Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
ingin hidup merdeka


__ADS_3

Begitu Tiara sampai di bawah, Bella langsung menarik Tiara untuk duduk di sofa.


"Ayo cepat katakan sifat-sifat Eden, agar kita jangan sampai ketahuan kalau pernah bertukar posisi!", tanya Bella.


"Aku...", Tiara sampai kebingungan untuk menjawab pertanyaan Bella yang mendadak itu.


"Bagaimana aku harus menjawab Bella, sedangkan aku saja tidak pernah bisa menebak apa yang akan dilakukan Eden, tapi kalau tidak ku jawab nanti kakak pasti curiga aku mau ngerjain dia", pikir Tiara dalam hati bingung.


Benar saja apa yang diduga Tiara. "Kau jangan coba-coba menjebak aku ya, awas kalau kau membohongi aku!", ancam Bella sambil menatap tajam.


"Kau jangan tahunya hanya menyalahkan Ara saja! Ini semua salah mu sendiri yang mau enaknya saja", omel Rico yang langsung menarik pergelangan tangan Bella, agar Tiara lepas dari Bella.


Kemudian Rico menarik Tiara untuk berdiri di sampingnya. Rico menatap penampilan Tiara, Tiara yang tadi terburu-buru turun tidak menyadari kalau rambutnya yang berantakan karena habis bangun dari tidur.


Rico tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk merapikan rambut Tiara yang berantakan.


"Kau pasti ketakutan ya? Sekarang kau tidak perlu takut lagi, kau sudah aman", ujar Rico.


Tiara yang merasa tidak enak, segera menjauhkan kepalanya dari tangan Rico, "Iya kak, tadi aku terburu-buru sampai lupa menyisir rambut ku", ujar Tiara sambil merapikan rambutnya dengan tangannya sendiri.


"Ah.. kak Rico masih menganggap ku seperti anak kecil saja", pikir Tiara dalam hati yang merasa tidak enak dengan pandangan Mita yang tajam.


Tapi Bella yang melihat keadaan Tiara malah berpikiran berbeda.


"Ketakutan apa? Jangan-jangan kau masih gak rela kembaliin Eden pada ku ya? Apa yang sudah kau lakukan bersama Eden sebelum turun?", tanya Bella dengan curiga dan cemburu.


Mendengar perkataan Bella, Tiara segera menjawab,"Tidak kak, aku hanya berlagak tidur, karena tadi kan aku pura-pura sakit!"..


...********...

__ADS_1


"Sudah Bella! Kau jangan menyalahkan Tiara terus. Yang penting sekarang Tiara sudah mengembalikan Eden pada mu. Kau usahakan baik-baik, agar Eden menyukai mu dan tidak curiga pada mu. Kalau mau disalahkan, salahkan diri mu sendiri yang mau enak nya saja!", tegur Mery, yang semakin tidak suka dengan sifatnya Bella.


"Benar kata bibi mu Bel, kau turuti saja perkataan bibi Mery, agar semua lancar", ujar Mita sambil mencubit lengan Bella memberi kode. Bagaimanapun Mita tahu kalau kakaknya mulai tidak menyukai sifat Bella, sedangkan mereka masih membutuhkan bantuan Mery. Jadi Mita mengambil jalan aman, menuruti Mery untuk menyenangkan hati sang kakak.


"Baik bibi Mery", sahut Bella dengan terpaksa.


"Awas kamu bi, kalau Eden sudah menyayangiku dan aku sudah punya power di sini , kau jangan coba-coba mengatur aku lagi. Untuk sementara ini biarlah aku mengalah dulu!", ujar Bella dalam hati dengan kesal.


...********...


"Eden paling tidak suka dibilang capek. Kakak kalau tidur di tempat tidur, tidur di sisi kiri, kalau dari arah pintu. Eden tidak suka bertukar posisi. Kalau Eden bilang dia mau mandi, kakak cukup siapkan air hangat di bathtub. Kakak kalau ada waktu harus melihat isi lemari, agar kakak tahu di mana letak-letak baju Eden. Kalau Eden ke kantor, dia akan meminta dibantu memakaikan kemeja dan dasi, kalau pakaian rumah dia bisa memakai sendiri", ujar Tiara menjelaskan pada Bella apa yang dia ingat mengenai kebiasaan Eden, tapi Tiara tentu tidak memberitahukan Eden yang melepas handuk seenaknya.


"Kalau ada Eden, kakak harus ijin dulu kalau mau pergi ke mana-mana ", sambung Tiara lagi.


"Wah kakak harus akui kau memang hebat ya di bidang menjerat seorang pria. Bahkan seorang pria seperti Eden saja bisa begitu menempel pada mu sampai tidak mau ditinggal!", sindir Bella dengan iri, teringat Bram dan Rico, kakaknya yang juga menyukai Tiara.


