Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Ingatan yang kembali


__ADS_3

Setelah berkata akan kembali ke kamar pada bibi Ana, Tiara bukannya kembali ke kamar, melainkan berjalan ke luar ke halaman. "Ah, sebaiknya aku menghirup udara segar di taman, daripada berada di kamar bersama Eden!", pikir Tiara dalam hati, lagipula Tiara merasa sakit hati karena merasa Eden sekarang tidak mempedulikannya lagi.


Lampu taman yang redup membuat suasana terasa begitu sepi, Tiara merasa dia saat ini seperti sendirian saja. "Huh.. manusia kejam, bahkan aku sudah begitu lama tidak naik ke atas dia tidak mencari ku!", pikir Tiara sedih. Tiara benar-benar menjadi sensitif dan perasa.


Untuk menghilangkan rasa sedihnya, Tiara mengedarkan pandangannya ke sekitar taman, namun tiba-tiba pandangannya berhenti pada ayunan yang terletak di taman, Tiara pun mendekati ayunan itu dan memegang tali ayunan itu sambil termenung kembali. Tiba-tiba sekilas bayangan berkelebat di kepalanya, seseorang berkata padanya, "Kau jangan menghinaku! hanya gara-gara aku buta!". Dan orang itu adalah Eden!


"Sepertinya kejadian ini pernah terjadi, ini masa-masa yang terlupakan oleh ku. Begitu nyata! Eden galak pada ku, berarti Eden dulu memang galak pada ku. Mungkin karena kecelakaan yang menimpa ku membuat dia baik pada ku!", pikir Tiara semakin yakin.


Hal tersebut akhirnya membuat Tiara berusaha mengingat masa-masa yang sudah dia lupakan. Bahkan sakit kepala hebat yang menyerang kepalanya tidak dia perduli kan lagi, apalagi saat dia berusaha mengingat, ada sebagian masa lalu yang berkelebat di kepalanya. Karena terlalu memaksakan pikirannya, akhirnya Tiara jatuh tidak sadarkan diri.


...*******...


"Tiara belum kembali ke kamar bi", sahut Eden mulai tidak tenang.


"Lho! Tadi dia membantu ku membereskan meja, tapi aku menasehati dia agar kembali ke kamar untuk istirahat saja, Tiara mengiyakan dan berkata dia akan kembali ke kamar", sahut bi Ana bingung.


"Kalau begitu ke mana dia? Aku cari dulu!", ujar Eden yang tiba-tiba merasa khawatir dan menyesali emosinya, karena tadi sudah meninggalkan Tiara. Eden segera. berjalan ke luar mansion, bi Ana juga ikut keluar dan membantu mencari Tiara.


Yang pertama didatangi Eden adalah penjaga pintu gerbang, karena Eden curiga Tiara pulang ke rumah.


"Tidak Tuan. Dari tadi tidak ada yang keluar", sahut penjaga itu.


"Ke mana dia?", pikir Eden yang merasa semakin khawatir dan menyesal.


...********...

__ADS_1


Setelah berkeliling di halaman mansion yang luas itu akhirnya Eden menemukan Tiara berada di taman, di dekat ayunan dan dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Tiara!", seru Eden kaget ketika melihat tubuh Tiara tergeletak di rerumputan taman. Eden segera berjongkok, dan menaruh kepala Tiara di atas pahanya, menepuk-nepuk pipi Tiara, berusaha menyadarkan Tiara. Bibi Ana di belakang Eden, memandang khawatir. "Segera bawa ke rumah sakit saja Eden",usul bibi Ana.


" Iya bi, tolong panggilkan pak Yanto", ujar Eden.


"Baik", sahut bibi Ana langsung pergi memanggil pak Yanto, supir keluarga Nugroho.


Tidak lama kemudian, Pak Yanto sudah siap di belakang kemudi. Eden segera menggendong Tiara ke tempat duduk belakang. Eden juga duduk di belakang menemani Tiara, bibi Ana menatap kepergian mereka dengan perasaan khawatir.


"Tuhan, lindungi bayi dan ibunya. semoga tidak terjadi apa-apa..,.", doa bi Ana dalam hati


...********...


Eden meletakkan kepala Tiara di atas pahanya, sambil memandang wajah cantik Tiara yang terlihat agak pucat.


