
Setelah hampir satu jam mengikuti Lily, Tiara benar-benar kagum dengan Lily yang hidupnya bebas dan tanpa beban. Apapun yang mau dia katakan, akan dikatakan semua tanpa ada yang disembunyikan, bahkan boleh dibilang tanpa disensor sama sekali. Berbeda dengan Tiara yang terkadang untuk hal-hal tertentu hanya disimpan dalam hati walaupun penasaran, karena merasa tidak pantas mengatakannya.
Hanya satu sifatnya yang sama dengan Eden, yaitu suka memaksakan kehendaknya. Tiara tidak bisa menolak kemauan Lily, akhirnya menuruti kemauan Lily, langsung memakai baju pink terusan celana pendek itu. Begitu keluar dari kamar ganti, Tiara masih menarik-narik celananya yang dirasakan terlalu pendek itu.
"Sudah ah, jangan ditarik-tarik lagi, gak bakal jadi panjang! Enggak pendek banget koq, nih punya ku lebih pendek. Tapi kakak tambah cantik, kayak boneka, dijamin kalau kak Eden lihat, entar malam siap-siap saja kakak berdua bergadang!", ujar Lily tanpa perduli pramuniaga yang ikut mendengar.
"Ah.. biasa saja, kamu jangan terlalu berlebihan!", sahut Tiara menutupi rasa malunya.
"Tapi benar koq perkataan kakak ini, kakak benar-benar cantik dengan baju ini, pasti suami akan bertambah sayang pada kakak", ujar pramuniaga bermulut manis itu meyakinkan Tiara, akhirnya membuat Tiara memilih diam dan tidak berkata apa-apa lagi.
Begitu keluar dari toko itu, Tiara masih memandang ke tulisan love the world di baju Lily penuh tanda tanya, mencari di mana keunikan dan perbedaannya dengan kaos-kaos baju bergambar yang sering dia lihat di aplikasi belanja online. Tiara masih benar-benar bingung darimana dia bisa membedakan kalau itu adalah tulisan dari seorang pelukis terkenal. "Ah.. namanya juga Sultan, seleranya memang berbeda. Hanya mereka yang tahu membedakannya, orang seperti aku mana bisa mengerti", pikir Tiara akhirnya menyerah karena tidak bisa menemukan jawabannya.
...********...
Dan Tiara menyesali rasa penasarannya itu ketika tahu-tahu tangan mereka berdua sudah penuh dengan belanjaan. Tiara juga mulai merasa tidak tenang ketika Lily juga tidak berhenti berbelanja. Walaupun Lily membeli keperluan dia semua, tapi menurut Tiara sebenarnya tidak dibutuhkan. Hanya saja setiap Tiara mencegah, Lily akan selalu menjawab, "kakak ku tidak akan bangkrut hanya gara-gara ini! Pokoknya kak Tiara tenang saja".
Tetapi ketika melihat barang yang akan dibeli lagi, Tiara benar-benar menentang kemauan Lily kali ini.
"Jangan kau beli lagi ly, gak bakal aku pakai sampai kapan pun", ujar Tiara cepat-cepat merebut barang yang sudah dipegang Lily itu, dan segera menaruhnya ke tempat semula lagi dengan pipi merona.
__ADS_1
"Gak bisa kak, justru ini yang paling penting! Walaupun kalian merayakan pernikahannya terlambat, tetap saja malam sesudah pernikahan itu pasti istimewa dan berbeda. Orang yang merayakan anniversary saja juga gitu koq", ujar Lily kembali mengambil barang yang tadi ditaruh Tiara kembali.
"Aku gak mau pokoknya", ujar Tiara menggeleng, kali ini melawan keinginan Lily.
Pramuniaga yang melihat dua orang yang kelihatannya sedang beradu mulut itu segera mendatangi Lily dan Tiara.
"Bisa saya bantu kak?", tanya pramuniaga itu dengan ramah.
"Coba kakak jelaskan pada kakak ku ini! Dalam waktu dekat dia akan merayakan pernikahannya, terus aku pilihkan dia baju ini, dia merasa tidak pantas. menurut kakak pantas atau tidak?", tanya Lily ke pramuniaga itu langsung meminta pendapat.