"Bukan begitu kak, kan kalau Eden butuh bantuan dia bisa tahu kita ada atau tidak, kalau kita tidak ada , dia kan bisa memencet bel untuk meminta bantuan pelayan", ujar Tiara menjelaskan. Tiara tidak mungkin menjelaskan kalau itu terjadi karena dia tertangkap basah bersama Bram di dapur


"Baiklah! Itu saja? tidak ada yang kau tutupi lagi kan?", tanya Bella sambil memandang Tiara menyelidik.


"Itu saja kak, Eden agak tertutup, hanya itu yang ku ketahui kak", jawab Tiara.


"Baiklah, akan ku buat Eden bertekuk lutut pada ku. Masak aku kalah sama kamu!", ujar Bella dengan sombong.


"Kamu pasti bisa Bella, ibu yakin", ujar Mita menepuk pundak Bella, memberi dukungan.


"Iya, kak Bella pasti bisa", ujar Tiara juga.


"Semoga saja Eden tidak akan memperlakukan kak Bella seperti dia memperlakukan aku saat pertama kali aku datang. Aku pun berharap ini akan berjalan lancar, agar ke depannya aku sudah tidak terlibat dengan urusan mereka lagi!Aku ingin hidup merdeka", harap Tiara dalam hati.

__ADS_1


...********...


"Ya sudah, kau cepat pergi dari sini! Jangan pernah muncul di sini lagi ya!", usir Bella setelah tahu kebiasaan Eden dari Tiara. Bagaimanapun Bella takut Tiara muncul lagi, dan Eden akan mengenali Tiara.


Mery hanya bisa menggeleng-gelengkan kan kepala melihat sifat Bella. Mery juga sudah malas menasehati Bella lagi, bagaimanapun Tiara sudah bulat tekadnya untuk meninggalkan Eden. Kali ini Mery benar-benar tidak ingin ikut campur lagi. Mengenai hubungannya dengan Eden, Mery sudah pasrah, toh sudah lama dia menjalani hidupnya seperti ini. Yang Mery sesalkan adalah adik Eden yang sepertinya tidak mau kembali lagi ke Indonesia, sepertinya dia sudah betah berada di luar, bahkan belum lama ini saat video call dengannya, memperkenalkan kekasihnya pada Mery.


"Rasanya memang hidup ku akan sunyi terus, semoga saja Nugroho pengobatannya cepat selesai, dan kembali ke Indonesia", harap Mery dalam hati.


"Beruntung masih ada Ana yang selalu menemani ku", pikir Mery dalam hati, yang baru sadar kalau temannya dari tadi sudah menghilang dari ruangan itu. Akhirnya Mery memutuskan untuk keluar dari ruangan itu setelah Tiara dan Rico berpamitan dengannya.


"Bibi Mery terimakasih atas bantuan mu selama ini. Aku tidak akan melupakan kebaikan mu", ujar Tiara sambil mencium punggung tangan Mery sebelum pergi.


"Sayang sifat Bella bisa begitu berbeda dengan Tiara. Semoga saja Bella tidak menyebabkan masalah", harap Mery, sambil melihat Tiara dan Rico yang keluar dari ruangan.


...********...


"Pasti Ana berada di dapur, sebaiknya aku juga ke dapur saja. Di sini hanya membuat emosi saja mendengar pembicaraan Mita dan Bella", putus Mery yang memilih keluar dari ruangan itu setelah menegur Bella,


"Layani Eden dengan baik! Agar kau bisa mengambil hatinya!"


Walaupun mengiyakan perkataan bibinya, setelah Mery pergi, Bella langsung mengajukan protes pada ibunya, "Tuh kan, si Tiara itu paling pintar menjilat! Ibu lihat sendiri kan? Bahkan bibi lebih membela dia daripada aku! Kenapa sih ibu dan ayah harus mengangkat dia menjadi anak?", ujar Bella tidak senang, sudah lupa kalau Tiara menggantikannya karena permintaan ayah dan ibunya sendiri.


"Sudahlah, yang penting Eden sudah dikembalikan pada mu lagi, dan sebentar lagi Eden bisa melihat. Kau yang sabar. Kau cepat ke atas, jangan sampai Eden curiga. Ingat kalau bicara yang sopan dan perhalus suara mu biar mirip Tiara! Ibu pulang dulu, jangan khawatir, ibu akan sering menjenguk mu!", ujar Mita.


Bersambung .........


...Wah surprise banget, kemaren author dapat love balik dari banyak pembaca di kolom komentar, senang banget, sampai hatinya berbunga-bunga, berasa seperti hari valentine🀣🀣🀣...


...Terimakasih atas dukungannya pembaca ku tersayang....

__ADS_1


...Selalu love buat pembaca semua, tanpa pembaca yang mendukung, author gak akan berarti...


...😘😘😘😘😘...


__ADS_2