
Tiara begitu senang begitu mereka tiba di Perancis. Eden sampai geleng-geleng kepala melihat Tiara yang sama sekali tidak merasa capek dan masih kelihatan begitu bersemangat, padahal baru saja melakukan perjalanan jauh. Perjalanan nya saja memakan waktu enam belas jam lebih dengan pesawat.
Tapi Eden juga kali ini menikmati perjalanan nya keluar negri juga, soalnya sejak di pesawat Tiara manja sekali padanya, Tiara dari tadi meletakkan kepalanya di dada Eden dan Eden tentu merasa senang, apalagi Eden suka mencium rambut Tiara yang wangi Lavender itu.
Eden bersyukur dia memilih kursi VIP pesawat yang hanya duduk berdua saja dengan pegangan tengahnya yang bisa dinaikkan, setidaknya bi Ana yang di belakang tidak bisa melihat mereka, kalau ada bi Ana sudah pasti Tiara lebih menjaga sikap.
Soalnya ada juga yang VIP nya duduk berhadapan, sepertinya dikhususkan untuk keluarga, tentu Eden tidak mau diganggu, Eden hanya mau Tiara memperhatikannya saja.
********
Bi Ana malah tidak secerah biasanya, ternyata bi Ana mabuk udara, padahal sebelum berangkat Bi Ana sudah minum obat anti mabuk, tapi karena perjalanan yang memerlukan waktu lama, akhirnya khasiat obat itu habis dan membuat bi Ana tiduran saja sepanjang perjalanan.
"Bi Ana! Apakah kau sakit? Kok dari tadi diam saja?" tanya Tiara yang baru sadar. Tiara langsung melepaskan gandengannya dari Eden dan menghampiri Bi Ana dan kini ganti menggandeng bi Ana. Sedangkan Eden hanya bisa menatap cemburu ke arah kedua perempuan yang kini berjalan di depannya itu.
Tuh kan, kalau Honeymoon pergi bertiga gini gak enak banget, sekarang Ara malah gandeng bi Ana, aku malah dibiarkan jalan sendiri, gerutu Eden dengan kesal dalam hati.
"Iya Ara, bibi ini agak mabuk udara!", ujar bi Ana yang mukanya terlihat letih.
"Ya sudah bi, habis ini nanti minta mas Eden langsung ke hotel saja untuk beristirahat, biar makannya pesan ke kamar saja, agar bi Ana bisa istirahat lebih cepat," usul Tiara. Bi Ana hanya bisa mengangguk dan tidak banyak bicara seperti biasanya, bagaimana tidak? Selain kepalanya sakit, begitu berada di luar pesawat mereka langsung disambut hawa dingin, walaupun saat ini belum musim dingin, tapi sudah memasuki musim gugur, jadi hawanya pun dingin.
Ha! Asik, langsung ke hotel! untung bi Ana mabuk udara, kalau di hotel aku bisa berduaan sama Tiara saja dan bisa bikin acara sendiri, ini benar-benar honeymoon, pikir Eden yang kegirangan mendengar Tiara yang mengusulkan langsung ke kamar hotel. Otaknya sudah dipenuhi rencana bermesraan dengan Tiara. Apalagi dia sudah menyelipkan baju tidur sexy yang dibeli Lily untuk Tiara ke dalam koper. Eden sudah membayangkan akan meminta Tiara memakai baju itu nanti malam.
Bisa lembur aku malam ini! Nanti aku harus pesan makanan yang banyak mengandung energi! pikir Eden kegirangan.
"Mas! Kok ditanya gak jawab sih?" tampak wajah Tiara memberengut, entah sudah sejak kapan Tiara menghadap ke arah Eden yang sedang senyum-senyum sendiri.
"Apa Ara? maaf hawa dingin membuat aku gak konsentrasi, pengennya yang hangat-hangat." ujar Eden sambil memandang penuh arti ke Tiara.
__ADS_1
"Kita langsung ke Hotel saja mas, kasian Bi Ana," ujar Tiara mengulangi pertanyaannya tadi.
Huh! pasti otaknya sudah mesum, kalau enggak ngapain dia senyum-senyum sendiri! gerutu Tiara dalam hati dan memandang curiga ke Eden.