...********...


"Maafkan aku Tiara, aku akan berusaha untuk lebih sabar lagi pada mu, semoga tidak terjadi apa-apa pada mu dan calon anak kita" , ujar Eden menggenggam tangan Tiara dan menatap Tiara dengan penuh penyesalan.


"Pak Yanto, lebih cepat lagi!", ujar Eden memberi instruksi, Eden benar-benar merasa begitu lama dan tidak sampai-sampai ke rumah sakit.


"Baik tuan Eden, sebentar lagi sudah mau sampai", ujar pak Yanto menenangkan sang tuan muda.


...********...

__ADS_1


" Wah Tuan Eden ternyata perhatian banget sama istrinya! Sepertinya tuan Eden sama sekali tidak tidur semalaman. Setiap aku mengganti infus atau apa saja, tuan Eden selalu siaga menunggu istrinya sadar, menggenggam tangan istrinya, menatap istrinya dengan muka sedih. Wah sungguh beruntung istrinya tuan Eden, memiliki suami yang tampan, super kaya dan penuh perhatian", gosip perawat muda itu kepada temannya sesama perawat juga.


"Maksudmu tuan Eden dari Nugroho Grup, yang sering menyumbangkan alat-alat medis di rumah sakit kita ini?", tanya teman si perawat.


"Iyalah! Emang tuan Eden yang mana lagi?", sahut si perawat muda.


"Lho nyonya Eden kenapa lagi kali ini? apa kecelakaan lagi?", tanya teman si perawat, yang ternyata dulu juga sudah pernah menangani Tiara.


" Hush! sembarangan, kecelakaan apa? Nyonya Eden pingsan di rumah", sahut si perawat muda.


"Oh..waktu itu Nyonya Eden sudah pernah masuk sekali karena kecelakaan, kasihan sekali. Nyonya Eden mengalami keguguran, bahkan lupa pada suaminya sendiri, Tuan Eden! Bahkan pertamanya dia takut pada tuan Eden dan mengusir tuan Eden ke luar ruangan", ujar teman perawat itu bercerita seru. "Mungkin waktu itu kau belum bertugas di sini, jadi kau tidak tahu ceritanya!", sambung teman si perawat lagi. Maklum kalau sedang sift malam, gosip termasuk salah satu obat untuk menghilangkan kantuk.


"Astaga! koq bisa? Kalau aku punya suami seperti tuan Eden mah, mungkin sampai mati pun aku tidak akan bisa lupa!", sahut si perawat muda dengan hiperbola.


"Dasar kau sembarang bicara! ingat ini malam jumat kliwon! Namanya terserang amnesia, ya pasti lupa lah!", sahut si teman perawat lagi.


"Tapi kalau pun amnesia, ada laki-laki ganteng seperti tuan Eden di depan ku, gak bakal ku usir Tri!", sahut perawat muda itu.


"Ya mau gimana lagi, Nyonya Eden ternyata punya pacar yang ganteng juga, jadi saat dia sadar yang diingat pacarnya, suaminya malah dia lupa. Untung setelah ayahnya datang meyakinkan nyonya Eden, akhirnya Nyonya Eden bisa terima. Waktu itu cerita ini sampai heboh di rumah sakit kita ini!", cerita perawat yang bernama Tri itu. "Dan kau tahu tidak, dengar- dengar kabar ternyata ex pacarnya Nyonya Eden itu masih sepupunya Tuan Eden!", sambung Tri lagi.


"Apa??? Wah beruntung sekali Nyonya Eden. Tuan Eden ganteng, sudah bisa dipastikan sepupunya juga ganteng!", sahut perawat muda itu semakin seru. "Berarti Tuan Eden nikung sepupunya sendiri dong?", tanya perawat muda itu penasaran.


" Mana aku tahu! Sudah ah..aku mau ganti infus di kamar 303 dulu! Emang kali ini Nyonya Eden kenapa lagi?", tanya Tri.


"Nyonya Eden ditemukan pingsan di taman mansion nya. Masih diteliti oleh dokter penyebabnya, sambil menunggu Nyonya Eden sadar kembali. Nyonya Eden saat ini juga tengah mengandung lagi, untung kandungannya tidak bermasalah. Jadi dokter menghindari rontgen dulu!", ujar perawat muda itu.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2