
"Mengapa engkau menangis?", tanya Eden yang dengan jarinya mengusap air mata di sekitar bawah mata Tiara.
"Aku bukan menangis, aku terharu, aku merasa bahagia dicintai oleh mas", ujar Tiara sambil memeluk Eden.
Eden tersenyum dan membiarkan Tiara yang merebahkan kepalanya. Setelah beberapa saat, Eden memegang kedua bahu Tiara dan menatap ke Tiara. "Mengapa malam kemaren kau tidur di sofa, bukan di kamar mu?", tanya Eden.
Astaga! Belum tua aku sudah pikun, pikir Tiara dalam hati teringat rencananya untuk menanyakan masalah ayahnya, tapi dia kembali kelupaan.
"Aku menunggu mas pulang sampai ketiduran", ujar Tiara yang tidak menyangka jawabannya salah diartikan Eden.
"Kupikir hanya aku yang kangen pada mu, ternyata kau pun tidak tahan dan kangen pada ku ha..ha..ha.!", ujar Eden tertawa senang.
"Ih ge er banget sih! Ada yang ingin ku tanyakan pada mas, makanya aku nunggu mas pulang", ujar Tiara mencubit perut Eden.
"Baiklah, tanyakan saja. Tapi sebelum menjawab mu, kau harus menjawab pertanyaan ku dulu. Masak sedikit pun kau tidak kangen pada ku?", tanya Eden.
"Pertanyaan apa itu?", jawab Tiara tersipu.
"Gak mau tahu, pokoknya kau harus jawab aku dulu!", ujar Eden.
"Ih..sukanya maksa! Mas sudah tahu jawabannya, kenapa harus tanya lagi sih?", tanya Tiara.
__ADS_1
"Aku tidak suka menebak-nebak, aku sukanya yang jelas dan pasti", jawab Eden.
"Aku juga kangen! Sudah puas?", tanya Tiara kembali mendaratkan cubitannya di perut Eden lagi.
"Sudah puas, sekarang giliran mu bertanya!", ujar Eden melihat ke arah Tiara, menunggu pertanyaan Tiara.
"Mengapa mas menarik semua bantuan ke perusahaan ayah ku?", tanya Tiara.
"Kau sudah tidak marah dengan ayah mu?", ujar Eden yang bukan menjawab, malah bertanya.
"Aku hanya marah pada awalnya saja, tapi setelah melihat keadaan ayah yang sekarang, aku sungguh tidak tega. Bagaimanapun dia sudah membesarkan ku dengan baik, dan boleh dibilang banyak kenangan indah aku bersamanya saat perusahaannya masih berjalan lancar, saat kami masih tinggal di Australia", ujar Tiara menjelaskan.
"Istriku ternyata bukan hanya cantik wajah saja, tapi juga memiliki hati yang cantik', puji Eden.
"Kalau kau ingin aku melakukan itu, aku akan memenuhi keinginan mu", sambung Eden kemudian.
"Terimakasih mas, kau sudah begitu baik pada ku, tapu aku malah salah sangka pada mu. Aku janji mulai sekarang ada permasalahan apa pun aku akan berterus terang pada mu, biar tidak ada kesalahpahaman lagi di antara kita besok-besok', ujar Tiara dan kembali menempelkan kepalanya di dada Eden. Sedangkan kedua tangannya bergelayut manja di lengan kanan Eden, sambil memandang hamparan rumput dan tanaman di depannya.
Tuhan, semoga ke depannya aku bisa hidup bahagia bersama Eden dan calon anak kami, harap Tiara dalam hati tanpa sadar tangannya yang satu berpindah dari lengan Eden dan mengelus perutnya sendiri yang masih rata.
********
__ADS_1
Ana memandang pasangan favoritnya dari kejauhan dan ikut merasa bahagia
Kali ini mereka sudah melewati ujian terberat di kehidupan pernikahan mereka, walaupun dalam kehidupan mendatang pasti ada cobaan lagi, aku yakin mereka sudah siap menghadapinya. Jika mereka sudah bisa mengerti sifat pasangan masing-masing. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka, pikir Ana dalam hati.
Mery pasti akan ikut senang jika aku memberi tahu dia. Tapi kok Mery lama banget sih belum pulang-pulang. Huh!..dia sudah melupakan sahabat akrabnya, saudara terbaiknya! Jangan-jangan Mery itu pergi honeymoon juga, bukan hanya menghadiri wisuda Lily. Dia menyembunyikannya karena takut aku olok-olok, pikir Ana curiga.
Setelah hubungan Tiara dan Eden membaik, Ana pikirannya langsung menjadi plong, akhirnya pikirannya malah jalan ke mana-mana
Sebaiknya aku mengusulkan Tiara dan Eden pergi honeymoon saja! Aku akan menebalkan muka, meminta Tiara merayu Eden untuk mengijinkan aku ikut juga. Mery, kau tunggu aku, kok saat enak gini, kau bisa lupa sama sekali dengan saudara terbaik mu ini?Bahkan sudah seminggu dia tidak video call dengan aku!, gerutu Ana dalam hati yang mulai merencanakan untuk menyusul Mery ke Eropa.
...***TAMAT***...
...Hay pembaca tersayang, cerita ini saya tutup sampai di sini ya....
...Terimakasih yang sudah mendukung author dari awal sampai akhir....
...Semoga terhibur, sampai berjumpa di karya berikutnya....
...***Maaf buat yang belum baca episode tamat ini. author up ulang. soalnya kemaren sempat terhapus. Terimakasih...
...🙏😘😘😘***...
__ADS_1
padahal like dan komentarnya sudah banyak malah hilang semua😭😭😭