Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
67.


__ADS_3

" Gimana? Baju yang ini bagus ga?" tanya Manda sambil berputar putar selayaknya seorang peragawati, yang lagi meragakan baju untuk fashion show. Sebenarnya nggak aneh juga sih, karena tubuh Manda yang proposional, wajahnya yang cantik, tik dan gerakannya yang anggun mirip banget dengan para model yang lenggak-lenggok di landasan pacu fashion show. Bahkan, saat ini Lio sampai terdiam saking terpesonanya dengan gaun yang dipakai oleh Manda. Dari tadi Lio tidak pernah melihat bahwa baju yang dipakai atau dicoba oleh Manda itu jelek, kecuali yang dadanya terlalu terbuka atau yang belahan gaunnya terlalu tinggi sehingga memperlihatkan kaki jenjang Manda yang putih dan mulus. Bagi Lio, pakaian yang terlalu seksi itu haram hukumnya untuk dipakai oleh Manda. Ia menganggap bahwa tubuh Manda adalah aset yang tidak boleh dinikmati oleh orang lain kecuali dirinya sendiri.


" Selalu sempurna, pakaian apapun yang melekat di tubuh kamu selalu terlihat cantik dan pas buat kamu. Ambil aja sekalian sama lima pakaian yang tadi kamu coba. Dan ini lingerie juga pakaian dalam yang mas sudah pilih kan buat kamu." kata lius sambil menunjukkan beberapa pakaian dalam yang cukup seksi untuk dipakai oleh Manda. Manda hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah karena perilaku suaminya itu. Menurutnya Lio itu terlalu mesum, tapi bagaimana lagi ya sudah terlanjur sayang dengan Lio.


" Mas kenapa kita harus beli banyak-banyak, pakaian Manda aja masih banyak yang belum terpakai, belum pakaian yang sudah Mas beli yang ada di rumah besar keluarga Perdana. Kan sayang kalau harus beli pakaian melulu!" kata Manda setelah melihat para pegawai di butik itu menyimpan semua pakaian yang sudah ia coba, kemudian dengan santainya Lio mengeluarkan Black card untuk membayar semua belanjaan Manda hari ini.


" Mas rasa, pakaian kamu itu sudah banyak yang tidak cukup. Lebih baik kita membeli sesuatu yang baru agar kamu nyaman memakainya. Lagian mas tidak rela kalau sampai laki-laki melihat dada kamu yang yang terlalu ketat, karena pakaian kamu kekecilan." jawab Lio dengan tegas.


" Ya ampun Mas, itu bukan karena pakaian Manda yang kekecilan, tapi emang modelnya begitu. Dari dulu itu memang bagian dada Manda cukup besar, masak Manda harus pakai pakaian yang kegedean. Kan kelihatannya malah kayak pakaian minjem!" kata Manda yang kesal dengan perkataan Lio.


" Udah nggak usah dipikirin, sekarang kamu bawa aja yang udah Mas bayar ini." kata Lio sambil menyodorkan paper bag yang berisi pakaian pakaian yang sudah dicoba Manda dan juga beberapa pakaian dalam yang sudah dipilih oleh Lio.


" Ini lagi Mas, ngapain sih Mas selalu beli pakaian dalam kalau nanti akhirnya Mas robek lagi. Kan sayang tauk! Pakaian dalam yang mas pilih itu harganya nggak murah, mana bahannya tipis banget lagi. Kayak Manda enggak pakai apa-apa." lanjut Manda yang sudah sangat kesal dengan pemilihan baju-baju dalam miliknya yang dilakukan oleh Lio.


Tapi Lio hanya tersenyum melihat reaksi Manda, nggak tahu kenapa hati Lio merasa gembira saat bisa menggoda Manda. Apalagi kalau benar-benar bisa melihat Manda memakai baju baju dalam yang ia pilih tadi. Ia tahu bahwa istrinya ini selain masih muda ia juga masih sangat seksi, jadi pakaian pakaian dalam yang ia pilihkan tadi pasti akan sangat sempurna di tubuh indah istrinya.


