Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Bella kalah


__ADS_3

"Berarti kau juga yang memberitahu Eden kalau Tiara bertemu aku?", tanya Rico yang langsung curiga kalau pertemuan dia dengan Tiara yang dipergoki Eden adalah perbuatan Bella.


"Iya aku yang beritahu. Tiara kan istri Eden, biar Eden yang jemput pulang dan tidak usah merepotkan kakak ku", ujar Bella mengaku dan tersenyum mengejek.


"Aku tahu tujuan mu! Kau ingin terjadi keributan bukan?", tanya Rico.


"Ah.. jangan marah kak, aku tidak sejahat itu. bagaimana pun kau dan Tiara adalah saudara ku bukan?", jawab Bella berlagak. Rico tentu tahu kalau jawaban Bella itu bohong, Bella tentu bermaksud memanasi dia saja.


"Aku tahu, kau sengaja agar Eden tidak suka pada Tiara! Malah jangan-jangan kau ingin terjadi keributan di antara kami bertiga. Tapi aku beritahu pada mu Bella, Tiara lebih pintar dari padamu, Tiara pintar mengambil hati Eden, tidak seperti mu. Eden sama sekali tidak marah, jadi keributan yang kau harapkan tidak pernah terjadi!", ujar Rico yang sengaja memanasi balik.


"Huh.. Dasar gadis penjilat! Kata siapa Tiara lebih pintar daripada ku! Aku hanya tidak mau saja! Buat apa punya suami pelit kayak si Eden itu. Dikasih pun aku tidak mau, bahkan Tiara tidak punya uang sepersen pun!", ujar Bella marah, karena Rico sudah membandingkan dia dengan Tiara, dan memuji kalau Tiara lebih pintar.


"Itu hanya masalah waktu saja Bella, aku yakin kalau Tiara mau, paling sebentar lagi Eden akan memberikan kartu platinum padanya", ujar Rico asal saja, tujuannya hanya memanasi Bella, karena kesal dengan perbuatan Bella.


"Huh..tidak mungkin, gak akan semudah itu", ujar Bella tidak mau kalah.


"Ku beritahu pada mu Bella. Saat seorang pria sudah menyukai seorang wanita, apapun akan dia berikan untuk perempuan itu. Sayangnya perempuan itu bukan kamu!", ujar Rico yang langsung keluar meninggalkan Bella setelah itu.


"Sia*lan! Benarkah perkataan kak Rico? Mengapa perempuan itu selalu berhasil mengalahkan ku? Apa yang sudah membuat dia selalu menang dari ku? Padahal dalam hal kecantikan, aku juga lebih cantik dari dia! Bahkan banyak pria yang memuji aku sexy. Tapi kenapa dia bisa menyihir para pria itu!", gerutu Bella kesal sendiri, tadinya dia yang mau memanasi Rico, akhirnya malah kepanasan sendiri.


...********...


Selesai makan, bibi Mery mengajak Tiara dan Eden berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan pesta pernikahan Eden dan Tiara yang akan diadakan dalam beberapa hari lagi.

__ADS_1


Sejak bersama Tiara, hubungan Eden dengan Mery memang semakin membaik, Eden juga sudah jarang berbicara sinis dan bertentangan lagi dengan Mery.


Tiara yang kesal dengan Eden, apalagi sejak tadi dia sering melihat Eden tersenyum sendiri, mengira Eden menertawakan dia, segera memilih kursi tunggal yang tersedia di ruang keluarga itu. Bahkan tadi dengan cepat Tiara segera menuju ke ruang keluarga tanpa menunggu Eden yang masih santai duduk di meja makan. "Huh! sebaiknya aku duduk di sini saja, lebih aman. Aku takut Eden akan bertindak yang aneh-aneh, dari tadi dia tersenyum sendiri, sungguh mencurigakan. Jangan-jangan Eden mau isengi aku lagi. Apalagi ayah (Nugroho) sudah istirahat !", pikir Tiara dalam hati tanpa sadar mengerucutkan bibirnya karena kesal.


