
Saat ini Amanda dan Lio sudah sampai di sebuah tempat makan. Bukan restoran yang gede sih, lebih tepatnya ini seperti foodcourt. Disini bukan hanya menyediakan bakso mercon tetapi juga makanan-makanan yang lain lain.
Banyak pilihan makanan yang tersedia di sana membuat Manda menjadi kalap. Dia bukan hanya memesan 1 porsi bakso mercon, tapi dia juga memesan es teler, siomay, yang membuat Lio melotot kaget melihat porsi makanan yang dipesan oleh Manda. Lio hanya khawatir kalau nanti perut Manda sakit, karena kekenyangan.
" Kamu nggak salah pesen kan, sayang? Apa kamu yakin bisa habis makan segitu itu? " tanya Lio dengan nada khawatir.
" Tenang aja Bos. Aku biasa memesan dengan porsi extra large. Kalau cuma segini sih kecil!" kata Manda tidak memperdulikan pandangan Lio kepadanya.
" Lalu taruh di mana makananmu itu, soalnya tubuhmu itu masih terkesan kurus, hanya membesar di bagian bagian tertentu saja. apa kamu mungkin karena sering olahraga?" tanya Lio dengan nada sangsi, sambil memandangi tubuh Manda dari atas ke bawah. Bagi Lio, tubuh Manda itu sangat proporsional. Seksi dan menggairahkan, makanya nggak heran kalau banyak laki-laki yang langsung naksir sama Manda saat pertama kali melihatnya.
" Isshhh mass!! Kapan sih kamu melihat aku olahraga? Aku paling males olahraga tauk, mas! Mungkin ini emang karunia Tuhan, Mas. Dari dulu porsi makan makan aku emang banyak, tapi ya tubuhku segini segini aja." kata Manda menjeda omongannya karena bakso serta siomay pesanannya sudah datang. Sedangkan pesanan Lio yang berupa nasi goreng malah belum datang.
" Tadi katanya lapar. Kok belum dimakan?" tanya Lio keheranan.
" Ya sebentar toh mas. Kan pesanan kamu belum datang, apalagi es teler ku juga belum datang." kata Manda sambil matanya berputar melihat makanan lain yang ingin dia pesan.
" Sayang, Mas pesen kalau emang bakso mercon nya terlalu pedas, jangan dimakan ya! Kamu bisa pesan yang lainnya aja. Mas nggak mau kalau kamu sampai sakit perut., karena kepedesan." kata Lio menasehati.
" Aduh iya iya Mas. Sebenernya emang aku suka pedas Mas. Jadi kamu jangan kuatir berlebihan seperti itu." kata Manda sambil mencebik manja.
" Iya Mas ngerti maksud kamu. Tapi nggak tahu kenapa perasaan Mas nggak enak aja. Ya udah, kalau kamu mau makan, ya makan aja tapi ingat kata-kata Mas tadi. Kalau kamu merasa kepedesan, langsung berhenti dan pesan yang lain aja." kata Lio lagi.
" Huum."
__ADS_1
Manda enggak menjawab apa-apa karena pesanan mereka sudah datang semua, baik nasi goreng Lio, pesanan minuman Lio dan juga es teler nya Amanda. Tanpa banyak bicara Manda langsung saja mencicip es teler nya yang tampak segar. Cara Manda mencicip es teler nya membuat Lio kembali tergoda.
Lio segera memalingkan wajahnya, kan nggak lucu kalo masih di food court pikirannya udah kemana-mana. Tapi Amanda yang duduk dihadapannya hanya santai sambil menikmati makanan yang dia sudah pesan. Bahkan Manda tidak lagi menoleh ke arah Lio, dia hanya fokus dengan makanan dan minumannya yang kelihatan sangat lezat.
Lio yang tidak bosan-bosannya memandangi wajah istrinya itu merasa bahwa ada yang berbeda dengan Amanda. Dia mencoba menyelidiki apa yang berbeda dengan istrinya ini, kemudian dia sadar kayak nya bagian-bagian favoritnya tampak lebih besar daripada sebelumnya, apa mungkin pakaiannya yang kekecilan? Lio langsung berpikir bahwa setelah makan siang ini ia akan mengajak Manda untuk mencari pakaian di butik langganannya. Tapi kemudian Lio teringat bahwa Manda tidak suka kalau ia ke butik langganannya. Alasannya karena pemilik butik itu perempuan, huh, mungkin Manda cemburu, pikir Lio.