"Wah mata kakak yang satu ini benar-benar hebat, ini adalah produk baru di toko kami. ini benar-benar buatan tangan kak, cuman ada beberapa, limited edition ini! Nama produknya saja make him crazy (membuat dia gila/yang pasti dia di sini artinya suami🤣🤣🤣). Kakak gak perlu malu, namanya suami istri wajar-wajar saja pakai yang kayak gini kak, kita kan sebagai istri hanya menyenangkan suami, apalagi kalau suami kakak kaya. Kalau suami kaya biasanya banyak yang ngincar kak. Biar suami gak melirik ke perempuan lain, kalau sudah puas di rumah", ujar pramuniaga itu mempromosikan jualannya.
"Cih.. limited edition apa? Limited edition gara-gara gak bakal laku!siapa yang mau beli baju tidur kurang bahan gitu, mana harganya gak kira-kira lagi. mau bikin siapa gila, ada juga yang beli yang gila!", gerutu Tiara dalam hati kesal sambil menatap ke arah baju itu, dan bingung apa yang membuat baju tipis dan kurang bahan itu begitu mahal!
"Kakak gak perlu ragu, barang ini datangnya cuman lima peace dan datangnya baru dua hari, tapi sudah terjual tiga, ini sisa hitam dan yang pink saja. Kakak masih muda, badannya saja masih kencang, ngapain malu pakai yang seperti ini? Kemaren yang beli itu dua orang sudah sekitar umur empat puluhan kak, yang satu lagi sudah hampi enam puluh kak, sudah keriput, tapi dia masih saja pede pakai yang begini", ujar pramuniaga itu menjelaskan dan tersenyum.
Tiara sampai ternganga mendengar perkataan pramuniaga itu, sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Tuh kan! kakak gak percaya sama aku, sudah bungkuskan yang pink saja, itu all size kan? bahan Stretch kan?", ujar Lily.
__ADS_1
"Betul kak! Baik saya bungkuskan sekarang", sahut pramuniaga itu cepat sebelum ada yang berubah pikiran.
"Jangan yang pink, yang hitam saja!", ujar Tiara pasrah. "Setidaknya warna hitam masih tidak menerawang. Biarlah aku menjadi orang gila hari ini!", keluh Tiara dalam hati.
...********...
"Ke mana sih si Lily itu membawa istriku? Koq diijinkan saja? Sudah tahu si Lily gak pernah benar!", omel Eden begitu sampai di mansion.
"Mana nyetir sendiri lagi! Aku telpon dia, dia gak angkat! pasti sengaja dia! buat menghindari ku!", sambung Eden lagi dengan kesal.
"Salah mu sendiri! kenapa gak pernah memberikan handphone buat istrimu? Sejak handphonenya rusak karena kecelakaan, kau tidak pernah memberikannya yang baru!", omel Nugroho.
Eden hanya bisa menarik nafas kesal dan menyesal, dia memang sengaja tidak memberikan handphone buat Tiara, karena khawatir Tiara akan berhubungan lagi dengan Rico. Sedangkan Tiara memang perempuan yang tidak banyak menuntut. Kalau dia perlu menelpon, dia bisa menggunakan telpon. rumah.
"Sabar saja, ini kan baru jam dua an, namanya perempuan kalau ke departemen store pasti lama, apalagi punya teman. Kata Tiara kamu memberikannya kartu untuk belanja, jadi Lily hanya menemani saja", ujar Mery yang memang selalu membela Lily.
"Tiara juga sepertinya cocok dan suka dengan Lily, biarlah sekali-sekali dia reflesing keluar. Seingat bibi, sejak kecelakaan dia belum pernah pergi-pergi, kecuali waktu menengok keluarganya. Kasian Tiara juga", sambung Mery lagi.
"Lagian hari ini kenapa kamu pulang cepat?", tegur Nugroho yang kurang suka dengan orang yang tidak disiplin.
__ADS_1
"Bisa dengar ceramah, kalau aku jawab jujur!", pikir Eden dalam hati.
bersambung........