
"Koq aku merasa tidak tenang melakukan hal seperti itu? rasanya gak benar deh!", ujar Mery ragu ketika Ana membisikkan rencananya.
"Apanya yang gak benar? Mereka kan suami istri syah. Cepat atau lambat mereka juga akan melakukannya! Kita kan hanya mempercepat saja! Aku yakin Eden akan menyukai Bella, Bella perempuan yang menyenangkan! Apalagi kalau Bella hamil, aku yakin Eden akan senang Mery!", ujar Ana tersenyum merasa idenya kali ini benar-benar hebat.
"Tapi...", Mery terlihat mulai ragu dan terpengaruh.
"Jangan khawatir Mer, aku akan melakukannya dengan hati-hati, tidak akan ketahuan. Kau tidak usah terlibat, biar aku saja, yang penting aku sudah minta ijin pada mu!", ujar Ana penuh semangat.
"Dasar kau An, dari jaman sekolah sampai sudah umur segitu hobi mu gak pernah berubah! Selalu saja suka jodohin orang, sudah berapa pasangan yang kau hasilkan dari dulu!", omel Mery tapi tersenyum teringat hobi Ana yang satu ini.
"Ha..ha..ha.. kan aku sudah bilang kalau aku adalah utusan malaikat cupid!" ujar Ana tertawa bangga.
"Baiklah, kalau menurut mu gak masalah melakukan hal itu. Aku serahkan pada mu masalah ini. Aku ikut senang kalau hubungan Bella dan Eden menjadi baik, setidaknya Eden sudah tidak curiga pada ku lagi. Aku benar-benar tulus padanya dan tidak mempunyai maksud apapun menikah dengan Nugroho!", ujar Mery menghela nafas sedih.
"Percayalah, suatu hari Eden pasti akan menyadari ketulusan mu!", ujar Ana menepuk bahu Mery menenangkan.
...********...
Ana benar-benar menjalankan rencananya, apalagi sudah mendapat ijin dari Mery. Entah mengapa, Ana sejak dulu memang paling suka menjodohkan pasangan yang menurutnya sangat cocok. Setiap usahanya berhasil, dia akan merasakan kepuasan tersendiri.
Kali ini dia merasa Eden dan Tiara adalah pasangan yang sangat cocok.
"Aku yakin usaha ku kali ini akan berhasil, untuk jatuh cinta kepada seorang gadis seperti Bella sangatlah mudah! Selain memiliki rupa yang manis, Bella juga memiliki sifat yang baik", pikir Ana dalam hati, sambil mencampurkan obat perang*sang yang sudah disiapkan ke jus wortel yang dia buat untuk Eden setiap menjelang jam 20.00.
Eden adalah seseorang yang sangat menjaga kesehatan. Sejak dulu Eden selalu minum jus wortel setiap malam, karena dia yakin jus wortel akan membuat matanya tetap sehat walaupun setiap hari dia harus berhadapan dengan layar komputer. Tentu Eden tidak menyangka suatu hari dia akan mengalami kecelakaan, membuat mata yang sangat dijaganya itu menjadi tidak bisa melihat.
...********...
Benar saja, tidak lama kemudian Tiara datang ke dapur lagi.
"Mau ngambil jus wortel untuk tuan Eden ya?", tanya bi Ana dengan penuh semangat.
"Tidak usah Bi, Eden mau aku yang buat kan untuknya", ujar Tiara lesu, karena sudah capek bolak balik dari tadi.
"Ya sudah, bawa ini! bibi sudah buatkan!", ujar Bi Ana menyodorkan jus yang sudah dia buat.
__ADS_1
"Tapi Eden mau aku yang buatkan bi, dia sudah pesan begitu!", ujar Tiara.
"Lha! Terus yang bibi buat mau dikemanakan?", tanya bi Ana.
"Bibi minum saja, jus wortel sehat bi. Biar aku bikin yang baru saja buat tuan Eden!", ujar Tiara menuju ke arah kulkas untuk mengambil wortel.
"Astaga! Kalau aku yang minum, lawan ku siapa?, aish otak ku jadi gak benar!", pikir Ana yang sempat termangu mendengar jawaban Tiara.
Tapi sesudah itu dia segera mengejar Tiara dan menarik tangan Tiara.
"Dasar gadis bodoh! Bibi yang bikin kan sama saja. Memang Eden bisa tahu kalau itu bibi yang bikin kalau kau tidak beritahu? Bibi sudah gemuk, tidak boleh makan banyak-banyak lagi! Lagi pula wajah mu sudah capek Bella, kau harus cepat istirahat!", ujar bibi Ana yang memang melihat Tiara sudah lesu dari tadi.
