
"Tiara benar-benar membuat kerjaan ku jadi gak beres, kenapa sih harus begitu menggemaskan?", gerutu Eden tetapi tersenyum membayangkan wajah Tiara.
Eden akhirnya memutar balik kembali mobil nya ke arah mansion, karena ada file yang sudah dia tanda tangani tertinggal.
Lagipula Eden yang sedang jatuh cinta, tidak bosan-bosannya memandang wajah sang istri, baru sebentar saja sudah kangen. Jadi kelupaan kali ini boleh dibilang menjadi alasan Eden balik lagi ke mansion untuk bertemu Tiara kembali, padahal Eden meninggalkan mansion sudah cukup jauh, sebetulnya juga ada pelayannya yang bisa diperintah untuk mengantarkannya ke kantor, tapi Eden memilih kembali sendiri Maklum saja sang sultan sedang dimabuk cinta, jadi suka bertindak sesukanya saja.
...********...
"Maaf kak Rico, aku sama sekali tidak merasa berjanji pada mu. Memang belum lama ini aku mengalami kecelakaan. Aku sampai tidak bisa mengenal sama sekali suami ku, Tapi ayah sudah datang dan menceritakan semuanya kepada ku. Dan Eden memang benar-benar baik dan perhatian pada ku kak. Ayah tidak mungkin membohongi ku bukan?", tanya Tiara.
"Aku benar-benar lupa kalau pernah berjanji pada kak Rico, lagipula mengapa kita harus pergi ke luar kota meninggalkan keluarga kita. Memang ada apa kak?", tanya Tiara bingung.
"Kau mengalami kecelakaan apa?", tanya Rico tidak menjawab, malah bertanya karena khawatir, sambil menarik kedua pergelangan tangan Tiara, agar Tiara menghadap ke arahnya, sambil menatap Tiara dari atas ke bawah.
Melihat mata Rico yang penuh kekhawatiran, Tiara menjadi tidak tega menarik tangannya dari genggaman tangan Rico.
"Apakah ayah tidak bercerita kepada mu? Aku tertabrak mobil saat menyeberang. Tapi aku sudah lupa mengapa aku bisa begitu ceroboh menyeberang saat lampu sedang merah. Aku juga mengalami keguguran kak, selain mengalami Transient Global Amnesia. Aku mengalami hilang ingatan tentang kejadian setelah aku pulang Indonesia", ujar Tiara menjelaskan dengan mata berkaca-kaca, teringat kembali dia yang harus mengalami keguguran.
"Coba kau ingat-ingat lagi Tiara, bagaimana bisa kau menyebrang jalan tanpa melihat lampu penyebrangan, padahal kau sedang hamil? Dan untuk apa kau menyebrang jalan, yang kakak tahu saat itu kau tinggal di apartemen kakak untuk menenangkan diri, kau tidak pernah keluar sendiri, kau keluar hanya untuk mengantar kakak bekerja, biasa nya kau langsung kembali ke apartemen, jadi buat apa kau menyebrang. Dan kalau kau mau pergi ke mana pun biasanya kau menunggu sampai kakak pulang, untuk pergi bersama!", ujar Rico sambil melepaskan tangan Tiara dari genggamannya, Rico juga sibuk berpikir sendiri, Rico jadi curiga kepada ayahnya sendiri akhirnya
__ADS_1
"Apa maksud kak Rico aku tinggal di apartemen kakak? Mengapa aku bisa tinggal di apartemen kakak, padahal aku mempunyai suami dan sedang hamil?", tanya Tiara sambil menatap ke Rico. Tiara menatap wajah di depannya, rasanya Rico tidak mungkin membohonginya juga, dia cukup mengenal kakaknya itu.
Akhirnya Tiara berusaha berpikir keras untuk mengingat apa yang terjadi sebelum dia mengalami kecelakaan, tapi yang dia rasakan malah kepalanya yang menjadi sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya, Tiara berjongkok menahan rasa sakit kepalanya.
Rico segera menghampiri Tiara dan memeluk Tiara masuk dalam pelukannya, "Sudah! Kau jangan memaksa untuk berpikir dulu", ujar Rico menyesal sudah memaksa Tiara untuk berpikir, dan tanpa sadar mengelus punggung Tiara berharap mengurangi rasa sakitnya Tiara.