" Kamu tahu nggak? Kalau kamu itu sangat cantik dan menggairahkan, saat kamu memakai pakaian-pakaian dalam itu. Walau kalau mas boleh jujur, sebenarnya kamu lebih cantik lagi kalau tidak memakai apa-apa." bisik Lio ditelinga Manda dengan suara lirih. Lio dan Manda tengah berpelukan sambil berjalan keluar dari mall karena apa yang hendak mereka beli sudah mereka dapatkan. Lagi-lagi Manda merasa malu karena Lio mengatakan itu di tengah keramaian. Meskipun Lio mengatakannya dengan berbisik-bisik tapi entah kenapa Manda merasa nggak nyaman karena mendengar ke vulgar an Lio di tengah keramaian.

__ADS_1


" Ihhhh, Mas Lio ya. Sudah Manda bilang, kalau lagi di tempat seperti ini ini jangan ngomong yang terlalu vulgar. Nanti kalau ada anak kecil yang dengar, kan gak enak mas!" balas Manda dengan suara lirih juga.


" Jadi kalau nggak di tempat umum, nggak di tempat seperti ini kamu mau?" kata Lio sambil menaik turunkan alisnya.


" Enggak !!" sahut Manda yang membuat Leo menjadi tertawa terbahak-bahak. Bayangkan betapa pengaruh Manda luar biasa terhadap Lio, dulu Lio tidak pernah mau tertawa, jangankan tertawa tersenyum aja jarang. Ekspresi andalan Lio hanya datar dan dingin. Memang pengaruh Manda sangat besar buat Lio.


" Untung sore ini kita masih ada ada meeting di kantor, kalau tidak Mas pasti menyeret kamu pulang ke apartemen, biar mas bisa menikmati ke vulgar an bersama kamu." kata Liu masih dengan suara lirih sambil mencubit hidung mancung Manda.


" Makanya kita harus segera balik ke kantor Mas. Waktunya itu sebenarnya udah mepet, kamu sih mas, maksain aku harus beli baju lagi. Jadinya kan begini, waktunya seakan-akan saling berkejar-kejaran." sahut Manda menyalahkan Lio. Jangan lupa, ini perlu diingat oleh semua orang, wanita itu selalu benar. Jadi Lio hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Manda.


" Anything for you, Mas!! Aku ini kan istri yang sholehah, keinginan kamu pasti akan aku turuti nanti kalau sudah sampai di apartemen, oke Mas?" goda Manda sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Lio.


Hati Lio berbunga-bunga mendengar janji dari Manda, namanya juga pengantin baru, begitu dijanjiin Manda dapat jatah, Lio menjadi sangat bersemangat, Ia bahkan tidak sabar menunggu saat pulang kantor.


" Bener ya, kamu nggak boleh bohongin Mas! Pasti janji kamu itu tadi akan mas tagih saat kita sampai di apartemen." kata Lio dengan suasana hati yang bahagia.


Manda hanya bisa mengangguk, dalam hatinya ia agak sedikit menyesal menjanjikan itu kepada Lio, karena ia tahu pasti betapa brutalnya Lio kalau berhubungan dengan jatah. Tapi Manda tidak bisa lagi mengelak, karena Lio adalah suaminya. Bukankah memenuhi hak suami adalah surga bagi Manda.

__ADS_1


Perjalanan dari Mall ke kantor mereka terasa sangat singkat, apa lagi karena hati mereka dipenuhi dengan bunga-bunga kebahagiaan.


" Sayang, nanti kamu juga ikut masuk di dalam ruangan meeting. Soalnya berkas-berkas yang tadi kamu pilah-pilah dan kamu siapkan, yang akan jadi bahan meeting." kata Lio sambil menggenggam tangan Manda sedangkan tangan satunya ia taruh di kemudi karena memang posisinya mereka masih ada di dalam mobil dan sedang mencari parkiran.


" Baik boss, jangan khawatir. Berkas tadi udah ready semua kok." kata Manda dengan santai.


"Ingat kalau kamu sekarang sudah istri orang, jadi kamu jangan tebar pesona dengan laki laki lain." kata Lio lagi. Perkataan Lio yang ini membuat mood Manda jatuh. Ia kesal dengan suaminya yang super posesif. Haduhh, cape deee😩


.


.


.


TBC


*** wk wkw wk kayak ingat ada kharakter ini ya di cerita aku yang lain? 🤭🤭 jangan lupa support tor dengan gift, like dan vote ya. Terutama likeeee.... thank youuu!!!

__ADS_1


__ADS_2