
" Hey, broo..." sapa seseorang dari dalam rumah. Orang itu keluar tidak sendirian. Ada wanita cantik yang menggendong bayi dan juga anak kecil yang usianya lebih tua dari Genta.
" Halo kakak ipar! Namaku Alana Mahen, dan ini anak angkat ibu juga, namanya Rangga. Yang itu anaknya Rangga, namanya Kalandra. Nah yang ini kecil ini anakku juga, namanya Allendrabayu. Nah sekarang gantian kakak yang perkenalan." jelas Alana memperkenalkan orang-orang yang ada di sampingnya.
Manda gelagapan bingung mau ngomong apa. Untung saja Lio cepat tanggap untuk menyelamatkan Manda dari situasi yang menurut Manda sangat memalukan.
" Namanya Amanda Djoyodiningrat, dia memang orangnya agak pemalu, nggak kayak kamu, La. Tapi tenang saja kupikir virus Alana bakal menular dengan cepat kepada Manda, jangan jangan dia akan menjadi lebih cerewet daripada kamu. Aduhhh!" jerit Lio lebay saat tangan Manda sudah mengeksekusi perut datar Lio.
" Maaf ya, soalnya aku masih agak canggung, maklum aku anak cupu sih." kata Manda meminta maaf.
" Ehh santai aja kali, kak! Ya kami maklumlah kan kita juga baru kenal." kata Alana sambil memeluk tubuh Manda sehingga Alendra pun dengan mudah menarik baju Manda minta gendong.
" Heyy, anak Daddy. Sini biar daddy aja yang gendong." kata Saka sambil mengambil Allend dari Alana. Tapi rupanya Allend lagi bosan dengan daddy nya, Allend menepis tangan Saka yang terulur kepadanya.
" Paling Allend lagi kangen sama uncle nya nih, sini sama uncle Lio aja!" kata Lio sambil menyodorkan tangannya kepada Alendra tapi ternyata Alendra juga tidak mau.
" Sudah sudah biar Alendra ikut kami saja, aku dan kak Manda akan bantuin ibu di dapur, sedang kalian bertiga silakan ngomong ngomong sendiri aja, oke" kata Alana sambil menarik lengan Manda dan mengajaknya ke dapur.
Setelah para wanita masuk ke dalam rumah untuk membantu ibu, Saka Lio dan Rangga memutuskan untuk duduk di taman belakang dan saling curhat.
" Lio gimana dengan kondisi kantor? Apakah sudah beres masalah Vella? Tanya Saka kepada Lio.
__ADS_1
" Ini semua gara-gara kamu Bos! Kalo saja Vella tidak naksir sama kamu tentu kejadian ini nggak ada." protes Lio kepada Saka.
" Hey kalau kejadian ini nggak ada ada kamu nggak bakalan ketemu ama jodoh kamu. Menurut aku, dibalik setiap persoalan ataupun masalah pasti ada hikmahnya." kata Saka menasehati Lio. Sedangkan Rangga yang nggak tahu apa-apa jadi bingung mau komentar apa.
" Jadi apa hubungan Manda dengan persoalan Vella?" tanya Rangga penasaran.
" Ceritanya panjang sih, Ngga! Nunggu aja kalo ceritanya udah dibukukan baru deh kamu baca di sana" canda Saka sama Rangga.
" Sialan kamu, orang nanya serius malah bercanda!" sahut Rangga sambil memukul lengan Saka cukup keras.
" Sudah sudah pada intinya Vella naksir Saka, tapi celakanya ia mengorbankan Manda menggantikan dirinya untuk ditiduri Saka, karena ia masih perawan sedangkan Vella kan udah ga perawan. Karena ia berpikir akan memeras Saka yang merengut kesuciannya dan memaksanya untuk menikahinya karena sudah mengambil kesuciannya. Ternyata Vella sudah memikirkan banyak hal juga, termasuk dia juga sudah mempengaruhi para pemegang saham di Perdana corp untuk membantunya saat ia nanti tertangkap. Ia juga melakukan korupsi di berbagai bidang di perusahaan, dia juga sudah menanam mata-mata di perusahaan. Kita harus hati-hati dengan dia, karena yang seharusnya Ia jebak adalah Saka tapi yang masuk perangkap bukan Saka malah aku, sehingga rencananya gagal total! Boss, kita mesti bersiap dengan segala kemungkinan pembalasan dendam si Vella." jelas Lio kepada 2 orang yang mendengarkan itu.
