
Janji Lio untuk membawa Manda pergi berlibur ditepati olehnya. Setelah Vella dibereskan, Lio langsung membawa Manda untuk berlibur. Memang bukan sampai keliling dunia, karena Manda butuh ketenangan. Lio menyewa sebuah Resort yang sangat mewah di pulau Maldives, dimana mereka hanya tinggal berdua saja. Sedangkan orang yang akan membantu mereka seperti pengawal dan juga maids tinggal di sebuah paviliun yang letaknya tak jauh dari resort itu.
Awalnya Lio tidak mengizinkan satu orang pun untuk ikut bersama dengan dirinya tetapi ide itu ditolak mentah-mentah oleh ayah dan ibu karena dia tidak ingin liburan mereka terganggu dengan hal-hal yang remeh temeh, juga Ibu tidak melarang mereka berpergian sendirian mengingat kejadian yang baru saja terjadi pada Manda.
Jadi kalau mereka ingin berpergian mereka tetap harus membawa sejumlah pengawal untuk melindungi mereka selama perjalanan. Akhirnya Lio dan Manda menuruti apa yang menjadi keinginan Ibu karena mereka tahu entah apa yang dipikirkan ibu itu sangatlah benar, mereka juga butuh aman selamat di dalam perjalanan.
Lio harus melakukan perubahan rencana, tadinya dia hendak menaiki pesawat komersial saja karena hanya berdua, tapi karena sekarang dia harus membawa sejumlah orang baik pengawal maupun ART, jadi ia memutuskan untuk membawa private jet milik keluarga Perdana.
" Mas.."
" Kenapa sayang? Apakah ada yang tidak nyaman?" tanya Lio dengan nada cemas.
" Engga... aku hanya ingin manggil kamu saja." kata Manda sambil memeluk tubuhnya yang ramping. Saat ini ia sedang berada di atas balkon yang menghadap ke arah laitan lepas. Bahkan Resort yang ia tempati saat ini letaknya diatas pesisir, jadi sebagian dari badan bangunan itu terbuat dari kaca sehingga mereka bisa menikmati pemandangan ikan ikan kecil dibawah resort mereka itu.
Lio yang sadar kalau istrinya kedinginan tertiup angin senja langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.
" Mas, makasih ya!"
" Hmm."
" Makasih karena kamu ga meninggalkan aku walau.." Manda ga bisa melanjutkan omongannya karena bibirnya sudah diserang oleh Lio. Membuat Manda gelagapan, karena ciuman Lio kali ini terasa kasar dan menuntut sampai Manda memukul dada Lio karena ia kehabisan nafas. Lio mengganti ciuman nya dengan lembut sedikit membuai Manda dalam gairahnya.
" Makasih itu pakai ciuman!" kata Lio dengan nada terengah engah. Manda pun juga sama, kehabisan nafas sebelum ciuman tadi dilepaskan oleh Lio.
" Ish, masa kalau berterimakasih karena bantuan sekretaris kamu, masa harus pakai ciuman." cebik Manda kesal karena ucapan Lio yang ga masuk akal.
__ADS_1
" Ya sekretaris aku kan kamu, jadi boleh dong!" kata Lio sambil kembali menikmati bibir Manda dan memagutnya dengan lembut, sampai seluruh tubuh mereka memanas diikuti dengan belaian nakal dari tangan besar Lio membuat kejadian yang diinginkan pun terjadi, emang ini adalah salah satu tujuan Lio. Ia ingin membuat Manda melupakan kejadian buruknya dengan sentuhan lembutnya yang berkali kali, dengan harapan anak kedua akan segera Tuhan titipkan lagi kepadanya.
***
Manda mendengar suara suara aneh di kamar sebelah. Sudah genap 6 bulan, mereka tidur di rumah besar karena ayah dan ibu belum mengijinkan Lio dan Manda menempati rumah peninggalan papa dan mama Lio yang terletak di daerah Pondok Indah. Ibu mengkhawatirkan keamanan dan keselamatan mereka berdua, karena seperti biasa Manda yang ga mau tinggal bersama ART dan tidak mau memakai ART yang tidur di rumah.
Ia meraba tempat tidur samping, ia tidak mendapati Lio yang biasanya tidur memeluk dirinya dengan posesif. Kehilangan Lio disisinya membuat Manda penasaran dengan suara suara aneh yang ada di samping kamarnya. Setahunya, kamar sebelah adalah kamar kerja Lio yang sekarang tidak pernah difungsikan lagi karena kalaupun ada kerjaan, Lio selalu mengerjakannya di kamar sehingga Manda selalu bersama sama dengan Lio.
