Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
perbedaan sifat


__ADS_3

Begitu Lily sampai di mansion, Mansion Nugroho langsung ramai. Benar saja perkataan bi Ana, kalau Lily sifatnya sangat berbeda dengan Eden. Lily adalah perempuan yang ceria dan suka bercanda, serta berpenampilan modern.


Tiara begitu mengagumi penampilan Lily begitu masuk ke mansion. Lily tidak terlihat seperti anak perempuan konglomerat, penampilannya santai, dengan kaos bertuliskan "Love the world" dan celana jeans pendek, serta tas ransel di punggung. Lily terlihat seperti anak sekolah saja. Rambutnya juga dipotong pendek berwarna agak kecoklatan, hanya melewati kuping sedikit saja, tapi tidak mengurangi kecantikannya, Lily terlihat seperti perempuan yang energik.


...********...


"Ibu kangen sekali pada mu!", ujar Mery yang langsung menghampiri Lily dan memeluk Lily. "Harusnya kau habis ini jangan pergi lagi! Kau kan sudah lulus, menetap saja di Indonesia", sambung Mery.


"Aku kan sudah bilang sama ibu, aku juga kangen sama ibu, tapi aku suka tinggal di sana. Ibu kan tahu, aku suka lihat cowok-cowok Spanyol Bu. Semuanya ganteng-ganteng", ujar Lily tertawa.


Memang negara Spanyol terkenal sebagai penghasil cowok-cowok tampan.


"Tapi kan kata mu, kamu sudah putus dengan Robert pacar terakhir mu itu. Mengapa kau tidak tinggal di Indonesia saja, siapa tahu di sini kau bisa bertemu pria yang cocok", ujar Mery lagi.


"Nanti baru kita bicarakan lagi Bu, Aku kan di sini rencananya dua Minggu. Kalau dalam kurun waktu itu memang aku bertemu orang yang aku suka dan bisa membuat ku tidak ingin ke Spanyol lagi, ya aku akan tinggal di Indonesia", ujar Lily santai. Tentu jawabannya itu hanya sekedar menghibur Mery saja.


"Benar ya, kamu jangan cuman membohongi ibu. Ibu begitu kesepian tidak ada kamu di sini", ujar Mery lagi.


"Baiklah Bu, nanti aku pertimbangkan lagi", ujar Lily menghibur. "Tapi ibu kan sekarang sudah ada Tiara, istri kak Eden, setidaknya ibu sudah punya teman. Belum lagi bi Ana, ah iya bi Ana aku kangen", ujar Lily tiba-tiba, dan segera menghampiri bi Ana serta mencium pipi bi Ana.


Ana tertawa senang, "Astaga! bibi pangling sama kamu, jadi cantik sekali, sekarang kau sudah tidak mirip orang Indonesia", ujar Ana yang melihat Lily dari atas ke bawah. Ternyata Lily juga memakai softlens berwarna coklat, sehingga Lily yang berkulit putih dan berhidung mancung, dengan rambut disemir coklat dan mata berwarna coklat, membuat Lily tidak kelihatan seperti orang Indonesia. Apalagi Lily juga memiliki tubuh yang tinggi dan kaki yang panjang.

__ADS_1


"Ha..ha..ha..ha uang kan bisa merubah segalanya bi", ujar Lily tertawa terbahak-bahak, sambil gantian menghampiri pak Nugroho yang dari tadi duduk diam dan hanya memperhatikan tingkah anak perempuannya itu. Lily langsung duduk di samping Nugroho, memeluk dan mencium pipi Nugroho, "Nah ini, aku mau berterimakasih sama ayah yang bisa membuat ku menjadi seperti ini. Kalau ayah tidak memberikan aku uang, mana bisa seperti ini", ujar Lily yang kemudian bangun dari duduknya dan berputar di hadapan Nugroho.


"Ayah tidak suka! Nanti tidak ada yang percaya kalau kamu anak ayah!", sahut Nugroho.


"Siapa yang berani ngomongin ayah? Paling cuman berani di belakang, ngapain ayah perduli!", sahut Lily tertawa lagi.


"Kalau kamu begini terus, ayah gak bakal kirim uang buat kamu lagi! Lagipula ayah sudah pensiun, biar masalah keuangan nanti kamu berhadapan dengan kakak mu saja!", ujar Nugroho.


