
"Kalian sedang ngobrol apa?" tanya Tiara.
"Ayo, duduk sini Ara?" ujar Eden sambil menepuk bangku di sampingnya.
Tiara menurut dan langsung duduk. Eden langsung memeluk bahu Tiara dan berbisik ke telinga Tiara.
"Kau gak capek kan? Nanti malam kita coba ya?"
"Coba apa mas?" ujar Tiara yang tidak berbisik, dan sudah pasti terdengar oleh Lily.
"Ternyata dokternya memberikan link untuk mempelajari posisi yang aman kalau ingin berhubungan. Lily sudah kirim ke hape ku. Jadi nanti kita coba ya!" pinta Eden tentu dengan berbisik. Tapi yang pasti Lily sudah bisa menebak apa yang dibicarakan Eden.
Mendengar itu dan sadar apa yang dibicarakan Eden, seketika Tiara langsung mencubit paha Eden kesal. Sedangkan Lily melihat ulah pasangan itu tersenyum-senyum sendiri.
"Dasar otak mesum! Hari ini aku mau jalan-jalan, biasa habis jalan-jalan capek. Aku gak mau!" ujar Tiara dengan wajah memberengut manja.
"Satu kali saja Ara!" mohon Eden sambil menggenggam tangan Tiara.
"Hey! Kalian sengaja ya? Sudah tahu masih ada yang jomblo di sini?" omel Lily kesal ketika melihat kakak dan kakak iparnya seru berdua dan sepertinya sudah lupa akan keberadaannya.
Mendengar itu Tiara tersipu malu, tapi Eden mana mau perduli
"Ha-ha-ha, syukurlah kau sadar Ly! Ini kan masih dalam suasana bulan madu ya, tentu saja dunia milik kami berdua. Harusnya kau sadar dan cepat pergi dari sini. Sana temenin bibi Ana, bi Ana kan gak punya pasangan!" usir Eden langsung tanpa basa basi.
Tiara langsung memukul paha Eden, karena merasa tidak enak dengan perkataan Eden.
"Dasar kak Eden! Pas ada maunya ngajak-ngajak, begitu gak dibutuhkan aku diusir! Lihat kak Tiara, suami mu ya seperti ini!" ujar Lily mengadu.
"Kau juga manfaatin aku, bukan?tadi kau minta aku transfer uang dalam jumlah banyak! Hayo buat apa itu?" balas Eden tidak terima.
"Hi-hi-hi, ternyata kalau berurusan sama duit ingat terus. Dasar pelit, gak bakal aku kasih tahu pada mu uang itu buat apa, biar kau penasaran. Untung si pelit gak pelit sama mu, kak Tiara! Besok-besok kalau aku butuh uang lagi, kak Tiara yang bantu aku mintain sama si pelit ini ya, kak!" ujar Lily tertawa sambil menunjuk ke arah Eden.
Tiara hanya tersenyum saja. Akhirnya Tiara mengerti kalau hubungan Eden dan Lily memang seperti Tom dan Jerry, tapi sebenarnya mereka saling menyayangi juga.
"Ya sudah kak Tiara, aku ke sana dulu," ujar Lily menunjuk ke arah meja bi Ana, Mery dan Nugroho yang sedang duduk.
"Takutnya mata kak Eden melotot keluar kalau aku gak pergi-pergi karena mengganggu mu terus. Dasar posesif!" omel Lily lagi sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Tiara dan tersenyum jenaka.
*********
__ADS_1
"Rencananya kalian mau jalan-jalan ke mana hari ini?" tanya Pak Nugroho.
"Sepertinya hari ini kami berjalan di sekitar hotel saja, yah! Di sini di taman hotel sini saja pemandangannya juga sudah indah, yah. Aku khawatir kalau Tiara masih lelah, jadi mulai besok baru kami akan tentukan ke mana!" sahut Eden.
"Aku setuju," sahut bibi Ana yang sepertinya masih kecapekan.
"Baiklah, kami tidak memaksa. Ayah dan ibu juga mau kembali ke hotel saja kalau begitu. Lagipula kami sebenarnya juga sudah jalan duluan. Kami masih di sini karena sekalian menunggu kalian, dan pulang bersama nanti." ujar Pak Nugroho yang langsung setuju.
Sedangkan Mery setuju juga, Mery tahu saat ini Ana masih membutuhkan istirahat, sepertinya Ana yang biasa terlihat kuat, ternyata tidak tahan naik pesawat dengan waktu yang lama, bisa jadi juga karena perubahan iklim yang mendadak.
**********
Tapi saat Mery dan Nugroho berjalan keluar, tampak Rico masuk dan mengangguk sopan ke arah kedua orang itu. Lily segera menghampiri Rico dan menggandeng akrab Rico. Rico yang sudah terbiasa dengan tingkah Lily, akhirnya terbiasa juga dan membiarkan Lily menggandeng tangannya. Sedangkan Pak Nugroho hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak gadisnya yang dari dulu suka bersikap seenaknya itu.
"Maaf bi, maaf paman, kalau aku datang terlambat. Soalnya tadi ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan." ujar Rico sopan.
"Gak pa pa Rico, tapi ini kami sudah mau balik ke penginapan dulu. Rencananya besok baru membawa Tiara jalan-jalan, biar tidak kelelahan." ujar bi Mery, yang disambut Rico dengan anggukan.
"Ya sudah, kau gabung dengan Eden, Tiara dan Lily, paman dan bibi balik ke penginapan kami dulu!" ujar bi Mery.
