
Tiba tiba..
Brakkkkk!! Pintu ruang rawat inap Manda dan Lio terbuka.
" Kalian? Ya ampunnnn, Lioooo!!! Ini rumah sakit dan Manda itu sedang hamil. Kenapa kalian malah ga istirahat di brankar masing maaing. Malahan tidur sempit sempitan di satu brankar." teriak ibu dengan nada khawatir, sedang ayah, Alana dan Saka hanya senyum senyum ga jelas saat melihat reaksi Lio yang datar dan reaksi Manda yang malu sehingga semakin menyembunyikan wajah di dada Lio supaya mereka ga lihat kalau wajah Manda sudah merah padam karena menahan malu.
" Ibuuuu!! Aduh, emangnya sekarang pintunya ga bisa diketuk dulu ya? Gimana kalau Lio sama Manda lagi begituan? Eh aduhh, sayanng, cubitan kamu itu sakit loh." kata Lio dengan manja, sambil mengusap perut sixpacknya yang dicubit Manda karena ucapan vulgarnya.
" Jijik aku denger nada manja kamu itu Yo!!" kata Saka sambil mengernyitkan keningnya dan masih saja memasang wajah flatnya,sedang Alana hanya tertawa kecil.
" Ishh!! Ada apa sih? Kok kalian malam malam kesini?" tanya Lio sedikit sebal karena terganggu monen romantisnya.
" Ya ampun ini anak. Kita itu khawatir fengan kondisi kamu tadi. Jadi langsung kesini begitu dikabarin sama Rangga kalau kamu sudah siuman. Malah dengan teganya kita yang perhatian dikatakan menganggu." drama ibu sambil berpura pura sedih karena merasa tertolak. Lio jadi gak enak, biar bagaimana pun ia sayang kepada seluruh anggota keluarga Perdana.
" Iya iya, maafkan Lio, bu. Jangan khawatir, Lio itu kuat kok!! Udah jangan sedih lagi. " kata Lio gak enak sedangkan Manda berusaha turun dari ranjang Lio karena gak enak dengan ucapan mertuanya.
" Sayang, kamu disini saja. Aku ga bisa istirahat kalau kamu ga kupeluk." perkataan Lio membuat dirinya mendapat geplakan sayang dari ibunyadan pandangan jijik dari Saka. Sedang Alana dan ayah hanya senyum senyum ga jelas.
" Istirahat!!! Kalau kalian ada di satu ranjang lagi, ibu ga akan segan untuk memisah kamar rawat inap kalian." ancam ibu yang segera membuat Lio jadi kicep. Manda juga langsung balik ke ranjangnya sendiri, seperti tentara yang kalah perang. peristiwa ini membuat alamat dan ayah tertawa terbahak-bahak, sedangkan Saga hanya bereaksi datar. Ibu hanya memangku kedua belah tangannya dan memasang wajah marah.
" Bu, jangan membuat Manda jadi nggak enak hati, Soalnya kata dokter kandungan, ibu hamil harus tetap bahagia, supaya anak yang ada di dalam kandungan nya juga bahagia. Masa Ibu mau kalau cucu Ibu nanti sedih?" kata Lio membela Manda, yang sudah memasang wajah tidak enak hati.
__ADS_1
" Makanya kalian itu harus istirahat supaya besok sudah bisa pulang. ini malah mau iwik iwik." jawab ibu dengan nada sarkas.
" Astaga ibu!!! Lio kan cuma berusaha. Kalau Manda mau ya alhamdulillah!" lanjut Lio dengan santai.
" Sudah sudah ah, Ayo kita pulang saja apa yang mereka bisa istirahat!" ajak Ayah kepada semua yang disitu, sembari melerai pertengkaran yang akan timbul kalau permasalahan ini diperpanjang.
" Ya begitu dong! Emang Lio sama Manda butuh istirahat nih!" kata Lio mengiyakan apa yang dikatakan oleh ayah, supaya mereka segera pulang.
" Dasar modus! Emang kamu pikir Ibu nggak tahu apa yang bakal kamu lakukan kalau kami pulang ? Tapi, Ya udah ibu sama ayah pamit pulang dulu, jangan lupa kalian istirahat yang benar! Ingatt, jangan dulu melakukan olahraga ekstrem. Soalnya istrimu lagi hamil muda paling tidak kamu harus puasa 3 bulan." goda ibu yang kemudian tertawa lepas saat melihat wajah Lio yang kelihatan sangat terkejut.
