
Mobil Lio memasuki sebuah pekarangan rumah yang cukup lumayan gede. Sedangkan mobil kedua kakak Manda sudah dimasukan ke dalam garasi.
" Ayo Lio mari masuk, biar aku panggilkan ayah." kata Joe dengan ramah menyambut Lio. Manda jadi bingung ini sebenrnya kekasih Lio itu dirinya atau kak Joe sih? Kok malah kak Joe yang dengan ramah mempersilahkan bahkan hendak manggilin ayahnya lagi.
" Kakkk..kan yang mau dilamar aku, kok malah kamu yang lenjeh lenjeh ?" Manda kesal dengan kakaknya yang tampak aneh sejak Lio bilang bakal ngasi Manda saham di LT.
" Iya iya, cemburu amat." potong Joe dengan cepat.
" Siapa yang mau dilamar?" tanya ayah Noto dengan nada dingin, sedangkan ibu Ayya memgikuti dengan pandangan penuh tanya. Jeng jeng jeng, wajah Manda pucat seketika. Ternyata ayahnya mendengar ucapannya tadi.
" Eh ini anu, ayah.." Manda gugup dalam menjawab peryanyaan ayahnya. Gimana kagak gugup coy, netra ayahnya itu setajam silet. Tapi.herannya Lio itu hanya tenang menanggapi sikap ayah Noto yang berkeaan seperti landak yang sedang memunculkan duri durinya untuk melindungi anak gadisnya.
" Nah lo, kicep kan?" bisik Joe sambil menggoda adiknya yang tampak ingin menangis.
" Selamat malam tuan Digdopranoto, maaf kalau kedatangan saya mengganggu istirahat tuan."
" Sudah, gausah pake tuan tuan segala. Panjenengan ada maksud apa kemari? " tukas ayah Noto dengan nada yang masih dingin.
Reaksi ayah Noto membuat Manda semakin kicep. Ia takut, tapi kedua kakaknya malah cuman nyengir nyengir kuda. Ini yang buat Manda heran sekaligus curiga. Apa jangan jangan ayahnya sudah diinfo oleh kedua kakaknya?
__ADS_1
" Sekali lagi maaf, Nama saya adalah Lionando Perdana, dan kedatangan saya kemari bermaksud memohon ijin kepada pak Noto sebagai ayahanda dari Amanda, karena saya ingin melamar Manda sebagai istri saya." jelas Lio dengan santai tapi tetap sopan. Perkataannya membuat Manda menahan nafas. Ia masih takut dengan reaksi ayahnya. Tapi kok kayaknya Lio malah kelihatan santai santai saja? Gak grogi apa gugup gitu ya?
" Nama kamu Perdana?" yanya ayah yang merasa de ja vu dengan nama Perdana. Tpi sumpah ayah Noto lupa lupa ingat, siapa sebenrnya Perdana itu.
" Benar, pak!" sahut Lio tegas.
" Kamu ingin melamar Amanda? Kamu tahu kan kalau Amanada itu masih punya keturunan darah biru. Ia masih ada keturunan raja raja Jawa. Lha emang kamu ini siapa?" tanya ayah dengan logat jawa yang begitu kental. Walaupun perkataannya keras tapi kesannya sudah tidak sedingin tadi. Kebanggaan ayah Noto pada kebangsawaannya membuat pandangannya pada Lio masih ada kesan meremehkan.
" Saya emang bukan keturunan darah biru, bahkan ayah dan ibu saya itu adalah ayah dan ibu angkat. Saya diangkat anak oleh ayah Langit Perdana pemilik keseluruhan Perdana inc. Tapi saya juga memiliki kekayaan peninggalan dari orang tua saya sendiri yang berupa rumah di daerah Pondok Indah dan tanah juga apartemen di beberapa tempat atas nama saya sendiri. Kalau rencananya untuk mahar Manda saya ingin memberikan perusahaan saya yang bergerak dibidang teknologi dan komunikasi, berupa saham sebesar 55%, dan itu merupakan nilai saham terbesar di Lion Telesigma. Bahkan kalau lamaran saya disetujui jabatan CEO pun langsung saya berikan kepadanya." jelas Lio dengan santai. Ia sudah mempelajari siapa Raden Mas Digdopranoto Djoyodinongrat, sekalipun ia adalah keturunan bangsawan,tapi kekayaannya jauh dibawah dirinya. Dan bahkan ia juga sudah tahu kalau ayah Manda itu hanya menjadikan Manda sebagai nilai tukar untuk mendongkrak kehidupannya. Karena menurut ayah Noto, anak perempuan tidak seberharga anak laki laki.
