
Saat Tiara berada di kamar mandi untuk menghindari pergi bersama Eden, Tiara tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Tiara langsung menghubungi Rico untuk meminta bantuan.
"Kak Rico, tolong aku! Eden ingin membawa ku ke perusahaan. Ini aku berada di kamar mandi, berlagak sakit perut untuk menghindari pergi ke perusahaan bersama Eden. Kalau aku pergi, dan orang-orang perusahaan sudah mengenal aku, saat itu tentu aku sudah tidak bisa bertukar posisi dengan kak Bella lagi", ujar Tiara dengan panik.
"Kau tenang dulu Ara! Kakak pasti akan selalu membantu mu", ujar Rico menenangkan Tiara.
"Terimakasih kak, kakak sudah begitu baik pada ku", ujar Tiara terharu.
"Kak Rico tolong sampaikan ke kak Bella agar segera menggantikan ku! Hari ini aku bisa menghindari untuk pergi ke perusahaan Eden, tapi tidak selamanya aku bisa menghindar. Eden tentu akan curiga kalau aku menghindar terus kak. Tolong aku untuk keluar dari sini, dan menjadi Tiara lagi, bukan memerankan Bella lagi. Aku benar-benar takut kalau harus berbohong terus kak ", sambung Tiara lagi dengan sedih.
"Baik, kakak akan bicarakan dengan Bella, keadaannya sudah darurat, kalau bisa hari ini juga Bella harus menggantikan mu. Kakak akan usahakan agar Bella mau menggantikan mu sekarang juga!", hibur Rico yang merasa kasihan dengan Tiara.
"Tetapi apakah kau sudah benar-benar yakin dengan keputusan mu ini?", tanya Rico memastikan lagi.
"Yakin kak, aku benar-benar sudah yakin. Lagipula aku hanyalah pengganti, saat Eden sudah tidak buta, tentu yang asli harus kembali ke posisinya kembali", ujar Tiara.
"Baiklah kalau kau sudah yakin", sahut Rico menutup pembicaraan mereka di telpon.
...********...
"Benarkah Eden mau membawa Tiara pergi ke perusahaan?", tanya Bella mulai tertarik, bahkan bangun dari duduknya untuk mendekati Rico.
"Betul, makanya Tiara ingin kau segera menggantikan posisinya. Hari ini dia bisa menghindar dengan membuat alasan, tapi tentu tidak bisa menghindar terus-menerus. Eden tentu akan curiga!", ujar Rico.
"Ha..ha..ha, ternyata adik ku yang berwajah polos ini bisa berbohong juga. Bahkan bisa membohongi pria seperti Eden. Keahliannya di bidang ini tidak diragukan juga", ujar Bella tertawa senang.
"Bukankah gara-gara kamu dia berbohong?", tanya Rico kesal.
"Bukan gara-gara aku kak! Aku tidak pernah meminta dia untuk menggantikan ku. Ayah yang meminta dia untuk menggantikan ku. Aku kan hanya tidak ingin menikah dengan Eden karena Eden buta. Tapi aku tidak pernah meminta Tiara untuk menggantikan ku. Makanya kau jangan menyalahkan ku. Aku juga tidak pernah berhutang budi pada Tiara. Dia sendiri yang dengan sukarela menggantikan ku!", ujar Bella tidak mau disalahkan.
__ADS_1
"Kau sungguh egois", omel Rico kesal.
...********...
"Sudah! Kamu berdua jangan mempermasalahkan hal yang sudah lewat! Pikirkan yang terjadi saat ini!", ujar Mita melerai kedua anaknya yang seperti Tom and Jerry setiap bertemu.
"Bella! Menurut ibu sudah saatnya kau menggantikan Tiara, kalau kau masih menginginkan posisi sebagai istri Eden", ujar Mita memberi pendapat dan menarik Bella untuk kembali duduk di sofa
"Kau pikir deh, Eden sudah mau bawa Tiara ke perusahaan, berarti kan dia menghargai kamu. Bisa jadi Eden mau mengenalkan kamu pada orang-orang di perusahaan. Jadi saat kamu bersama Eden, kamu sudah tidak perlu repot-repot mengambil hatinya Eden lagi. Kamu hanya perlu bersikap manis agar makin disayang Eden. Eden juga sudah pasti menjalani operasi mata, kau hanya perlu bertahan sebentar, orang kaya seperti Eden jika ingin melakukan sesuatu pasti prosesnya cepat", bisik Mita di kuping Bella.
"Betul kata ibu, aku juga berpikiran sama seperti ibu, ibu ku memang is the best", sahut Bella mencium pipi ibunya kegirangan.