Manda pun segera mencepol asal rambutnya yang tergerai, dan segera mengambil outer kimono untuk menutup tubuhnya yang hanya terbalut lingerie tipis dan segera mengendap endap untuk mencuri dengar siapa yang ada di kamar samping.
" Aku mencintaimu sayang.." Manda mengenali suara itu, seketika dadanya seperti dihantam benda berat, sesak sekali. Pintu kamar itu terbuka sedikit, sehingga ia bisa mendengar dengan jelas suara itu, bahkan ia melihat siluet suaminya sedang memeluk dan mencium seorang wanita yang hanya memakai pakaian kurang bahan. Darah Manda mendidih, melihat wanita yang ada di samping suaminya memeluk tubuh polos miliknya. Ya, itu miliknya. Tanpa berpikir panjang, Manda langsung menggebrak pintu itu dan sudah tidak mempedulikan apakah aksinya ini akan didengar oleh keluarga Perdana yang lain.
"Kamu?? Dasar wanita murahan. Kamu tahu ga, yang kamu peluk itu suami orang. Dasar wanita ja**ng!!" Manda tanpa segan berteriak dan menyeret wanita yang sedang memeluk suaminya itu. Bertindak bar bar mungkin bukan sifat Manda, tapi ia juga ga tahu akhir akhir ini dia begitu posesif dengan suaminya.
" Masss!! Kamu selingkuh ya! Sekarang kamu pilih, aku atau dia?" teriak Manda sambil memukul dada suaminya dengan keras, ia bahkan mencakar agar suaminya melepaskan dirinya supaya ia bisa kembali menghajar wanita yang menganggu rumah tangganya.
" Manda cepat bangun!! Siapa yang berselingkuh? Manda, heiii.. kamu cuman mimpi. Bangun Amanda!!" suara keras suaminya menyadarkan dirinya. Dadanya yang seaak masih menyisakan nafasnya yang jadi tersengal karena rasa terhimpit di dadanya tak mau hilang.
" Mas?"
"Alhamdulilah, akhirnya kamu bangun juga. Kamu kenapa sih? Lihat nih kamu mencakar, memukul juga marah marah dalam tidurmu. Emang kamu mimpi apa?" Lio agak sedikit kesal karena pipinya yang perih dicakar Manda.
" Arghh, maaf mas, maaf.. apa itu sakit?" mata Manda menyorot penuh penyesalan.
" Ga sesakit melihat kamu menangis, berteriak dan marah marah seperti tadi sayang. Apa sih yang buat kamu marah marah dalam tidur kamu?" tanya Lio dengan lembut.
__ADS_1
" Aku mimpi kamu mengucapkan cinta dan memeluk wanita lain bukan aku." cicit Manda lirih, tapi kata katanya itu sontak membuat Lio tersenyum.
" Istriku cemburu? " Manda tidak menghindar, ia mengangguk malu.
" Akhir akhir ini dadaku sesak melihat wanita yang menatap kamu berlebihan, kepalaku panas saat ada wanita baik itu klien atau pegawai yang berbicara dekat dengan kamu, mas."
" Aku suka kamu cemburu, itu tanda kamu cinta sama aku kan, sayang."
"Tapi dadaku sakit kalau terus terusan begitu." keluh Manda dengan kesal. Ia tidak suka dengan perasaan insecure yang ia alami saat melihat suaminya berinteraksi dengan wanita. Mungkin jiwa posesif pada Lio kini mengikat jiwa dan raga Amanda.
" Percayalah, tidak ada satupun wanita yang bisa mengalihkan aku dari kamu. Aku hanya mencintai kamu!" mata Manda membulat. Hatinya seperti disiram jutaan bunga bunga. Bahagia menyentuh dadanya yang saat ini terasa lega.
" Aku juga mencintai kamu, suamiku!"
.
.
.
END
***
Hai readers, akhirnya end juga ya cerita gabut aku. Ha ha ha, makasih buat yang ngelike, ngevote dan memberi gift. Thank you so muchhhh!!! Tenang masih ada beberapa extra part yang akan bikin kamu pasti penasaran. Happy readinggg!!
__ADS_1