"Oke! Kita langsung menuju ke Hotel saja, aku juga sudah capek Ada," ujar Eden penuh semangat.
**********
Tapi begitu mereka berada di luar bandara, Eden harus menelan kekecewaannya, ternyata Lily dan Rico sudah berada di sana menunggu di pintu kedatangan.
Begitu melihat Tiara, Lily langsung melambaikan tangannya ke arah Tiara, Lily tentu mudah terlihat. Karena tubuhnya tinggi dan berdiri di antara orang-orang Eropa.
"Lily!", teriak Tiara kegirangan dan segera melangkah cepat ke arah Lily, tapi Tiara langsung ditarik Eden.
"Jangan ceroboh Ara! Kau sedang hamil, jalan biasa saja!" tegur Eden yang memang sudah kesal, karena merasa rencananya jadi terganggu.
*********
Sedangkan Bi Ana sendiri sudah berada di dalam kamar hotel terlebih dahulu untuk beristirahat, untung saja Eden memang memilih hotel yang dekat dengan bandara di hari pertama mereka menginap.
Benar saja, yang namanya kalau perempuan sudah bertemu dan ngobrolnya nyambung, dunia serasa milik mereka berdua saja. Eden dan Rico yang duduk berjauhan dari tadi hanya diam saja melihat kedua perempuan itu yang sepertinya sudah lupa dengan keberadaan Rico dan Eden.
Karena hubungan Eden dan Rico yang sudah tidak bagus sejak awal mereka bertemu, akhirnya keduanya sama sekali tidak ada yang berniat untuk memulai obrolan, alhasil kedua pria itu hanya duduk diam menatap ke arah Lily dan Tiara.
**********
Tanpa sadar pandangan Eden tiba-tiba beralih ke arah Rico dan melihat Rico yang tampak sedang tersenyum sambil memandang ke arah Tiara dan Lily. Tapi tiba-tiba Eden yang mudah curiga, merasa kalau Rico lebih banyak memandang ke arah Tiara istrinya, dibandingkan Lily adiknya.
__ADS_1
Akhirnya Eden yang posesif dengan perasaan curiga dan tidak senang menghampiri Rico.
"Kau jangan coba-coba mempermainkan adik ku ya! Awas kalau kau berani macam-macam!" ancam Eden dengan tidak bersahabat.
Rico yang sebetulnya sudah tidak mau memusuhi Eden, akhirnya terprovokasi juga mendengar perkataan Eden, sehingga akhirnya mengeluarkan kata-kata yang sinis juga.
"Kau peringati adik mu sendiri! Jangan aku, aku tidak pernah berniat mendekati adik mu, walaupun kau dari keluarga kaya."
"Kalau enggak, ngapain kau datang ke sini? Biasa buah tidak jauh dari pohonnya," sindir Eden yang menyamakan Rico dengan ayahnya.
"Aku datang melihat keadaan Tiara!"
Mendengar itu Eden langsung emosi, Eden merasa kalau curiganya benar juga, ternyata Rico masih menyimpan rasa pada Tiara.
"Apa hak mu datang melihat Tiara! Sebaiknya kau pergi dari sini!" ujar Eden langsung keluar sikap arogannya.
"Aku tetap kakaknya, walaupun hanya kakak angkat! Tentu aku berhak datang melihatnya. Aku harus meyakinkan kalau kehidupan Ara baik-baik saja, sejak dia hidup dengan pria egois seperti mu."
Karena terpancing emosi, akhirnya Rico mengeluarkan kata yang tidak enak didengar juga. Kata-kata yang akhirnya memancing emosi Eden.
"Berani sekali kau menghina ku! Aku tentu bisa menjaga Tiara dengan baik, kau tidak usah ikut campur!" ujar Eden sambil menarik kerah baju Rico.
Akhirnya perbuatan Eden menarik perhatian Tiara dan Lily yang segera menghampiri kedua pria yang sedang beradu argumentasi itu.
Bersambung..........
...Maaf ya pembaca, ini hanya bonus chapter, jadi gak up setiap hari....
__ADS_1
...Terimakasih buat yang sudah mampir kembali dan mendukung...
...🥰🥰🥰🥰🥰...