
" Ya Allah tolonglah hambamu ini, hamba tidak mau tertangkap oleh mereka. Akan lebih baik daripada mereka merusak kehormatan hambaMu, biarlah hambaMu mengakhiri hidup saja!" doa Amanda dengan suara lirih. Dia masih saja terus berusaha berdoa supaya dirinya dilalukan dari peristiwa yang akan membuat dirinya terpuruk. Dia juga masih terus berharap kalau Lio akan datang dan menyelamatkannya, bukankah gelang yang saat ini dia pakai sudah berkedip-kedip, kenapa Lio belum datang menolongnya?
Bahkan saat ini Manda nya mendengar ketukan di pintu nya, ketukan yang kasar dengan perkataan-perkataan yang membuat Manda jadi bergidik ngeri.
" Cantik, bukain pintunya dong biar abang bisa masuk dan menikmati tubuh indah kamu." kata laki-laki yang di depan pintu kamar Lio.
Manda tidak menjawab apa-apa, dia hanya menangis dan melantunkan doa-doa supaya Allah melewatkan dia dari cobaan yang saat ini dialami. Manda masih mengharapkan mukjizat bahwa Lio akan datang menyelamatkan nya. Sambil berdoa, Manda menatap gelang yang ada di tangannya sambil mengucap sesuatu dengan lirih.
" Mas, andai kita tidak berjodoh Aku harap kamu akan mendapatkan pasangan yang lebih baik dari aku ya. " kata Manda lirih dan pasrah.
Brakkkk!!!
***
" Yo, gelang kamu berbunyi!" kata Alex yang kebetulan emang sedang bersama Lio untuk mencari keberadaan Vella.
" Sialan!!! Aku terpancing, kita harus balik ke apartemen sekarang, Lex!!!" bentak Lio kalap. Dia memikirkan kondisi Manda saat ini. Lio sangat sadar, mungkin dia terpancing untuk keluar dan meninggalkan Manda seorang diri tanpa penjagaan. Apalagi posisinya dengan Manda saat ini sangatlah jauh.
" Kamu hubungi Bos Saka sekarang!!!Tanyakan, saat ini dia ada dimana? Kalau semisal dia ada di daerah Jakarta Pusat atau Jakarta Utara biar dia yang masuk ke apartemen aku dulu untuk menyelamatkan Manda." perintah Lio kepada Alex, dan Alex langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Lio kepadanya. Lio pun mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat, posisinya memang sangat jauh dari Manda mudah-mudahan saja tidak macet.
Setelah Alex menelepon Saka, dia kemudian memberi informasi kepada Lio kalau posisi Saka juga jauh dari apartemen Lio. Tapi Saka berjanji untuk mengirimkan anak buahnya segera, dengan menggunakan motor ke apartemen Lio.
Saat ini hati Lio sedang tidak tenang, dia merasa ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada Manda. Dia berkali-kali memukul kemudinya karena terjebak oleh macet. Dia juga semakin tidak tenang karena kemacetan itu sangat lah panjang. Kemudian dia mendapatkan ide, Alex lah yang mengemudi mobilnya dan dirinya akan naik ojek motor yang sedang parkir di dekat kemacetan itu.
" Lex, kamu nyetir, aku akan turun."
" Gila kamu.. emang kamu mau lari ke apartemen kamu?"
__ADS_1
" Pintaran dikit bisa ga? Aku naik ojek motor biar cepet." kata Lio tanpa buang waktu langsung turun tanpa menghiraukan teriakan Alex yang menggema di belakangnya. Saat ini pikirannya hanya tertuju pada Manda dan anaknya. Dia takut kalau Manda kenapa kenapa.
Lio langsung menuju ke seorang bapak-bapak yang lagi menunggu ojeknya di sewa.
" Pak saya sewa motornya ke apartemen di daerah jakarta utara. Saya ga peduli berapa ongkosnya. yang penting kita berangkat sekarang." kata Lio menyebutkan alamat apartemen nya, sambil langsung saja naik ke motor bapak itu tanpa basa-basi. Bapak itu juga langsung menyebutkan nominal yang langsung disetujui oleh Lio tanpa banyak menawar.
" Pokoknya ngebut langsung pak!! Saya butuh sangat cepat harus sampai disana." kata Lio sambil menepuk bahu driver ojol itu.
" Baik bos!! Siap laksanakan!"
