Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
19.


__ADS_3

" Kak, tapi aku.." Manda sejatinya tidak mau memberi harapan kepada Kenan. Tapi Kenan tidak memberinya kesempatan untuk menolaknya. Bahkan sekarang Kenan sudah dengan cepat memeluk tubuh Manda erat dan mencium bibirnya dengan cepat tanpa mau mendengar penolakan dari bibir Manda.


" Aku pulang dulu. Jangan rindukan aku. Karena rindu itu berat, biar aku saja yang merindumu!" kata Kenan sambil mengusap bibir Manda yang sudah menjadi candunya saat ini. Gimana ya, soalnya bibir Manda manis banget sih! pikir Kenan sambil berlalu meninggalkan Manda yang hanya bisa bengong dengan tingkah Kenan yang super menjengkelkan.


Kemudian Manda tersadar, Kenan sudah berkali kali mencium bibirnya tanpa ia bisa menghindar. Ingin marah gimana? Ia takut Kenan akan membeberkan rahasianya kepada orang tuanya. Ia hanya bisa menahan kekesalannya dalam hati.


Inilah gak enaknya kalau orang ga jujur, desah Manda dalam hati. Ia masuk ke kamarnya tanpa mengantar kepulangan Kenan. Kenan juga tidak lagi menanyainya perihal menjadi asistennya. Manda lega karena ia tidak perlu menjawab. Andai ia bisa memilih, ia akan menolak tawaran Kenan menjadi asistennya. Entah kenapa, hati Manda terpaut pada Lio yang dingin dan datar. Ia hanya menuruti Kenan, agar rahasianya tidak terbongkar sampai Lio datang sebagai pangeran berkuda putih menyelamatkan dirinya dari kebohongan demi kebohongan yang sudah ia lakukan pada keluarganya.


***


Keesokannya, Manda memilih untuk pergi memenuhi panggilan interview di Perdana Corp. Tentu saja tabpa sepengetahuan orang tuanya. Karena kedua orang tuanya sudah berangkat ke Yogja untuk mengurus perjodohannya dengan pak raden.


Ayah Manda emang sekekeuh itu ingin menjodohkan anaknya dengan kerabat dari istana Mangkunegaran, katanya.


Manda hanya pasrah. Tapi Manda sudah menerima private messg dari Lio yang mengatakan dirinya tidak usah khawatir, karena ia akan segera mengurus semuanya. Manda dimintanya untuk tidak khawatir.


Menghadapi tingkah Lio yang sama sekali tidak romantis dan terkesan acuh membuat Manda hanya bisa pasrah. Andai saja ia bisa memilih, ia ingin berkarier dan belum ingin menikah dan menggantungkan nasibnya pada seorang laki laki, yang baru saja ia kenal.


Drrrt... drrrt.


" Hallo.." sahut Manda mengankat sambungan teleponnya, setelah sebelumnya ia membaca id caller peneleponnya.


"..."

__ADS_1


" Sudah selesai sarapan. Aku tinggal berangkat saja mas!" sahut Manda dengan Lio yang sedang menanyakan kabarnya.


"..."


" Iya, aku akan menunggu sopir yang sudah kamu kirimkan mas. Emang ga apa ya, kalau pegawai baru langsung dijemput sama sopir atasannya? Aku cuman ga ingin bikin masalah di hari dimana aku interview loh mas!" kata Manda sambil berpikir keras. Ia dari kemarin sudah menolak keinginan Lio yang ingin Manda dijemput oleh sopir yang dikirim olehnya, dengan alasan supaya lebih aman.


"..."


" Hmm, sebenarnya aku masih pusing menghadapi ayah yang masih kekeuh menjodohkan aku dengan kerabat istana Mangkunegaran itu loh, mas. Dan katanya kamu mau ngurus semuanya." desah Manda yang teringat kembali dengan masalahnya yang membuatnya tidak pernah nyenyak dalam tidurnya karena kebayang dengan perjodogan dan terkuaknya rahasianya yang bisa membuat dirinya bakal diusir oleh keluarga Djoyodiningrat karena dianggap mempermalukan keluarga.


"..."


" Hmmh, ya!" jawab Manda singkat karena lagi lagi Lio hanya menenangkannya dan meminta Manda untuk memasrahkan semuanya kepadanya. Lah apa yang bisa Manda perbuat lagi. Ia hanya bisa mempercayakan jalan keluar masalahnya kepada Lio.


