
Nugroho langsung menatap ke Mery, meminta jawaban, "Apa maksudnya Eden punya dua istri? Koq bisa? Begitu menikah langsung dengan dua perempuan?", tanya Nugroho bingung.
"Pada akhirnya Eden tahu juga. Memang tidak ada rahasia yang bisa disembunyikan di dunia ini", pikir Mery berusaha menenangkan dirinya sendiri, agar bisa menjelaskan dengan benar.
"Baiklah! Bibi akan menceritakan pada mu dengan jujur kali ini. Waktu kau meminta Bella segera menikah dengan mu, Bella keberatan karena mendadak dan kau mengalami kebutaan. Maafkan bibi yang sudah menjodohkan mu dengan Bella, karena sebetulnya bibi juga tidak terlalu mengenal sifat Bella, karena dia baru pulang dari Australia. Tapi karena dia tertarik dan minta dijodohkan dengan mu, akhirnya bibi setuju saat ayah mu meminta bibi mencarikan istri untuk mu. Kalau dari pertama bibi tahu sifatnya yang tidak bagus, bibi tentu tidak akan mengabulkan permintaannya itu!", ujar Mery yang menyesali keputusannya itu.
"Bibi tidak perlu memberikan pembelaan diri, aku ingin langsung pada intinya, siapa yang sudah melayani ku saat aku masih buta?", tanya Eden dengan tidak sabar.
"Tiara, bukankah kau sudah tahu?",sahut Mery.
"Saya hanya tahu namanya saja, saya ingin tahu lebih mendetail siapa Tiara? Dan mengapa dia menggantikan Bella menikah dengan ku saat aku masih buta?", tanya Eden.
...********...
"Tiara adalah anak angkat dari keluarga Wijayanto. Karena Bella keberatan menikah dengan mu yang mengalami kebutaan, akhirnya Wijayanto meminta pada Tiara untuk menggantikan Bella menikah dengan mu, karena keluarga Wijayanto takut menyinggung kamu, takut kau menarik bantuan dari perusahaan mereka", ujar Mery.
"Mengapa Tiara bersedia?", tanya Eden lagi.
"Kami membohongi Tiara, kalau Bella menghilang, karena kasihan pada ayah angkatnya dan merasa berhutang budi, akhirnya Tiara mengabulkan permintaan ayahnya", sahut Mery tertunduk, teringat dia juga terlibat saat kebohongan itu.
"Mengapa kau terlibat perbuatan itu Mery? Setahu ku dengan sifat mu, kau bukan orang yang seperti itu?", tanya Nugroho kecewa.
"Maafkan aku mas, aku sungguh menyesal. Tadinya ku pikir dengan menjodohkan Eden dengan Bella, bisa memperbaiki hubungan ku dengan Eden. Jadi begitu Bella menolak, aku juga ikut takut Eden akan menilai kalau semua keluarga Wijayanto adalah sama, akhirnya aku juga ikut menyetujui rencana mereka, apalagi setelah aku melihat sifat Tiara yang baik dan tulus, tidak seperti Bella. Akhirnya aku juga berharap agar Eden mendapatkan istri yang lebih baik daripada Bella. Yang bisa melayani Eden dengan baik", ujar Mery.
"Kalau bibi memang mengharapkan aku mendapat istri yang lebih baik daripada Bella, mengapa bibi mengijinkan Tiara pergi dan mengembalikan Bella pada posisinya lagi? Apakah karena Bella adalah keponakan bibi yang sebenarnya sedangkan Tiara bukan?", tanya Eden curiga.
__ADS_1
"Bibi sudah mencegah Tiara, bibi menganggap hubungan mu dan Tiara sangat cocok. Tapi ternyata Tiara berkata beda, Tiara tetap ingin pergi, padahal bibi sudah bilang padanya akan mendukungnya jika dia tetap ingin bersama mu. Tapi dia berkata..", ujar bibi Mery terdiam .
"Apa?", tanya Eden tidak sabar.
"Kau selamanya tidak mungkin mencintainya, kau berkata hanya akan menganggap dia sebagai pelayan saja. Dia ingin mencari kebahagiaannya sendiri, dia ingin bertemu pasangan yang dia cintai dan mencintainya juga. Rasanya sudah tidak pada tempatnya, kalau kali ini bibi masih memaksanya untuk tetap bertahan, karena bibi sudah menyesal dan baru tahu kalau saat dia menggantikan Bella, dia sudah mempunyai kekasih", ujar Mery dengan mata berkaca-kaca. Akhirnya hari ini dia bisa lega kembali setelah tidak ada rahasia yang disimpannya lagi.