Nugroho memang tidak ikut berkumpul, karena sedang merasa capek dan ingin istirahat lebih cepat. Lagipula pembicaraan pesta kurang menarik perhatian Nugroho untuk ikutan, untuk hal seperti itu sudah dia serahkan pada Mery. Tiara yakin kalau tidak ada Nugroho, tingkah Eden biasanya semakin jadi, karena tidak ada orang yang Eden segani.


Bi Ana yang juga ikut berkumpul dan berjalan di belakang Tiara, tersenyum melihat tingkah Tiara yang seperti anak kecil itu.


Eden yang sadar kalau Tiara menghindarinya, tersenyum tenang membiarkan Tiara jalan duluan ke ruang keluarga. Bahkan Eden yang terakhir muncul di ruang keluarga, sedangkan semua sudah duduk menunggunya.


Eden langsung memilih duduk di sofa yang muat untuk dua orang.


"Hahaha lucu sekali istri ku ini, dia mau coba-coba menghindari ku", pikir Eden yang malah merasa makin seru. Tiara yang mencuri pandang ke Eden ingin melihat apa yang akan dilakukan Eden, malah pandangannya bertemu dengan pandangan Eden. Tiara segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain, menghindari tatapan Eden. "Duh, bodoh banget aku. Ngapain aku ngintip dia, tertangkap basah kan", omel Tiara dalam hati menyesali perbuatannya sendiri.


...********...


Ketika Mery baru mau memulai pembicaraan, Eden langsung bersuara duluan. "Sebentar bi!", ujar Eden yang langsung menepuk samping tempat duduknya yang kosong. "Sayang, kau pindah ke sini, kenapa jauh-jauh dari aku", ujar Eden memandang ke Tiara.


"Tuh kan, pakai acara manggil sayang segala, bikin malu saja!", omel Tiara dalam hati dan menjadi salah tingkah dan bertambah kesal. "Aku sudah terlanjur duduk di sini mas, biar di sini saja mas, aku sudah malas bangun", tolak Tiara.


"Itu bukan masalah besar sayang. Kau ingin ku gendong lagi seperti tadi pagi ya?", tanya Eden mengancam, yang bersiap bangun dari duduknya.


"Aku bisa sendiri", ujar Tiara yang kaget mendengar perkataan Eden, segera bangun dari duduknya dan dengan pasrah duduk di samping Eden.

__ADS_1


"Nah gitu kan lebih enak, masak duduk mu jauh banget, kayak musuhan saja", ujar Eden yang langsung memeluk bahu Tiara, agar duduknya tidak menjauh.


"Ih.. sukanya ngancam!", gumam Tiara, kali ini paha Eden yang menjadi sasaran cubitannya.


...********...


"Bibi dapat kabar dari adik mu Lily kalau dia besok akan pulang untuk menghadiri pernikahan mu. Bibi senang sekali. Kau sudah menyebarkan undangan?", tanya Mery memulai pembicaraan.


"Sudah, Bimo sudah mengurusnya bi", ujar Eden.


"Pengepasan baju nya sesudah Lily pulang saja ya, biar sekalian Lily juga bisa memilih baju bersama kalian", ujar Mery.


"Kalau masalah itu bibi atur saja, nanti saya ikuti bibi saja", ujar Eden.


"Baiklah nanti bibi akan kabari kamu lagi", sahut Mery.


"Tiara, apakah ada yang kau ingin kan di hari pernikahan kita nanti?", tanya Eden tiba-tiba menatap ke Tiara yang dari tadi hanya menjadi pendengar saja.


"Aku...aku, tidak ada mas", ujar Tiara yang menjawab tergagap, karena tidak menyangka tiba-tiba ditanya.


"Yakin tidak ada yang kau inginkan?", tanya Eden.


"Keinginan ku hanya satu mas. Aku ingin seluruh keluarga ku menghadiri pernikahan kita", ujar Tiara akhirnya.

__ADS_1


Bagaimanapun Tiara khawatir kalau Eden tidak mengijinkan Rico hadir di pernikahannya.


Bersambung........


__ADS_2