Aku Hanyalah Pengganti

Aku Hanyalah Pengganti
Eden shock


__ADS_3

"Tiara!", terdengar Eden memanggil Tiara kembali.


Tiara yang sempat terpaku dan bingung, akhirnya sadar. "Astaga, dia sudah tahu nama ku! Pasti dia sangat marah, karena aku dan keluarga ku sudah membohonginya. Apa maunya si edan ini? Sampai aku sudah kabur pun masih tidak dilepas. Aku harus lari secepatnya dari dia! Ayo Tiara! kamu harus secepatnya lari!", ujar Tiara menyemangati dirinya sendiri, karena tadi kakinya sempat membeku begitu mendengar suara Eden.


Tiara sama sekali tidak menoleh ke belakang lagi, Tiara langsung berlari secepatnya tanpa menghiraukan sekelilingnya.


Eden yang tadi berjalan mendekati Tiara, langsung ikut berlari mengejar Tiara, kali ini Eden tidak mau sampai kehilangan jejak Tiara lagi.


...********...


"Apakah dia mengejar ku?, pikir Tiara sambil menolehkan kepalanya ke belakang, dan betapa kagetnya Tiara ketika melihat Eden yang berada di belakangnya dan jaraknya yang semakin dekat dengannya, sedangkan tenaganya sudah semakin berkurang.


Hal tersebut akhirnya membuat Tiara kalang kabut dan tidak berpikir panjang lagi, yang ada di pikirannya hanya berusaha lari secepatnya, bahkan Tiara sudah tidak sadar kalau dia sudah berada di penyebrangan jalan yang sudah berlampu merah!


"Tiara! Jangan!", teriak Eden.


Namun terlambat, tubuh mungil itu disambar sebuah mobil yang berkecepatan tinggi, Tiara yang muncul tiba-tiba membuat si pengendara tidak sempat memberhentikan mobilnya.


Bukkk... tampak tubuh Tiara sempat terpental tertubruk mobil berwarna hitam itu.


Pejalan kaki yang sedang menunggu lampu hijau, semua berteriak kaget melihat peristiwa naas itu, apalagi Eden.


Eden yang pertama menghampiri tubuh Tiara yang sudah tidak sadarkan diri itu, sama sekali sudah tidak memperdulikan lampu yang masih berwarna merah itu.


"Tiara! Tiara!! Ayo sadar!" panggil Eden sambil berjongkok menggoyang-goyangkan tubuh Tiara yang sudah berada di pelukannya. Darah segar yang mengalir keluar dari tubuh Tiara, membuat Eden semakin takut.


"Tiara! Ayo bangun!", panggil Eden lagi sambil menepuk-nepuk pipi Tiara yang kini sudah pucat bagaikan kapas.


"Sabar pak, sepertinya ibu ini pingsan, sebentar lagi ambulans akan datang, saya sudah panggilkan ambulans pak", ujar salah satu pejalan kaki yang merasa prihatin dengan keadaan itu.


...********...


...Ruang Operasi...

__ADS_1


Tampak Eden duduk di ruang tunggu sambil menjambak rambutnya sendiri dengan perasaan tidak tenang. Sudah satu jam dia menunggu di luar. Kali ini dia mengalami keadaan yang sama seperti saat dia menunggu ibunya yang menjalani operasi, tapi saat itu berakhir dengan kematian.


Bagaimana Eden tidak merasa takut ketika dia harus dihadapkan kembali pada kejadian seperti ini, apalagi tubuh Tiara yang penuh darah terbayang terus di matanya.


Mery dan pak Nugroho yang mendapat kabar dari Bimo, segera menyusul ke rumah sakit.


Nugroho tahu dengan trauma yang pernah dialami Eden, dia yakin dengan menemani Eden, tentu Eden lebih terhibur. Ana juga meminta ijin untuk ikut bersama setelah mendengar Tiara yang mengalami kecelakaan. Bagaimanapun Ana cukup menyayangi Tiara. Begitu melihat keadaan Eden, Mery merasa kasihan dan tanpa sadar duduk di samping Eden dan menepuk-nepuk punggung Eden menghibur. Kali ini Eden sama sekali tidak menolak, Eden tampak benar-benar terguncang dengan keadaannya saat ini, bahkan saat dia mengalami kebutaan karena kecelakaan saja tidak seperti ini.