...********...
"Sudah Mery, jangan bersedih lagi! Sekarang aku sudah mengerti pemikiran mu! Aku tahu kau bukanlah orang yang seperti itu", ujar Nugroho yang sudah berada di belakang Mery dan menepuk bahu Mery.
"Kau tidak menyalahkan ku mas?", tanya Mery.
"Tidak, aku tahu kau selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak-anak ku. Kalau tidak untuk apa aku menyerahkan pernikahan Eden pada mu waktu itu", ujar Nugroho.
"Terimakasih mas atas kepercayaan mu", ujar Mery terharu.
Padahal biasanya kalau Nugroho membela Mery, pasti Eden akan mengajukan protes, apalagi kalau sudah jelas-jelas bersalah.
...********...
"Kurang ajar Tiara! Dia ingin mencari orang yang mencintai dia dan dia cintai. Terus selama ini aku hanya dianggap apa? Hanya kata-kata ku yang asal keluar dia anggap serius! Bahkan kejadian malam itu sama sekali tidak ada artinya buat dia! Aku harus menemukannya kembali, aku harus membuat perhitungan dengannya. Mengapa dengan seenaknya dia meninggalkan aku! Akan ku buat kau hanya mencintai ku. Jangan coba-coba memikirkan pria lain dalam hidup mu", pikir Eden dalam hati yang semakin penasaran dengan Tiara.
"Bibi Mery, kalau bibi merasa bersalah pada ku, aku ingin bibi sekarang mengembalikan Tiara pada ku!", ujar Eden tiba-tiba, yang membuat bibi Mery kaget.
"Tapi kau janji ya akan bersikap baik padanya kalau bibi meminta dia kembali ke sini", tawar Mery setelah berpikir.
__ADS_1
"Baiklah", ujar Eden akhirnya, bagi Eden yang penting Tiara kembali padanya dulu, sudah hal yang biasa bagi Eden, tidak pantang menjilat kembali ludah sendiri.
...********...
"Tiara sudah tidak berada di keluarganya lagi, Tiara mendadak pergi dari rumah tanpa memberitahu siapapun. Jadi keluarganya tidak ada yang tahu ke mana Tiara pergi", ujar Mery kepada Eden, setelah dia menghubungi Mita adiknya.
Tentu Mery tidak menceritakan kalau Mita mengomel kalau Tiara pergi karena takut disuruh membantu pekerjaan rumah tangga.
"Susah! Waktu kecil kita jagain dan pelihara sampai besar, mentang-mentang sekarang sudah dewasa dan bisa bekerja sendiri dia tidak puas, jadi mungkin dia tidak mau kembali ke rumah lagi. Padahal cuman disuruh bantu beberapa pekerjaan rumah saja sudah keberatan", omel Mita yang akhirnya membuat Mery segera mengakhiri pembicaraan, karena malas mendengar keluh kesah adiknya, yang belum tentu benar.
"Tidak apa-apa bi, aku ingin Tiara kembali dengan sukarela, tetapi kalau dia tidak mau, aku mau tidak mau akan menggunakan paksaan!", ujar Eden yang curiga kalau Tiara hanya berusaha menghindarinya.
"Apa yang akan kau lakukan Eden?", tanya Mery khawatir.
"Lihat saja nanti", sahut Eden yang membuat Mery semakin khawatir dengan Tiara.
"Kasihan kamu Tiara, semoga saja Eden benar mencintaimu. Kalau Eden sudah menginginkan mu kau sudah tidak bisa lepas dari nya", pikir Mery pasrah.
...********...
"Aku pasti akan membawa mu kembali pada ku!", ujar Eden sambil memandang foto seorang wanita manis di telpon genggamnya.
Eden baru meminta Bram untuk mengirim foto Tiara, agar dia bisa mengenali Tiara saat mencarinya.
Tampak Tiara dengan rambut yang panjang nya sebahu dan poni rata, tampak wajah polos Tiara yang tersenyum ceria dan terlihat masih begitu muda. Foto yang membuat Eden semakin tertarik dengan sang pengganti.
__ADS_1
Bersambung.........