...********...
"Apa yang kau lakukan pada istri ku! Siapa kamu?", ujar Eden yang langsung menarik tangan Rico agar melepaskan pelukannya pada Tiara.
Rico langsung berdiri dan berhadapan dengan Eden. "Aku adalah kakaknya, aku yang harus bertanya apa yang sudah kalian lakukan untuk mencuci otak Tiara?", ujar Rico menatap marah ke Eden.
Saat Eden mencari Tiara, Eden memang tidak melihat jelas wajah Rico. Ketika Eden bertanya pada Wijayanto, Wijayanto memberitahu Eden bahwa ada kesalahpahaman antara dia dan Tiara, sehingga Tiara pergi dari rumah, tapi tentu saja Wijayanto tidak menjelaskan secara lengkap kesalahpahaman apa, jadi Eden hanya mengira Tiara berusaha menghindarinya sehingga mengambil keputusan tinggal di apartemen Rico, karena Wijayanto ingin menyerahkan Tiara padanya.
Wijayanto juga mengaku terus terang pada Eden kalau Rico anaknya, menyukai Tiara dan hendak menikahi Tiara, sehingga menyembunyikan Tiara darinya juga. Hal itulah yang membuat Eden cemburu, apalagi sesudah melihat Rico berani memeluk Tiara, hal yang membuat Eden akhirnya memukul Rico.
...********...
Rico segera bangun, segera menghampiri Eden dan menarik kerah Eden. "Aku tidak membawa kabur istri mu! Dia bukan istri mu! istri mu adalah Bella! Tiara adalah calon istri ku", ujar Rico meninju balik Eden, tapi Eden yang sudah siaga berhasil menghindar.
__ADS_1
Eden yang mendengar perkataan Rico kali ini menoleh ke arah Tiara, karena khawatir Tiara mendengar perkataan Rico. Tapi betapa kagetnya Eden ketika melihat Tiara yang tergeletak pingsan.
Rico yang ikut melihat arah pandangan Eden, juga ikut kaget melihat keadaan Tiara, akhirnya Rico membatalkan keinginannya untuk memukul Eden, Rico langsung menghampiri Tiara
"Pak Yanto!", panggil Eden dengan suara kencang, sang security yang walaupun jaraknya lumayan jauh mendengar panggilan itu, dan segera berlari mendekati asal suara Eden.
Setelah itu Eden segera menghampiri Tiara, tapi yang pertama dilakukannya adalah menarik Rico, agar Rico tidak menyentuh Tiara. Begitu pak Yanto muncul, Eden langsung memerintahkan pak Yanto untuk membawa Rico keluar dengan paksa.
"Jangan biarkan dia masuk ke mansion ku lagi!", ujar Eden yang menatap tajam ke Rico. Pak Yanto segera mengiyakan dan segera menarik Rico. "Duh aku tadi yang mengijinkannya bertemu nyonya Eden, tapi kenapa nyonya bisa pingsan,? Untung Tuan Eden tidak menyalahkan ku", pikir pak Yanto yang akhirnya menarik Rico keluar dengan kasar.
...********...
"Apa yang terjadi dengan Tiara, Eden?", tanya Mery khawatir, ketika dia berpapasan dengan Eden yang sedang menggendong Tiara untuk dibawa ke atas kamarnya.
Merry benar-benar khawatir melihat wajah Tiara yang pucat, padahal tadi pagi masih terlihat segar dan sehat.
"Aku juga tidak tahu bi. Kakaknya Rico datang menemuinya, entah apa yang sudah dikatakan Rico padanya. Saat aku lihat Tiara sedang memegang kepalanya, sepertinya sedang berpikir keras sehingga membuatnya sakit kepala", ujar Eden pada Mery yang berjalan di belakang, mengikuti Eden.
"Ah .. mau apa lagi Rico? Tiara sekarang sudah menerima Eden, mengapa dia harus datang mengganggu lagi. Aku harus menegur Wijayanto agar lebih memperhatikan kelakuan anaknya itu!", sesal Mery dalam hati.
__ADS_1
Bersambung........