Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Keputusan Mery


__ADS_3

"Mengapa kakak berkata seperti itu? Bagaimana kalau Eden bisa melihat dan menemukan kalau Bella sudah diganti Tiara? Aku juga memikirkan kebaikan kakak. aku khawatir membuat hubungan kakak dan Eden menjadi semakin buruk", ujar Mita memberikan alasan.


Mery mendengus kesal mendengar perkataan Mita.


"Kau bukan memikirkan aku Mita, kamu hanya menginginkan yang terbaik buat anak yang kau manja itu. Andai dari pertama Bella menikah dengan Eden kan sudah tidak masalah!", sesal Mery.


"Tapi saat itu kau juga setuju!", ujar Mita yang tidak mau disalahkan.


"Iya, saat itu aku setuju, karena aku tidak berpikir panjang. Lagipula aku juga meragukan Bella bisa merawat Eden yang buta dengan sifatnya yang seperti itu!", ujar Mery memandang kesal pada Bella yang duduk anggun dan sama sekali tidak berkata apa-apa.


Bella memang pintar melihat situasi, saat melihat bibinya marah, Bella memilih diam saja, karena dia yakin kalau dia ikutan bicara tentu bibi Mery akan semakin marah padanya


"Biarlah ibu yang mengatasi bibi Mery saja, aku hanya perlu masuk ke keluarga Nugroho saat semua sudah siap. Ibu pasti bisa menjinakkan bibi Mery, bagaimanapun ibu adalah adik satu-satunya bibi Mery!", pikir Bella santai.


...*******...


"Tapi walaupun begitu aku juga memikirkan mu juga kak! Kalau tidak aku tidak mungkin langsung ke tempat mu. Aku melakukan ini karena khawatir pada mu. Walau tidak dengan Eden, sangat mudah bagi Bella menemukan suami yang seperti Eden kak. Aku memikirkan cara ini karena aku juga mengkhawatirkan hubungan mu dengan Eden nanti!", ujar Mita merayu kakaknya, sambil menggandeng tangan Mery dengan kedua tangannya.


"Kau saudara satu-satunya yang kumiliki, tentu aku juga selalu memikirkan kebaikan mu kak", rayu Mita yang akhirnya membuat Mery tidak bisa marah lagi dengan adik satu-satunya itu.


"Tapi aku merasa kalau kita menukar Tiara dengan Bella, kita sudah bersikap keterlaluan pada Tiara! Dulu kita meminta dia mengganti kan Bella seenaknya, bahkan sekarang kita suruh dia berhenti menjadi Bella sesuka kita. Itu sungguh tidak adil buat Tiara. Apalagi demi menikah dengan Eden Tiara sudah mengorbankan kekasihnya. Aku sungguh sudah menyesali perbuatan ku dulu, aku tidak mau melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Masak sekarang aku harus kembali memutuskan hubungan Tiara dengan Eden hanya gara-gara untuk kepentingan ku?", ujar Mery tetap tidak setuju.


Apalagi Mery langsung teringat apa yang sudah dilakukan temannya Ana, demi mendekatkan hubungan Tiara dan Eden.

__ADS_1


"Jadi apa yang akan kakak lakukan?", tanya Mita mulai tidak tenang.


"Aku memilih pasrah saja Mita, biarlah Eden mengetahui kebohongan ku. Aku sudah siap jika Eden semakin membenci ku, tapi setidaknya aku tidak melawan hati nurani ku sendiri. Tapi siapa tahu kalau Eden mencintai Tiara, tentu dia akan memaafkan ku, apalagi Tiara anak yang baik, pasti dia bisa memberi pengertian pada Eden", ujar Mery memutuskan.


Mita ternganga mendengar jawaban sang kakak, Mita tahu kalau hati Mery, kakaknya lembut, tapi sekali memutuskan sesuatu sudah sulit untuk dirubah.


...********...


