Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Nasehat Bella


__ADS_3

"Maaf kak, aku tidak dikasih kartu dari Eden. Bahkan aku tadi minjam uang dari bi Ana, karena tadi pagi aku gak kepikiran buat pergi. Baru setelah Eden pergi ke perusahaan aku ke sini, jadi aku gak minta uang sama Eden", ujar Tiara dengan polos.


"Apa?? Kesayangan saja gak dikasih kartu? Bahkan kau tidak punya uang sepersen pun, sampai pergi saja harus pinjam uang sama pembantu! Kau ini gila atau bodoh sih!", omel Bella yang langsung melepaskan pelukannya pada Tiara dan menatap tak percaya pada Tiara.


"Bi Ana bukan pembantu kak, dia itu teman bibi Mery", sahut Tiara.


"Sama saja bodoh! kalau orang yang digaji itu namanya pembantu! Kalau sifat mu seperti itu, mana cocok kau jadi nyonya di mansion itu, bisa diinjak-injak kamu!"omel Bella.


"Tidak mungkin kak, Bi Ana sangat baik, tidak mungkin seperti itu", sanggah Tiara.


"Aku hanya bermaksud baik memberitahu mu ya! Sekarang bahkan uang sepersen pun kau tidak punya. Bagaimana kalau besok-besok Eden punya simpanan? Jangan-jangan kau hanya jadi gembel, sama sekali tidak punya apa-apa. Huh, dengarkan nasehat ku kalau kau tidak mau hidup susah di kemudian hari. Kurasa setelah kecelakaan kepala mu terbentur dan menjadi bodoh!", sambung Bella yang omelan nya semakin pedas. Apalagi moodnya sudah jelek, karena harapannya untuk dibayari berbelanja pupus sudah!


...******** ...


"Eden sangat baik pada ku, tidak mungkin dia seperti itu kak. Eden juga sangat perhatian pada ku saat aku sakit", ujar Tiara membela.


"Ih.. dia mau memyombongkan diri, kalau dia disayang Eden, mau manasi aku kayaknya!", Pikir Bella dalam hati.


"Kau tahu sifat ku seperti apa bukan? Kalau Eden sebaik itu, apa kau pikir aku akan memilih meninggalkan Eden buat kamu? Jangan mimpi!", ujar Bella memanasi Tiara.


"Apa maksud kakak? Memang apa hubungan kakak dan Eden?", tanya Tiara bingung.


"Kamu itu sebetulnya bodoh beneran atau berlagak bodoh sih? Kau itu kan hanya menjadi pengganti ku saat Eden buta, dan kau sudah mengembalikan Eden pada ku, hanya saja aku tidak tahan dengan Eden, sehingga ayah mengembalikan mu kembali pada Eden, agar Eden tidak menarik modalnya di perusahaan ayah. Jadi kau itu hanya seperti barang yang dibeli Eden saja. Makanya kau jangan membuat Eden sampai bosan dan membuang mu", ujar Bella menakuti Tiara lagi.


"Cerita ayah tidak seperti itu!", ujar Tiara yang mulai ragu.


"Terserah kau mau percaya pada siapa, aku juga gak ada untungnya. Buat apa aku berbohong pada mu!", ujar Bella mengangkat bahunya.


"Makanya mumpung Eden masih sayang pada mu, seberapa yang bisa kau ambil, ambillah. Jadi setidaknya saat kau dibuang Eden, kau tidak jadi gembel", ujar Bella sinis, meninggalkan Tiara.

__ADS_1


"Mengapa perkataan nya selalu tidak enak didengar. Kalaupun aku dibuang Eden, aku masih sanggup bekerja sendiri untuk menghidupi diri ku sendiri, mengapa aku harus jadi gembel?", protes Tiara hanya dalam hati.


...********...


"Kak, tunggu! Aku mau ketemu kak Rico, Kak Rico ada di rumah tidak?", panggil Tiara.


Bella langsung menghentikan langkahnya, dan berbalik lagi ke arah Tiara. "Kak Rico jam segini ya lagi kerja! Lagipula kakak tidak tinggal di sini. Buat apa kau mencarinya?", tanya Bella.


"Kak Rico waktu itu ke mansion mencari ku, tapi sepertinya ada kesalahpahaman antara kakak dan Eden. Jadi aku ingin ketemu kak Rico untuk ngobrol-ngobrol setelah lama tidak bertemu", ujar Tiara.


Bella segera menghampiri Tiara dan memegang dahi Tiara, "Ah..tidak panas!", gumam Bella. "Apakah kau benar-benar amnesia seperti yang kudengar?", tanya Bella menyelidik.