" Ah masa iya sih? Nanti Lio akan coba telepon dokter Clara. Lio mau protes, kenapa puasanya lama amat!" bantah Lio dengan wajah masam. Membuat Saka dan Alana meledak dalam tawa mengikuti ayah dan ibu yang sudah tertawa duluan melihat reaksi Lio.
" Sudah lah Bu! Jangan digoda terus anaknya. Ayo kita pulang mereka juga harus segera istirahat. Ayo Saka.. Alana." ajak ayah yang langsung menuju pintu keluar sambil menrik ibu yang kemudian ikut keluar bersama ayah meninggalkan Saka dan Alana yang masih ada disana.
" Untuk apa? Apa karena kalian masuk ke dalam kamar ini tanpa mengetuk pintu? Hei, aku cuman bercanda tadi." sahut Lio dengan nada tidak enak, karena dia pikir bahwa saya akan meminta maaf karena sudah masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk dulu.
" Bukan, lebih tepatnya karena kami sebenarnya sudah tahu kalau kamu bakal dijebak oleh Najla. Dan kami sengaja membiarkan kamu terjebak agar kami bisa menangkap yang memiliki bukti-bukti yang akurat tentang siapa yang menjebak kalian. Tapi kami tidak pernah berpikir panjang kalau akhirnya itu bisa membahayakan kamu karena ternyata kamu memiliki reaksi negatif dengan obat-obatan seperti itu." jelas Alana menjelaskan apa yang dimaksudkan oleh Saka.
" Jadi kalian sudah tahu siapa yang menjebak aku? Dan kalian sudah mengumpulkan bukti buktinya kan?"
" Sudah! Dan pelakunya masih sama, dia adalah Vella. Karena ternyata Omnya Najla itu adalah sugar daddy nya Vella. Omnya Najla juga tahu kalau Najla punya perasaan lebih kepada kamu dari dulu. Jadi dia memanfaatkan perasaan Najla itu dan kemudian menjebak kalian berdua di dalam satu ruangan serta membuat video kalian seakan-akan kalian melakukan hal yang tidak-tidak. Tapi untungnya ada yang membocorkan rahasia ini kepada kita sehingga kita bisa mengantisipasi dengan video-video pendukung dari CCTV yang sengaja kita pasang di ruangan tempat kalian direkam. Dan kenapa kok kita membiarkan kamu terjebak? Salah satunya karena Vella ngancam kalau sampai usaha ini gagal dia akan langsung mengalihkan sasarannya kepada Manda. Dia berniat menyakiti Manda." jelas Alana lagi sedang Saka hanya memandang dengan tatapan datar.
__ADS_1
Perasaan Lio sedikit tidak enak, rasa-rasanya dia sudah dapat menebak siapa yang memberitahukan rencana seperti ini kepada Saka dan Alana. Tapi tidak ada salahnya kan kalo bertanya? Supaya kondisinya lebih jelas.
" Siapakah yang sudah memberitahukan rencana Vella ini kepada kalian? "
" Kenan Louis Avendra!" sahut Alana dengan tegas, membuat Manda kemudian menatap reaksi Lio. Tapi sayangnya Lio hanya menatap balik Manda dengan raut wajah datar dan sulit dibaca. Manda mendesah di dalam hatinya, dia sudah bisa meraba bahwa saat ini Lio merasa kesal, karena ternyata orang yang membocorkan rencana Vella sehingga membuat Manda lolos dari sasaran adalah Kenan.
" Ya terus terang aja kami sedikit mengorbankan kamu, karena kamu laki-laki sedangkan Manda itu wanita, jadi pasti kami memilih seperti ini. Maaf kalau kami kemarin tidak menceritakan terlebih dahulu rencana ini, mungkin kalau kami bercerita terlebih dahulu kamu bisa lebih waspada tapi kami lebih takut dengan resikonya karena taruhannya adalah keselamatan Manda." lanjut Alana lagi dengan raut menyesal.
Lio hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar, karena itu pun akan jadi pilihan yang akan dia ambil kalau dia diperhadapkan pada pada peristiwa seperti itu.
" Aku bisa mengerti! Sekarang apakah Vella nya udah ketangkep?"
" Belum! Tapi..."
.
.
.
TBC
__ADS_1
*** ek wkw kw . Berlanjut di episode selnjutnya ya. Jangan lupa dengan dukungan kalian buat akoh yaaa... Like, gift dan juga vote kalian. Plis plis plisss