"Baiklah aku hari ini gantiin Tiara, biar aman. Lagipula aku sudah bosan di rumah, kartu ku semua limitnya sudah habis", sambung Bella yang sudah membayangkan jika menjadi istri Eden dia sudah tidak perlu khawatir soal keuangan lagi.
Sedangkan Rico yang tidak bisa mendengar perkataan Mita tadi, hanya bisa menghela nafas kesal. Rico sudah hafal sifat ibunya itu, setiap dia mengajarkan hal tidak benar pada Bella, pasti tidak ingin diketahui Rico, karena biasanya Rico langsung protes.
"Tapi yang menjadi pertanyaan ku, Koq Tiara bisa dengan mudah menaklukkan hati para pria dengan begitu mudahnya. Punya ilmu apa dia?", tanya Bella penasaran.
"Menurutku tidak bisa, Tiara memiliki hati yang tulus, sedangkan Bella licik dan egois!Cantik bukan segalanya", sahut Rico.
"Kalau kau masih menghina adik mu terus jangan harap Bella akan menggantikan Tiara hari ini!", ancam Mita yang membuat Rico akhirnya memilih diam.
...********...
Tiara sungguh merasa bosan, dari tadi dia terpaksa hanya tiduran saja. Mau bangun dari tempat tidur, dia takut Eden berubah pikiran dan mengajaknya lagi ke perusahaan, karena dari tadi Eden belum mengganti baju rumah.
Tiara mau tidak mau bertahan, walaupun merasa punggungnya panas.
Tiara juga tidak terlalu banyak bergerak, Eden duduk di depannya, di kursi santai yang menghadap ke tempat tidur, sepertinya kursi itu memang sengaja diposisikan menghadap ke tempat tidur, karena belakang tempat tidur ada sebuah jendela kaca besar yang bisa melihat pemandangan di luar yang menghadap ke taman mansion.
__ADS_1
Tiara yang semakin mengenal sifat Eden merasa kalau dulu Eden suka melihat ke arah jendela kaca, bahkan pada saat Eden buta saja sering melayangkan pandangannya ke arah jendela.
"Ih.. koq aku malah jadi mikirin si Eden sih? gak penting! Aku tinggal menunggu kabar dari kak Rico saja, setelah itu aku akan bebas dari sini, dari Eden. Aku harus melupakan semua kenangan ku di sini, agar aku bisa memulai hidup baru lagi", pikir Tiara membuang pikirannya tentang Eden yang tiba-tiba muncul di kepalanya.
Tiara tersentak ketika telpon genggamnya bergetar, Tiara memang sengaja mensenyapkan dering telpon genggamnya.
Melihat pesan masuk di telpon genggamnya, Tiara segera membuka kotak surat yang dia yakin dikirim oleh Rico. Benar saja dugaan Tiara,
Aku membawa kabar bagus untuk mu, Bella sudah bersedia berganti tempat dengan mu, kau sudah siap kan? Aku sudah berangkat sekarang, kau tunggu tuan Eden lengah, langsung bertukar posisi dengan Bella. Bibi Mery sudah menyuruh kami ke sana, urusan bibi Mery dengan pelayannya yang lama juga sudah beres semua.
Aku dan Bella menunggu di bawah saja, saat tuan Eden lengah, kau segera ke bawah bertukar posisi dengan Bella.
Selesai membaca pesan itu, jantung Tiara langsung berdebar-debar kencang, walaupun Tiara senang, dia tetap memiliki perasaan takut juga menjalankan misinya.
Dari tadi setiap dia bergerak, Eden akan langsung bertanya,
"Mana mu yang tidak enak? Koq sepertinya kamu gelisah?"
Hal itulah yang akhirnya membuat Tiara tidak terlalu banyak bergerak.
Sedangkan Eden seperti penjaga yang dari tadi duduk tegak di kursi santainya itu, dan dari tadi posisinya sama sekali tidak berubah, dengan pandangan matanya mengarah ke tempat tidur.
Tiara bahkan merasa seperti sedang ujian sekolah dan Eden adalah pengawas yang menjaga agar murid-murid tidak nyontek.
"Saat buta saja dia sudah begitu menyeramkan, bagaimana kalau dia sudah bisa melihat?", pikir Tiara yang membuat hatinya semakin gelisah dan takut.
Bersambung........
Sambil nunggu yang belum mampir, mampir yuk ke karya author yang sudah tamat ini. Ceritanya gak kalah menarik lho. Ditunggu dukungannya 🤗🤗😘😘😘
__ADS_1