Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
89.


__ADS_3

" Sayang.. bagaimana keadaannya?" seorang pria tampan kepada seorang wanita cantik yang duduk di samping brankar rumah sakit.


" Hiks, Bby! Aku ga tega nglihatnya. mudah-mudahan dia bisa kuat menjalani semuanya ini, Bby!!" kata Alana sambil terisak, ya wanita cantik yang duduk di samping brankar rumah sakit itu adalah Alana dan pria tampan yang bertanya tadi adalah Saka. Mereka disitu karena misi menyelamatkan Manda dari kawanan preman yang dikirim oleh Vella. Ya mereka berhasil menyelamatkan Manda walau sebetulnya cukup terlambat juga. Karena kondisi Manda yang mengenaskan.


Bagaimana mereka bisa tahu kalau yang mengirim preman itu adalah Vela? Ya karena pertempuran tadi di menangkan oleh anak buah Saka, jadi preman preman yang dikirim oleh Vella tadi dihajar habis-habisan oleh anak buah Saka agar mereka mengaku siapakah dalang yang sudah mengirim mereka untuk melakukan tindak pemer***aan kepada Manda.


" Apa dia sudah sadar?" tanya Saka dengan rahang yang mengeras. Mereka langsung membawa Amanda ke rumah sakit milik keluarga Saka. Karena hanya disitulah ia bisa mempercayakan keamanan Manda.


" Sudah, Bby!! Tapi dia terus menerus berteriak dan menangis histeris saat bangun tadi, jadi dengan terpaksa Rangga menyuntikan obat penenang supaya Manda berhenti menyakiti dirinya sendiri." jelas Alana tanpa menghentikan air mata yang terus menerus mengalir di pipinya yang mulus.


" Anaknya?" tanya Saka lagi dengan raut dingin.


Alana hanya membuang mukanya dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. Dari apa yang dilakukan oleh Alana dia jadi tahu apa yang baru saja terjadi. Saka hanya bisa meninju tembok rumah sakit dan membiarkan buku buku jarinya terluka. Alana pun hanya diam saat Saka melakukan hal itu. Karena dia tahu apa yang dirasakan oleh Saka, karena dirinya pun merasakan hatinya lebih sakit dari pada sekedar raga yang terluka.


Flashback


Brakkkk!!!!


Manda menjerit ketakutan saat preman-preman itu itu berhasil mendorong pintu walau belum bisa menyingkirkan lemari nakas yang di serap oleh Manda untuk menutup akses menuju dirinya.


" Cantik.. Tolong geser ini lemarinya dong supaya kita bisa masuk." goda salah satu preman yang mengintip lewat celah pintu yang sudah dibobol oleh mereka. Mereka tambah bersemangat melihat Manda seperti kelinci kecil yang ketakutan, belum lagi mereka juga melihat Manda yang masih menggunakan pakaian tidurnya, tentu terlihat sangat menggairahkan bagi mereka yang tak biasa melihat wanita secantik dan seseksi Manda.

__ADS_1


" Jangannn, tolongggg!! Tolongggg.." teriak Manda yang akhirnya mengambil jalan konvensional untuk meminta pertolongan pada orang lain, daripada ia hanya menunggu Lio yang tak kunjung datang.


Manda berusaha membuka pintu balkon yang menghubungkan antara balkon miliknya dengan balkon tetangga sebelah.


Manda berhasil membuka pintu itu dan dia menguncinya dari bagian luar sehingga saat ini dia berada di balkon, sedangkan orang-orang itu memang belum sempat bisa masuk kedalam karena mereka masih kesulitan dan masih berusaha menyingkirkan lemari nakas yang ditaruh di depan pintu supaya menghalangi jalan mereka untuk masuk ke dalam.


Manda bergidik ngeri ketika melihat ke bawah, posisi apartemen Lio memang terletak di lantai atas jadi satu-satunya harapan dia adalah melompat ke balkon sebelah, tapi Manda bukan orang yang bisa beladiri sehingga untuk bisa mencapai ke balkon sebelah rasanya dia akan mengalami kesulitan.


Manda hanya bisa meremas kedua belah tangannya karena kebingungan bagaimana ia bisa mendapatkan bantuan dan menyelamatkan diri. Manda pun berteriak-teriak histeris karena dia melihat bahwa orang-orang itu sudah masuk ke dalam kamarnya.


