Andai Aku Bisa Memilih

Andai Aku Bisa Memilih
44.


__ADS_3

" Mandaaa!!"


Ishhhh!! Ya ampun bos nih ya teriak teriak nama Manda mulu. Sedangkan mungkin disana si Manda lagi indehoy sama suaminya. Kesel banget si Rey, sudah bosnya teriak teriak mulu. Apartemen si bos kacau balau, ART yang ditunggu belum datang, dokter yng dipanggil juga belum nongol. Lengkap sudah penderitaan Rey, untung si bos baik hati kalau masalah bonus, ga pelit pulak, kalau ga.. ihhh Rey kayaknya mau resign aja.


Ting tong.


Rey meninggalkan si bos yang masih pingsan, beranjak dri sofa menuju pintu, dan membukakan pintu. Ternyata dokter Hans yang merupakan dokter pribadi Kenan sudah datang bersamaan dengan ART yang ia panggil untuk membersihkan kekacauan si apartemen si bos.


" Siapa yang sakit Rey?"


" Bos kamu lah... siapa lagi?"


" Lhah, kok bisa begini keadaannya Rey? Bagaimana kamu ini? Ga bisa jagain bos kamu ini. Kamu kan tahu kalau dia ini anak tunggal dan penerus Avendra grup...bla bla bla.." Rey memutar bola matanya dengan malas mendengar ceramah dokter Hans. Memang dokter Hans ini adalah kepercayaan dari keluarga Avendra yang ditugasi untuk menjaga kesehatan Kenan, karena keluarga Kenan yang menetap di luar negeri.


" Dok... dia patah hati. Emang aku bisa jagain dari orang patah hati? Lha yang nolak cinta nya si bos, kan bukan aku .. kalau seandainya ia suka sama aku ya pasti kuterima lah secara dia kan kaya raya. "


" Iyuhhh, jadi kamu sudah berubah sex orientednya? Masa jeruk makan jeruk? Gila kamu!" sergah dokter haans sambil memasang tampang jijik saat melirik Rey.


" Hei itu maksudnya perumpamaan saja, bukan sesungguhnya. Kalau aku wanita maksudnya." bela Rey sambil menggeplak tangan dokter itu karena memegang dahinya seakan menyindir dirinya menjijikan karena berpikir ingin memiliki Kenan. Gila aja!!


" Penyakit patah ati emang ga ada obatnya." desah dokter Hans sambil menghela nafas dengan kasar. Ia kasian melihat kondisi Kenan yang super lecek, belum lagi darah yang sudah tampak mengering di tangan Kenan padahal lukanya masih terbuka dan harus dijahit.


" Ia habis meminum minuman keras ... entah berapa botol yang sudah ia minum. Itu bekasnya saja masih berserakan di sana. Kayaknya ia juga memukul kaca di meja bar, sampai tangannya luka kayak gitu." jelas Rey sambil mengkode dengan dagunya agar dokter Hans melihat ke arah yang dituju. Ruangan apartemen Kenan emang sedang dibersihkan oleh ART yang di panggil oleh Rey.


Hans lagi lagi menggeleng gelengkan kepalanya. Ia menatap Kenan yang masih pingsan karena lukanya dan kebanyakan minum.

__ADS_1


" Dia emang lagi bercanda dengan kematian kayaknya, kalau orang patah hati ya begini ini. Cantikkah yang ia sukai itu? Kenapa gadis itu ga mau?"


" Ehm mungkin bukan jodohnya kali. Kalau masalah cantik, jelaslah!! Mana mungkin si bos mau kalau ga cantik. Yang istimewa menurutku karena gadis itu bukan saja cantik, tapi juga pintar dan polos banget. Jatuhnya emang ngegemesin."


" Kamu juga suka sama gadis itu?" lirik Hans dengan tatapan mencemooh.


" Gadis itu gampang banget menarik perhatian kaum adam. Karena kepolosan dan kebaikannya. Kalau aku menyukainya itu juga ga heran, kayaknya ga bakalan ada cowo yang nolak gadis seperti Amanda. Tapi aku tahu diri dok! Jadi aku ga biarin perasaanku mengalahkan logika. Nah, masalahnya si bos membiarkan logikanya dikalahkan oleh perasaan. Jadinya ya begini ini." decaknya kesal.


