
"Wijayanto, kau tolong perhatikan Rico, mengapa dia sampai mengacau di tempat kami. Gara-gara Rico, Tiara tidak sadarkan diri! Entah apa yang sudah dikatakannya pada Tiara!",omel Mery pada Wijayanto lewat pembicaraan di telpon.
"Ah ..berarti Rico sudah tahu Tiara di situ ya kak?", tanya Wijayanto kaget
"Lho memang Rico tidak tahu kalau Tiara sudah bersama dengan Eden? Koq bisa sih kalian sekeluarga tidak ada komunikasinya?", tanya Mery.
"Sebetulnya waktu Tiara menghilang itu, ada sedikit kesalahpahaman antara aku dan Tiara, akhirnya Tiara kabur dari rumah dan Rico menyembunyikannya. Aku memberitahukan kepada Eden tempatnya, tapi aku tidak pernah memberitahukan Rico kalau Tiara sudah bersama Eden kembali. Aku khawatir kalau dia marah, karena dia juga menginginkan Tiara menjadi istrinya", ujar Wijayanto mengakuinya.
"Harusnya kau menjelaskan pada Rico yang sebenarnya, agar tidak ada lagi kesalahpahaman. Beberapa hari lagi Eden dan Tiara akan merayakan pernikahan mereka, pada akhirnya Rico akan tahu juga! Tapi semua sudah terlanjur, jadi kali ini kau harus bicara baik-baik pada Rico, kalau Eden dan Tiara sekarang sudah saling mencintai. Biarkanlah mereka bahagia, kau minta Rico mengerti dan jangan mengganggu hubungan mereka lagi. Lagipula sekarang status mereka sudah benar-benar suami istri. Apalagi Tiara juga tidak boleh berpikir banyak, seperti saat ini. Bagaimana juga Rico menyayangi Tiara, semoga saja dia bisa menerima kenyataan ini", ujar Mery menasehati Wijayanto.
"Baiklah kak, nanti aku akan bicara padanya", ujar Wijayanto menarik nafas berat.
...*******...
Eden memutuskan tidak jadi ke perusahaan dan menjaga Tiara yang masih tidak sadarkan diri. Eden menatap Tiara dengan rasa khawatir sambil menggenggam tangan Tiara, serta mengelus tangan yang terasa dingin dalam genggamannya itu.
Dokter yang dipanggil datang, juga sudah selesai memeriksa dan sudah ijin untuk pulang.
"Sepertinya dia mengalami rasa sakit berlebihan pada kepalanya atau kaget, sehingga membuat nyonya tidak sadarkan diri. Sebaiknya usahakan nyonya untuk tidak berpikir banyak dulu", ujar dokter itu dan memberikan resep vitamin untuk otak.
"Kalau memang ingin nyonya mengingat kejadian yang sudah dilupakannya, saya anjurkan agar nyonya diterapi saja", sambung dokter itu menganjurkan.
"Tidak perlu dok, biarkan saja dia memulai hidup baru saja. Buat saya dia bisa atau tidak ingat kejadian yang sudah dia lupakan itu sudah tidak masalah dok. Jadi istri saya tidak akan saya ikutkan terapi", jawab Eden langsung menolak, karena dalam hati Eden lebih suka Tiara sudah tidak bisa mengingat masa lalunya itu.
"Baiklah tuan Eden, itu hanya sekedar usul saja", sahut dokter itu akhirnya.
__ADS_1
...********,...
"Aku harap kau tidak bisa mengingat kejadian yang sudah kau lupakan itu. Saat ini kita sudah bahagia, itu sudah cukup Tiara", harap Eden dalam hati dan kembali memandang ke Tiara.
Tidak lama kemudian tampak Tiara perlahan mulai membuka matanya. "Mas...apa yang terjadi? Di mana kak Rico?", tanya Tiara sambil mengedarkan pandangannya.
Mendengar pertanyaan Tiara, rasa cemburu dan khawatir membuat Eden mere*mas tangan Tiara yang berada dalam genggamannya tanpa sadar.
"Sakit mas", ujar Tiara yang berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan Eden, dan berusaha bangun dari posisi tidurnya
"Maaf kalau aku sudah menyakiti mu, aku tidak sengaja", ujar Eden yang bangkit dari duduknya dan membantu Tiara untuk bangun. Kemudian Eden ikut duduk di sisi tempat tidur, lalu menarik Tiara masuk dalam pelukannya.
