
"Tentu tidak ada yang menolak tuan. Aku saja lebih memilih menikah dengan tuan!", ujar Tiara yang tertawa dalam hati. Menertawai dirinya sendiri, yang semakin lama semakin pintar berbohong.
"Semakin hari ilmu berbohong ku semakin hebat. Keadaan yang membuat ku harus berbohong", sesal Tiara dalam hati, dia harus melawan hati nuraninya sendiri. bahkan saat ini dia merasa seperti seorang penjilat.
Mendengar jawaban Tiara, Eden juga terkejut, dia merasa sesudah kejadian semalam, sifat Tiara tiba-tiba berubah banyak. Sudah tidak menentangnya lagi, bahkan lebih banyak mengalah padanya.
"Jangan-jangan Bella juga ingin memperbaiki hubungan kami", pikir Eden dalam hati merasa Tiara mempunyai pemikiran yang sama dengannya.
"Aku ingin setiap kau ingin ke mana, kau harus ijin terlebih dahulu pada ku!", ujar Eden yang perlahan menurunkan tangannya dari wajah Tiara.
"Kau jangan memanggil ku tuan, cukup panggil aku Eden saja. Kau bukan pelayan, kau adalah istri ku!", sambung Eden lagi.
"Tidak ada bedanya, aku harus menuruti perintah mu, apa bedanya aku dengan pelayan? hanya sebutan saja yang beda", gerutu Tiara dalam hati.
Tetapi demi kedamaian suasana yang sudah tercipta, Tiara hanya menuruti semua kemauan Eden.
"Baiklah Eden", sahut Tiara.
"Biarlah aku menuruti semua kemauannya saja, aku hanya perlu bertahan beberapa waktu lagi, sampai Bella menggantikan ku. Aku tidak perlu bertemu dengan manusia edan ini selamanya!", pikir Tiara dalam hati.
Mendengar perkataan Tiara, Eden tersenyum puas.
"Mulai sekarang aku juga akan bersikap lebih baik padanya. Sesudah bisa melihat, aku ingin melihat apakah dia benar-benar tulus kepada ku, kalau benar aku akan belajar mencintainya. Bagaimanapun dia adalah istriku, orang yang akan mendampingi hidup ku", pikir Eden dalam hati, yang tidak sadar sebenarnya dia sudah mulai menyukai Tiara.
...********...
"Kak Rico tidak membohongi ku kan? Bukan karena kak Rico ingin bertemu dengan perempuan pujaan kakak itu?", tanya Bella menyelidik.
"Untuk apa kakak membohongi mu. Kakak juga tahu kau dan ibu tidaklah mudah dibohongi. Kau pikir untuk apa kakak pulang rumah kalau tidak ada masalah penting!", sindir Rico langsung.
__ADS_1
Semakin hari Rico semakin tidak betah tinggal di rumah lagi.
Bella yang setiap hari ribut uang dari ayah nya tidak mencukupi biaya hidup dia sehari-hari, dan ibunya yang bukan menasehati Bella, tapi hanya menghibur dan selalu menyebutkan kelebihan Bella yang cantik agar segera mencari suami kaya.
Dan sampai sekarang Bella sama sekali tidak berniat untuk bekerja ataupun membantu perusahaan ayahnya, hidupnya hanya dipakai untuk berfoya-foya.
Melihat tingkah ibu dan adik nya itu akhirnya membuat Rico memilih menyewa apartemen sendiri.
Apalagi Rico sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan teknologi, buat Rico yang lulusan cumlaude dan selalu mendapat beasiswa tentu dengan mudah memperoleh pekerjaan itu.
Rico sama sekali tidak berniat ikut terjun di perusahaan ayahnya, Rico selalu merasa bersalah pada Tiara, dia selalu merasa semua itu harusnya merupakan milik Tiara, bukan milik keluarganya. Hal tersebutlah yang membuat Rico menolak permintaan ayahnya, agar Rico membantu usaha keluarga mereka.
...********...
"Tapi harus ada buktinya dulu aku baru mau, kau punya buktinya gak kalau Eden sudah mau dioperasi?", tanya Bella meyakinkan.