" ..."


"..."


" Iya.. ini aku mau keluar... Suruh sopir mas menunggu duou ya. aku mau pakai sepatu dulu." kata Manda dengan buru buru. Sekalipun dijemput dengab sopir Lio saja, tapi ia tidak mau membuat si sopir menunggu dirinya terlalu lama. Dengan kemeja putih dan rok span pendek berwarna hitam serta blazer warna senada dengan roknya, dan memakai sepatu high heel, Manda langsung berjalan menuju mobil Lexus NX silver yang sudah masuk ke pekarangan rumahnya setelah Manda menberi tahukan satpam rumahnya kalau mobil itu yang akan menjemputnya ke tempat kerja.


Rambut panjang ikal Manda yang tergerai indah sedikit banyak membantu Manda menutupi bagian dada Manda yang tampak berisi, karena kemeja putihnya yang sngat pas di badan. Membuat Manda kelihatan seksi dan menarik.


Manda langsung masuk ke dalam mobil mewah yang sudah dibukakan pintu nya oleh sang sopir. Setelah basa basi mengucapkan salam dan terimakasih kepada sopir yang sudah membukakan pintu mobil itu, Manda langsung masuk ke dalam mobil yang tampak gelap dari luar.

__ADS_1


" Hah? Kamu?" kata Manda terkejut saat ia mendapati ada orang lain di dalam mobil itu, bukan hanya dirinya saja. Dan orang yang baru saja meneleponnya itu yang sekarang ada di sampingnya. Padahal katanya ia masih ada di Singapura.


" Hmm! Kamu suka kalau ternyata atasan kamu yang jemput?" tanya Lio dengan nada datar, tapi matanya penuh dengan kelembutan.


" Ah ak.. aku hanya terkejut saja. Kupikir kamu masih menemani adik ipar kamu yang sedang sakit disana." jawab Manda tergagap malu. Entah kenapa ia merasa Lio tampak lebih tampan saat aura dingin mendominasinya.


" Hmm Lana udah sadar dan sudah dalam masa pemulihan barangkali. Aku langsung pulang ke Indonesia setelah ia sadar dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Urusan disana sudah sepenuhnya kubereskan. Jadi aku memutuskan untuk pulang dengan jet pribadi adik angkatku, karena aku ga mau nantinya Kenan mendahului langkahku dan dekat dekat sama kamu. Mumpung Kenan sedang kubuat sibuk dengan Telco yang membatalkan kerjasamanya sepihak." jelas Lio dengan nada enteng. Manda langsung tahu kalau Lio lah yang mengacaukan kerjaan Kenan. Ya, baguslah. Jadi ia gak perlu dekat dekat dengan Kenan yang berbahaya. Manda ga tahu, di dekat Lio ia merasa nyaman. Karena Liolah yang mengaturkan semua dengan baik membuatnya merasa terlindungi.


" Mas, tapi kamu mesti hati hati sama Kenan. Ia tahu rahasia kita, dan rahasia aku. Aku gak mau kalau sampai ia membeberkannya sama keluargaku." jelas Manda dengan raut cemas.


" Aku mengerti. Aku juga tahu kalau ia mendekati kamu. Bahkan menggunakan rahasia kamu itu untuk memaksa kamu jadi asistennya kan? " Lio kembali melirik Manda dengan tatapan tajamnya. Dan Manda yang tidak nyaman dengan lirikan Lio, hanya mengangguk saja. Ia sebenernya ingin bercerita, bahwa ia juga sudah dicium oleh Kenan berkali kali. Tanpa ia bisa menolak. Kalau ia menolak dan bikin keributan, pasti Keluarganya akan mengetahui bahwa ia sudah membohongi mereka dan mempermalukan keluarga Djoyodiningrat.


" Bagian mana yang sudah ia sentuh?"


" Hah?"


.


.


.


TBC

__ADS_1


***


gaes... maaf kalau sering ada typo dalam pengetikan. Karena jarinya thor itu jempol semua. Thanks yang udah komen .. wkwkwk benernya yang salah thornya, karena thornya yang fantasinya terlalu liar jadi Manda terima aja di gituin hahahahahaha... Thanks buat yang ingetin di komen. I lop uu


__ADS_2