
"Koq Tiara belum keluar? Apakah Tiara sakit?", tanya Wijayanto entah kepada siapa.
"Ya sudah! Coba aku ke kamarnya saja, mau tanya dia sebenarnya niat masak atau enggak sih?", ujar Mita dengan kesal sambil bangun dari duduknya.
Begitu sampai di kamar Tiara dan tidak menemukan Tiara, Mita keluar lagi sambil mengomel, "Heran! Ke mana sih anak itu? Enggak ngomong, main pergi saja. Mungkin dia mau menghindar, biar gak usah masak kali", tuduh Mita.
"Dia tidak di kamar?", tanya Wijayanto curiga, dan langsung berjalan menuju kamar Tiara.
Yang pertama Wijayanto lakukan adalah membuka lemari pakaian Tiara, dan ketika melihat lemari pakaian Tiara yang kosong, Wijayanto sadar, kalau Tiara kali ini benar-benar marah dan sudah kabur dari rumah.
"Sial! Ke mana Tiara pergi? Rencana ku menggunakan dia untuk menahan kemarahan Eden jadi tidak bisa! Kali ini habislah aku kalau tidak menemukan dia! Kenapa kemaren aku tidak kepikiran kalau dia bisa kabur!", sesal Wijayanto.
"Tapi dia bisa ke mana? Dia baru balik dari Australia belum lama ini. Apakah perginya dia berhubungan dengan Rico? Aku harus menyelidikinya dengan hati-hati dan tidak boleh ketahuan Rico!", putus Wijayanto dalam hati.
...********...
Semua pelayan di Mansion Nugroho diperintahkan mulai membongkar sampah di depan Mansion. Untung saja sampah nya belum diangkut truk sampah, kalau sudah jangan-jangan mereka disuruh ke sampah pusat oleh Tuan mereka, pikir para pelayan yang tidak berani protes apapun.
Para pelayan dengan serius mencari buku ungu bergambar Minion sesuai dengan yang diperintahkan, karena kali ini saat mereka bekerja, Eden berdiri tegak memperhatikan mereka dengan serius.
Mery dan Nugroho yang berada dalam mobil dan baru kembali dari bandara, saat mau masuk ke mansion melihat kejadian itu tentu bingung.
__ADS_1
"Apa yang sedang dilakukan para pelayan itu, Eden?", tanya Nugroho setelah menurunkan kaca mobilnya.
"Mencari barang ku yang kebuang. Ayah sudah sehat ya?", ujar Eden sambil menanyakan keadaan sang ayah.
Nugroho hanya mengangguk. "Barang apa yang kau cari? Dan sejak kapan kau bisa begitu ceroboh, membuang barang mu sendiri?", tanya Nugroho merasa heran.
"Nanti baru ku beritahu, ayah masuk saja dulu, ayah pasti sudah capek melakukan penerbangan yang lama, nanti kalau sudah ketemu saya segera menyusul ayah", ujar Eden agar ayahnya tidak bertanya lebih banyak lagi. Eden menghela nafas lega ketika ayah nya tidak bertanya lagi. Belum sampai setengah jam, tiba-tiba salah satu pelayan berteriak,"Ketemu tuan, ini bukan?", sambil mengangkat tinggi buku ungu yang dia temukan.
Eden langsung berlari mendekati pelayan itu, setelah melihat sejenak, Eden langsung mengambil dari tangan pelayan itu. "Betul!", sahut Eden singkat.
"Saya bersihkan dulu Tuan, tadi tertumpuk di sampah-sampah lain", ujar sang pelayan yang tahu kalau Eden sangat menjunjung tinggi kebersihan itu.
"Tidak perlu! Kalian semua bersihkan saja badan kalian sendiri sebelum mulai bekerja", ujar Eden, sesudah itu langsung masuk ke dalam mansion sambil membawa buku berwarna ungu itu.
"Iya ya, aku juga penasaran apa sih isinya. Sayang... tadi saat kita mencari ditungguin Tuan Eden, kalau enggak, tadi kan kita bisa intip dikit-dikit", sesal pelayan yang tadi menemukan buku itu.