Mendengar itu Lily langsung menghampiri sang ayah, dan dengan kedua tangannya, Lily memeluk pergelangan tangan ayahnya. "Ayah boleh pensiun dari kerjaan ayah di perusahaan, tapi jangan pensiun dari keuangan, apalagi masalah jatah ku! Aku tidak mau berurusan masalah keuangan dengan kak Eden yang perhitungan dan pelit itu! Kalau dengan dia semua harus mendetail. Aku kan bukan jurusan akuntansi, aku kan ambil jurusan seni lukis", protes Lily.


"Namanya kalau sudah pensiun, ya pensiun semuanya!", ujar Nugroho yang tidak bergeming sama sekali.


"Iya, serem! bahkan kakak ipar mu tidak punya uang sesen pun. Waktu keluar malah pinjam uang sama bibi!", bisik Ana di kuping Lily, menakuti Lily.


...********...


"Astaga! Aku dari tadi sampai lupa! Aku kan belum kenalan dengan kakak ipar!", ujar Lily yang langsung melayangkan pandangannya ke ruangan mencari sosok Tiara.


Tiara yang dari tadi duduk diam di pojok hanya takjub menyaksikan tingkah laku adik iparnya itu, segera berdiri dari duduknya, ketika pandangan Lily berhenti padanya.


"Ah.. sudah ku duga pasti pilihan kak Eden yang seperti ini! kalem,anggun, sederhana dan penurut!", ujar Lily tanpa basa basi.

__ADS_1


Tiara sampai bingung mau menjawab apa, apalagi sesudah itu Lily menambahkan lagi, "Dasar beruntung banget tuh orang, sudah dapat yang sesuai kriteria, cantik dan imut seperti boneka lagi! Aku sudah lima kali pacaran saja belum bertemu yang cocok. Dia sekali dijodohkan ibu langsung dapat yang cocok! Ibu ku memang hebat", ujar Lily sambil memberi tanda jempol ke arah Mery. Mery hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Lily.


Sedangkan Tiara langsung tersipu mendengar perkataan Lily yang memujinya, apalagi semua yang berada di dalam ruangan itu jadi menoleh padanya.


...********...


Tiara bertambah salah tingkah, ketika dia sadar kalau dia belum melepas celemek nya, karena tadi saat Lily datang, Tiara baru dari dapur dan membantu menyusun makanan di meja. Tiara cepat-cepat melepaskan celemek nya,


"Apakah kakak ipar bisa masak? kak Eden menyuruh mu masak ya?", tanya Lily yang langsung bersikap akrab dengan Tiara.


"Bisa sedikit, aku memasak bukan disuruh Eden, tapi aku memasak untuk menyambut kepulangan mu", sahut Tiara.


"Wah, terimakasih kak sudah mau memasak untuk ku! Sungguh beruntung Eden punya istri seperti kakak. Ku beritahu kak, kakak memang boleh menurut sama kak Eden, tapi kakak harus meminta hak kakak juga. Misalnya uang!", ujar Lily yang langsung memeluk bahu Tiara dengan akrab. Tentu mudah bagi Lily untuk memeluk Tiara, karena Tiara memiliki tubuh yang mungil, sedangkan Lily tinggi.


"Aku kemaren ada dikasih kartu sama Eden, aku disuruh belanja-belanja hari ini. Tapi aku sedang tidak membutuhkan apa-apa, semuanya sudah tersedia", ujar Tiara polos.


"Tidak butuh pun kau harus cari yang dibutuhkan, mumpung lagi dikasih sama kak Eden. Jarang banget kak Eden bersikap dermawan! Sebelum kartu mu diambil kembali. Aku akan membantu kakak memilih barang-barang yang kakak perlukan. Pokoknya aku paling pantang ditolak keinginannya!", ujar Lily sebelum permintaannya ditolak Tiara. "Nanti habis makan, aku akan membawa kakak ke surga nya dunia, mari kita charge tenaga kita dulu", ujar Lily tertawa senang, sambil menarik Tiara ke meja makan.


Mery yang memang memanjakan Lily hanya tersenyum, sedangkan Nugroho hanya bisa menghela nafas melihat tingkah anak perempuannya itu.


Bersambung ..........

__ADS_1


__ADS_2