
Eden tadi menghubungi Wijayanto untuk mengetahui keberadaan Rico, setelah tahu Eden memutuskan mendatangi PT. Lintas Alam, tempat Rico bekerja.
Sampai di PT Lintas Alam, ternyata Rico sedang keluar, Eden tentu merasa tidak tenang, apalagi Eden mendapat jawaban dari resepsionis perusahaan itu, kalau Rico sedang keluar bersama seseorang , yang Eden yakini kalau itu pasti Tiara.
Beruntung Tiara dan Rico hanya pergi ke toko kopi yang berada di seberang jalan perusahaan, karena toko itu depannya memakai kaca, sehingga Eden tanpa sengaja melihat Rico dan Tiara yang duduk dekat kaca dan duduk berhadapan. Hati Eden bertambah panas ketika dia melihat Tiara, sedang menatap ke Rico, apalagi sesudah itu Tiara menggenggam tangan Rico dengan ke dua tangan nya.
...********...
Kekhawatiran Tiara benar saja, belum sempat berkata apa pun, Eden sudah langsung menghampiri Rico dan menarik kerah baju Rico hingga Rico bangun dari duduknya.
Rico yang teringat pernah dipukul Eden, juga langsung terbawa emosi. Rico langsung mendorong Eden dengan sekuat tenaga, agar tarikan Eden pada kerah bajunya lepas, tetapi Eden yang tidak menyangka didorong jatuh terduduk di bawah.
"Mas!", seru Tiara kaget, segera menghampiri Eden dan berjongkok di bawah. Tiara segera menggandeng lengan Eden dengan kedua tangan nya. "Mas tidak apa-apa kan? Mas dengarkan dulu penjelasan ku, jangan terbawa emosi!", ujar Tiara memohon.
Eden yang sedang emosi langsung menarik dan menghentakkan tangannya agar pegangan tangan Tiara terlepas. Mendapat perlakuan mendadak seperti itu, Tiara juga ikut jatuh terjerembab.
...********...
"Tiara, kau tidak apa-apa?", ujar Rico yang langsung menghampiri Tiara, dan membantu Tiara untuk bangun. Sebetulnya Eden saat melihat Tiara jatuh, juga kaget, dan ingin segera membantu Tiara untuk bangun, tapi sayang Eden kalah cepat dengan Rico.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa kak Rico", sahut Tiara yang segera menepuk-nepuk gaunnya. "Ayo kita pergi dari sini kak kalau tidak mau jadi perhatian orang-orang", ujar Tiara yang segera berjalan keluar dari toko kopi itu. "Sikapnya jadi kasar begitu pasti sulit buat diomongin, sebaiknya keluar dulu, yang lainnya urusan nanti, kasihan kak Rico kalau menjadi perhatian orang, karena kak Rico kerjanya dekat sini", pikir Tiara yang akhirnya memutuskan mengajak Rico keluar, Tiara yakin Eden pasti akan menyusul keluar juga.
Rico segera membayar tanpa menunggu kembalian lagi, bahkan kopi yang baru disajikan belum diminum sama sekali. "Tidak perlu kembali", ujar Rico kepada kasirnya dan segera menyusul Tiara yang sudah berjalan keluar dulu.
Eden menatap geram ke Rico, dan merasa sakit hati pada Tiara. "Bahkan dia mengajak Rico keluar tapi sama sekali tidak memperdulikan aku!", pikir Eden.
...********...
"Kak Rico kembali saja ke perusahaan, apa yang ingin ku sampaikan pada kakak sudah ku sampaikan semua. Maafkan aku, kalau benar aku pernah berjanji pada kakak. Aku benar-benar lupa dan sekarang aku sudah tidak bisa memenuhi janji ku , karena aku adalah istri Eden, aku juga mencintai Eden", ujar Tiara.
"Baiklah! Kau tidak apa-apa kakak tinggal? Kakak khawatir Eden akan berbuat kasar pada mu!", tanya Rico ragu, apalagi melihat Eden yang sudah keluar dari toko kopi juga dan menatap tidak senang ke arah nya dan Tiara.