" Apa?" ternyata ayah Noto cukup kaget juga dengan nilai mahar yang sangat besar yang akan diberikan oleh Lio, sehingga ia sampai melotot.
" Iya, dan saya sudah menyampaikan berita baik ini kepada ayah dan ibu angkat saya. Dan mereka setuju, kabarnya mereka akan memberikan saham Perdana inc.untuk Manda juga sebagai seserahan dan tanda bergabungnya Manda sebagai keluarga Perdana." ulas Lio lagi,membuat ayah Manda semakin senang. Raut bahagia ditutupinya dengan wajah yang dipoker pokerkan. Manda melihat ayahnya semakin malu, karena kelihatan banget kalau matre.
" Tapi yah, bukannya Manda sudah ayah jodohkan dengan raden mas yang masih keturunan bangsawan itu lo, yah? Jadi ya ayah ga mungkin bisa menikahkan atau bahkan menerima lamaran dari " sindir Joe dengan nada yang sengaja diketis ketuskan seakan ia ga setuju kalau Manda bersanding dengan Lio.
" Hmm.. hmm... " ayah Noto hanya berdehem seakan tenggorokannya kering.
" Yah, kenapa sih? Ham hem ham hem, kayak Nissa Sabyan aja!" ledek Joe lagi, hanya Joe lah yang paling berani menentang ayah Noto, selain paling disayang hanya Joe lah yang kepribadiannya asik dan lebih suka berbicara juga bercanda.
__ADS_1
" Kamu ini anak kecil tahu apa? Sekarang kalian semua masuk ke dalam,ayah dan ibu mau ngomong dengan anak ini." sentak ayah Noto dengan wajah merah sambip menunjuk pada Lio, tapi entah wajahnya yang merah itu karena malu atau marah. Dengan segera semua anaknya dengan nurut masuk ke dalam tanpa perlawanan, termasuk Joe, walaupun dengan wajah nyengir nyengir ga jelas.
" Manda, kamu disini saja." Lah katanya semua disuruh masuk. Ternyata Manda malah disidang, ayah Noto ga konsisten nih. Tapi Manda malah terlihat lega, karena ia bisa ikutan melihat ayah Noto mau ngomong apa sama Lio.
Manda sekarang kembali duduk deket dengan Lio, tepatnya hanya satu sofa panjang dengan Lio.
" Kenapa kamu duduk deket deket dengan laki laki yang bukan muhrim kamu?" kata ayah Noto dengan nada datar, membuat Manda menggeser tempat duduknya ke pojokan sofa sambil berdecak kesal. Ya ampun ayah nih, padahal masih jauh lo posisinya sama mas Lio, kok ya disuruh geser, kalau nanti jatuh gimana. Sedang Lio hanya tersenyum sembunyi sembunyi melihat raut wajah Manda yang kesal.
" Ahem, tadi siapa nama kamu?" tanya ayah Noto lagi.
" Lionando Perdana,saya biasa dipanggil Lio." jawab Lio dengan santai.
" Nah Lio, sebenernya Manda sudah dijodohkan dengan seorang laki laki, masih keturunan bangsawan dan yah tentu saja kamu juga tahu kalau mereka pasti juga memberikan fasilitas yang baik untuk kehidupan Manda ke depannya." jelas ayah Noto dengan nada santai tapi tegas. Manda sudah ketar ketir, bagaimanakah nasib Lio selanjutnya. Akan diterima atau malah ditolak? Kalau ditolak, lalu bagaimana nasib Manda? Ketahuan apa gak nih???
.
.
TBC
__ADS_1
*** lanjut besok ya🤭🤭🤭