
" Ha ha ha bahkan tidak ada seorang pengawal pun yang mau menyentuh tubuh wanita gila ini. Itulah beda kamu dengan Amanda. Kamu gak laku." ejek Alex lagi membuat Vella naik pitam dan ingin menghajar Alex tapi sayangnya 2 pengawal bawahan Alex dengan sigap langsung menahan tubuhnya dan membantingnya ke tanah.
Lio yang melihat itu segera keluar menyusul Saka yang menantinya di ruangan atas tempat mereka biasa berkumpul.
Tapi baru saja Lio sampai di tangga ia melihat Excel yang terburu-buru menuju pintu keluar. Tindakan Excel yang seperti itu membuat Lio bertanya-tanya. Ada apakah gerangan?
" Cel!! Kenapa kamu pergi terburu-buru seperti itu?" tanya Lio kebingungan.
" Maaf tuan, saya disuruh oleh tuan besar untuk gantian mengawal istri tuan yang akan pulang siang ini." jelas Excel dengan nada hormat.
" Apa? Istriku sudah boleh pulang? Kamu dapat kabar dari mana? Kenapa aku tidak dikasih tahu?" cecar Lio dengan nada mendesak.
" Saya baru saja diberitahu oleh tuan besar. Tetapi tuan muda Saka juga sudah mengetahui tentang hal ini, karena selain istri tuan Lio saya juga harus mengawal nyonya Alana juga nyonya besar." jelas Excel lagi.
" Hah? Ada ibu dan Alana? Mereka semua ada di rumah sakit? Padahal tadi aku hanya menyuruh Alana ke sana ternyata Ibu juga datang?" tanya Lio dengan Excel.
" Saya tidak terlalu mengerti dengan itu Tuan. Saya hanya disuruh untuk mengawal mereka saja." kata Excel menjelaskan.
" Oh kalau memang Amanda bakal balik, berarti kamu tunggu saya, karena saya bakal ikut kamu ke Rumah Sakit."
"Tuan ga bawa mobil?"
" Saya tadi ikut Saka eh.. tuan Muda ." jelas Lio sambil berlri ke arah ruangan dimana Saka sedang menunggu dirinya.
__ADS_1
Brakk!!!
" Bos!! Saya ikutan Excel pulng dulu aja. Katanya dia bakal ke rumah sakit untuk mengawal Ibu, Alana dan Amanda. Kamu kok tidak ngabarin aku kalau Amanda sudah bisa keluar dari rumah sakit sekarang?" tanya Lio dengan tergesa gesa.
" Calm down, Yo!! aku sendiri baru saja dikasih tahu sama Alana. Ini Alana juga masih nelpon aku. Lah kalau kamu pulang berarti aku juga ikutan pulang dong. Ngapain juga aku disini ? Aku disini kan cuman jagain kamu doang." decak Saka kesal. Dia kan juga kepingin ketemu istrinya.
" Ya udah, ayo aja kalau begitu!" ajak Lio dengan segera. Ia ingin tahu kondisi Manda yang terbaru.
" Eh tunggu dong. Ydah duou ya sayang, ini Lionya ngajakin balik ke rumah sakit. See you there.. muach." kata Saka yang tiba-tiba membuat Lio menjadi mual.
" Jijik banget deh, bos. Kesannya Alay!" ejek Lio dengan wajah jijik.
" Halah, kamu sendiri aja sudah bucin sekarang. Masih gaya mau ngatain aku alay lagi.
" Sebenarnya istrimu kan tidak sakit, dia hanya shock akibat apa yang sudah Vela lakukan kepada dirinya kemarin. Aku kira itu juga wajar, wanita baik-baik seperti Amanda tidak mungkin akan begitu saja rela diperlakukan seperti itu. Jadi kayaknya tadi dia ini memaksa ingin pulang, mungkin karena dia merasa lebih baik kalau berobat di rumah. Aku juga minta maaf, mungkin kegilaan Vela itu ada hubungannya dengan diriku. Makanya aku juga geram dengan apa yang sudah dilakukan oleh Vella." kata Saka sambil merangkul bahu Lio.
" Hmmh, aku tidak berpikir untuk menyalahkan kamu. tanpa kamu sadari sebenarnya menyimpan dendam dengan Amanda, karena dia merasa Amanda lebih unggul segalanya dari dirinya. Yang lebih parah lagi dia menganggap bahwa Amanda pernah merebut incarannya." kata Lio sambil bergegas mengejar Excel yang sudah lama menunggunya dan menyuruh Excel langsung berangkat sedang Lio mengekor Saka masuk ke dalam mobil Saka.