"Baik bi, baik paman, hati-hati di jalan."
*********
Untung kedatangan Rico kali ini bertujuan ingin menjernihkan masalah, Rico sudah tidak mau terpancing lagi dengan sikap Eden yang tidak bersahabat itu. Kadang harus ada yang mengalah, dan sudah dapat dipastikan kalau seorang anak Sultan mana mungkin bisa mengalah.
Yang waras yang harus ngalah! Pikir Rico dalam hati
"Eden, aku ingin berbicara dengan mu! Hanya empat mata saja, bisakah kau meluangkan waktu mu?" tanya Rico.
Eden langsung bangun dari duduknya dan menunjuk tempat duduk yang agak jauh dari tempatnya tadi.
"Lily! Kau temani kak Tiara dulu!"
"Kalian mau ngapain lagi?" tanya Lily agak khawatir.
"Cuman bicara saja Ly, jangan khawatir!" ujar Rico menenangkan.
Akhirnya Lily mau tidak mau duduk bersama Tiara, walau hatinya merasa khawatir kalau kedua pria itu akan ribut lagi.
__ADS_1
"Jangan khawatir Ly!" ujar Tiara menenangkan Lily.
"Mengapa kak Tiara bisa begitu tenang?" tanya Lily.
"Aku sudah tahu sifat kak Rico, jadi kau jangan khawatir! kak Rico pasti akan menyelesaikan masalah dengan baik dan tidak akan membuat keributan." sahut Tiara yakin.
********
"Sekarang aku sudah menganggap Tiara seperti adik ku sendiri Eden, kau jangan khawatir dan cemburu pada ku lagi. Lagi pula Ara sudah mencintai mu, Ara adalah gadis yang setia. Sejak dulu dia hanya menganggap ku kakak saja. Dia sama sekali tidak pernah mencintai ku." ujar Rico menjelaskan.
"Tapi dia dulu ingin kabur dengan mu! Aku tidak ingin kejadian itu terjadi kedua kalinya, jadi aku harus berjaga-jaga!" ujar Eden yang masih curiga dan tidak bisa menerima ucapan Rico begitu saja,
"Memang aku yang mencintainya, tapi Ara tidak! Ara sudah mengaku dan meminta maaf pada ku kalau dulu dia hanya ingin memanfaatkan ku untuk membalas dendam, rasa sakit hatinya pada ayah ku. Apapun yang terjadi aku tidak pernah marah padanya Eden, karena saat kecil, saat aku cacat, Tiara lah yang sudah menyemangati ku. Jadi kau jangan khawatir lagi, kini aku sudah membuang semua perasaan cinta ku pada Tiara, aku kini hanya menganggapnya sebagai adik ku yang sudah banyak menolong keluarga ku. Semoga ke depannya kau bisa lebih bersahabat dengan ku, walaupun tidak bisa akrab!" ujar Rico sambil mengulurkan tangannya mengajak damai.
Eden menatap sejenak ke arah Rico, akhirnya Eden juga menerima jabatan tangan Rico.
*********
"Edan! Aku gak mau!" ujar Tiara meruncingkan bibirnya kesal.
"Tapi aku ingin melihat perempuan hamil berpakaian sexy!" rayu Eden menyerahkan baju tidur yang dibeli Lily dulu.
"Tapi kan perut ku masih rata, kan sama saja! Kau sengaja ya?"
"Kau masak gak mau menyenangkan mata suami mu yang sudah banyak mengalah ini? Aku bahkan sudah mengalah pada Rico." rajuk Eden.
Dasar Sultan mau menang sendiri! Kak Rico yang ngalah tapi dia bilang dia yang ngalah! gerutu Tiara dalam hati.
"Dasar otak mesum!" omel Tiara tapi akhirnya menuruti keinginan Eden. Eden langsung tersenyum puas ketika Tiara berdiri di hadapannya dengan baju itu.
Sebentar saja Tiara sudah digendong dan dibawa ke tempat tidur, bahkan sebentar saja tubuh Tiara sudah polos lagi.
"Huh, kau hanya menyuruh ku mengerjakan hal yang sia-sia! Bajunya baru saja ku pakai, tapi sudah kau lepas lagi!" protes Tiara dengan wajah merona.
"Aku merasa suka saja Ara, kau terlihat begitu sexy kalau berpakaian seperti itu!" jawab Eden dengan suara berat mulai terpengaruh. Sebentar saja Eden mulai mempraktekkan hal yang baru dia pelajari dari link yang diberikan dokter kandungan itu. Sedangkan Tiara mana mungkin menolak, ini adalah bulan madu, Tiara yang romantis benar-benar ingin bulan madu mereka meninggalkan banyak kenangan indah.
**********
Perjalanan bulan madu Tiara dan Eden kali ini bukan hanya meninggalkan kenangan indah saja, bahkan dari perjalanan ini Tiara semakin mengenal sifat Eden yang sebenarnya, bagaimana hubungan Eden dengan Lily dan anggota keluarga lain. Pada akhirnya Bi Mery merasa bahagia bisa menjalin hubungan yang baik dengan Eden. Dan yang terpenting hubungan Eden dan Rico sudah menjadi lebih baik, dan tidak bermusuhan lagi. Kedua pria yang sudah begitu berarti di kehidupan Tiara.
__ADS_1
Walaupun tadinya aku hanya pengganti, akhirnya aku bisa menjadi yang tetap di hati Eden. Perjalanan bulan madu ini akan selalu terukir indah di hati ku!
---Tamat----