Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Tiara yang bahagia


__ADS_3

Tiara saat ini merasa hidupnya begitu bahagia, memiliki Eden yang begitu menyayanginya, Pak Nugroho dan bibi Mery yang juga begitu baik. Belum lagi bibi Anna dan Lily, rasanya hidupnya benar-benar sudah lengkap.


Eden juga sudah tidak terlalu mengekang Tiara lagi, bahkan Eden juga sudah memberikan Tiara telpon genggam, agar dia juga bisa menghubungi Tiara saat merindukan Tiara di kantor.


"Nanti kalau pekerjaan ku sudah beres, aku akan mengajak mu honeymoon. Kau ingin pergi ke mana?", tanya Eden sambil memeluk Tiara masuk dalam pelukannya, ketika mereka bersiap-siap untuk tidur.


"Memang kita perlu honeymoon segala? Kan honeymoon biasa dilakukan orang langsung, sesudah menikah!", ujar Tiara, yang jari tangannya iseng, bermain di sekitar dada Eden seperti sedang menulis. "Sedangkan pernikahan kita sudah lewat lumayan lama juga", ujar Tiara menengadahkan kepalanya menatap ke Eden, sedangkan jari tangannya masih iseng entah menulis apa di dada Eden.


"Tetap harus, bagaimanapun aku ingin merasakan honeymoon, di mana hanya ada kita berdua saja. Kalau di sini kan ada ayah, bibi Mery dan bibi Ana, belum pelayan lainnya. Kalau honeymoon kan kita berdua saja. Aku bisa memeluk mu terus, tidak diganggu waktu kerja", ujar Eden sambil mengecup dahi Tiara sekilas.


"Tapi ini di kamar, mas juga bisa memeluk ku. Aku malah suka keramaian mas, ada ayah, ada bi Mery, apalagi bi Ana yang lucu”, ujar Tiara. "Sayang Lily sudah berangkat ke Spanyol lagi, aku kangen padanya", sambung Tiara menerawang.


...********...


Sesudah acara pernikahan Tiara dan Eden, Lily benar-benar melakukan pendekatan pada Rico.


Tentu Lily meminta bantuan pada Tiara. Eden yang mengetahui hal itu, pertama-tama marah dan tidak setuju saat Lily meminta Tiara menemaninya untuk mengunjungi Rico.


Seperti biasa Tiara mengeluarkan jurus rayuannya, yang akhirnya membuat Eden mengijinkan Tiara untuk menemani Lily. "Lagipula kak Rico sudah kembali tinggal di rumah, mas! karena dia sudah akan dipindahkan kerja ke luar, dia tidak melanjutkan menyewa apartemennya lagi. Jadi aku juga bisa mengunjungi ayah dan ibu ku!", ujar Tiara bergelayutan manja di tangan Eden, yang akhirnya membuat Eden tidak bisa mengatakan tidak. Apalagi setiap mengiyakan permintaan Tiara, dia selalu mendapat bonus kecupan dari Tiara. Entah mengapa, Eden paling senang walau hanya dikecup di pipi saja, Eden kadang juga merasa dia menjadi seperti anak kecil lagi, seperti anak kecil yang kegirangan kalau dikasih permen!


Wijayanto tentu merasa senang dengan kedatangan Lily, demikian juga Mita, walaupun dalam hati Mita tidak suka dengan Tiara, tapi di sudah tidak berani lagi menunjukkan sikap tidak sukanya, karena Mita tahu kalau hubungan Lily dan Tiara akrab, apalagi dari yang dia tahu, Tiara sudah menjadi kesayangan Eden, tentu dia tidak berani menyinggung Eden.


Hanya Rico yang bersikap dingin dan cuek pada Lily, sampai Rico dicubit Mita. "Jangan begitu sama tamu!", omel Mita.


"Kak Rico, yuk kita keluar cari makan yuk, soalnya sebentar lagi Lily sudah mau kembali ke Spanyol", ajak Tiara.


"Tumben si Eden kasih kamu pergi dengan ku!", sindir Rico, yang kesal pada Tiara karena Tiara sepertinya mau menjodohkan dia dengan Lily.

__ADS_1


"Jangan begitu kak Rico, sesudah aku kasih pengertian pada Eden, Eden mau mengerti kak. Kak Rico jangan marah lagi ya dengan kelakuan tidak sopan nya Eden dulu", ujar Tiara mewakili Eden meminta maaf.


