
Tiara refleks langsung mencubit lengan Eden. "Ih..malu-maluin saja, muji istrinya cantik di depan orang lain", pikir Tiara dalam hati dan tersipu, karena dia sadar juga dari tadi Bimo melihatnya, hanya saja dia tidak tahu apa yang menyebabkan Bimo melihatnya tanpa berkedip.
Bimo yang mengalihkan pandangannya ke Eden setelah ditegur, kali ini kaget kembali melihat Tiara yang berani mencubit Eden, dan yang membuatnya lebih kaget, Eden bukannya marah, malah tersenyum senang.
"Astaga ada apa dengan tuan Eden setelah operasi mata, jangan-jangan operasi mata mempunyai efek samping", pikir Bimo dalam hati. Dan lebih kaget lagi ketika Eden menarik Tiara duduk di atas pangkuannya, sambil berkata, "Berdiri terus, nanti kamu capek!"
Bukan hanya Bimo yang kaget, Tiara juga kaget dan sempat terdiam. Begitu sadar, Tiara kembali mencubit lengan Eden kembali. "Ini kantor mas, jangan ngawur", bisik Tiara yang segera bangun dari pangkuan Eden.
Tiara memutuskan segera berjalan ke arah sofa yang tersedia di ruangan Eden dan tidak mau berdiri di samping Eden lagi, karena dia selalu tidak bisa menebak apa yang mau dilakukan Eden.
"Mentang-mentang bos di sini, berkelakuan suka-suka dan gak ada aturannya, lama-lama aku bisa jantungan, ini bukan rumah, ini kantor, dia tidak malu karena dia bos , tapi aku malu", pikir Tiara dalam hati yang merasa tidak enak, apalagi dia dapat merasakan Bimo yang memperhatikan gerak-gerik mereka dari tadi.
Kali ini Bimo hanya mematung, melihat kelakuan Eden dan memandang tak percaya dengan kelakuan bos nya itu.
...********...
Bram kali ini mewakili ayahnya menghadiri meeting di grup Nugroho lagi. Begitu pintu terbuka, tampak Eden masuk diikuti Tiara yang berjalan di belakang Eden dengan tertunduk dan Bimo. Walaupun Tiara termasuk orang yang pintar bergaul dan ramah, tapi ketika Eden membawanya ke ruang meeting, Tiara merasa tidak percaya diri juga, karena kali ini orang yang akan ditemuinya adalah pebisnis semua.
Bram sempat mengagumi Tiara yang terlihat makin cantik dengan baju maroon nya itu, setelah duduk Tiara yang mengedarkan pandangannya ke ruangan meeting itu, dan berhenti pada Bram yang sedang menatapnya. Begitu sadar Tiara segera menunduk, bagaimana pun hatinya tetap merasa bersalah pada Bram, dan dia benar-benar sudah lupa mengapa dia bisa sampai putus dengan Bram.
__ADS_1
Eden yang dari tadi memperhatikan Tiara, langsung mengepalkan tangannya ketika melihat tatapan Tiara yang berhenti pada Bram, hal itu membuat Eden langsung teringat pada kejadian di rumah sakit.
"Hari ini aku ingin memperkenalkan pada kalian semua, ini adalah istri ku Tiara Wijayanto", ujar Eden sambil memandang tajam ke Bram, seakan ingin meneguhkan pada Bram kalau Tiara sudah menjadi istrinya.
"Dasar posesif", gerutu Bram dalam hati sambil tersenyum santai pada Eden, Bram memang mengerti sifat Eden.
...*******...
Hans yang kaget begitu mendengar pernyataan Eden, tapi Hans hanya diam dan mendengarkan kelanjutan perkataan Eden tanpa banyak bertanya. Tapi jangan dibilang lagi rasa penasarannya Hans, karena Hans sangat tertarik dengan kecantikan Bella.