" Aku harap dia bisa melupakan kejadian itu. Bawalah Manda ke psikiater, Yo! Mungkin itu akan membantunya melupakan kejadian naas itu." saran Saka sambil melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
" Tidak!! Aku sendiri yang akan membawanya ke luar negri. Aku ingin berlibur dengannya. Aku yang akan menghapuskan semua memory buruk dengan mengajaknya pergi jauh dari sini. Bahkan aku berniat menjual apartemen itu. Karena itu saksi semua kejadian buruk yang menimpa Amanda. Dan aku tidak mau ia mengingat semua itu." jelas Lio kepada Saka. Saka hanya mengangguk membenarkan.
" Yo, kurasa aku tadi belum bilang sama kamu ya. Kalau tadi ibu menginstruksikan Manda dan kamu untuk tidur di rumah besar. Selain lebih aman, juga dengan banyaknya orang disana akan membuat Manda semakin cepat melupakan hal yang buruk yang terjadi sama dirinya." kata Saka yang sontak membuat mata Lio membulat karena terkejut. Ia tidak mengira kalau ibunya mengambil tindakan itu. Ia hanya takut kalau membuat Amanda tambah merasa tidak nyaman tinggal bersama ayah dan ibunya belum lagi disana juga sekarang ada mama Lina, Alana dan Saka serta anak anaknya.
__ADS_1
" Apakah Manda nyaman dengan situasi seperti itu?" gunam Lio lirih, tapi perkataannya tentu dapat di dengar oleh Saka.
" Kamu gak tau kan siapa yang bikin Manda bisa menerima keaadaan sekarang? Justru karena ia merasa dekat dengan Alana dan ibu. Tadi Alana bilang begitu. Amanda bahkan tidak protes saat disuruh ibu tidur di rumah besar. Tenang, kamu kan juga punya tempat dan kamar tersendiri di rumah itu. Jangan kayak orang yang ga ada tempat disana." keluh Saka dengan nada kesal. Kesannya kayak Lio itu berusaha menjauhkan diri dari keluarga Perdana.
" Jangan konyol, bos!! Aku hanya sedang menjaga perasaan Amanda saja. Karena kejadian yang baru saja terjadi. Bukan bermaksud apa apa." kata Lio mengklarifikasi, tapi ia vukup senang karena Amanda tampak nyaman dengan Alana dan ibu. Lio juga tahu ibu itu malah lebih dekat dengan menantunya dibanding dengan anak anaknya. Waktu Saka ada kasus dengan Alana, ibu malah lebih membela Alana dn menyembunyikan Alana dari Saka.
" Kekhawatiranmu gak berdasar sama sekali!!! Walau aku juga setuju kalau kamu bisa saja membawa Amanda berlibur. Dengan begitu Manda akan senang dan bisa lebih cepat melupakan apa yang sudah terjadi sama dirinya. Oh ya tadi gimana dengan wanita gila itu. Apa yang akhirnya kamu lakukan kepadanya? Kamu ga balas melakukan apa yang dia lakukan kepada Manda kan? " tanya Saka menggoda sambil tersenyum miring.
" Aku ga akan segila itu, aku hanya melakukan apa yang kamu perintahkan saja!" elak Lio dengan nada jijik. Memikirkan apa yang terjadi sama Manda saja ia sudah eneg apalagi membalas Vella dengan perlakuan yang sama jelas itu tak akan pernah bisa ia lakukan.
" Dasar bucin!!" Diam diam Saka juga tahu apa yang melatar belakangi perkataan Lio barusan. Lio pasti sudah ga bisa terpaling dari Manda. Jangan lupa kesetiaan keluarga Perdana kepada istri nya. Ah, jadi kangen melakukan yang iya iya sama Alana, batin Saka sambil tersenyum mesum.
.
.
.
TBC
***
maaf ya readers, jadi suka telat up.. tapi tenang ini bakal end dalam beberapa hari kok. Tapi tenang bakal ada ekstra part buat cerita ini sesudah tamat. Jangan lupa like, gift dan votenya ya. Spam komen juga boleh kokkk !! Happy reading...
__ADS_1