Bella memang jarang ikut campur masalah keluarganya, hari-harinya hanya dihabiskan untuk cuci mata di departemen store dan berbelanja kalau sedang ada uang, kalau sedang di rumah, Bella juga lebih banyak bermalas-malasan saja dan melakukan perawatan diri di kamarnya, jadi dia jarang berkomunikasi dengan keluarganya, jadi Bella tidak terlalu tahu kejadian yang menimpa Tiara.


Lagipula Bella adalah orang yang cuek dan egois, selama tidak berhubungan dengan dirinya, dia tidak pernah ingin tahu, karena hanya akan menambah beban hidup saja menurutnya.


"Kupikir kau cuman berlagak dan mencari perhatian Eden saja. Kau kan paling pintar menarik perhatian laki-laki ", sindir Bella yang langsung iri lagi, teringat ada tiga pria yang menyukai Tiara. "Koq tumben kakak kesayangan mu itu tidak mengunjungi mu lagi?", tanya Bella menyelidik.


"Mungkin ada salah paham dengan Eden, aku tidak begitu tahu karena saat itu aku tidak sadarkan diri. Makanya aku mau minta maaf sama kak Rico, kalau saja Eden sudah menyinggung kak Rico", sahut Tiara.


"Ck..ck..ck..ck.. ternyata sikap mu begitu manis, pantas saja semua pria itu tergila-gila pada mu!", ujar Bella menyindir lagi.


Tiara hanya bisa menghela nafas, Tiara terpaksa bercerita pada Bella, karena dia tidak tahu kapan lagi dia bisa keluar untuk bertemu Rico. Sedangkan di rumah sepertinya cuman ada Bella.


"Kak Bella tahu, di mana kak Rico?", tanya Tiara.


"Kak Rico bekerja di PT. Lintas Alam, kau cari saja di sana. jabatan nya di sana juga tinggi, makanya sekarang sombong dia! gak mau tinggal di sini lagi, malah tinggal di apartemen sendiri", ujar Bella.


"Baiklah kak, aku pergi dulu ya, karena aku harus cepat kembali ke Mansion, takut bi Ana khawatir. Terimakasih atas infonya kak", ujar Tiara sopan.

__ADS_1


"Kau pulang mansion atau nyari kak Rico? Perlu ku antar gak?", tanya Bella menawarkan.


"Aku nyari kak Rico dulu baru pulang ke mansion kak, aku berangkat sendiri saja kak, nanti merepotkan", sahut Tiara yang tidak menyangka kalau pertanyaan Bella adalah jebakan, sehingga dia menjawab dengan jujur.


"Huh polos banget! siapa sudi mengantar mu? Emang aku supir mu? aku hanya ingin tahu tujuan mu. Kalau ketemu dengan Rico, kira-kira bagaimana ya reaksi si tuan pelit itu kalau tahu?", pikir Bella dalam hati dan tersenyum sendiri.


"Aku permisi dulu ya kak", ujar Tiara berpamitan.


"Hati-hati di jalan ya. Ingat pesan kakak, minta kartu sama Eden, kalau sudah punya jangan lupa ajak kakak belanja", ujar Bella.


"Baik kak", sahut Tiara yang tidak mau beradu argumen dengan Bella.


...********...


Begitu melihat Tiara sudah pergi, Bella langsung membuka telpon genggamnya mencari nomor telpon Eden dan langsung menghubungi Eden.


"Ada apa? Bukankah kita sudah tidak ada urusan lagi, semuanya sudah selesai. Buat apa kau menghubungi ku lagi?", tanya Eden dengan suara tidak senang.


Eden saat memutuskan bercerai dengan Bella, memilih mengalah dan membayar kompensasi kepada Bella, karena Eden menginginkan Tiara menjadi istrinya. Dan Eden tidak mau ada keributan yang mempengaruhi hubungan dia dan Tiara, apalagi Bella masih anggota keluarga Tiara.


"Aku mau tanya apa yang sudah kau lakukan pada kakak ku Rico?", tanya Bella menyelidik.


"Kau dan kakak mu sama saja! sama-sama kurang ajar! Aku memukulnya, karena dia sudah membuat Tiara pingsan, apakah dia mengadu pada mu?", ejek Eden.


"Yang mengadu pada ku bukan kak Rico, tapi istri kesayangan mu. Dan sekarang istri kesayangan mu itu sedang mencari kakak ku!", ujar Bella memanasi dan langsung mematikan telpon genggamnya itu.


"Wah seru nih, perang dunia bakal dimulai, sayang aku gak bisa menyaksikannya", sesal Bella, tapi tersenyum senang, membayangkan keributan yang bakal terjadi.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2