" Hmmmh jadi si Kenan ditolak? Ck ck ck emang mau nyari yang kayak apa lagi? Kenan tu paket komplit, sudah kaya raya, tampan, body atletis, murah hati pulak... emang apa lagi yang dicari? Bodoh kali cewe itu! Huh!" kata dokter Hans sambil mengobati luka Kenan yang masih ga sadarkan diri.


" Masalah utamanya adalah ga cinta. Gadis itu ga cinta sama Kenan. Lagian dia sudah ada yang dia suka dan menyukai dia. Jadi Amanda menolak bos Kenan."


" Halah, sebelum janur kuning melengkung, sikat aja dulu." kata dokter Hans asal.


" Lha udah melengkung janurnya... masa mau ngrebut istri orang? Pebinor dong ah." sahut Rey sambil terkekeh dramatis, mengingat si bos yang galau ditinggal nikah pujaan hatinya.


" Mudah mudahan bos cepat bisa move on."


***


Ditempat lain, ada sepasang anak manusia yang tengah berbahagia. Setelah acara ijab kabul dan syukuran di rumah Manda, sorenya Lio memboyong Manda ke apartemen mewahnya. Ayah dan Ibu Langit Perdana mengantar sejoli itu ke apartemen mewah Lio yang ada di jakarta utara. Padahal niat Ayah Langit semula adalah menyuruh Lio untuk pulang ke rumah besar, karena Saka dan Alana ga jadi pulang, soalnya Alendra mendadak sakit.


Tapi Lio menolak, ia ingin memiliki kesempatan untuk berduaan dengan Manda saja. Yah semacam honeymoon gitulah. Meski acara resepsi belum dihelat, tapiereka kan sudah sah secara hukum dan agama.


" Yo, sebenernya kamu pulang aja ke rumah besar saja. Kasihan Genta juga kepingin ketemu sama auntynya, di tadi sudah datang sendirian bersama baby sitternya. Karena daddy dan mommynya ga jadi balik, Alend sakit. Lha si Genta maksa balik kemari karena pingin ketemu sama aunty barunya." pinta ayah kepada Lio.

__ADS_1


" Loh ayah ga kesana aja? Kan cucunya sakit masa ga ditengok? " sahut Lio lgi.Sebenernya Lio ya kangen sama Genta, tapi masa habis nikahan ga malam pertama sih? Lha kalau malam pertama di rumah besar ya bisa alamat di ganggu berjamaah.


" Kata Saka, Alend hanya kecapean, habis diajak jalan. Yah namanya juga anak bayi. Lagian kamu kan tahu kondisi Alendra yang kadang bisa drop." lanjut ayahnya menjelaskan


" O begitu. Besok aja Lio balik, yah! Mau ngenalin Manda ke apartemen Lio." jawab Lio asal.


" Hmmmh ya sudah!! Jangan lupa karena rencananya mereka akan pulang lusa, sebelum Alana ultah, katanya Saka mau kasi kejutan buat ultah Alana. "


" Baiklah, nanti Lio pasti pulang ke rumah besar. Hari ini kita juga mau mengurus keperluan resepsi kami berdua." kata Lio dengan nada datar seperti biasanya.


" Terserah kamu dah! Ayah juga tahu kalau kamu ngebet berduaan. Kenapa? Gak sabar ya? Gayamu aja yo kalo ngomong datar, ternyata suka juga kalau begituan." goda ayah sambil menaik turunkan alisnya membuat Lio semakin salah tingkah karena malu.


Sedangkan ibu Irsyana yang bersama Manda di ruangan yang lain juga sedang menasehati sekaligus menggoda pengantin baru itu.


" Manda, kamu jangan sungkan ya sama ibu,ibu ga akan gigit kok! ha ha ha ." kata ibu sambil tertawa terbahak melihat Manda yang malu dan asing di apartemen Lio ini.


" Ah ibu .. " kata Manda tersipu malu.


.


.


.


TBC

__ADS_1


*** Manda, bahagiamu diatas kesedihan Kenan. 😭😭


__ADS_2