Akhirnya Rico hanya bisa mengangguk dan menghela nafas meninggalkan Tiara. Saat menyeberang Rico beberapa kali menoleh ke arah Tiara, tampak Eden yang mendekati Tiara.
...********...
"Sudah puas bertemu kekasih gelap mu?", tanya Eden kesal.
"Dia kakak ku mas, jangan sembarang bicara. Walau dia hanya kakak angkat ku, aku sudah menganggap dia seperti kakak ku sendiri mas!", sahut Tiara.
__ADS_1
Karena cemburu dan emosi, akhirnya Eden lupa dengan apa yang sudah dia rahasiakan. "Kalau benar begitu, mengapa kau dulu pergi dari keluarga mu dan tinggal di apartemen kakak mu? Bahkan kalian hendak kabur dari kota ini, saat aku mencari mu?", tanya Eden kesal
Tiara langsung terdiam mendengar perkataan Eden. "Ternyata benar apa yang dikatakan kak Rico! Apa yang sudah membuat ku hingga mau pergi dari kota ini, bahkan berjanji menikah dengan kakak? Bahkan aku mau meninggalkan suami ku Eden? Padahal Eden begitu baik pada ku. Apakah aku perempuan yang tidak setia? Sesudah meninggalkan Bram, aku juga mau meninggalkan Eden suami ku?", pikir Tiara tidak puas pada dirinya di masa lalu, Tiara merasa ia adalah perempuan yang begitu tidak setia.
Tiara mulai merasa kan kepalanya yang sakit seperti ditusuk-tusuk jarum saat dia berusaha mengingat hal yang dilupakannya, tapi kali ini Tiara benar-benar kecewa pada dirinya sendiri. Akhirnya Tiara memukul-mukul kepalanya sendiri karena kesal, Eden yang melihat hal tersebut akhirnya menyesali perbuatannya.
"Maafkan aku Tiara, aku yang terlalu cemburu hingga berkata yang tidak-tidak. Kau jangan mendengarkan perkataan ku tadi, anggap saja aku tidak pernah mengatakan itu!", ujar Eden menarik kedua tangan Tiara yang memukul kepalanya sendiri, dan. membawa Tiara masuk dalam pelukannya.
Tapi kali ini Tiara menangis tersedu-sedu, "Apakah aku perempuan yang sebejat itu? Aku mau kabur bersama pria lain, dan mau meninggalkan mas, padahal mas begitu baik pada ku. Mungkin ini dosa ku, hingga aku tertabrak dan aku mengalami keguguran. Aku benar-benar minta maaf pada mu kalau aku pernah melakukan hal seperti itu", ujar Tiara dengan sedih.
Eden kali ini merasa hatinya seperti ditusuk, dia tidak bisa mengakui apa yang sudah terjadi, dia hanya bisa membiarkan Tiara dengan pikirannya sendiri. Dia tidak ingin kehilangan Tiara lagi, apapun harus dia lakukan untuk memiliki Tiara.
"Kau bukan perempuan seperti itu Tiara, kau perempuan termanis dan terbaik yang pernah ku temui, kalau tidak tak mungkin aku menyukai mu", hibur Eden. "Ayo kita kembali ke mansion, kau jangan banyak berpikir lagi, kau selalu yang terbaik buat ku", ujar Eden sambil memeluk bahu Tiara dan membawa Tiara masuk ke mobil.
"Terimakasih mas, kau sudah begitu baik pada ku", ujar Tiara terharu.
Rico yang dari tadi memperhatikan pasangan itu dari ruangan nya, di lantai dua, yang kebetulan jendela kacanya menghadap ke arah jalan, akhirnya bisa bernafas lega, "Benar, sepertinya Eden sudah benar-benar mencintainya. Kali ini aku sudah harus merelakannya, Tiara memang tidak ditakdirkan untuk ku. Asal dia bahagia, aku pun harus ikut bahagia untuk nya".
Tiara tidak pernah tahu, di antara kerikil-kerikil kehidupannya, ternyata dia memiliki keberuntungan dalam hal cinta, dia dicintai oleh Rico yang benar-benar tulus kepadanya.
__ADS_1
Bersambung.........