...********...


Begitu pintu kamar operasi dibuka, Eden langsung menghampiri dokter yang menangani Tiara.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?", tanya Eden.


"Saat kritis sudah lewat, beberapa bagian lukanya juga sudah dijahit. Tapi bagian kepalanya ada yang cedera, untuk hasilnya baru bisa kita ketahui setelah pasien sadar. Kami minta maaf, janin yang dikandung pasien tidak bisa kami selamatkan ", ujar Dokter yang membuat keempat orang yang memperhatikan ucapan dokter kaget seketika.


"Bagaimana ini bisa terjadi saat dia sedang hamil", sesal Nugroho yang sudah sangat menginginkan penerus di keluarga mereka.


Sedangkan Eden tambah diam setelah mendengar pernyataan dokter itu, Eden semakin terpukul dengan kenyataan yang harus diterimanya.


...********...


'Kau tahu tidak tuan Eden dari Nugroho Grup itu?', tanya salah satu suster kepada temannya


"Siapa yang tidak mengenal tuan Eden, sudah kaya, tampan lagi. Bahkan aku sudah melihat langsung orangnya! Istrinya kan sedang mengalami kecelakaan. Aku tidak menyangka ternyata tuan Eden begitu menyayangi istrinya, saing malam menunggu istrinya bangun. Setiap aku membawa kantong infus, aku lihat tuan Eden selalu menggenggam tangan istrinya. Sungguh beruntung perempuan yang menjadi istrinya itu!", ujar suster yang satu lagi menanggapi pertanyaan temannya.


"Nah itu yang aku mau bilang ke kamu, tapi dengar-dengar gosip katanya istrinya mengalami kecelakaan saat dikejar Tuan Eden!", ujar suster yang pertama lagi.


"Namanya juga gosip, heran kau bisa percaya begitu saja! Mana mungkin sih? Kalau sekarang ada pria seperti tuan Eden di depan mu, aku tanya siapa yang bakal mengejar? Aku yakin jangan-jangan kamu yang bakal mengejar pria itu duluan", canda suster itu pada temannya


"Dasar kamu! Aku masih setia sama pacar ku ya!", omel suster itu sambil memukul bahu temannya.


...********...

__ADS_1


Eden yang terkantuk-kantuk, langsung kaget, ketika merasa tangan Tiara yang bergerak-gerak di genggamannya.


Eden mengelus punggung tangan Tiara sambil memanggil nama Tiara, ketika melihat kelopak mata Tiara yang sepertinya bergerak-gerak.


Perlahan mata Tiara terbuka dan menatap bingung ke Eden.


"Siapa kamu?", ujar Tiara dengan suara lirih sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan Eden.


"Aku Eden, suami mu, tenang lah!", ujar Eden.


"Bukan! jangan bohong! Aku belum menikah! Di mana aku sekarang? Lepaskan tangan ku!", ujar Tiara,


"Kau jangan berlagak tidak mengenal ku Tiara! Kau adalah istri ku, jangan coba-coba menyangkal!", ujar Eden yang menangkap kedua bahu Tiara.


Tiara yang ketakutan, ketika melihat tombol di samping segera memencet tombol itu.


Karena berada di ruangan VIP, pelayanan pun serba cepat. Sebentar saja muncul dua orang suster di kamar Tiara.


"Apa yang bisa kami bantu?", tanya salah satu suster itu.


"Usir orang ini keluar sus, aku takut! Dia mengaku suami ku, padahal aku belum menikah!", ujar Tiara menunjuk Eden.


Bersambung.........


...Hai para readers ku tersayang, semoga semua selalu dalam keadaan sehat....


...Pasti semua kaget dengan episode ini, author tidak bermaksud membuat kejutan di episode ini, tapi dari pertama alurnya memang sudah begitu....


...Jangan kecewa ya, walaupun Tiara harus mengalami keguguran. Sebetulnya ceritanya masuk season 2 setelah ini, tapi author tidak suka pakai season-season segala, jadi kita cus langsung nyambung terus ya....


...Semoga terhibur selalu dengan ceritanya, walaupun ada kejadian yang mengecewakan ya. pantengin terus ya.......


...Terimakasih atas dukungan readers semua yang selalu membuat author semangat up....

__ADS_1


...Love You all...


...😘😘😘...


__ADS_2