"Waduh sepertinya aku sudah harus ikutan nih, kalau aku ingin menjadi istri Eden. Aku harus merebut tempatku lagi agar bisa hidup enak. Dari perkataan bibi Mery sudah bisa dipastikan Eden akan dioperasi. Kalau Eden tidak buta, aku gak rela dirampas Tiara !", pikir Bella dalam hati, melihat ibunya yang terdiam mendengar keputusan bibi Mery.


"Sebenarnya ini bukan kemauan ku bi, Tiara yang menginginkan agar posisinya segera diganti oleh ku!", ujar Bella berdiri dari duduknya dan mendekati bibi Mery.


"Tidak mungkin! Apakah kalian yang memaksa dia?", tanya Mery curiga menatap tajam ke Mita dan Bella bergantian.


" Lho bibi koq bisa yakin begitu? Aku tidak pernah memaksa dia bi! Bahkan aku tahunya Eden akan segera dioperasi, dari Tiara bi!", ujar Bella meyakinkan.


"Aku tidak berani berbohong pada bibi, kalau bibi tidak percaya mengapa tidak mencoba bertanya sendiri pada Tiara?", usul Bella.


"Lebih baik aku adu peruntungan ku, siapa tahu perempuan itu masih mencintai kekasihnya Bram dan bersedia meninggalkan Eden. Bram kan juga berasal dari keluarga berada. Sial! beruntung sekali perempuan itu bisa bersama orang kaya terus. Bahkan kak Rico saja bisa tergila-gila pada nya! Heran di mana kelebihannya dibandingkan aku! Sudah buta semua lelaki itu, kalau Eden memang benar buta, aku masih maklum. Aku harus membuat Eden tergila-gila pada ku saat dia sudah melihat! Dia hanya bisa menyukai Tiara saat buta saja. Masak aku harus kalah sama perempuan itu lagi!", pikir Bella dalam hati yang dibakar rasa iri dan cemburu.


"Baiklah! Akan kupikirkan dulu, sebaiknya kalian pulang dulu, aku akan memikirkannya kembali", putus Mery akhirnya.


...********...

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di sana!", ujar Eden mengagetkan Tiara yang sedang bersiap-siap untuk tidur.


Walaupun hari ini dia tidak secapek biasa, karena Eden sepertinya tidak terlalu sering memerintahkan dia mengerjakan sesuatu lagi, Tiara tetap bersiap-siap tidur seperti jam biasa.


Karena dari tadi dia sudah bosan dengan kegiatannya.


Apalagi di otaknya sudah penuh dengan rencana apa yang harus dia lakukan setelah terlepas dari Eden.


Akhirnya Tiara memutuskan untuk tiduran sambil menyusun rencana apa yang akan dilakukannya di masa yang akan datang, kalau dia sudah berhasil lepas dari Eden.


Tiara sejak tadi berusaha menghindari berbincang-bincang dengan Eden, walaupun seharian dia berada di dalam kamar. Tiara hanya menjawab seperlunya jika Eden bertanya.


Tiara juga memilih berdiam di kamar daripada harus bicara lagi dengan Eden untuk meminta ijin ke mana-mana, akhirnya Tiara merasa keadaan balik lagi kembali seperti saat pertama kali, waktu terasa susah terlewati.


Tiara benar-benar merasa hidupnya tersiksa, tapi dia selalu menyemangati dirinya sendiri kalau tidak lama lagi dia akan terlepas dari kehidupan seperti ini.


...********...


"Semoga aku segera mendapat kabar baik dari kak Rico!", harap Tiara dalam hati yang bersiap-siap masuk dalam selimut.


Tapi seruan Eden membuat Tiara kaget seketika, dan menatap bingung ke Eden yang tampak juga sudah bersiap-siap tidur dengan memakai seragam tidur favoritnya, kaos oblong dan celana boxer.


"Aduh mau apalagi si edan ini, kenapa bersama dia hidup ku begitu tidak tenang?", pikir Tiara mulai was-was dan teringat kejadian kemaren malam lagi.

__ADS_1


"Kau bisu? tidak bisa menjawab ku?", tanya Eden yang mulai tidak sabar karena tidak mendapat jawaban dari Tiara.


Bersambung.........


__ADS_2