Bahkan mereka sedang berusaha untuk membuka pintu balkon yang sengaja dikunci Manda dari tempatnya itu.


Dan naasnya, mereka bisa membuka pintu balkon dengan mudah karena pintu itu hanya terbuat dari kaca, sehingga mereka memecahkannya dan membuka kunci pintu.


" Eh cantik... jangan terjun dulu dong. Kita kan belum menikmati apa apa. Wajah kamu yang cantik dan tubuh kamu sangat luar biasa. Kapan lagi kami ini bisa menikmati wanita seperti kamu." kata salah satu penjahat itu dengan seringai menakutkan di wajahnya yang jahat.


" Jangan mendekat!!" teriak Manda dengan mata nyalang. Dia tidak akan mengijinkan preman preman itu menyentuh tubuhnya. Baginya lebih baik dirinya mati dari pada menanggung kenajisan karena tubuhnya dicemari preman preman yang emang berniat membunuhnya perlahan.


" He he he , cantik!! Kamu belum pernah merasakan kami sih, jadi kamu jual mahal seperti itu. " kata salah satu preman lainnya yang mukanya menyeramkan seperti ada bekas luka sayatan panjang.


Manda tidak mau lagi membalas ucapan ucapan yang bernada vulgar dari para preman yang saat ini tertawa senang. Dia semakin memantapkan hati untuk loncat dari lantai apartemen Lio ke bawah. Biarlah tubuhnya hancur tapi dia tidak tercemar.

__ADS_1


Manda sudah hendak melepaskan diri dan loncat kebawah, tapi rupanya dia tidak melihat kalau salah seorang preman yang posisinya terdekat sudah bisa meraih tubuhnya. Jadi sebelum Manda melompat, tubuh preman itu berhasil merengkuh tubuh mungil Manda dan menariknya jatuh di balkon, diatas tubuh preman itu.


" Nah, kubilang juga apa, begitu ngrasain tubuh temen kita langsung aja nyosor." kata preman yang tadi berkata kata dengan bahasa yang vulgar.


" Jangan jangan, aku gak mau. Jangannn!!" kata Manda sambil terus menangis dan menendang nendang, saat preman yang menolongnya tadi menyeretnya ke ranjang.


" Ha ha ha bagaimana kalau kita langsung saja melakukannya. Atau bergiliran." tanya preman yang lain melihat Manda sudah dilempar ke atas ranjang. Tapi bukan Manda namanya kalau ia menyerah. Dia berusaha melepaskan diri dengan berlari ke arah pintu yang susah hancur karena di dobrak oleh preman preman itu, bahkan lemarinya pun sudah terguling tak berdaya sehingga tak satupun penghalang di pintu itu.


Manda berhasil berlari menghindari lima orang preman yang tadi masih ada di dekat pintu balkon. Dan ia mencoba berlari ke arah pintu keluar yang juga sudah dibobol oleh mereka.


Tapi kekuatan berlarinya kalah dengan para preman itu. Karena mereka akan merasa rugi kalau kehilangan mangsa secantik Manda. Bagaimana bisa mereka tidak menikmati Manda dulu? Kan mereka sudah berkorban banyak tuh.


Salah satu preman berhasil menarik rambut panjang Manda dan meraih tubuhnya yang mungil serta menggendongnya langsung, tidak peduli Manda yang berteriak dan meronta, preman yang menangkapnya langsung menjatuhkannya di atas sofa ruang tamu dan merobek piyama tidur Manda dengan kasar sehingga pakaian dalam dan kulit putih mulusnya terpampang nyata di sana, membuat Manda tampak jauh lebih menggairahkan bagi para preman itu.


" Halah sudah kita kerjakan bersama sama saja. Walau sebenernya sayang ya, wanita secantik dan semulus ini harus dihabisi." kata salah satu preman yang kini sudah memegang kedua tangan Manda supaya Manda tidak bisa lagi memberontak. Sedangkan yang lain mencoba melucuti pakaian Manda yang tersisa sambil mengambil kesempatan untuk merasakan kulit mulus wanita secantik Manda.


Graakkkk!!! Arrrghhh!!


.


.

__ADS_1


TBC


*** jangan lupa kasi vote, like dan giftnya ya .. supaya thor semangat up walau tubuh masih dalam kondisi kurang fit!!


__ADS_2