"Tapi kan bisa saja Tiara sudah tidak tahan lalu mengarang-ngarang saja. Aku masih belum yakin kalau belum ada bukti apa pun", ujar Bella
yang tidak mau hal yang tidak pasti apalagi kalau menyangkut masalah hidupnya.
"Terserah, kau mau atau tidak. Tidak ada untungnya buat ku, aku hanya menyampaikan pesan Tiara saja. Daripada kau susah-susah mengincar suami kaya, mengapa kau tidak segera kembali saja pada suami mu yang kaya itu. Dia kan terkaya nomor satu di kota kita!", ujar Rico menghela nafas kesal.
"Kau kan juga dapat untung kalau aku kembali ke Eden! kak Rico kan jadi ada harapan lagi sama Tiara, jangan pikir aku gak tahu otak mu kak", sahut Bella tersenyum mengejek, memanasi Rico.
"Jangan harap aku akan merestui hubungan mu dengan Tiara, Rico!", ujar Mita yang langsung memotong pembicaraan itu.
"Aku sudah dewasa, ibu tidak berhak mengatur hidup ku. Aku sudah menyampaikan apa yang perlu ku sampaikan, terserah kalian percaya atau tidak. Jangan sampai kalian menyesal di kemudian hari. Aku balik dulu Bu", ujar Rico yang langsung keluar dari ruangan itu.
Rico sengaja tidak mau terlalu memaksa Bella, karena dia sudah tahu sifat Bella yang licik, kalau dia santai malah Bella akan semakin penasaran dan tertarik.
__ADS_1
...********...
"Aku saja baru tahu kemaren. Kalian malah bisa lebih tahu dari aku!", ujar Mery kesal.
Setelah kedatangan Rico, benar saja dugaan Rico kalau Bella menjadi penasaran, akhirnya Mita berinisiatif untuk menanyakan langsung pada kakaknya, paling tidak Mery merupakan sumber yang paling bisa dipercaya.
Sedangkan Mery yang sejak kemaren sudah tidak tenang sejak mendapat kabar dari Ana kalau Eden sudah mau operasi.
Mery akhirnya menyalahkan Mita dan Bella yang tidak bertanggung jawab dalam hati,
"Aku tidak menyangka kalau adik ku dan keponakan ku itu begitu tidak bertanggung jawab dan egois. Aku yang tadinya berharap mereka dapat mendekatkan hubungan ku dengan Eden, malah mereka yang bakal membuat hubunganku dengan Eden semakin rumit, kalau Eden sudah tahu dibohongi selama ini. Aku benar-benar sudah menyesal menyetujui Bella untuk dijodohkan dengan Eden! Bahkan gara-gara itu perasaan Tiara dikorbankan! padahal Tiara adalah gadis yang baik hati. Semoga saja sesudah Eden bisa melihat, Eden bisa menyukai Tiara, walaupun Tiara bukan Bella, gadis yang pertama dia temui. Semoga Eden juga mau memaafkan kebohongan ini", harap Mery dalam hati.
...********...
"Berarti benar ya kak?", tanya Mita dengan penuh semangat mendengar perkataan Mery, sampai dia tidak menyadari kalau kakaknya sedang marah.
"Ah setidaknya kalau Bella dengan Eden aku sudah tidak perlu pusing lagi, Eden bisa mencukupi kebutuhan Bella semua, sehingga tidak usah lagi meminta pada ayahnya terus hingga ribut setiap hari", pikir Mita bersyukur.
"Kalau benar memangnya kenapa?", tanya Mery yang semakin kesal.
"Kalau benar kan Bella harus kembali ke posisinya semula kak", sahut Mita tanpa.merasa bersalah.
"Tidak semudah itu! banyak yang harus dipikirkan. Di sini pelayan-pelayan sudah mengenali Tiara sebagai Bella. Salahkan saja anak mu sendiri yang dari pertama tidak ingin menikah dengan Eden!", omel Mery.
"Soal pelayan kan gampang kak. kasih pesangon dan pecat saja, habis itu kan tinggal pakai yang baru, jadi sudah tidak ada yang mengenali Tiara lagi", ujar Mita mengusulkan.
"Aku baru tahu sekarang, ternyata adik ku adalah orang yang sangat egois, hanya mau enak sendiri saja!", ujar Mery yang akhirnya membuat Mita sadar kalau kakaknya sedang marah.
Bersambung........
__ADS_1