"Kau sudah membuat ku khawatir Tiara. Sebaiknya kau jangan terlalu banyak berpikir dulu kata dokter yang memeriksa mu tadi", ujar Eden sambil mengelus punggung Tiara yang berada dalam pelukannya.
"Aku tidak suka dengan Rico kakak mu! Aku tidak ingin kau menemui dia lagi!", ujar Eden yang mulai kehilangan rasa sabarnya.
"Kenapa mas? kak Rico adalah kakak ku, dia juga yang paling baik pada ku di antara anggota keluarga ku. Kau tadi bahkan memukulnya. Sekarang kak Rico di mana?", tanya Tiara khawatir.
"Aku sudah mengusirnya pergi! Kau jangan coba-coba menemuinya lagi! Aku tidak mengijinkan mu menemuinya. Dia sudah membuat mu menjadi begitu!", ujar Eden marah.
"Mas tega, dia kan kakak ku. Mengapa mas harus sampai begitu?", ujar Tiara yang matanya mulai berkaca-kaca, karena Eden selama ini selalu memperlakukannya dengan baik dan lembut setelah Tiara amnesia.
"Maafkan aku Tiara, aku cemburu! Dia hanya kakak angkat mu, dia juga menyukai mu. Aku takut dia akan mengambil kamu dari aku!", ujar Eden kembali memeluk Tiara.
"Tapi aku kan istri mu mas? Bagaimana dia bisa mengambil ku dari mu? Aku juga hanya menganggap dia adalah kakak ku. Lagipula aku hanya mencintai mu, aku pasti tidak akan meninggalkan mu mas. Apalagi kau sudah begitu baik pada ku", ujar Tiara yang merebahkan kepalanya di dada Eden dan ikut memeluk pinggang Eden.
__ADS_1
Eden yang mendengar perkataan Tiara, tentu merasa senang mendengar Tiara yang tanpa sadar menyatakan cinta padanya. "Aku tidak boleh membiarkan orang yang mau mengganggu hubungan kami mendekati Tiara lagi, aku harus lebih berhati-hati agar Tiara tidak bisa mengingat masa lalunya lagi", pikir Eden dalam hati, sambil menunduk dan mengecup bibir Tiara yang berada dalam pelukannya.
Mery yang tadinya hendak melihat keadaan Tiara, akhirnya melangkah keluar lagi dari kamar itu dan menarik nafas lega ketika melihat kemesraan pasangan itu.
...********...
Ternyata Wijayanto tidak perlu mencari Rico, Rico sendiri yang mendatangi ayahnya.
"Ayah yang memberitahu Eden tempat persembunyian Tiara bukan?", tanya Rico dengan marah.
"Kau yang tidak benar. Mengapa engkau menyembunyikan adik mu?", ujar Wijayanto tak mau kalah.
"Karena Tiara sudah bersedia menikah dengan ku, asal aku mau membawanya pergi dari kota ini. Harusnya ayah tahu kalau Tiara begitu takut dengan Eden dan hidup tersiksa!", ujar Rico yang mengira Tiara hendak menikah dengannya karena menghindari Eden.
"Tapi mengapa kalian harus menyembunyikan dari kami?", tanya Wijayanto curiga,
"Karena kalian pasti tidak akan merestui kami, apalagi ibu. Aku tidak habis berpikir, ayah sudah bersalah pada Tiara sekali, tetapi ayah kembali melakukan hal itu! Ayah sungguh tega", ujar Rico kecewa.
"Untung ayah mencegah mu! Kau tahu tidak saat itu Tiara sedang hamil anaknya Eden! Hanya saja Tiara mengalami keguguran saat kecelakaan", ujar Wijayanto.
"Aku tahu, Tiara sudah memberitahu ku. Aku sudah bersedia menerima Tiara dalam keadaan apa pun. Tapi mengapa ayah mengkhianati ku, malah memberitahu lokasi kami pada Eden. Ayah sungguh terlalu!", ujar Rico penuh amarah.
"Kau sudah gila! Kau bahkan mau menerima perempuan yang hamil anak orang lain!", omel Wijayanto menatap tak percaya ke Rico.
Bersambung........
__ADS_1