" Aku tahu tapi bukannya kamu malah harusnya khawatir dengan istrimu, Manda. Kemungkinan untuk Vella membalas dendamnya itu melalui Manda!" kata Saka memberikan opininya.
" Sekarang aku sudah tahu apa yang menjadi permasalahan kalian. Benar-benar rumit kalau itu berhubungan dengan wanita yang posesif, ia ingin memiliki sesuatu yang bukan miliknya. Benar-benar gila itu si Vella. Ia bahkan berani mengorbankan sesuatu yang bukan miliknya. tapi dalam hal ini kamu juga diuntungkan Lio. Kamu bisa mendapatkan istri yang cantik dan masih perawan. Aku juga nggak ngerti kenapa Manda mau aja sama kamu padahal kamu ini seperti kulkas 2 pintu!! ha ha ha." goda Rangga yang membuat Lio menjadi kesal.
Lio langsung masuk ke dalam rumah lagi karena malas digoda oleh Rangga dan Saka. Lio segera menemui Manda dan Alana di ruang makan, dan saatnya tepat, ternyata makanan sudah siap disana. Baik Ibu Irsyana juga Ayah Langit sudah duduk di meja makan. Tadinya Manda dan Alana hendak memanggil para laki-laki tapi tidak diduga Lio malah sudah masuk ke dalam ruangan makan. Bahkan kedatangan Lio langsung disusul oleh dua pria lainnya yang masih saling ketawa-ketiwi mengingat Lio yang marah karena digoda.
" Sudah, ayo jangan bercanda melulu. Sekarang saatnya kita menikmati makan malam kita bersama. Jarang-jarang loh makan malam dengan formasi lengkap seperti ini." kata ayah Langit.
" Lio sepertinya istri kamu pandai memasak, itu balado kentang, ama balado terong, yang masak adalah istri mu. Mana masaknya cepat lagi, kayak koki yang berpengalaman aja." kata ibu sambil menyendokkan nasi untuk ayah.
__ADS_1
" Aduh ibu itu kan masakan yang gampang beda sama masakan Alana yang lebih sulit." kata Manda sambil tersipu malu.
" Ya ampun kakak ipar namanya juga wanita yang udah jadi ibu-ibu. Sudah pasti bisa masak karena nutrisi dari keluarga kan yang memenuhi ibu rumah tangga macam kita." kata Alana lagi.
" Dasar ibu-ibu kalau sudah kumpul pasti banyak ngomongnya daripada actionnya. Padahal aku ini udah lapar banget loh! Kalau ibu, Alana, dan Manda terus-menerus bercerita, kapan kita makannya dong!" potong Rangga yang sudah kelaparan dengan wajah memelas.
" Kalau kamu udah lapar makan aja sana, nggak usah banyak omong! Kita juga nggak ngajak kamu ngomong kok!! Dasar Rangga kumat resenya." bantah Alana.
" Alana di sini masih ada anak-anak, tolong ngomong nya dijaga !" kata ibu mengingatkan. Padahal anak-anak memang ditaruh di meja tersendiri supaya mereka belajar makan dengan benar, itu berlaku buat Kalandra dan Genta, sedangkan Alendra memang masih disuapin oleh babysitter nya.
Rangga yang merasa dibela oleh ibu menjadi senang, sedang di lain sisi Alana merasa gondok. Tapi Alana juga tidak membantah ibu, mereka semua melanjutkan makan mereka dengan tenang.
Apakah ketenangan itu akan berlangsung selamanya?
.
.
.
TBC
__ADS_1
*** gengs otor cuman mau bilang kalau minimal up sehari itu diusahakan dua kali dalam sehari. Kalau otor lagi baik hati, bakalan crazy up. Happy reading ya. Jangan lupa untuk selalu vote, like, juga gift ya. thank you