Tiba tiba Lio menepuk keningnya dengan cukup keras. Bukankah apartemennya itu adalah apartemen mahal dengan sejuta fasilitas keamanan. Bagaimana mereka bisa kecolongan. Bahkan dirinya aja punya akses untuk melihat CCTV yang dia pasang di ruangan depan dan ruangan tempat ia dan Manda biasa menonton TV.
Sambil berjalan di motor yang dikemudikan oleh driver ojol, Lio menelepon kepala keamanan apartemen. Supaya mereka membantu Lio untuk menyelamatkan Manda. Tapi telepon Lio tidak ada yang menjawab. Lio jadi geram, berartti bener dugaannya kalau orang yang datang ke apartemennya sudah melakukan sesuatu pada sistem keamanan apartemen.
Lio lalu membuka aplikasi CCTV miliknya yang memantau kondisi di dalam ruangan depan dan ruangan dimana ia dan Manda nonton TV.
Lio bingung. Ia kembali menghubungi Saka dan menanyakan keberadaan pengawal yang dikirim Saka sejak 15 menit yang lalu. Dan Saka menginformasikan kalau anak buahnya sudah sampai di lobby bawah, dan sekarang sebagian langsung menuju ke ruang keamanan apartemen dan juga sebagian naik ke apartemen Lio yang masuk daerah penthouse.
Lio agak sedikit lega kalau ternyata anak buah Saka sudah sampai, bahkan Saka dan Alana pun sudah hampir sampai.
Walau dirinya masih agak jauh, setidaknya anak buah Saka sudah sampai. Tapi jelas rasa khawatir masih menggelayuti Lio sehingga ia menepuk bahu sang driver ojol untuk menyuruhnya memacu motor lebih lagi.
" Aduh mas!! Ini udah gas poll rem doll .. masa masih kurang aja? Ingat anak istri dirumah mas! Bahaya kalau kekencengan." teriak driver ojol itu dengan sedikit kesal. Masa bahunya dicolak colek, ditepuk tepuk hanya untuk mengkodenya melajukan motornya?
" Justru saya inget anak istri saya yang lagi terancam bahaya jadi saya harus segera pulang. Anak istri saya ada yang mau nyulik." bantah Lio curhat colongan dengan nada ketus. Bahaya kalau ia sampai terlambat sampai.
" Oalah..yang bener mas? Oke Masnya pegangan dulu ya, saya gas lagi deh! Tenang mas 5 menit sampai." kata driver itu sambil bener bener nge gaskan motornya lebih kencang lagi, yang membuat Lio hampir terjungkal saking kagetnya.
__ADS_1
" Aduhh!!"
" Eh maap maap ... Saya ikut gregetan mas! Tenang bentar lagi sampai."
Lio juga ga khawatir, padahal si driver ngebutnya naudzubillah min dzalik. Pikiran Lio hanya terpusat bagaimana dia sampai ke apartemen secepatnya sehingga dia bisa menolong Manda dan anaknya.
Benar saja kata driver ojol itu, persis 3 menit kemudian sudah sampai di pelataran parkir apartemen. Lio tidak membuang waktu lagi langsung mengeluarkan sejumlah uang lembaran berwarna merah sebanyak 10 lembar.
" Mas kebanyakan.."
" Ambil saja buat kamu..." teriak Lio sambil berlari dengan cepat menuju ke akses lift miliknya ke lantai dimana apartemennya ada.
Lio sudah tidak lagi memperdulikan sekelilingnya apa yang ada dipikirannya saat ini adalah bagaimana dia mencapai apartemen miliknya.
Sesampainya di pintu apartemennya Lio hanya bisa membelalak kaget karena dia melihat beberapa tubuh yang tergeletak di sana, entah masih hidup atau mati. Tanda bahwa baru saja terjadi pertempuran atau perkelahian antara 2 belah pihak yang sangat kuat.
" Mandaaaaa!!!!" teriak Lio memanggil Manda dengan histeris.
.
.
.
TBC
** gengs, diusahakan bakal up hari ini lagi. Tapi sabar ya. Kepala otor masih pusing gara gara asam lambung nih. Kemarin sampe begadang gara gara ga bisa tidur. Ya iyalah kalau bisa tidur namanya bukan begadang dong ya.
__ADS_1
Jangan luoa bagi tor gift, like dan vote yang banyak yaaaa.. ditungguu!!!