Akhirnya Rico hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan Tiara, lagipula sebentar lagi dia juga sudah mau ditugaskan ke Prancis, jadi Rico akhirnya mengalah, bagaimanapun dia juga kangen berbincang-bincang dengan Tiara.


Tapi begitu mereka sampai di sebuah mall, Rico langsung dikuasai Lily. Lily langsung menggandeng tangannya tanpa rasa malu.


"Ngapain kamu menggandeng tangan ku?", tanya Rico tidak senang.


"Kakaknya kak Tiara, berarti kakak ku juga. kak Tiara gak mungkin menggandeng kak Rico, karena kak Eden sangat posesif. Jadi aku mewakili kak Tiara!", ujar Lily tanpa merasa malu.


"Tapi kita tidak ada hubungan apa-apa, apakah kau tidak malu?", sindir Rico.


"Tidak malu! Aku sudah biasa hidup di Spanyol, hanya menggandeng gitu saja gak masalah. Otak kak Rico cepat diupgrade, sebentar lagi kak Rico tugas di Prancis. Spanyol dan Prancis sama saja, malah di Prancis lebih bebas lagi. Biar nanti sampai di sana kak Rico sudah tidak kaget lagi", ujar Lily.


"Ku beritahu ya kak, jangan gara-gara kak Rico gak suka dengan kak Eden, terus gak suka aku juga! Aku dan kakak ku berbeda", sambung Lily mempromosikan dirinya sendiri.


"Karena kak Rico belum mengenalku lama! Nanti kalau sudah lama, kan bisa tahu sendiri bedanya aku dengan kakak ku", ujar Lily tertawa senang.


Akhirnya Rico sudah tidak protes lagi, dia tahu percuma berurusan dengan Lily, hanya akan menghabiskan waktu saja.


Sedangkan Tiara hanya mengikuti dari belakang dan tersenyum melihat tingkah Lily, akhirnya selama pergi Lily benar-benar menguasai Rico. Rico sama sekali tidak ada kesempatan berbicara dengan Tiara.


...********...


"Ngelamun apa kamu?", tanya Eden yang akhirnya menyadarkan Tiara.


"Enggak koq mas, hanya tiba-tiba saja kangen dengan Lily", ujar Tiara tersenyum.

__ADS_1


"Bohong! jangan-jangan otak mu sudah pikirin acara honeymoon kita!", goda Eden.


"Ih.. mas ke geer an", sahut Tiara


"Kalau enggak, terus ini ngapain coba?", tanya Eden sambil menunjuk tangan Tiara.


Tiara langsung melihat ke arah yang ditunjuk Eden dan seketika mukanya langsung berubah menjadi merah. Ternyata tangannya yang dari tadi iseng menulis di dada Eden, tanpa sadar sudah turun di dekat pusar Eden, saat dia sedang melamun tadi.


"Dasar otak mesum! Aku kan gak sengaja mas, gara-gara mikirin Lily" , omel Tiara menutupi rasa malunya dan mencubit perut Eden.


Kali ini Eden langsung menangkap tangan Tiara yang mencubitnya. "Nah sudah salah sendiri, masih main cubit saja", ujar Eden.


"Ah.. sudah malam, aku mau tidur saja!", ujar Tiara berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan Eden.


"Mana bisa begitu, setelah berbuat kau meninggalkan tanggung jawab!", ujar Eden.


"Mas ada-ada saja!, Memang aku berbuat apa?", tanya Tiara cemberut tanpa sadar.


"Dasar! Sudah membangunkan sesuatu berlagak bodoh lagi! Dan ini, bibir mu kan minta aku ci*um!", omel Eden yang langsung menangkap wajah Tiara dengan kedua tangannya.


"Mas mau menang sendiri!", omel Tiara menggigit bibirnya sendiri.


Tapi kali ini Eden yang sudah tergoda, tidak bisa ditolak lagi. Eden langsung melu*mat bibir Tiara, dan baru melepaskannya setelah Tiara terengah-engah.


Eden akhirnya merubah posisinya berada di atas Tiara dengan kedua tangannya menekan di atas tempat tidur. "Aku DP in dulu honeymoon nya", ujar Eden mendekatkan wajahnya ke Tiara.


"Dasar otak mesum!", omel Tiara, tapi tindakannya berbeda dengan ucapannya. Tiara malah mengalungkan kedua lengannya ke leher Eden. Eden tentu tersenyum senang mendapat sambutan dari Tiara.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2