" Habis ini Mas mau ngajak kamu ke mall." kata Lio dengan nada santai.
" Kenapa kita ke mall Mas? Emang ada yang kamu mau beli?" tanya Manda dengan polosnya.
"Iya, Mas mau beliin kamu baju sama pakaian dalam, kayaknya pakaian kamu pada kekecilan deh. Karena di bagian bagian tertentu sepertinya sesak gitu." kata Lio dengan jujur.
" Masa sih Mas?? Kayaknya enggak deh!" kata Manda sambil memperhatikan baju dan potongan tubuhnya.
" Iya perhatikan deh, bagian dada kamu itu kayaknya udah nggak muat mungkin pakaian dalamnya juga gak muat. Bagian tubuh kamu yang itu kayaknya tambah besar." kata Lio lagi.
" Sayang, itu kan bagian favorit mas, gak salah kalau mas ikutan merawat aset favorit mas, supaya kalau pas dipegang tetap kenyal dan menggemaskan." goda Lio lagi saat melihat wajah istrinya sudah menerah karena malu.
" Astaganaga, astafirullah, masss!!! Kamu itu bikin aku malu aja." sentak Manda dengan nada lirih, padahal dengan suasana food court yang ramaai kayak gini, kemungkinan perkataan Lio terdengar itu sangatlah kecil.
" Ha ha ha ha.. sudahlah, kamu ga usah membantah suami. Nanti kamu ikut aja ke Mall, aku mau nemenin kamu belanja kebutuhan pakaian dan pakaian dalam kamu. Kalau bisa kamu beli lingerie yang unik dan yang seksi, jadi bisa kamu pakai saat kamu berduaan sama aku. " goda Lio lagi, ya ampun suaminya Manda ini, sekarang selain lebih cerewet, hangat dan menyenangkan, ia juga sekarang tambah me**m deh. Nular dari siapa hayoo?
" Mas, ihhhh kamu ini nyebelin!!" kata Manda yang kemudian meletakan sendok dan segera bangkit berdiri. Rencananya ia mau keluar aja dari food court itu, karena wajahnya udah merona malu, akibat godaan suaminya. Tapi tangan besar suaminya menahan lengannya dan kemudian merangkulnya sehingga mau tidak mau, tubuh Manda kembali jatuh di kursi sebelah Lio, tempat ia duduk tadi.
__ADS_1
" Kenapa pergi? Makanan kamu belum selesai tuh?" tanya Lio sambil menunjuk makanan yang masih tersisa dengan dagunya.
" Apa baksonya pedes? Kan tadi mas udah bilang..."
" Bukan baksonya yang pedes tapi perkataan mas." kata Manda sambil manyun.
"Ya ampun istri mas Lio yang tercantik. Kenapa sih? Kok hari ini kayaknya sensi banget deh?" tanya Lio dengan lembut sambil mengusap tangan Mnda yang ia genggam.
" Gak tau ah mas. Habisnya kamu nyebelin banget. Godain Manda melulu. " kata Manda, bahkan sekarang mata Manda berkaca kaca karena sedih.
" Lhah, kok malah nangis? Aduh sayang. Maafin mas! Iya iya, mas yang salah. Eh kamu berhenti dong nangisnya." kata Lio gelagapan karena reaksi Manda itu. Sedangkan Manda langsung memeluk dan menenggelamkan wajah nya ke dada suaminya yang bidang dan hangat, serasa mendapat kenyamanan saat berada di tempat itu.
" Loh, kamu Nando kan? Lionando?" tanya seorang wanita cantik dengan baju yang seksi dan anggun.
.
.
.
TBC
***
__ADS_1
Ups?? Updatenya besok ya, biar penasaran ππ
Jangan lupa vote, gift dan juga share yaaaaππ»ππ»ππ»thank youu