlepas dari sangkar ini", pikir Tiara akhirnya memilih tidak menjawab perkataan Eden, menggeser badannya lebih ke pinggir agar Eden tidak berada terlalu dekat dengannya.
Tapi tindakan Tiara malah sudah salah, Eden malah duduk di sisi nya tidur, yang tentu membuat Tiara kaget.
...********...
"Kau mau tidur di sebelah sini?", tanya Tiara bersiap-siap pindah ke sisi sebelahnya.
"Iseng banget sih, aku sakit saja masih mau ngerjain aku! kan dia bisa lihat bayangan ku berada di mana, tapi dia malah milih tidur di sisi ini!", omel Tiara dalam hati dengan kesal.
"Kau mau ke mana?", ujar Eden langsung menangkap pergelangan tangan Tiara.
"Kamu kan mau tidur, masak kamu mau tidur di atas tubuh ku?", ujar Tiara kali ini yang sudah kehilangan rasa sabarnya.
"Hahahaha kalau aku mau di atas tubuh mu, pasti saat aku ingin melakukan suatu kegiatan, dan kamu pasti mengerti kegiatan apa yang aku maksud bukan? tentu bukan tidur di atas tubuh mu saja? Jangan-jangan kau memancing ku untuk melakukan itu", ujar Eden menggoda, karena merasa perkataan Tiara yang lucu.
"Tidak! Jangan sembarang berpikir! Aku sedang sakit, kau jangan macam-macam!", ujar Tiara yang langsung bangun dan berusaha menarik tangan nya dari tarikan tangan Eden dengan ketakutan.
__ADS_1
"Diam-diam saja! aku juga tahu kamu sedang sakit. Aku tidak akan melakukan itu. Aku hanya ingin minta bantuan mu untuk membuka dasi ku! Aku gerah!", ujar Eden akhirnya yang membuat Tiara malu, sudah berpikir yang tidak-tidak.
Tiara menarik nafas lega, kemudian segera mendekati Eden, agar tangannya mencapai dasi nya Eden.Tapi kali ini Eden membuat Tiara kembali sport jantung, Eden menangkap pipi Tiara dengan kedua telapak tangannya, kemudian menepuk-nepuk pipi Tiara, hingga membuat Tiara sempat menahan nafas karena tegang
"Aku suka kamu! selain pintar melayani juga pintar menghibur, hingga membuat ku tertawa", puji Eden tersenyum, merasa sikap Tiara menggemaskan. Tetapi Eden tidak tahu kalau pujiannya sudah salah alamat
"Ternyata tidak hanya cukup sebagai pelayan bahkan sekarang dia menganggap ku badut nya yang bisa menghibur dia dan membuat dia tertawa", pikir Tiara yang menganggap senyum Eden, adalah senyum yang mengejeknya.
"Sungguh lelah menghadapinya, setiap kali jantung ku berdebar-debar karena takut! Andai saja dunia ini tidak ada hukumnya!", pikir Tiara sambil melepas dasi Eden, tapi membayangkan kalau dia bisa mence*kik Eden dengan dasi itu!
Akhirnya Tiara tertawa sendiri dalam hati dengan pikiran ngawurnya itu
"Lama di sini aku bisa gila! Untung sebentar lagi aku bisa bebas".
...********...
"Niat gak sih Tiara mengembalikan posisinya pada ku, koq lama banget. Eden kan buta, kalau dia turun sekarang juga gak bakal ketahuan. Mungkin dia gak rela mengembalikan Eden pada ku !", ujar Bella tidak sabar dan merasa cemburu kalau Tiara masih bersama Eden.
"Tiara sudah bilang kalau mau pergi ke manapun harus ijin dengan Eden. Kau sabar sebentar, bukankah kau juga tidak masalah dengan itu begitu lama? Dan kata siapa Eden gak bisa melihat, Eden bisa melihat bayangan orang!", sindir Rico.
"Jangan marah kak, maklumlah kan Eden suami Bella, tentu dia cemburu kalau suaminya bersama perempuan lain", ujar Mita merajuk ke kakaknya Mery.