"Lho berarti yang dibawa si Eden pertama kali itu siapa ya? Jangan-jangan simpanan nya tuan Eden? Kalau bukan terus siapanya tuan Eden? Tapi waktu itu tuan Eden enggak memperkenalkan perempuan itu sebagai istrinya, sedangkan yang kali ini diperkenalkan sebagai istrinya. Berarti Tiara ini yang benar istrinya tuan Eden. Wah beruntung banget si Eden ini, mentang-mentang masih muda, tampan dan kaya dikelilingi perempuan-perempuan cantik dan terpelajar. Ganti perempuan kayak ganti baju saja", pikir Hans iri, karena Hans yang punya banyak uang itu, selama ini selalu mendapatkan perempuan cantik dari tempat hiburan saja. Waktu mudanya dia suka bersenang-senang saja dengan perempuan penghibur, tapi di saat usianya menjelang 40 tahun tentu dia ingin mempunyai seorang istri sebagai pendamping hidupnya, tapi tentu bukan yang diambil dari kalangan penghibur itu, paling tidak istrinya juga harus terpelajar dan berasal dari keluarga yang sehat, kalau tidak mau dikemanakan muka keluarganya
...********...
Begitu meeting selesai, Hans yang dari tadi sudah tidak puas akhirnya mendatangi Bram. "Kamu benar masih sepupunya tuan Eden?", tanya Hans curiga.
"Kalau tidak percaya, tanya saja langsung sama si Eden. Aku bukan hanya sepupunya, tapi akrab juga", sahut Bram yang tersenyum santai malah main putar-putar dengan kursi yang memang beroda itu.
"Kau tahu sendiri tuan Eden tidak suka ditanya masalah pribadi!", protes Hans.
__ADS_1
"Apa yang membuat mu ragu kalau aku ini sepupunya Eden?", tanya Bram yang sudah lupa kalau dia pernah memberi informasi kalau Bella adalah istri Eden.
"Informasi mu mengenai tuan Eden ternyata tidak bisa dipercaya! Waktu itu kau memberitahu aku kalau perempuan yang dibawa tuan Eden itu istrinya, tapi mengapa hari ini tuan Eden malah memperkenalkan nona Tiara sebagai istrinya. Jangan bilang kalau tuan Eden punya dua istri", ujar Hans penuh rasa ingin tahu.
Bram menatap pria di hadapannya yang terkenal dengan skandalnya dengan perempuan penghibur itu, sambil menghela nafas.
"Iya, istrinya Eden cuman satu, Tiara Wijayanto. Hari itu aku cuman bercanda dengan mu saja. Aku takut kau tertarik dengan Bella", ujar Bram.
"Jangan-jangan kau takut bersaing dengan ku untuk mengejar perempuan cantik itu ya?", tuduh Hans.
"Ha..ha..ha.., aku hanya kasihan pada mu. Aku takut kau bangkrut kalau bertemu perempuan itu", ujar Bram tertawa. "Bagaimana pun kita partner bisnis, aku tidak mungkin mencelakakan mu", sambung Bram lagi.
"Kau terlalu menghina ku! Kau tahu aku dari keluarga Pasibuan. Harta ku tidak akan habis tujuh turunan. Kau hanya perlu memberitahu ku asal perempuan itu dari keluarga mana? Asal dari keluarga baik-baik aku berminat, kali ini aku sedang serius mencari pendamping hidup, yang penting bukan perempuan nya tuan Eden. Aku tidak mau bermasalah dengan tuan Eden", ujar Hans sombong dan semakin tertarik dengan Bella.
"Baiklah kalau kau begitu berminat kepada nona Bella. Dia berasal dari keluarga Nugroho, aku hanya bisa membantu mu memberi informasi ini saja, sisanya kau usaha saja sendiri. Jangan bilang kalau aku tidak memperingati mu!", ujar Bram tersenyum melihat kegigihan Hans yang ingin mendapatkan Bella.
"Mau kulihat sampai di mana kemampuan mu menghadapi perempuan psikopat itu. Tapi siapa tahu buaya darat satu ini mampu menaklukannya", pikir Bram sambil mengangkat bahu dan berjalan keluar dari ruang meeting.
Memang di tempat kuliah, Bella terkenal sebagai perempuan yang pintar mengeruk kekayaan pria dengan kecantikan nya, ketika uang si pria sudah habis, maka sang pria langsung dibuang.
__ADS_1
Bersambung........