Untung kali ini Tiara tidak menolak perkataan bibi Ana.
"Ah.. betul juga bi. Duh otak ku sudah tidak bisa berpikir jernih, mungkin karena sudah ngantuk bi!", ujar Tiara sambil menepuk dahinya sendiri dengan kesal.
"Huh.. manusia edan itu benar-benar sudah membuat ku seperti orang linglung, tidak dapat berpikir jernih lagi", gerutu Tiara dalam hati, karena dari tadi Eden meminta dia melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting.
"Nih ambil saja, bibi tahu kau sudah capek, habis itu cepat istirahat ya!", ujar bibi Ana prihatin, dia sudah terlanjur mencampurkan obatnya, kalau tidak mungkin dia memilih besok saja, karena Tiara sudah kelihatan capek, sambil menyodorkan jus wortel yang sudah disiapkan dari tadi.
"Maafkan bibi, Bella. Ini buat kebaikan hubungan mu dan Eden, biasanya kalau sudah punya anak, hubungan kalian otomatis akan membaik. Semoga saja tindakan ku benar kali ini", pikir Ana dalam hati membenarkan tindakannya.
"Tapi si Eden ini juga terlalu! Mau jadi perhatian istri nya kan bukan gitu cara nya! Jangan-jangan besok kalau Bella hamil, dia yang bakal ngidam. Banyak sekali maunya anak itu!", gerutu Ana dalam hati menyesalkan tindakan Eden yang banyak maunya itu, padahal Tiara sudah kelihatan lelah.
...*******...
"Jus nya kau yang bikin bukan?", tanya Eden setelah meneguk habis jus wortelnya.
"Iya Tuan, aku tidak berani melanggar perintah mu tuan!", sahut Tiara dengan tenang.
Tiara merasa semakin hari dia semakin fasih berbohong. Bahkan saat berbohong, dia tidak pernah merasa gugup lagi seperti saat pertama kali dia berbohong.
Ternyata kadang-kadang sifat seseorang dapat berubah karena keadaan.
"Tapi koq aku merasa jus ini seperti buatan bi Ana, bahkan rasa manisnya bisa mirip banget. hebat sekali kamu!", gertak Eden dengan curiga
__ADS_1
"Hebat juga si edan ini! Tapi aku sudah tidak boleh kalah nyali dengan dia! lama-lama aku bisa mati lemas di sini!", pikir Tiara dalam hati.
"Tentu mirip dengan buatan bi Ana, bi Ana tadi berada di dapur, jadi aku sudah menanyakan padanya takaran-takarannya, daripada harus bolak balik!", ujar Tiara menyindir balik dengan tenang, agar tidak dicurigai.
...********...
Tiara merasa beruntung ketika Eden sudah tidak mencari kesalahannya lagi setelah mendengar jawabannya.
"Sepertinya tinggal bersama orang edan ini aku harus banyak berbohong agar tidak mati muda di sini!", ujar Tiara dalam hati, menghibur dirinya sendiri dan mentertawakan nasibnya, yang membuat dia harus sering-sering berbohong, biar aman.
"Ah..sudah malam, sebaiknya aku ke kamar mandi membersihkan diri dan menggosok gigi. Sebaiknya aku cepat tidur saja, agar besok aku siap untuk menghadapi permintaan manusia edan ini lagi!", pikir Tiara yang sudah lelah dan langsung menuju kamar mandi, sama sekali tidak sadar ada keanehan dengan diam nya Eden.
Bersambung ..........
...Hi Readers ku tersayang, sudah lama tidak menyapa, semoga semua dalam keadaan sehat selaluπ€π€...
...Pengen kasih tahu saja, mungkin pada sudah tahu juga,...
...tapi gak pa pa ya.....ππ...
...Malaikat Cupid dalam mitologi Yunani adalah dewa tampan yang berubah menjadi malaikat bersayap gemuk, yang membawa panah cinta dan membuat orang jatuh cinta...
...Sedangkan dalam mitologi Romawi lebih menekankan bahwa Cupid adalah dewa cinta sensual dan romantis....
...Malaikat Cupid ini benar-benar Malaikat kesukaan author, entah ada atau tidakππ...
...Tapi dalam kamusnya bi Ana, malaikat Cupid nya tentu lebih mengarah ke mitos Yunani ya....
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...Tidak lupa author ucapkan terimakasih atas dukungan readers semua di karya iniπππ...
...Love you all...
...πππ...
__ADS_1