"Kau juga sama! Didik anak mu yang baik! Jangan sampai seperti ini. Mengapa waktu dia menyuruh Tiara menggantikannya dia tidak cemburu?", ujar Merry yang bertambah marah dengan perkataan Mita.
Kali ini ucapan Mery membuat Ibu dan anak itu tidak berani mengajukan protes lagi.
Sedangkan Ana milih keluar dari ruangan, karena lama-lama dia tidak tahan melihat tingkah laku ibu dan anak itu, tingkah yang menyebalkan.
"Mengapa sifat adik Mery bisa berbeda jauh dengan Mery ya?"
...********...
"Untung saja cuman melepas dasinya!", pikir Tiara dalam hati bersyukur, karena Eden tidak meminta dia untuk melepaskan kemeja. Tiara segera membaringkan tubuhnya kembali ke tempat tidur, untuk menghindari Eden, Tiara memilih untuk berlagak masih sakit dan tidur saja.
__ADS_1
Ketika sedang melamun dan merasa Eden sudah bangun dari duduknya, Tiara tidak memperhatikan apa yang dilakukan Eden lagi, Tiara sibuk dengan pikirannya sendiri, dia mengira Eden akan berjalan memutar ke sisi sebelah untuk tidur di sana.
Tapi betapa kagetnya Tiara, ketika Eden ternyata berlutut di atas tempat tidur, dan menggendong Tiara, memindahkan Tiara pindah ke sisi sebelah kiri.
"Mengapa kau tidak menyuruh ku pindah saja?", protes Tiara yang berada dalam gendongan Eden.
"Kau kan sedang sakit, jangan banyak gerak, biar cepat sembuh!", ujar Eden yang sempat membuat Tiara terharu.
"Sekalian ingin kau tahu kalau aku bukan pria lemah hanya gara-gara buta! Lagipula aku sudah terbiasa tidur di sebelah ini", sambung Eden lagi.
"Huh.. ternyata cuman mau menyombongkan diri saja. Bahkan tidak mau mengalah sama sekali hanya masalah tidur sebelah mana", cemooh Tiara dalam hati.
Tiara tentu tidak tahu itu hanya alasan Eden saja yang gengsi nya tinggi, semakin hari Eden semakin senang melakukan kontak fisik dengan Tiara, agar Tiara bisa merasa nyaman bersamanya.
...********...
Untung saja sesudah itu Eden sudah tidak melakukan tindakan-tindakan aneh lagi. Eden hanya membaringkan tubuhnya di tempat tadi Tiara tidur, sesudah membaringkan Tiara di sisi sebelahnya. Hanya sempat sekali saja menggenggam tangan Tiara dan bergumam," Sudah tidak dingin tangan mu".
Tiara sama sekali tidak menjawab perkataan Eden, agar Eden mengira dia sudah tidur. Tidak lama sesudah itu Eden memejamkan mata dan tertidur juga.
Tiara sesudah yakin Eden tertidur, segera bangun dari tempat tidur dengan perlahan.
"Ini saatnya aku pergi. Maaf, kalau aku sudah membohongi mu selama ini, Eden. Semoga saja kau bisa cocok dengan kak Bella dan kita tidak akan bertemu lagi selamanya", ujar Tiara sambil menatap wajah tampan yang sedang tidur itu, kemudian membalikan tubuhnya menuju pintu.
Bersambung.........
...Hi pembaca-pembaca kesayangan ku. Semoga semuanya selalu dalam keadaan sehat....
...Author minta maaf untuk episode kali ini, dengan terpaksa harus mengecewakan sebagian pembaca yang tidak ingin melihat perpisahan Tiara dan Eden. Tapi bagaimanapun dari pertama author memang sudah buat alurnya seperti itu, jadi ikuti terus ya perjalanan kehidupan Tiara. ...
...Namanya perjalanan hidup kan pasti banyak rintangannya. Jadi yang sabar ya bacanyaπ€π€...
...Tidak lupa author ucapkan terimakasih atas dukungan pembaca semua πππ...
__ADS_1
...Love you all...
...πππ...