"Aku juga menyesal, harusnya kemaren aku baca isinya sebelum dibuang. Siapa tahu di dalam situ ada rumus bagaimana menjadi orang kaya", ujar pelayan yang pertama lagi.
"Dasar kebanyakan mimpi kamu!", sahut temannya tertawa.
Hal biasa kalau rasa ingin tahu semua orang sangat besar, apalagi kalau sudah menyangkut orang seperti Eden yang memiliki kuasa dan kedudukan.
__ADS_1
...********...
Begitu menemukan buku itu, Eden bahkan sudah lupa dengan janjinya pada sang ayah, Eden langsung menuju ke kamarnya, Eden benar-benar sudah tidak sabar membaca isi buku itu, kali ini dia yakin pasti ada rahasia tersembunyi di buku itu.
Setelah melap buku itu dengan tissue, Eden langsung duduk di meja kerjanya dia, dan mulai membuka buku itu. Eden mulai mengerti apa yang terjadi, ketika dia selesai membaca halaman pertama. Tiara menggantikan Bella untuk menikah dengannya, karena merasa berhutang budi pada keluarga angkatnya. Tiara pada mulanya berkomitmen akan menjadi istri yang baik dan akan melayani dia dengan baik, karena menganggap kalau menjadi istrinya sudah menjadi takdir nya. Tapi di halaman berikutnya, pikiran Tiara mulai berubah ketika Eden yang selalu bersikap memusuhinya, bahkan Eden yang berkata hanya menganggapnya sebagai pelayan. Dan halaman berikutnya, Eden berkata tidak akan mencintai nya sampai kapan pun juga. Halaman berikutnya lagi, saat Eden tidak mengijinkannya keluar kamar tanpa ijinnya, makin membuat hidup Tiara tertekan, Tiara merasa bagaikan burung yang hidup di sangkar.
"Apakah sikap ku sejelek itu? Mengapa yang Tiara ingat semua sifat jelek ku, masak tidak ada yang bagus sedikit pun?", pikir Eden semakin penasaran, dan kemudian membuka halaman berikutnya lagi. Yang ada Tiara semakin takut padanya, Tiara yang tidak bisa menebak apa maunya, sehingga Tiara selalu merasa hidup tidak tenang.
Kalau hidup seperti ini terus, entah aku bisa hidup sampai umur berapa? Jantung ku selalu berdebar-debar ketakutan setiap dia memanggil namaku ataupun mendekati ku. Entah apa yang diinginkannya? Aku tidak bisa membaca isi hatinya, aku selalu ketakutan, semoga kak Rico cepat membawa kabar baik dan Bella mau kembali ke posisinya. Sesudah ini aku bisa hidup bebas, hidup merdeka dari manusia edan ini, jadi aku tidak perlu lagi takut mati karena jantungan.
Tulisan di halaman terakhir, yang membuat Eden mengepalkan tangannya karena geram, dia sudah dibohongi keluarga Wijayanto.
"Tiara! kau coba-coba mau kabur dari ku! Aku pasti akan menemukan mu! Kalau tidak keluarga mu akan kuhabisi", ujar Eden bangun dari duduknya dan menuju ke bawah.
...********...
Begitu melihat Eden yang muncul, Nugroho langsung mengajak Eden untuk makan bersama. "Ayo kita makan bersama Eden, habis ini ngobrol-ngobrol, sudah lama kita tidak berkumpul bersama. Ayah ingin tahu bagaimana dengan keadaan perusahaan sekarang? Oh ya, di mana istri mu?", tanya Nugroho, yang belum tahu kejadian sebenarnya, karena Mery belum memberitahunya, Mery masih berharap Bella dan Eden akan berubah pikiran.
"Perusahaan baik-baik saja yah, malah bertambah maju. Mungkin dalam waktu dekat ini kita akan membuka cabang di Indonesia bagian Timur", ujar Eden.
Nugroho mengangguk puas mendengar perkataan Eden. "Bagus! Kau selalu hebat dalam bisnis. Tapi di mana istri mu sekarang?", tanya Nugroho.
__ADS_1
"Yang ayah maksud istri ku yang mana? Bella atau Tiara?", tanya Eden langsung menghujamkan pandangannya pada Mery yang kaget mendengar perkataan Eden.
Bersambung........